IT’S TIME TO CHANGE

Oleh: Eko Jalu Santoso

Seorang member Motivasi Indonesia mengirimkan email ke saya berikut ini : ” Selamat pagi Pak Eko Jalu, saya anggota milis Motivasi Indonesia, sejak ada artikel mengenai Menjadi Orang Paling Baik, sampai sekarang saya selalu menyimpan dan membaca artikel-artikel Pak Eko Jalu. Saya senang sekali dengan artikel-artikel tsb, saya juga senang membaca buku-buku bapak.

Saya sangat terinspirasi dari artikel-artikel bapak dan saya juga senang memikirkan orang lain, bersama-sama teman-teman di lingkungan perumahan saya. Saya juga selalu berusaha bersyukur bahwa saya sudah punya rumah sendiri, punya istri dan anak yang lucu sekali, punya lingkungan kerja dan lingkungan rumah yang bisa menerima saya dan keluarga saya. Namun ada hal yang sangat mengganjal, saya merasa tidak ‘sukses’ dan telah ‘gagal’ selama ini. Pekerjaan saya statis selama 10 tahun, tidak ada perkembangan yang berarti dan masih berada di posisi yang sama. Saya lulusan D3 Akuntansi, namun saya bekerja sebagai administrasi di suatu department engineering. Saya sudah berusaha optimal membantu dan berkarya di tempat kerja saya. Saya bekerja keras, meluangkan banyak waktu, bahkan kadang mengorbankan waktu keluarga dengan harapan dapat meningkatkan kehidupan saya, tetapi kenyataannya tidak ada perubahan yang berarti. Nampaknya system karir & system kompensasi di perusahaan saya tidak mendukung. Sehingga kondisi ekonomi saya selalu ‘pas-pasan’ dan cenderung kurang. Hingga kini saya belum bisa membantu orang tua, selain hanya menghubungi lewat telpon.

Saya benar-benar ingin sekali mengubah keadaan saya, tapi saya tidak tahu harus mulai dari mana dan melakukan apa. Saya tidak mempunyai keahlian khusus, pengendalian emosi saya kurang baik, umur saya sudah 31 tahun, bilamana mencari pekerjaan baru harus bersaing dengan anak-anak muda yang lebih creative & productive. Saya mohon bantuan di sela kesibukan Pak Eko Jalu untuk sekiranya dapat memberikan pencerahan.”

Sahabat, mungkin masalah diatas tidak asing dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar kita. Mungkin ada diantara kita bahkan yang terjebak dalam situasi kehidupan yang sama seperti diatas. Kita seolah-olah sudah berusaha bekerja keras dengan harapan akan mampu mengangkat kehidupan kita ke taraf yang lebih baik, tetapi nampaknya tidak ada perubahan berarti. Semakin kita bekerja keras, semakin kita tidak mempunyai waktu, untuk diri kita sendiri maupun keluarga. Dan pada satu titik tertentu, mungkin kita akan merasa frustasi, karena semua kerja keras yang kita lakukan tidak bisa memberikan harapan seperti yang kita inginkan.

Sedangkan ketika kita menengok kehidupan orang lain, si Hendra teman kuliah dulu yang nggak pintar-pintar amat, kini sudah menduduki posisi Asisten Marketing Direktur, si Yanti yang dulunya lugu, kini sudah punya usaha boutik yang berkembang pesat, dll. Bahkan terkadang anak buah kita dulu, kini sudah melampaui posisi kita saat ini, entah dalam kehidupan karier maupun dalam kehidupan ekonomi. Kalau sudah demikian, kemudian kita merasa menjadi orang yang tidak sukses atau gagal.

Sahabat, kalau kita berada dalam situasi yang demikian, maka “It’s Time To Change and Focus on making a Great Future”. Ini saatnya untuk berubah dan fokus menciptakan masa depan yang lebih baik.
Pertanyaannya apanya yang harus diubah ?

Banyak orang berpendapat, bahwa berubah itu berarti berganti pekerjaan atau pindah perusahaan. It’s ok. Mungkin bagi beberapa orang hal ini bisa memberikan harapan lebih baik. Tapi mungkin bagi sebagian orang yang lain, ternyata hanya memberikan harapan semu sementara saja. Karena ternyata di perusahaan yang baru tersebut, setelah beberapa saat mereka menemukan hal-hal baru yang `menjebak’ mereka seperti kisah teman diatas. Lalu mereka mulai stress, dankembali terjebak dalam kehidupan yang semula.

Kalau demikian apanya yang harus diubah ?. Yang harus diubah adalah ‘diri kita sendiri’. Perubahan itu harus dimulai dari dalam diri kita, bukan dariluar.

Cobalah renungkan beberapa pertanyaan dibawah ini, mungkin Anda akan menemukan sesuatu yang harus diubah dari dalam diri Anda :
– Bagaimana dengan cara kerja anda ? Sudahkah anda bekerja secara kreatif, efektif dan efisien ?
– Bagaimana dengan cara pandang anda terhadap pekerjaan ?
– Bagaimana Anda memaknai pekerjaan yang Anda lakukan saat ini ? Apakah anda berpikir bahwa pekerjaan yang anda lakukan adalah sebuah beban, ataukah sebuah kesenangan, atau menjadi bagian sumber kebahagiaan ?
– Apakah anda merasa sudah mentok dan tidak ada kesempatan untuk meningkatkan karier, Ataukah anda berusaha menciptakan kesempatan peningkatan karier itu, dengan prestasi kerja tertentu, misalnya ?
– Apakah anda lebih suka menggosipkan bagaimana `pelit’nya perusahaan terhadap anda ataukah anda lebih suka memikirkan, bagaimana perusahaan anda bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik lagi ?
– Apakah anda lebih suka menggosipkan bagaimana rekan anda yang `pandai menjilat’ sehingga prestasinya melesat, Ataukah anda belajar, prestasi apakah yang telah dia ciptakan sehingga kariernya cepat maju ?
– Apakah Anda sudah berusaha meningkatkan diri, melalui berbagai kesempatan belajar dan training, misalnya ?
– Dan lain sebagainya

Hanya diri kita masing-masing yang bisa menjawab hal ini dengan jujur. Kalau kemudian Anda sudah menemukan berbagai jawaban itu dengan jujur, mulailah melakukan perubahan dari dalam diri Anda, sebelum mengharapkan adanya perubahan dari luar.

Saran untuk diaplikasikan dalam melakukan perubahan menuju masa depan yang lebih baik:
1. Tanamkan keyakinan bahwa sukses itu dimulai dari dalam hati dan pikiran kita sendiri.
2. Bayangkan atau imajinasikan dengan gambar yang jelas, jernih dan tajam keinginan yang ingin Anda raih dalam waktu 2-5 tahun yang akan datang. Jadikanlah impian ini menjadi sebuah tujuan kesuksesan Anda.
3. Tetapkan alasan yang kuat, mengapa anda menginginkan tujuan kesuksesan itu. Mengapa impian itu sangat penting bagi Anda. Memiliki alasan yang kuat, dapat menciptakan “Strong Desire”, motivasi yang tinggi untuk mencapainya.
4. Sincere Belief. Meyakini bahwa Anda pasti bisa mencapai tujuan impian kesuksesan Anda dalam 2-5 tahun mendatang.
5. Enthusiastic Action .Lakukanlah kegiatan dengan bersemangat dan kerjakeras. Salurkan seluruh energi dari dalam diri Anda untuk selalu fokus pada kegiatan yang ada hubungannya dengan pencapaian impian Anda tersebut.
6. Tawakal Kepada Allah. Imbangi setiap usaha lahiriah, semangat tinggi, kerja keras dengan usaha batiniah, senantiasa bertawakal dan memohon kepadaAllah. Karena Allah adalah pemilik kesuksesan.Selamat berjuangEtos Mulia

Salam Etos Mulia.

BERGERAKLAH DAN ANDA AKAN DIHARGAI

Oleh: Eko Jalu Santoso

Orang Jepang sangat menyukai mengkonsumsi ikan segar. Karena konsumsi ikan yang tinggi membuat para nelayan harus mencari tangkapan ikan sampai ke tengah laut. Akibatnya membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari untuk kembali dengan haail tangkapan ikan. Sayangnya ikan-ikan hasil tangkapan itu keburu menjadi tidak segar lagi dan tidak laku di pasaran.

Para nelayanun kemudian menggunakan freezer di dalam kapalnya. Ikan-ikan hasil tangkapan itu dimasukan dalam freezer dan dibawa ke daratan. Sesampai di darat ikan pun kurang laku, karena ikan beku tidak sebagus ikan segar dan kurang disukai.

Merekapun berpikir mencari ide kembali, yakni menggunakan bak atau semacam kolam dan diisi dengan air laut. Ikan hasil tangkapan dimasukkan dalam kolam atau bak dan dibawa ke daratan. Awalnya ikan tetap hidup dengan berenang di dalam kolam, tetapi lama kelamaan kelehan dan malas berenang, dan sampai di daratanpun ikan ini harganya murah. Orang Jepang tahu membedakan ikan segar dengan ikan yang malas dan lemas.

Akhirnya ditemukan ide dengan memasukan dua ikan hiu kecil ke dalam kolam atau bak ikan tersebut. Dampaknya ikan-ikan terus bergerak, berenang kesana kemari karena dikejar-kejar oleh ikan hiu akan di mangsa sampai ke daratan. Sampai di daratan ikanpun dihargai mahal, karena ikan masih tetap segar dan disukai.

Sahabat, kalau ingin dihargai dan lebih bernilai, maka bergeraklah. Teruskan bergerak, jangan diam dan malas. Bergerak meningkatkan kualitas diri, bergerak menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, bergerak meningkatkan potensi diri Anda. Bergeraklah terus untuk memberikan kemanfaatan bagi sesama. Mereka yang terus bergerak dan hidup dalam semangat dan motivasi tinggi, maka merekalah yang akan berprestasi dan dihargai.

Karena ini ciptakan hiu-hiu kecil di dalam diri Anda, agar Anda terus bergerak. Apa itu hiu-hiu kecil dalam diri kita ? Yakni dream atau impian yang akan kita raih.

Dream atau Impian
Tetapkan dream atau impian yang ingin Anda raih. Impian haruslah jelas, terukur dan memiliki taret waktu. Mereka yang mampu menetapkan impiannya dengan jelas, tajam, terukur dan memiliki target waktu mencapainya, akan lebih termotivasi untuk bergerak mengejar impiannya. Sebaliknya mereka yang hidup tanpa memiliki impian yang jelas, hanya akan menjalani hidup apa adanya, tidak berkembang dan hanya akan menjadi orang kebanyakan.

Action atau Tindakan
Setelah menetapkan impian yang jelas, segera ambil tindakan. Rencanakan dan lakukan tindakan fokus pada tujuan atau impian yang ingin diraih. Jangan biarkan godaan yang nampak menarik, tetapi sesungguhnya membelokkan dari impian Anda. Jangan pernah menyerah, terus cari cara terbak untuk mengejar impian yang sudah Anda tetapkan.

Hidupkanlah terus hiu-hiu kecil di dalam diri Anda. Itulah yang akan memotivasi Anda terus bergerak dan berkembang.

Salam Etos Mulia.

HIDUPI IKHTIAR DENGAN DOA

Oleh: Eko Jalu Santoso

“Rencana sudah disiapkan dengan baik, usaha juga sudah dilakukan dengan baik, tapi hasilnya masih jauh dari target juga….kurang apalagi coba?”, demikian keluhan seorang teman yang kecewa dengan pencapaian targetnya di bulan ini.

Sahabat, dalam kehidupan kita boleh saja memastikan dalam membuat rencana yang terbaik, tetapi jangan memastikan dalam hasil, karena soal hasil itu sepenuhnya menjadi wewenang Allah.

Sesungguhnya Allah hanya menyuruh kita untuk melakukan ikhtiar yang terbaik sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

Ikhtiar wajib dilakukan bagi yang ingin meraih sesuatu tujuan. Jika ikhtiar kita berhasil, maka akan mendapat dua keuntungan, yakni tercapainya tujuan dan dicatat sebagai amal sholih. Tetapi jika gagal, setidak dicatat sebagai bagian dari amal sholih kita.

Dan ingat, Allah melarang kita untuk bergantung kepada ikhtiar dan bergantung kepada sesuatu yang lainnya. Karena bergantung itu hanya kepada Allah. Bersandarlah hanya kepada Allah.

Maka hidupi ikhtiar dengan doa kepada Allah. Karena doa itu akan menguatkan ikhtiar yang kita lakukan. Doa akan mendekatkan kita kepada Allah SWT, kekuatannya menembus ke langit dan itulah yang akan memperlancar tercapainya apa yang kita usahakan.

Hikmah lain dari berdoa, kita akan terhindar dari kesombongan. Karena tidak menganggap keberhasilan kita semata-mata karena ikhtiar, tetapi karena campur tangan dari Allah SWT.

Setelah memastikan rencana terbaik, mengambil tindakan dengan ikhtiar terbaik, serta dibarengi selalu berdoa kepada-Nya, maka sisanya serahkanlah kepada Allah.

Biarkanlah Allah yang mengatur dan memastikan hasil yang terbaik untuk kita. Dengan kita tetap selalu berprasangka baik kepada Allah. Itulah yang disebut dengan bertawakal.

Kewajiban manusia adalah berikhtiar, berdoa dan kemudian bertawakal.Biarlah Allah yang mengatur hasilnya.

Salam Etos Mulia.

BERANI BANGKIT

Setiap proses perjuangan mendaki puncak impian,
seringkali dihadapkan pada kesulitan dan kegagalan.

Saat mengalami kegagalan kemudian menyerah pasrah,
itu memang mudah.

Saat mengalami kegagalan dan berani bangkit,
dan bangkit lagi berjuang,
itu memang sulit dan membutuhkan energi besar.

Tetapi inilah yang membedakan seorang pemenang dengan seorang pecundang.

Keberanian bangkit dan bangkit lagi dari
kegagalan, inilah SIKAP MENTAL PEMENANG.

Para pakar dunia telah menyimpulkan
bahwa 85 % kesuksesan itu karena sikap mental dan kepribadian positif.

Karena itu
hidupkan terus sikap mental pemenang dalam diri.

Caranya dengan …..

Miliki optimisme dan keyakinan akan
menjadi pemenang.

Keyakinan
akan melahirkan keberanian mengambil tindakan dan
bangkit dari setiap kegagalan.

Tanamkan mindset dalam diri,
tidak ada kegagalan
yang ada adalah pembelajaran.

Mindset inilah yang akan melahirkan
keberanian terus bangkit dari kegagalan,
memperbarui cara dalam
meraih tujuan.

Para pemenang adalah mereka yang
berjiwa climbers atau pendaki sejati.
Yakni mereka yang terus berjalan
dan berjalan menuju puncak impian dan cita-citanya.

Salam Etos Mulia,
Eko Jalu Santoso | Jakarta 15.11.2018

KEPEMIMPINAN YANG MENGINSPIRASI

KEPEMIMPINAN

Ada beberapa
type kepemimpinan.

Ketika orang
mengikuti Anda,
karena
terinspirasi oleh karakter,
nilai-nilai mulia,
ucapan dan tindakan
dan perilaku Anda,

itu berarti
Anda memiliki type
kepemimpinan yang
Menginspirasi.

Type pemimpin
yang menginspirasi ini
akan menjadi teladan
bagi anggotanya.

Nilai-nilai mulia
yang dianutnya dan
tindakan, ucapan serta perilakunya
akan menjadi panutan
bagi orang lain.

Inilah type
kepemimpinan tertinggi.
Tidak banyak
pemimpin yang bisa
mencapai level ini.

Salam Etos Mulia.
Eko Jalu Santoso

SDM SEBAGAI KUNCI UTAMANYA

Oleh: Eko Jalu Santoso

Harian Kompas 25 Oktober 2018 memuat berita ada 6 perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 500 perusahaan terbaik dunia versi Forbes.

Inilah 6 perusahaan Indonesia yang mampu bersanding dengan berbagai perusahaan kelas dunia:
● Mandiri Bank
● BCA Bank
● Gudang Garam
● Telkom
● BNI 46
● BRI Bank

Dari apa yang disampaikan oleh para CEO 6 perusahaan tersebut, bisa disimpulkan bahwa SUMBER DAYA MANUSIA merupakan kunci sukses utamanya.

Terungkap inilah beberapa fokus mereka dalam memberdayakan SDM nya, sebagaimana dikutip kompas:
● Membangun tim yang bekerja dengan bahagia, berpartisipasi dan produktif.
● Mengembangkan kesempatan jenjang karir lebih tinggi dan kemampuan kepemimpinan.
● Menciptakan suasana kerja kondusif, dihormati, dan keseimbangan antara kerja dan kehidupan.
● Budaya kerja yang nyaman dan dinamis, mendukung iklim kerja kreatif, inovatif dan produktif.

Para CEO perusahaan tersebut sangat menyadari bahwa SDM adalah aset penting perusahaan.

Karenanya…

Mereka membangun dan memberdayakan SDMnya dengan mendidik, melatih, memotivasi dan menciptakan iklim kerja yang kondusif.

Hasilnya terbukti perusahaan makin berkembang besar dan bisa bersanding dengan perusahaan kelas dunia.

Sudahkah kita membangun team SDM yang kita miliki dengan baik ?

Apa pun kondisinya saat ini, kalau ingin berkembang, saatnya memulai fokus mendidik, melatih dan mengembangkan team SDM kita lebih baik.

Karena …

Semakin berkualitas team SDM kita, tentu kinerja organisasi dan produktivitas akan semakin baik.

SDM yang dihargai, dihormati, dikembangkan kariernya, ditingkatkan kemampuannya, akan semakin loyal, semangat dan bahagia dalam dalam bekerja.

SDM yang bahagia dalam bekerja, akan memacu kreativitas, inovasi dan produktivitasnya dalam bekerja yang lebih baik.

Team SDM yang memiliki etos kerja unggul inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja organisasi atau perusahaan.

Salam Etos Mulia.

KESEIMBANGAN ANTARA BEING DAN DOING

Oleh: Eko Jalu Santoso

“Sibukanlah dirimu dalam berbagai aktivitas meraih prestasi kehidupan dunia, dengan tetap menyibukkan hatimu untuk Allah. Inilah prinsip keseimbangan.”


Ilustrasi kisah ini bisa menjadi kendaraan pemahaman yang tepat untuk mengawali tulisan ini. Dikisahkan ada sekelompok orang yang berpendidikan baik dan bekerja cerdas dalam bidangnya. Penampilan merekapun terlihat rapi dan intelek. Mereka juga pandai membangun kerjasama yang baik dan saling mendukung satu dengan lainnya untuk tujuan keberhasilan pekerjaan mereka. Mereka juga bekerja sangat antusias, cekatan dan rapi dalam menuntaskan pekerjaannya. Solidaritas diantara mereka juga terlihat sangat tinggi. Dengan demikian selain memiliki kecerdasan intelektual, mereka terlihat juga memiliki kecerdasan emosional yang baik.

Secara professional, mereka dapat dikatakan sebagai orang-orang yang sukses. Memiliki jabatan, karier yang baik, popularitas dan berbagai simbul-simbul kesuksesan profesional lainnya. Bahkan secara material mereka memiliki kesuksesan yang mengagumkan, hanya dalam waktu singkat karier mereka, sudah berhasil meraih berbagai kekayaan harta, rumah mewah, mobil mewah dan simpanan bermilyar-milyar.

Namun, ternyata beberapa waktu kemudian saya membaca berita di berbagai media masa bahwa beberapa orang dari kelompok ini akhirnya harus berurusan dengan pihak berwajib dan bahkan sebagian sudah mendekam dipenjara. Mereka ternyata adalah orang-orang yang memiliki jabatan, tetapi bekerjasama menyalahgunakan jabatannya untuk melakukan tindakan korupsi yang merugikan uang rakyat, untuk kekayaan diri sendiri dan kelompoknya.

Inilah contoh hasil dari ketidakseimbangan hidup. Meskipun memiliki kecerdasan intelektual dan bahkan kecerdasan emosional yang baik, tetapi mereka tidak mengimbangi dengan kecerdasan spiritual. Saya menyebutnya mereka ini memiliki

“kepincangan spiritualitas”. Meskipun memiliki bakat dan talenta yang baik, tetapi tidak memiliki karakter pribadi yang baik. Meskipun secara professional nampak sukses luar biasa, tetapi sesungguhnya kesuksesannya tidak bermakna dan berakhir dengan kesia-siaan dan kesengsaraan.

Para guru kehidupan senantiasa mengajarkan kepada kita pentingnya keseimbangan dalam berbagai aspek penting kehidupan, terutamanya dalam empat dimensi penting kehidupan yakni,

fisik, sosial-emosional, intelektual-mind dan spiritual. Sayangnya banyak orang masih mengartikan spiritualitas keimanan secara sempit belaka. Nilai-nilai spiritualitas keimanan hanya didengungkan di tempat-tempat ibadah ketika menyembah Tuhan dan belum mempengaruhi perilaku dalam karier, bisnis dan kehidupan sehari-hari. Begitu keluar dari tempat ibadah dan berada di lingkungan kerja atau bisnis, nilai-nilai spiritual itu seolah-olah lenyap dan tidak muncul dalam perilakunya. Sehingga ketika berhubungan dengan orang lain, melupakan nilai spiritualitas yang tersalur lewat kehidupan sosial kemasyarakatan.

Padahal semakin baik aspek spiritualitas seseorang, semakin efektif mendukung aspek kehidupan yang lainnya. Semakin tinggi spiritualitas seseorang misalnya, akan mendorong kualitas tindakannya sesuai dengan nilai-nilai spiritualitas yang diyakininya. Berbagai tindakan dalam karier, bisnis dan aktivitas sosial misalnya, akan senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai spiritualitas dalam dirinya. Inilah jalan keseimbangan yang dapat mengantarkan manusia meraih kebahagiaan dan kemuliaan hidup.

Hidup secara keseluruhan memerlukan kepandaian untuk menyelaraskan beberapa aspek penting kehidupan. Disadari atau tidak kita selalu menggunakan setidaknya enam aspek penting kehidupan ini dalam setiap aktivitas sehari-hari, yakni: Aspek Spiritual, Aspek Fisik, Aspek Kepribadian, Aspek Financial, Aspek Keluarga, Aspek Sosial. Kepandaian kita dalam menyelaraskan enam aspek penting kehidupan ini akan menentukan kualitas kehidupan kita. Karenanya pahami dan temukan inspirasinya dalam buku ke-4 saya, “Life Balance Ways”, yang diterbitkan Elex Media Komputindo (Kompas Gramedia Group).

Dalam pandangan Prof. Roy Sembel Ph.D seorang penulis buku The Art of Best Win dan direktur PT Bursa Berjangka Jakarta,

“Ada dua kutub ekstrim dalam menjalankan hidup: mengejar being—mengucilkan diri menjadi pertapa untuk merenungkan kehidupan—saja atau sekadar doing—tidak peduli perenungan, hanya sekadar menjalankan saja. Bila ingin menjadi signifikan—membawa nilai tambah bagi diri sendiri dan lingkungan Anda—kita perlu keseimbangan antara being dan doing. Buku Life Balance Ways

karya Eko Jalu Santoso ini memberikan hasil perenungan dan pengalaman yang diramu secara menarik dan disampaikan secara komunikatif tentang keseimbangan antara being dan doing. Kombinasi seimbang antara gagasan filosofis dan tip praktis membuat buku ini enak dibaca dan bermanfaat.”

SEMOGA BERMANFAAT !

KEBAIKAN STRATEGIS DAN EFISIEN

Sahabat yang beretos mulia,

Waktu terus berjalan tanpa sedetikpun berhenti. Bagi sebagian orang yang mengagungkan kehidupan dunia, waktu adalah uang. Time is money.

Bagi sebagian orang yang mengagungkan kebijaksanaan, waktu ibarat pedang. Ketajamannya akan melibas siapa saja yang tidak bisa memanfaatkannya.

Bagi para ahli kehidupan, waktu adalah hidup itu sendiri. Masih memiliki waktu berarti masih memiliki kehidupan.

Apapun pemahannya, intinya waktu adalah kesempatan. Bagi orang beriman waktu adalah kesempatan untuk melakukan kebaikan dan melakukan ibadah untuk bekal kehidupan yang panjang kedepan.

Sahabat, semakin bertambah usia kita, berarti semakin berkurang waktu hidup kita. Kesempatan melakukan kebaikan dan ibadah sebagai bekal kehidupan panjang ke depan semakin berkurang.

Karena itu, semakin bertambah usia perlu semakin pandai memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang strategis dan efisien.

Apa itu kebaikan strategis dan efisien. Yakni kebaikan yang membutuhkan tenaga dan waktu yang sama, tetapi memberikan nilai amal kebaikan dan pahala yang berlipat ganda.

Dalam soal ibadah misalnya, semakin bertambah usia kita, semakin rajin sholat berjamaah di mushola atau di masjid. Karena sholat berjamaah nilainya 27 derajat lebih tinggi dibandingkan dilakukan sendiri di rumah.

Demikian juga dalam mencari harta, bukan hanya berorientasi mengumpulkan harta banyak, tetapi mengutamakan harta yang berkah. Karena harta yang berkah itulah yang memberi kecukupan atau qona’ah dan nilai manfaat kebaikan bagi kita.

Demikian juga semakin memahami bahwa harta yang benar-benar menjadi milik kita bukan yang kita kumpulkan, melainkan yang kita shodaqohkan atau diamalkan dijalan kebaikan. Karena itu semakin bertambah usia, semakin banyak shodaqoh dan infaqnya.

Dalam hal ilmupun demikian. Semakin bertambah usia tentu semakin banyak ilmu dan pengalaman yang kita miliki. Jangan hanya disimpan untuk diri sendiri. Bagikan ilmu dan pengalaman yg kita miliki untuk kemanfaatan orang lain. Melalui sharing, berbicara, seminar, mengajar atau melalui tulisan. Kalau pandai munulis, tulislah ilmu yang bermanfaat menjadi buku, agar tersebar luas dimanfaatkan banyak orang. Karena ilmu yang bermanfaat itulah yang akan menjadi amal yang mengalirkan pahala berlipat.

Sahabat, tentu masih banyak kebaikan strategis dan efisien yang lainnya. Karena itu pandailah memanfaarkan kesempatan dengan melakukan kebaikan strategia dan efisien.
Demikian inspirasi dari saya Eko Jalu Santoso.

Salam Etos Mulia,
Eko Jalu Santoso | Cibubur 28.10.2018.

JIKA TUHAN MENARIK PERHATIAN KITA

Oleh: Eko Jalu Santoso

Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja.

Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.

Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.

Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.

Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, maupun kadangkala dengan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan. Allah seringkali menjatuhkan “koin uang” atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah kepada kita manusia, agar mau mendongak keatas, mengingatNya, menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya.

Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas, mengingat kebesaran-Nya, menengadah kepada-Nya, mengagungkan nama-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.

Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalaman menyakitkan, seperti musibah, kegagalan, rasa sakit, kelaparan dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas. Menarik perhatian untuk mau menengadah kepada-Nya, menyembah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.

Dengan demikian, pengalaman-pengalaman menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah atau “habl min Allah.” Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah, dan menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.

Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, kelengkapan panca indra yang menopang kehidupan kita, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia yang kita miliki dan lain sebagainya. Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak ternilai harganya.

Kini apakah Anda akan segera menengadahkan wajah kepada-Nya, ataukah menunggu Allah menjatuhkan “batu” kepada kita ?.

SEMOGA BERMANFAT !

DAYA UNGKIT ENERGI POSITIF

Oleh Eko Jalu Santoso

Apakah Anda pernah mendengar tentang hukum kekekalan energi yang disampaikan oleh Isaac Newtown ? Ilmuwan dunia terkenal ini menjelaskan bahwa setiap energi di bumi ini tidak pernah hilang dari kehidupan, tetapi hanya sekedar berubah bentuk saja. Contohnya adalah zat cair yang menguap, kemudian akan mengembun dan akhirnya turun kembali menjadi hujan. Zat cair ini sesungguhnya tidak pernah berkurang dari kehidupan, hanya berubah bentuk dan akhirnya kembali lagi dalam keseimbangan sebagai zat cair di alam ini.

Dalam kehidupan manusia pada umumnya, hukum kekekalan energi “Isaac Newton” ini sebenarnya juga berlaku dalam aplikasi kehidupan nyata sehari-hari. Di dalam tubuh kita sudah tersimpan sumber energi yang tak terbatas. Setiap energi yang dilepaskan oleh tubuh kita – apakah itu energi positif maupun energi negative – sesungguhnya tidak pernah hilang dari muka bumi ini. Artinya setiap energi yang dipancarkan dari tubuh kita, nilainya tidak akan pernah berubah. Kalau yang kita pancarkan dari tubuh kita adalah energi positif, maka yang akan kembali adalah energi positif yang akan kita terima lagi. Demikian sebaliknya, kalau energi negatif yang kita pancarkan, maka yang akan kembali ke kita adalah energi negatif.

Sederhananya begini, dalam aplikasi nyata kehidupan kalau Anda menolong orang lain yang sedang memerlukan bantuan pertolongan misalnya, maka sebenarnya tubuh kita sedang memancarkan energi positif yakni berupa tindakan positif kebaikan. Energi positif kebaikan yang Anda pancarkan dari diri Anda sesungguhnya tidak akan hilang dari muka bumi ini. Energi kebaikan yang anda pancarkan akan selalu ada di alam ini dan akan kembali kepada diri Anda. Bentuknya bisa saja sama, apakah kita ditolong kembali oleh orang lain pada saat memerlukan bantuan, atau bisa juga dalam berubah dalam bentuk nilai positif yang berbeda. Misalnya, Anda mendapatkan ketenangan jiwa, keselamatan hidup, kebahagiaan hati, penghargaan dari orang lain dan bahkan pahala dari Tuhan YME.

Dan luar biasanya lagi adalah, setiap orang yang senang berbagi energi kebaikan kepada orang lain, ia tidak akan pernah kekurangan sumber energi kebaikan dalam dirinya. Dalam kehidupan keagamaan kita, hal ini diperkuat dengan apa yang difirmankan Allah SWT,

“bahwa siapa saja yang memancarkan energi positifnya dengan berbagi, menolong dan mencintai sesama kehidupan dan seluruh isinya, maka Allah akan mengembalikan energi positif ini dalam kehidupan kita”.

Bahkan dalam pandangan Allah Tuhan Yang Maha Memiliki Sumber Energi Kehidupan, energi positif berupa kebaikan, cinta kasih tersebut akan dikembalikan dalam jumlah yang berlipat ganda.

Bentuk pengembalian yang kita terima bisa saja berupa makin dicintai orang lain, menerima banyak kasih sayang dari sesama manusia, mendapatkan kebaikan dan kemuliaan hidup, meraih kemudahan dalam berusaha, meraih keberhasilan dalam bekerja dan berbagai kemudahan hidup lainnya.

Dengan demikian kalau hidup semakin banyak digunakan untuk melepaskan energi positif dengan banyak melakukan tindakan positif bagi orang lain, berbagi kebaikan, menolong sesama kehidupan, dibandingkan dengan hanya mementingkan diri sendiri, akan semakin mengangkat derajat atau “value” diri seseorang dihadapan manusia dan dihadapan Tuhan. Inilah yang saya maksudkan dengan daya ungkit energi positif bagi kesuksesan. Semakin besar energi positif dalam hidup yang kita pancarkan dari tubuh kita, akan menjadikan daya ungkit luar biasa dalam meninggikan kehidupan meraih sukses dan kemuliaan hidup. Hidup akan terasa menjadi semakin mudah, lebih tenteream, semakin ringan dan membahagiakan hati.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah benar-benar ada energi positif atau tindakan positif dalam bisnis, dalam pekerjaan, dalam hidup di dunia yang semakin komplek dengan persaingan ketat sekarang ini ?

Bagaimana agar kita dapat meningkatkan sumber energi positif sehingga dapat menjadi daya ungkit bagi sukses dan kemuliaan hidup kita ?.

Sumber energi positif sesungguhnya sudah ada dalam diri pribadi masing-masing individu. Seringkali kita tidak menyadari, kurang memahami atau bahkan tidak perduli dengan sumber energi dalam diri kita. Di dalam buku saya The Art of Life Revolution yang diterbitkan Elex Media Komputindo, dibahas apa saja energi positif dalam bisnis, pekerjaan dan hidup dan diuraika bagaimana menghidupkan energi positif dalam karier, bisnis dan hidup sehingga meningkatkan kesuksesan. Disini kami ingin berbagi 4 tips agar dapat meningkatkan sumber energi sukses mulia dalam hidup:

1. Memiliki tujuan hidup yang dilandasi oleh idealisme pada nilai-nilai luhur dan kemuliaan

Dalam kehidupan, banyak sekali kita temukan orang-orang sukses dengan penghargaan tertinggi, menjadi pemimpin kebijaksanaan hidup, pembaharu kehidupan, karena mereka memiliki tujuan hidup yang dilandasi nilai-nilai Luhur dan kemuliaan. Mereka mengabdikan hidupnya untuk kepentingan sesamanya. Mereka memiliki idealisme tinggi dengan mengabdikan hidupnya untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Memberikan pelayanan kepada banyak umat manusia, mengabdikan hidup untuk dunia dan alam semesta, mengabdikan ilmu pengetahuannya untuk kemajuan peradaban dunia.

2. Aktivasi Kekuatan Hati Dengan Menumbuhkan Keikhlasan Berbagi Kebaikan

Keikhlasan dalam berbagai kebaikan adalah energi positif yang akan menyebar, yang tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga menciptakan lebih banyak lagi energi positif yang akan kembali kepada si pemberi. Ini adalah hukum kehidupan yang benar, tidak peduli apakah si pemberi menginginkan atau bahkan tidak menyadarinya. Siapapun yang memberi dengan ikhlas, tanpa disadarinya telah meningkatkan nilai “value” dirinya bagi kesuksesan. Siapa yang melepasakan energi positif kebaikan, akan meningkatkan energi positif yang mengalir kepadanya hingga melipatgandakan kebahagiaannya.

3. Filosfi hidup “memberi dan melupakan”

Prinsipnya memberi dan melupakan merupakan landasan berpikir ikhlas dari dalam hati. Memiliki keikhlasan melakukan pekerjaan positif, memancarkan energi kebaikan kepada orang lain. Kita hanya perlu meyakini bahwa setiap energi positif yang kita pancarkan sesungguhnya tidak akan pernah berkurang. Meyakini bahwa energi positif tidak hilang dari kehidupan, tetapi akan kembali mengalir kedalam diri kita. Kita tidak perlu kawatir akan menjadi kekurangan, tidak perlu memiliki ketakutan tentang masa depan yang belum pasti, karena kita meyakini suatu saat energi positif ini pasti akan kembali. Ini merupakan suatu keniscayaan atau suatu hukum alam yang sejati.

4. Menumbuhkan Jiwa Empati

Bagaimana caranya untuk dapat memiliki jiwa empati ? Cara sederhana adalah kita dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kita dapat mengerti apa yang dibutuhkan orang lain. Jadi mengelola hati untuk dapat membantu kebutuhan orang lain. Kita memiliki kepekaan dan kepedulian yang kemudian diinterpretasikan melalui tindakan nyata membantu orang lain.

Memiliki jiwa empati merupakan energi positif ini akan memberikan efek positif bagi kebahagiaan ketika melakukan kebaikan. Tidak mementingkan hidup untuk dirinya tetapi membagi kepedulian dengan segera mengulurkan tangannya bagi mereka yang membutuhkan tanpa harus diperintah orang lain.

Semoga Bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

TALENTA DAN KARAKTER PRIBADI

Oleh : Eko Jalu Santoso

Kebaikan adalah bentuk khusus dari kebenaran dan keindahan. Ia adalah kebenaran dan keindahan dalam bentuk perilaku manusia.
– H.A. Overstreet –

Seringkali seseorang lebih mengandalkan kecerdasan dan talentanya untuk meraih keberhasilan dalam karier maupun dunia bisnis. Sesungguhnya untuk menggapai kesuksesan dalam pekerjaan dan bisnis, bukan hanya diperlukan kecerdasan dan telenta yang kuat semata, melainkan juga harus ditambahkan memiliki karakter yang baik.

Memiliki kecerdasan dan talenta yang kuat semata, meskipun mungkin dapat mendukung keberhasilannya, namun belum menjamin keberhasilan yang penuh makna dan memberikan kemuliaan seseorang. Sebaliknya seseorang yang memiliki kecerdasan dan talenta yang kuat, serta didukung dengan karakter yang baik, keberhasilannya akan memberikan makna dan memuliakannya. Karena kekuatan kebaikannya tidak akan pernah bisa disembunyikan dari siapa pun. Karena kekuatan kebaikannya akan memancar keluar dan menarik banyak peluang-peluang bagus dan kemudahan mendekat.

Manusia yang berkarakter baik, artinya mereka memiliki keindahan dalam perilaku dan kebenaran dalam tindakan. Karena kebaikan itu sangat berhubungan erat dengan keindahan perilaku manusia. Karenanya selain memiliki talenta dan kecerdasan, berlakulah baik, bertindaklah mulia agar kekuatan kebaikannya memancar dari diri Anda.

Dalam praktik nyatanya dalam kehidupan pekerjaan dan bisnis misalnya, karakter yang baik dapat tercermin dari senantiasa mengedepankan perilaku kejujuran, bisa dipercaya, memiliki ketekunan, memiliki kepedulian atau empati, kerjasama yang baik, bertanggung jawab dan mengembangkan sifat-sifat kemuliaan yang bersumber dari dalam hatinya.

Cara terbaik dalam membangun kebaikan pribadi adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan yang kita yakini dalam hati dalam setiap perilaku kehidupan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kebenaran tentang hal-hal yang kita lakukan. Kalau implementasinya dalam organisasi adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran tentang hal-hal yang kita lakukan bersama dengan para anggota organisasi maupun dengan orang lain yg berhubungan dengan organisasi bisnis. Itulah cara terbaik dalam mengembangkan kebaikan pribadi dan dalam memperlakukan orang lain, apakah anggota organisasi, para pemasok, para konsumen maupun kepada calon pelanggan kita.

Untuk menjadi pribadi unggul dan sukses mulia dalam pekerjaan maupun dunia bisnis, teruslah mempertajam kecerdasan, mengasah talenta Anda dan mengembangkan karakter pribadi yang baik. Karena karakter pribadi yang baik kekuatannya tidak dapat disembunyikan dari siapapun. Inilah modal bagi kesuksesan dalam pekerjaan dan berbisnis, bahkan menjadi modal dalam mencapai kemuliaan dalam kehidupan. SEMOGA BERMANFAAT

Kerja bernilai ibadah

Seringkali manusia membuat dikotomi atau pemisahan antara urusan kehidupan duniawi dan urusan kehidupan akhirat. Mereka memisahkan antara kesuksesan dalam pekerjaan, bisnis dengan kesuksesan kerohanian untuk urusan akhirat. Akibatnya terjadilah pemisahan kepentingan yang seringkali hanya menomorsatukan kesuksesan pekerjaan untuk keberhasilan dunia kemudian menomor duakan urusan kesuksesan ukhrawi atau akhirat.

Hidup tidak bisa dipisahkan dari kehidupan gerak pekerjaan, bisnis dan urusan duniawi dengan kepentingan spiritualitas dan kerohanian. Bagaimana mungkin, karena hidup hanya melakukan pekerjaan dan bisnis hingga meriah kesuksesan dan prestasi duniawi, tanpa diimbangi kesuksesan spiritualitas adalah kehampaan. Demikian sebaliknya hidup dengan spiritualitas tinggi tanpa diimbangi dengan kesuksesan kerja atau bisnis adalah kehampaan. Keduanya haruslah berjalan seimbang dan bersinergi dalam mengisi setiap langkah kehidupan.

Kita meyakini hidup tanpa bekerja, berkarya atau berbinis adalah hampa. Namun persoalannya kemudian adalah bagaimana agar pekerjaan itu memiliki nilai bermakna tinggi ?. Bagaimana persyaratannya agar pekerjaan kita memiliki nilai ibadah ?.

Manusia adalah makhluk spiritual dan makhluk fisik di dunia ini. Sebagai makhluk fisik manusia tidak bisa lepas dari kehidupan sosial. Dengan demikian ibadah kepada Allah tidak dibatasi makna ibadah hanya ritual secara spiritual semata. Tapi lebih dari itu, semua pekerjaan keduniawian bisa memiliki arti ibadah. Artinya, dalam bekerja, berkarya, berbisnis bukan hanya materi yang bisa kita dapatkan, tetapi juga ridha dan pahala dari Allah SWT.

Pegawai yang bekerja di kantor, pedagang yang berkerja di pasar, petani yang bekerja di tanah pertanian, pengusaha yang berbisnis, pejabat pemerintahan, nelayan, semua pekerjaan bisa bernilai ibadah. Apakah kita sebagai pegawai biasa, manager, direktur, pejabat tinggi atau bahkan hanya seorang pembantu, semua posisi pekerjaan itu bisa bernilai ibadah. Tentu saja ada syarat-syaratnya agar pekerjaan yang dilakukan dapat memberikan nilai sebagai bagian dari ibadah. Bagaimana syarat-syaratnya ?

1. Tidak Melanggar Syariat Allah. Berusahalah memilih pekerjaan yang tidak melanggar aturan-aturan Allah. Dengarkan suara hati terdalam dalam memilih bidang pekerjaan, karena suara hati sesungguhnya percikan dari sifat-sifat mulia Allah.. Mereka yang memilih pekerjaan berdasarkan suara hatinya, tidak akan terjerumus dalam pekerjaan yang tidak halal dan diharamkan oleh agama.

2. Dilandasi Niat Kebaikan dan Keikhlasan. Berusahalah menjalankan pekerjaan hanya dilandasi oleh niat kebaikan dan keikhlasan hati. Pekerjaan yang dilandasi niat kebaikan dan keikhlasan hati, akan dapat mencegah seseorang melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai spiritualitas kebenaran, seperti transaksi dengan cara-cara yang tidak dibenarkan, menipu, merugikan orang lain, menjual narkoba, dll.

3. Menafkahi Keluarga. Bekerja dengan niat memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Bahkan bekerja juga untuk memakmurkan bumi sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT. Dengan demikian, jangan berniat bekerja untuk menumpuk harta, riya’, bermegah-megahan, atau sekedar ingin dihormati orang lain.

4. Tidak melailaikan Ibadah Kepada Allah. Rutinitas dan kesibukan dalam pekerjaan atau bisnis, jangan sampai membuat kita lalai dan meninggalkan ibadah ritual kepada Allah. Artinya kita dapat menyeimbangkan antara kepentingan pekerjaan dengan kepentingan spiritualitas ibadah kepada Allah.

5. Mengamalkan ilmu. Berusahalah bekerja untuk mengamalkan ilmu yang kita miliki agar memberikan manfaat kepada banyak orang. Mengamalkan ilmu adalah melepaskan energi kebaikan kepada orang lain. Berusahalah membagikan ilmu yang kita miliki agar memberikan banyak manfaat bagi kehidupan dan alam semesta.

6. Bekerja dengan profesional. Artinya melakukan pekerjaan yang dilandasi ilmu pengetahuan dan dilakukan dengan cara-cara yang cermat dan cerdas, yang dibenarkan sesuai nilai-nilai spiritualitas kebenaran. Kalau hal itu menuntut diri kita untuk mengembangkan diri dalam sikap dan perilaku, maka lakukanlah. Kalau diperlukan peningkatan ilmu dengan tambahan pendidikan atau kurus, jalankanlah.

Beberapa hal diatas mungkin dapat menjadi bahan renungan mendalam bagi kita semua, agar senantiasa berusaha menjadikan setiap pekerjaan memiliki nilai ibadah, memberi keuntungan materi dunia, dan untuk kepentingan akhirat. Ukuran paling sederhana adalah kesucian niat dan keikhlasan melakukan pekerjaan, bertanggung jawab, senang berbagi kebaikan, menolong orang lain dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai spiritualitas kebenaran yang abadi. Salam Motivasi Nurani Indonesia.

***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art Of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani”, Keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.