Let Simplify Your Mind

Seorang kawan saya ketika menemui kesulitan atau masalah (baik dalam pekerjaan dan keidupan), dia cenderung mendekatinya dengan jalan pikiran yang rumit dan analisa yang njlimet. Ketika bicara kesulitan atau masalahnya, bisa menjadi berjam-jam seperti tidak ada selesainya. Jadilah pikirannya hanya dipenuhi masalah dan kesulitan. Akibatnya alam pikiran bawah sadarnya memproses tentang masalah dan kesulitan saja, tanpa menemukan solusinya. Kemudian ia mengatakan pekerjaan ini penuh dengan masalah…hidup ini memang berat…dunia ini penuh dengan kesulitan….dan lainnya.

Setiap orang hidup tentu memiliki masalah. Demikian halnya dalam pekerjaan, setiap orang yang bekerja pasti akan menemui berbagai kesulitan dan masalah. Tetapi setiap orang bisa berbeda-beda dalam cara pandang dan menyelesaikan masalahnya. Tidak semua orang memiliki kemampuan memetakan masalahnya dengan baik, sehingga mampu mengubah masalah yang rumit menjadi lebih ringan. Bahkan tidak sedikit yang berpikir njlimet, sehingga malahan mengubah masalah yang ringan menjadi rumit, seperti kawan saya tersebut diatas.

Kali ini saya ingin mengangkat sebuah cerita sederhana, yang dapat menjadi inspirasi dalam bagaimana memetakan masalah. Ceritanya demikian, dahulu para astronot Amerika pernah mendapat kesulitan atau masalah ketika hendak menulis laporan di stasiun ruang angkasa mereka. Pulpen yang mereka pakai untuk menulis ternyata tidak bisa digunakan karena terpengaruh oleh gaya gravitasi yang 0 (zero), sehingga tintanya menjadi macet.

Menemui masalah seperti ini, kemudian para ahli melakukan penelitian untuk menemukan sebuah pulpen yang anti gravitasi. Setelah melalui penelitian yang panjang dan menghabiskan biaya jutaan US dolar, akhirnya berhasil ditemukan sebuah pulpen yang anti gravitasi sehingga bisa dipakai diluar angkasa.

Lalu apakah para kosmonot Rusia juga menemui kesulitan atau masalah yang sama seperti ini ? Apa yang dilakukan oleh para kosmonot Rusia terhadap permasalahan yang sama seperti ini ? Ternyata mereka tidak perlu melakukan penelitian yang panjang untuk mengatasi masalah ini. Mereka cukup dengan tidak menggunakan pulpen, tetapi memilih mengganti memakai pensil.

Ya, tanpa kita sadari seringkali kita memaksa otak atau pikiran untuk berpikir berlebih-lebihan dan njlimet dalam menghadapi kesulitan. Kita anggap setiap kesulitan atau masalah itu hanya bisa diselesaikan cara-cara yang penuh pemikiran, analisa-analisa yang panjang , penelitian dan perhitungan-perhitungan yang matang. Padahal tidak selalu demikian, tidak sedikit masalah atau kesulitan yang terlihat rumit, kadang bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan-pendekatan yang sederhana dan praktis.

Sebagaimana digambarkan dalam ilustrasi cerita diatas, terhadap suatu permasalahan yang sama, Amerika harus mengeluarkan biaya yang besar dan berpikir njlimet untuk menemukan solusinya. Sedangkan sebenarnya ada cara sederhana untuk menemukan solusinya, sebagaimana yang dilakukan oleh para kosmonot Rusia.

So, let simplify our mind. Ketika menemui kesulitan atau masalah, sederhanakan cara pandang kita terhadap kesulitan atau masalah tersebut. Bukan memudahkan atau mengecilkan masalah, melainkan menyederhanakan cara pandang kita terhadap terhadap kesulitan atau masalah. Alihkan focus kita bukan pada kesulitan atau masalahnya, melainkan pada solusi atau “oucome” yang kita harapkan. Dengan demikian, diharapkan sebesar apapun atau sesulit apapun masalah yang kita hadapi tidak akan membebani dan meruwetkan otak kita untuk mencari jalan keluarnya. Semoga Bermanfaat. (EJS).

Salam Etos Mulia,
Eko Jalu Santoso

ekojalusantoso

Book Author, Public speaker and Motivator

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *