Rasanya tak ada yang meragukan,
Kalau hati sumber inspirasi dan motivasi,
Tempat bersemayamnya iman
Sumber kekuatan tak terbatas,
Di dalamnya sudah “built in” sifat-sifat Illahiah
Yang menjadi sumber kearifan dan kebijaksanaan
Siapa yang memperjuangkan suara hatinya dalam kehidupan,
Ia dijamin meraih sukses dan kemuliaan.
Rasanya tak ada yang meragukan,
Kalau akal pikiran adalah anugerah tak ternilai dari Tuhan,
Akal pikiran memiliki kemampuan yang luar biasa,
Dengan pikiran mampu menjelajahi kedalaman Samudra,
Menembus ruang angkasa dan memahami kebesaran Tuhan
Menciptakan peralatan yang memudahkan kehidupan,
Rasanya tidak ada yang meragukan,
Kalau ilmu itu sumber kebijaksanaan
Ilmu itu meninggikan derajat kemuliaan
Ilmu itu sebagai perisai dari kerendahan dan kehinaan
Ilmu itu sebagai cahaya menerangi hati kita
Dengan ilmu manusia memahami tujuan hidupnya
Rasanya tak ada yang meragukan lagi,
Kalau memberi adalah menciptakan imbalan bagi diri sendiri
Berbagi memberikan kebahagiaan hidup
Berbagi menciptakan keberlimpahan dalam hidup
Kalau demikian,
Mengapa ada yang tidak memercayai suara hati,
Lebih mengedepankan ego dan nafsu duniawi,
Mengapa ada yang tidak memberdayakan akal pikirannya,
Untuk memberikan kontribusi kebaikan bagi sesama,
Mengapa ada yang enggan memberi dan berbagi,
Padahal memberi adalah sumber keberlimpahan….
Hidup adalah panggilan agung dan mulia,
Maksimalkan kekuatan hati, pikiran dan tubuh kita,
Segera bangkit mengambil peran dan tangungjawab mulia,
Berkarya memberikan nilai kebaikan bagi sesama
Menyibukkan diri untuk meraih keberhasilan dunia,
Dengan tetap menyibukkan hati hanya untuk Allah semata.
Salam Revolusi Hati Nurani,
Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia
Penulis Buku HEART REVOLUTION: Revolusi Hati Nurani, Elex Media Komputindo.
Sahabat, ketika kita berbicara tentang kekayaan manusia, setidaknya ada dua macam kekayaan dalam diri kita. Pertama adalah kekayaan materiil bisa berupa harta benda dan lainnya (tangible) dan kekayaan ilmu atau kekayaan intelektual (intangible). Bagaimana kita mensyukuri kedua anugerah kekayaan dari Allah yang ada dalam diri kita ini agar keduanya memberikan keberkahan dalam hidup kita ?
Dalam hal kekayaan materiil atau harta, sudah jelas bahwa di dalam harta kekayaan yang kita miliki sesungguhnya ada hak orang lain yang harus dibagikan. Dalam mensyukuri anugerah harta kekayaan yang kita peroleh secara tegas sudah diwajibkan oleh Allah agar kita berzakat dan dianjurkan untuk berinfak, bersedekah serta membelanjakan harta kekayaan yang diperoleh dijalan kebaikan yang di diridhai Allah.
Mohon diingat bahwa bersedekah dan berinfak tidak akan mengurangi harta kita, karena sesungguhnya Allah akan melipatgandakannya, bahkan termasuk dengan pahala yang diterimanya. Kedahsyatan dan kekuatan bersedekah dan berinfak sudah dijamin oleh Allah SWT secara tegas dalam kitab sucinya,
”Dan, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hartamu yang Dia telah jadikan kamu penguasanya (amanah). Maka, orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.’
Lantas bagaimana dalam mensyukuri anugerah kekayaan intelektual atau kekayaan ilmu pengetahuan yang kita miliki dalam diri kita agar memberikan ebrkah bagi kehidupan kita ? Ingatlah bahwa sesungguhnya memiliki kekayaan ilmu pengetahuan itu jauh lebih berharga dibandingkan kekayaan harta atau materialisme. Sebagaimana disampaikan oleh orang bijak berikut ini,
“Kekayaan harta membuat kita harus menjaganya, sedangkan kekayaan ilmu membuat ia akan menjaga kita.”
Kekayaan ilmu disini sebenarnya mencakup seluruh ilmu pengetahuan, artinya bukan hanya ilmu agama yang mengatur cara-cara penghambaan manusia kepada Allah swt atau ilmu syariat semata. Melainkan juga ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan hidup di dunia dan memberikan kemaslahatan di dunia maupun akherat.
Mensyukuri anugerah kekayaan ilmu dapat dilakukan dengan banyak berbagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada sesamanya. Baik itu berbagi ilmu untuk kehidupan dunia, maupun ilmu agama yang mengatur penghambaan manusia kepada Tuhannya. Baik itu berbagi melalui nasehat perkataan, maupun melalui tulisan-tulisan, seperti tulisan-tulisan Face book seperti ini. Kita dapat membagikan ilmu dan pengalaman melalui berbagai cara dan kesempatan.
Mohon diingat bahwa:
“Setinggi apapun ilmu yang Anda miliki, seluas apapun pengalaman yang Anda dapatkan, hanya akan hilang ditelan waktu dan umur kehidupan, kecuali Anda mau menuliskannya dan membagikannya untuk sesama kehidupan.”
Berbagi ilmu akan melipatgandakan kekayaan ilmu kita dan InsyaAllah demikian juga dengan pahalanya. Setidaknya sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits, bahwa seorang penulis yang selalu memberi penawar adalah salah satu yang akan selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT.
“Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya” ~~ Al-Hadits ~~
Selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam kehidupan merupakan anugerah yang tiada bandingannya, karena tidak ada kekuasaan tertinggi selain kekuasaan-Nya. Hidup yang senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT adalah hidup yang penuh berkah, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan.
Kalau demikian mengapa tidak kita mulai membagikan ilmu pengetahuan kita melalui tulisan ? Menjadi penulis yang memberikan penawar dan memberikan inspirasi bagi bagi sesama sungguh sebuah tugas mulia. Inilah saatnya untuk mensyukuri atas anugerah ilmu pengetahuan kita dengan menuliskan dan membagikannya untuk sesama. Sesungguhnya berbagi ilmu pengetahuan melalui tulisan adalah bagian dari bersyukur atas anugerahnya dan sekaligus menjemput pertolongan Allah dalam kehidupan kita. SEMOGA BERMANFAAT.
Salam Sukses dan Mulia.
*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo. Weblog: www.ekojalusantoso.com
“Kerugian terbesar dalam hidup bukanlah kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan, melainkan terbuangnya waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Jadikan setiap waktu adalah berharga dan memberikan manfaat kebaikan.”
“Kedamaian sejati hadir ketika kita dapat hidup di luar keinginan ego pribadi dan dapat menjalani kehidupan dengan ikhlas dan penuh rasa syukur kepada-Nya.”
“Hal indah yang paling dikenang dalam kehidupan seseorang adalah tindakan-tindakan kebaikan yang dilakukannya dan cinta kasihnya kepada sesama kehidupan. Selamat berbagi kebaikan dan cinta kasih untuk sesama.”
“Engkau punya tugas yang harus dilakukan di dunia, maka lakukan hal apapun yang harus dilakukan, sibukkan waktumu untuk mengejar harapanmu di dunia, tetapi tetaplah menyibukkan hatimu hanya dengan Tuhan.”
Setiap kebaikan yang Anda berikan untuk sesama akan menjadi pupuk bagi tumbuh suburnya pohon kebaikan yang Anda tanam dalam kehidupan. Semakin banyak melakukan kebaikan berarti akan semakin menyuburkan pohon kebaikan yang Anda tanam dan pada saatnya …Anda akan menuai buahnya dalam kehidupan.
“Apa yang kita harapkan adalah apa yang kita undang hadir dalam kehidupan kita. Tetapkan harapan-harapan positif Anda dan hidupkanlah selalu dalam pikiran Anda.”
“Kenali bahwa diri Anda sesungguhnya adalah makhluk spiritual murni sepanjang masa yang memiliki pengalaman hidup sebagai seorang manusia. Selaraskanlah hidup Anda dengan tetap selalu mengasah kualitas ketinggian spiritualitas Anda.”
“Kebahagiaan jiwa hadir ketika kita mampu berfokus menciptakan keharmonisan dalam beberapa aspek penting kehidupan, sehingga mampu untuk merasakan, menikmati, mencintai, memaknai dan mensyukuri setiap hal yang datang dalam kehidupan.”
“Ketika seseorang dapat merasakan kebahagiaan pada saat orang lain mendapatkan kebahagiaan, merasakan kesedihan pada saat orang lain mendapat kesusahan dan tidak pernah merasa iri hati pada kebahagiaan orang lain, itulah sebagian dari ciri pribadi mulia yang memiliki kesucian hati dalam keikhlasan.”
“DOA adalah sumber KEKUATAN bagi yg lemah, DOA memberikan HARAPAN bagi yang kesulitan, DOA menguatkan KEYAKINAN bagi yg kurang percaya, DOA sumber KEBERANIAN bagi yang ketakutan, DOA adalah fitrah dalam diri manusia. Mulailah setiap aktivitas dengan DOA. Maha Suci Allah yang Maha Agung, yang melimpahkan karunia dan anugerah tak terhingga.”
“Mantapkan NIAT dan kuatkanlah KEYAKINAN untuk tetap FOKUS pada prioritas utama sesuai tujuan yang ingin Anda raih, agar semakin mendekatkan Anda pada tujuan Anda.”
“Kepercayaan Anda pada diri sendiri akan menentukan seberapa besar kesempatan Anda untuk mencapai sukses dalam bidang yang Anda tekuni. Ketika Anda memiliki rasa percaya diri yang tinggi, Anda telah memiliki kunci rahasia kesuksesan.”
“Mencapai kesuksesan membutuhkan TALENTA yang kuat, mencapai kemuliaan membutuhkan KARAKTER pribadi yang baik. Mencapai Sukses dan Mulia memerlukan Talenta yang kuat dan Karakter pribadi yang baik.”
“Keyakinan kita hari ini dapat menjadi pendorong bagi terwujudnya realisasi mimpi kita di hari esok. Tetaplah semangat dengan keyakinan hati yang kuat dan teruslah maju mewujudkan mimpi hari esok melalui tindakan aktif dan positif.”
“Kebijaksanaan seseorang bukan ditentukan oleh seberapa usianya, melainkan ditentukan oleh kemampuannya mengendalikan emosi dalam menghadapi masalah kehidupan dan menyelesaikannya dengan kesabaran. Karena sesungguhnya inti rahasia kebijaksanaan ada dalam kemampuan mengendalikan emosi dengan kesabaran. ”
” Kemenangan sejati bukan diukur dengan kemampuan mengalahkan orang lain, melainkan dinilai dari bagaimana kita mampu memberdayakan potensi yang kita miliki, untuk mencapai prestasi terbaik melampaui standar yang kita tetapkan.”
Kisah tentang seekor belalang dan seekor anjing dibawah ini adalah awal yang tepat untuk menjadi kendaraan pemahaman kita dalam memulai tulisan ini. Dikisahkan dalam sebuah perjalanan, seekor belalang bertemu dengan seekor anjing yang sombong. Anjing ini menyombongkan diri kepada belalang kecil dengan mengatakan bahwa tidak ada satupun binatang yang mampu mengalahkan lompatannya di wilayah ini. Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati si belalang kecil ini. Kemudian belalang kecil ini berani menantang si anjing, bahwa dia bisa mengalahkan lompatan si anjing dengan syarat standar ukuran kemenangannya sesuai dengan standar yang ditetapkannya.
“Apakah kamu berani melayani tantangan saya ?”, demikian kata si belalang. “Kita berlomba melompat di tempat setinggi-tingginya dan pemenangnya diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, melainkan dinilai dari berapa kali tinggi lompatan yang dilakukan dibanding tinggi tubuhnya”.
Anjing menerima tantangan belalang ini. Kemudian Anjing mendapatkan kesempatan mencoba melompat yang pertama. Hasilnya, ia ternyata berhasil melompat setinggi 2 meter atau sekitar sepuluh kali tinggi tubuhnya. Berikutnya giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi seperempat dari lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Siapakah pemenangnya dalam perlombaan ini ? Tentu saja pemenangnya adalah si belalang kecil. Ia mampu melompat setinggi 40 kali dari tinggi tubuhnya dibandingkan si anjing yang hanya 10 kali dari tinggi tubuhnya.
Sahabat, pada dasarnya dalam kehidupan ini setiap orang bisa menjadi pemenang, kalau ukuran kemenangannya dinilai berdasarkan standar potensi yang dimilikinya. Kemenangan sejati sesungguhnya dinilai dari seberapa besar usaha yang telah kita lakukan berdasarkan potensi yang kita miliki untuk mencapai prestasi yang terbaik. Demikian juga dalam pekerjaan, hidup dan bisnis, Anda dan saya memiliki potensi masing-masing yang dapat ditingkatkan untuk mencapai prestasi kemenangan tertinggi sesuai standar yang kita tetapkan. Ukuran keberhasilan tidak selalu membandingkan dengan orang lain, melainkan dapat dinilai dari seberapa besar potensi yang telah kita miliki untuk mencapai prestasi terbaik kita. Maka membandingkan ukuran keberhasilan diri kita dengan pencapain kesuksesan orang lain adalah tidak bijaksana.
Kemenangan sejati sesungguhnya adalah bagaimana kita telah memberdayakan potensi kemampuan kita untuk meraih prestasi yang lebih baik dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dalam kesehatan, kekayaan hati, kekayaan spiritual, kekayaan materi, keberhasilan prestasi kerja dan prestasi bisnis, dalam hal kemajuan dalam kehidupan keluarga, maupun memberikan konstribusi kebaikan bagi sesama dan kehidupan.
Marilah kita bertanya kedalam diri kita sendiri:
- Apakah hari ini saya sudah melakukan sesuatu yang lebih baik dibandingkan hari kemarin ?
- Apakah bulan ini saya sudah meraih prestasi lebih baik dibandingkan bulan lalu ?
- Apakah tahun ini sudah meraih prestasi lebih meningkat dibandingkan tahun lalu ?
Tentu saja ukurannya jangan hanya dinilai dari pencapain materi dunaiwi semata, melainkan dapat dinilai dari peningkatan kekayaan spiritual dalam diri kita. Ukurannya bisa, Apakah sudah lebih bijaksana, apakah sudah lebih meningkat dalam kehidupan spiritual, dalam kehidupan karier dan pekerjaan, dalam kehidupan bisnis, dalam pergaulan dan kemasyarakatan ? Apakah sudah meningkat dalam memberikan konstribusi dan manfaat kepada orang lain, dalam memberikan bantuan dan manfaat kebaikan bagi orang lain ? Dan tentu saja masih banyak lagi standar ukuran sesuai dengan potensi yang kita miliki.
Dalam pandangan Anthony Robbins seringkali diosebutkan dengan “Constant Action Never Ending Improvement”, sedangkan saya pribadi lebih senang menyebutkannya dengan “continues learning and never ending improvement.” Itulah prinsip memberdayakan potensi untuk meraih keberhasilan sejati.
Dari pada membanding-bandingkan dengan pencapaian orang lain, lebih baik memulai melakukan evaluasi kedalam diri, kemudian melakukan perubahan-perubahan dari dalam diri kita sendiri. Menyusun kembali langkah-langkah pengembangan diri kita kedepan dengan prinsip “ continues learning and never ending improvement.” Bagaimana agar kedepan kita menjadi lebih bijaksana, menjadi lebih kaya hati, memiliki sikap empti, lebih banyak memberikan kontribusi kebaikan, mampu lebih meningkatkan prestasi kerja, meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dalam diri dan lain sebagainya. SEMOGA BERMANFAAT.
Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | Penulis Buku “HEART REVOLUTION: REVOLUSI HATI NURANI” dan “THE WISDOM OF BUSINESS”, Elex Media Komputindo.
Dalam sebuah kesempatan berbagi motivasi, saya memulai pembicaraan dengan meminta satu orang peserta pelatihan untuk maju kedepan. Saya meminta peserta ini melompat setinggi-tingginya dan kemudian saya beri tanda ketinggian yg dicapainya. Seteleh ia melompat dua kali, kemudian saya tanyakan kepadanya, apakah ini lompatan tertingginya ? Ia menjawab “YA”. Kemudian saya berikan satu tantangan, agar ia melompat lebih tinggi lagi sampai menyentuh titik yang saya tentukan dan kalau berhasil saya berikan satu buku saya “The Art of Life Revolution” sebagai hadiahnya.
Iapun mulai berusaha melompat lebih tinggi agar menyentuh titik yg saya tentukan diatas titik pencapaiannya. Satu lompatan tidak berhasil dan dengan usaha yang lebih keras akhirnya lompatan kedua ia berhasil menyentuh titik yg saya tentukan. Peserta yang lainpun memberikan sambutan meriah dengan tepukan tangan atas pencapainnya.
Sahabat, kadang-kadang kita sebagai manusia tanpa disadari pernah juga mengalami hal yang sama dengan ilustrasi cerita peserta pelatihan diatas. Seringkali tanpa disadari kita membatasi diri kita dan menganggap seolah-olah apa yang sudah kita lakukan adalah lompatan-lompatan tertinggi yang bisa dicapai. Padahal kalau mau dengan usaha lebih keras – seperti yang dilakukan peserta diatas – akhirnya kita akan berhasil melompat lebih tinggi.
Tanpa disadari seringkali kita menganggap bahwa seolah-olah rutinitas yang kita kerjakan adalah kemampuan tertinggi yang sudah kita lakukan. Kemudian kita menetapkan persepsi yang salah terhadap kemampuan diri sendiri. Hal ini membuat kita terbelenggu dan tanpa mau mencoba melihat potensi lebih yang ada dalam diri kita masing-masing.
Rutinitas dan pola pikir seperti ini seolah-olah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua “Kelebihan Kita”. Kemudian menjadikan kita lebih sering mempercayai mentah-mentah apapun yang orang voniskan kepada kita, tanpa pernah berpikir benarkah Anda demikian itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Seperti halnya kisah seekor belalang yang baru keluar dari kotak yang mengurungnya. Dalam perjalan ia sangat keheranan ketika bertemu dengan seekor belalang lain yang mampu melompat lebih tinggi dari lompatannya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?”. Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kamu tinggal selama ini ? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”. Saat itu si belalang baru menyadari kalau selama ini ia tinggal terkurung dalam sebuah kotak kecil. Kotak kecil itulah yang membatasi dirinya sehingga membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.
Sahabat yang baik, tidakkah Anda pernah bertanya kedalam nurani Anda sendiri, bahwa Anda sesungguhnya bisa “melompat lebih tinggi” dari batas lompatan Anda saat ini ? Apakah Anda pernah merenungkan sejenak, bahwa sesungguhnya ada potensi kekuatan luar biasa dalam diri Anda yang menunggu untuk dibangkitkan dalam diri Anda ? Kalau Anda mau berhenti sejenak untuk menggeser “kotak” dalam pikiran Anda, pasti Anda akan menemukan potensi luar biasa dalam diri Anda. SEMOGA BERMANFAAT.
***Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | Penulis Buku “THE ART OF LIFE REVOLUTION” dan “THE WISDOM OF BUSINESS”, Elex Media Komputindo.
“Tidak ada karya sempurna yang dihasilkan tiba-tiba. Semuanya melalui proses yang dimulai dari ketidaksempurnaan lebih dulu. Jadi tunggu apa lagi, yang terpenting berani memulai langkah pertama sekarang, perbaiki satu bagian demi satu bagian, maka karya sempurna yang anda inginkan akan terwujud di depan mata.”
Banyak orang memiliki keinginan untuk mengerjakan sesuatu atau memiliki hasrat untuk mencapai impian yang dicita-citakannya, tetapi selalu menunda atau bahkan tidak pernah berani memulainya. Kalau Anda memiliki sesuatu yang ingin Anda kerjakan, atau memiliki sesuatu hasrat yang Anda cita-citakan, mengapa anda tidak coba mulai mengerjakannya sekarang ? Mengapa tidak mencoba mengambil langkah pertama sekarang ? Mengambil langkah pertama sesungguhnya ada dalam jangkaun kita semua. Mengapa tidak memulainya hari ini ?
Kalau Anda ingin mengerjakan sesuatu karya yang besar, berangkatlah dari sesuatu yang kecil lebih dahulu agar lebih terasa ringan memulainya. Tidak ada karya yang besar yang selesai dikerjakan dnegan sekali duduk. Mulailah dari setahap demi setahap lebih dahulu. Seseorang yang menghasilkan buku setebal 300 halaman misalnya, sesungguhnya dimulai dari menyusun satu kalimat demi satu kalimat, kemudian menjadi satu halaman, satu bab demi satu bab dan akhirnya menjadi satu rangkaian buku.
Kalau Anda ingin menghasilkan karya yang sempurna, mengapa tidak Anda mulai berangkat dari ketidaksempurnaan lebih dahulu. Tidak ada karya yang sempurna tanpa melalui proses perbaikan demi perbaikan secara bertahap. Mengapa tidak memulai mengerjakannya dari sekarang ? Karena dari semua waktu yang tersedia, tidak ada yang lebih tepat daripada waktu sekarang.
Kalau Anda memiliki sesuatu impian, mengapa tidak anda memulai mewujudkannya hari ini ? Lakukanlah satu langkah menuju impian Anda mulai sekarang. Lakukan satu tahap demi satu tahap, lakukan setiap hari, setiap minggu dan seterusnya. Perbaiki satu bagian demi satu bagian mulai dari sekarang, maka yakinlah bahwa apa yang anda inginkan akan terwujud di depan mata. Ingatlah tidak ada karya yang sempurna yang dihasilkan secara tiba-tiba.
Mohon diingat bahwa tidak ada keberhasilan yang dicapai tanpa melalui proses yang disebut kegagalan. Jadi tunggu apa lagi, mulailah dari sekarang. Berangkatlah dari yang kecil, mulailah dari ketidaksempurnaan, lakukan perbaikan demi perbaikan secara bertahap dan konsisten, maka yakinlah apa yang Anda inginkan akan terwujud di depan mata Anda.
“Seimbangkan hidup Anda pada beberapa aspek penting kehidupan, karena sukses mulia itu bersifat holistik dan termasuk pada karier, keluarga, kesehatan dan spiritualitas.”
Kita percaya bahwa kehidupan memerlukan keseimbangan antara aspek fisik dan aspek spiritual. Apa yang kita lakukan dalam berbagai aktivitas kehidupan fisik misalnya akan mempengaruhi aspek spiritual kita, demikian juga sebaliknya. Maka berusahalah senantiasa menyeimbangkan dalam berbagai aspek kepentingan kehidupan fisik Anda dengan senantiasa dilandasi aspek spiritualitas. Kita tidak dapat memisahklan keduanya.
Keseimbangan hidup itu akan menciptakan sinergi satu dengan yang lainnya. Semakin baik satu aspek kehidupan Anda, maka diharapkan akan semakin efektif mendukung aspek kehidupan Anda yang lainnya. Semakin tinggi kualitas kehidupan spiritualitas Anda misalnya, maka akan semakin mendorong hati, pikiran dan tindakan senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai spiritualitas yang Anda yakini. Dengan demikian apa yang Anda lakukan dalam berbagai aspek kehidupan fisik Anda seperti dalam karier misalnya, akan senantiasai dilandasi oleh nilai-nilai spiritualitas dalam diri. Inilah yang akan mengantarkan pada kesuksesan yang dapat membahagiakan.
Mereka yang tidak menyeimbangkan kehidupannya – utamanya antara aspek kepentingan fisik dengan spiritualitasnya - akan menemui kehidupan yang hampa dan kehilangan makna. Kalaupun mereka berhasil dalam satu sisi aspek kehidupan fisiknya misalnya, maka itu bukanlah keberhasilan sejati yang dapat membahagiakan dan meninggikan kualitas hidupnya. Demikian sebaliknya kalau mementingkan satu sisi aspek spiritualitanya semata dengan mengabaikan aspek kepentingan fisiknya seperti karier, keluarga misalnya, maka tidak akan menjadi manusia yang berdaya guna bagi sesamanya.
Memiliki fisik yang sehat akan mendorong hati dan pikiran menjadi lebih positif. Memiliki kesuburan jiwa, akan mendorong hati dan pikiran tumbuh lebih positif an bahagia. Dengan demikian keseimbangan akan menciptakan sinergi positif, yang pada akhirnya dapat menjadikan seseorang meraih sukses dan kemuliaan dalam hidup.
Maka sibukanlah dirimu dengan berbagai aktivitas kehidupan dunia, tetapi jangan pernah meninggalkan untuk menyibukkan hatimu untuk Allah.
Bagaimana menurut Anda …???
Salam Sukses Mulia,
Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | Penulis Buku The Wisdom of Business, Elex Media komputindo.
Ketika Anda mendengar sebuah berita tentang seseorang yang tega melakukan tindakan pemerasan, penipuan atau korupsi untuk memeprkaya diri sendiri yang merugikan orang lain dan mereka tanpa merasa bersalah, apa yang ada dalam benak Anda ? Ketika Anda membaca sebuah berita tentang seseorang yang tega melakukan tindak kekerasan, merampok harta orang lain atau bahkan melakukan pembunuhan yang sadis, tanpa merasa dirinya bersalah, apa yang ada dalam pikiran Anda ?
Mendengar berbagai berita dan kejadian yang melanggar norma-norma kehidupan, tentu kita semua merasa sangat Prihatin. Semakin banyaknya kasus korupsi, pemerasan, perampokan dan tindakan kekerasan bahkan pembunuhan, tentu membuat kita semua merasa Prihatin. Sepertinya dengan mudahnya, nilai-nilai luhur dan norma-norma kehidupan dilanggar, tanpa merasa bersalah.
Ketika menyaksikan ada orang yang tega melakukan tindakan yang menyimpang norma kehidupan dan tanpa merasa bersalah, menurut saya setidaknya ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah mereka ini sudah mematikan mekanisme kerja rasa bersalah dalam dirinya. Mereka ini sudah mematikan “urat perasaan salahnya, sehingga sudah tidak ada perasan bersalah atau perasaan malu untuk melakukan tindakan kejahatan atau tindakan yang melanggar norma-norma kehidupan.
Kemungkinan kedua adalah mereka memang tidak memiliki tabungan investasi nilai-nilai luhur yang bersumber dari dalam hati yang ditanamkan sejak kecil. Artinya mereka ini miskin hati nuraninya atau tertutub hati nuraninya, karena tidak terbiasa ditanamkan nilai-nilai luhur ini dalam dirinya. Akibatnya mekanisme kerja hati nuraninya tidak mampu lagi menjadi kontrol bagi dirinya.
Mekasisme nurani bila selalu ditumbuhkan dalam diri sejak kecil, maka ketika seseorang akan bertindak menyimpang dari nilai-nilai luhur, ia akan bergerak bagaikan gelombang yang cepat-cepat mengirimkan sinyal berupa peringatan dini ke dalam diri seseorang. Mekanisme nurani ini selalu mengirimkan sinyal berupa tindakan kearah positif dan kebenaran. Mereka yang selalu menabung atau berinvestasi pada nilai-nilai luhur dalam dirinya, maka sinyalnya semakin kuat dan semakin mudah mengarahkan tindakan pada hal-hal positif. Ketika akan melakukan berbagai tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini dalam hati nurani, mekanisme hati nurani akan dengan cepat memberikan sinyal bahwa tindakan itu salah dan menyadarkan seseorang pada kebenaran.
Dalam kehidupan sehari-hari biasakanlah untuk selalu berinvestasi pada kebaikan dan nilai-nilai luhur sesuai dengan suara hati nurani. Anda dapat membiasakannya dengan selalu mendekatkan diri pada Allah, bergaul dengan orang-orang yang positif, senang berbagi keramahan, berbagi kebaikan, berbagi kasih sayang dan menumbuhkan rasa empati untuk menolong orang lain. Anda dapat memperbanyak tabungan investasi nilai-nilai luhur ini setiap saat.
Meningkatkan nilia-nilai luhur dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dalam keadaan apa saja. Ketika sedang bekerja, sedang belajar, sedang menjalankan usaha atau dalam berbagai kehidupan sehari-hari lainnya. Berusahalah menggunakan suara hati nurani sebagai pengawas perilaku dan sikap Anda dalam kehidupan. Berusaha melakukan dialog batin untuk mempertanyakan, mengkonfirmasi, mengingatkan atau kemudian menimbulkan kesadaran akan rasa bersalah, kesadaran akan rasa malu akan tindakan menyimpang dalam kehidupan. Semakin sering Anda melakukan investasi nilai-nilai luhur ini, maka semakin banyak tabungan investasi dalam diri Anda dan hasilnya sinyal peringatan dini tentang nilai-nilai kebaikan dan kebenaran akan semakin kuat. Suara hati akan semakin kuat memberikan bisikan pada diri kita. SEMOGA BERMANFAAT.
Salam Sukses Mulia,
Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia & Majelis Al-Ihsan Indonesia
Penulis Buku THE WIISDOM OF BUSINESS, Elex Media Komputindo.
Improved confidence in ability to achieve ciprofloxacin side effects on birth control maintain an erection Improved satisfaction with the hardness of erections Improved ability to maintain erections for successful sexual intercourse Improved satisfaction with sexual intercourse What Cialis Does Not Do, Its Risks and Side Effects According to the FDA, following are what Cialis does NOT do, and its major possible risks and side effects.
Other drugs such as alprostadil also are successfully used to treat ED. Vacuum pumps produce erections that last for up to an estimated 30 minutes. Penile implants allow men to get thyroxine free levels maintain erections at any time and for as long as they want. And psychological and sex-therapy counseling can be effective where non-physical causes of ED are present.
Pharmaceuticals licensed apomorphine for the treatment of erectile dysfunction in 1996 and the medication has been reformulated so that it can levitra vs viagra comes a time in a mans life where he must face up to the fact that
wounds, skin rashes, low energy There has not yet been kamagra soft and sexual disinterest. In fact, kamagra soft tablets famous "G-spot", or Grafenberg spot, a heightened female sensory area, is located only about three inches into the vagina, on the inner front wall.
They have been shown in animal studies to produce an erection. Initial studies in humans suggest that the drug PT-141 can be effective if administered intra-nasally through the nose in men with mental rather than physical causes amoxil 500 mg ED and mild to moderate ED.
Larger studies will be necessary to demonstrate the safety and overall effectiveness of these drugs. 97 Gene therapy This novel therapy would deliver genes that produce products or proteins that may not "500" functioning properly in the penile tissue of men with ED. Replacement of these proteins may result in improvement in erectile function.