Membangun Sinergisme

Seorang pengusaha bercita-cita membuat mobil impian yang terbaik. Untuk
mewujudkan impiannya membuat mobil yang hebat tersebut, ia mulai dengan
menyewa sebuah gudang dan memenuhinya dengan puluhan merek mobil terbaik. Ia lalu menyuruh para insinyurnya untuk mencari bagian-bagian yang paling bagus dari setiap mobil-mobil yang dibelinya tsb.

Demikianlah, akhirnya para insinyur itu memilih mesin terbaik dari Mercedes,mengambil handle pintu terbaik dari Volvo, mengambil sistem transmisi terbaik dari Toyota, memakai steering-set yang paling handal dari Ford,mengadopsi piranti central-lock dari BMW, mencomot teknologi ABS jempolan dari Nissan, demikian seterusnya. Intinya setiap merek mobil diambil bagian yang terbaik.

Akhirnya, tim insinyur tersebut berhasil membuat sebuah mobil impian yang
“sempurna”, yang terdiri atas ratusan spare-parts dari berbagai merek mobil
terkenal. Namun, apa yang terjadi ? Ternyata mobil impian yang hebat ini tak bisa berfungsi optimal sebagaimana mestinya. Pasalnya, antar bagian-bagiannya tidak bisa bekerja sama.

Demikian halnya dalam sebuah organisasi atau unit usaha. Agar organisasi
atau unit usaha dapat berjalan dengan baik, diperlukan sinergisme atau
kerjasama diantara anggota team di dalamnya. Tugas pemimimpin bukan sekedar mencari dan menempatkan orang-orang terbaik dalam satu team, tetapi membangun kesadaran untuk saling bersinergi dan bekerjasama diantara anggota teamnya. Dengan demikian, bukan sekedardiperlukan sekumpulan orang-orang yang cerdas, melainkan mereka perlu memiliki kesadaran bekerjasama dalam sebuah tim. Inilah prinsipi Etos-5 dalam buku “Good Ethos” yang saya tulis, yakni mengajarkan kepada kita untuk dapat mengutamakan kerjasama atau sinergisme dalam bekerja.

Fakta menunjukkan bahwa bekerjasama dan saling memberi dukungan kearah
tujuan yang sama, akan menciptakan kemudahan dalam meraih tujuan.
Sebagaimana disampaikan oleh Henry Ford , “Datang bersama adalah awal,
menjaga bersama-sama adalah kemajuan, bekerja bersama adalah kesuksesan.”
Semoga Bermanfaat.

Eko Jalu Santoso, Penulis Buku Good Ethos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *