Month: December 2018

 

HIDUP ADALAH PANGGILAN MULIA

Oleh : Eko Jalu Santoso

Para ulama dan spiritualis seringkali mengatakan bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna diantara makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Bukan berarti manusia adalah sempurna, karena kesempurnaan sesungguhnya hanyalah milik Allah semata. Namun manusia memiliki bekal paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Manusia memiliki kesempurnaan dalam dimensi fisik, dimensi kecerdasan akal pikiran dan kecerdasan spiritual, yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lain.

Manusia memiliki lapisan otak neo-cortex yang memiliki kemampuan luar biasa untuk berpikir rasional dan logis. Dengan kemampuan ini manusia dapat menjelajahi antariksa, menggali kedalaman Samudra, hingga menghasilkan berbagai karya luar biasa. Inilah yang disebut dengan kecerdasan intelektual atau “IQ”. Selain itu manusia juga memiliki otak limbik yang memiliki fungsi dalam kecerdasan emosional atau “EQ” dan kecerdasan spiritual “SQ” yang berperan besar dalam meningkatkan kebijaksanaan dalam hidup. Dengan kecerdasan ini manusia dapat memberikan makna bernilai tinggi dalam setiap aktivitas kehidupannya.

Menyadari potensi ini, kita seharusnya percaya bahwa hidup adalah anugerah yang luar biasa. Hidup adalah karunia yang tak ternilai. Karenanya penting bagi kita untuk bangga dan memiliki kekaguman pada kehidupan kita maupun kehidupan orang lain. Penting bagi kita menyadari dan menggunakan potensi yang kita miliki untuk hal-hal luar biasa dan mulia. Penting bagi kita untuk mengeksplorasi diri, menemukan berbagai potensi keunikan dan bakat luar biasa dalam diri dan menggunakan untuk tujuan sukses dan kemuliaan.

Kehadiran manusia di dunia sesungguhnya mengemban amanah sangat mulia dari Tuhan. Karena manusia selain sebagai “abdi” dari Allah adalah penguasa di bumi ini. Sebagai penguasa, maka kehadiran kita tidak sekedar untuk kesejahteraan diri kita, tetapi juga untuk kesejahteraan orang lain dan alam semesta. Kita berkewajiban menggunakan segenap potensio untuk kesejahteraan kehidupan dan alam semesta. Inilah peran utama manusia sebagai pembawa rahmat bagi sesama kehidupan.

Penting bagi kita memastikan, apakah yang kita lakukan saat ini, pekerjaan, bisnis dan kehidupan sudah sejalan dengan amanah mulia ini. Penting menjadikan pekerjaan, bisnis ataupun kehidupan yang kita lakukan saat ini memiliki nilai dan bermakna bagi banyak orang. Dalam bekerja, berusaha dan berkarya tidak hanya selalu memikirkan diri sendiri, tetapi dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi sesama kehidupan.

Dalam interaksi sosial, setiap pribadi tidak hanya dituntut untuk mampu mensejahterakan secara lahir, namun juga menjadi cahaya bagi batin dan spiritual bagi orang lain yang membutuhkannya. Inilah insan sejati yang dapat mengeksploitir kemampuan dirinya, baik kemampuan secara fisik, kemampuan intelektual, kecerdasan emosi sampai pada kecerdasan spiritualnya, agar bisa memberikan makna bagi kehidupan. Memberikan arti perbedaan bagi orang lain dan memberikan hasil karya terbaik bagi kehidupan dan bagi dunia.

Para ulama dan spiritualis selalu mengatakan bahwa kesuksesan sejati adalah diukur dengan sejauh mana kita mampu mengembangkan kemampuan diri kita untuk memberikan banyak manfaat bagi sesama kehidupan. Sejauh mana kita dapat memberikan kontribusi kebaikan yang tulus dan ikhlas bagi sesama kehidupan. Sejauh mana kita telah menempatkan hati yang “taqarrub” menuju kepada sifat-sifat Allah dalam setiap gerak kehidupan di dunia.

Sahabat, hidup adalah panggilan mulia dan agung. Kalau demikian, janganlah pernah berkeluh kesah dalam kehidupan. Janganlah pernah berputus asa ataupun membiarkan waktu kehidupan terbuang dengan sia-sia. Tetapkanlah visi yang agung yang dilandasi nilai-nilai kemuliaan dari dalam hati kita. Berikanlah perbedaan yang lebih bermakna, apakah itu ditempat kerja, dalam bisnis, maupun dalam aktivitas lainnya. Seimbangkanlah hidup Anda, agar menjadikan hidup kita lebih mulia dan bermakna.

Ingatlah, bahwa setiap diri kita adalah teladan bagi diri sendiri dan orang lain. Kalau prinsip ini sudah kita jadikan landasan hidup kita, maka setiap kehadiran kita, setiap hasil karya kita, seberapapun harta dan materi yang kita miliki, kekuasaan yang kita dapatkan, ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi yang kita kuasai adalah semata-mata ditujukan untuk kemaslahatan umat sebesar-besarnya. Inilah karakter pribadi manusia yang sudah memahami amanah tertinggi hidupnya. Karena hidup adalah panggilan mulia.

Semoga Bermanfaat. Salam Etos Mulia.

ILMU YANG MENERANGI HATI

Oleh : Eko Jalu Santoso

Dikisahkan ketika masih berguru menuntut ilmu, Imam Syafi’I RA seorang ulama muslim pernah mengeluh dan mengadukan suatu problematika kepada gurunya. Ia bertanya kepada sang guru, ”Wahai Guru, mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah dipahaminya?” Kemudian sang guru yang bijak, Imam Waki’ RA menjawab, ”Ilmu itu ibarat cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.”

Membaca kisah diatas, saya menjadi ingat dengan salah satu nasehat dari seorang guru spiritual yang mengatakan, “Orang yang memiliki ilmu pengetahuan hidupnya akan mulia.” Kalau dikaji lebih mendalam, apa yang dinasehatkan oleh guru spiritual ini, sesungguhnya sejalan dengan apa yang telah disampaikan oleh Allah Tuhan Yang Maha Kuasa sebagaimana tercantum dalam kitab suciNya, bahwa Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Tentunya adalah orang yang menuntut ilmu dan ilmunya diamalkan untuk kebaikan.

Mereka ini kualitasnya akan terangkat, derajatnya akan ditinggikan dihadapan manusia dan dihadapan Tuhan. Karena dengan ilmu pengetahuan, seseorang mampu menyelami hidup ini dengan penuh semangat dan optimistis. Dengan ilmu pengetahuan seseorang mampu membuka tabir kegelapan, mampu memahami kebesaran Tuhan, sehingga diharapkan semakin memperkokoh keimanan dan ketakwaan kepada Allah Tuhan Sang Penguasa Kehidupan. Dengan senang membagikan ilmu pengetahuan, berarti melepaskan energi positif kebaikan dan pada akhirnya akan memberikan balasan kebaikan yang berlipat ganda bagi dirinya.

Dengan demikian, menuntut ilmu pengetahuan sangatlah penting bagi kesuksesan dan kemuliaan kehidupan kita. Menuntut ilmu artinya mengembangkan kemampuan nalar atau akal pikiran yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada kita. Dapat dilakukan melalui sekolah atau pendidikan formal yang utamanya untuk mengembangkan kemampaun berpikir atau IQ, maupun melalui berbagai sarana dan media pembelajaran lainnya. Bahkan begitu pentingnya, Nabi Muhammad menganjurkan untuk menuntut ilmu sampai ke negeri Cina. Ini merupakan indikasi nyata bahwa pentingnya menuntut ilmu pengetahuan. Kalau kita pahami, tentu belajar ke Cina bukanlah belajar tafsir atau agama, pasti adalah belajar dalam ilmu pengetahuan, teknologi, industri, dan perdagangan.

Bagaimana agar ilmu pengetahuan yang kita pelajari dan miliki dapat menjadi Cahaya bagi hati kita ? Merujuk pada nasehat Imam Waki’ RA tersebut diatas, dalam menuntut ilmu atau belajar meningkatkan pengetahuan sebaiknya selalu dilandasi dengan hati yang bersih dan niat yang tulus. Tanpa hati yang bersih, ilmu yang kita miliki tidak akan meninggikan derajat kita, malah dapat merendahkan seseorang ke jurang kehinaan. Contohnya nyatanya dalam realitas kehidupan sekarang, akibat pengaruh sosial dan kapitalisme modern cenderung mendorong orang mengedepankan nilai-nilai materialisme. Maka mudah kita temukan orang yang memiliki ilmu pengetahuan, berpendidikan tinggi, tetapi menggunakan ilmu dan kepandaiannya tidak sesuai jalan kebenaran yang disyariatkan Tuhan. Mereka yang hatinya tidak bersih, cenderung mengedepankan sifat-sifat serakah dan tamak terhadap nilai-nilai materialisme duniawi. Akibatnya mudah menggunakan ilmunya untuk memperturutkan keinginan nafsu dan ego pribadinya yang berlebihan. Melakukan korupsi, berbisnis dengan cara-cara tidak terpuji, melakukan suap, menipu orang lain dan merugikan banyak orang lain.

Dengan demikian memiliki hati yang bersih adalah landasan utama agar ilmu dapat menjadi Cahaya bagi hati kita. Sehingga ilmu pengetahuan itu dapat meninggikan kualitas hidup kita dan derajat kemuliaan kita. Dilandasi hati yang bersih, ilmu pengetahuan bukan hanya mengantarkan pada kesuksesan, melainkan dapat membentuk perangai manusia lebih bijaksana dan lebih mulia. Dalam karier, Bisnis maupun kehidupan dapat mengendalikan dirinya dari perbuatan-perbuatan tercela dan akhlak yang jelas-jelas tidak disukai Allah. Hanya dengan hati yang bersih ilmu akan mudah dipahami dan bermanfaat bagi kita dan orang lain. Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari sifat tamak, rakus dan serakah terhadap urusan duniawi dan tidak pernah digunakan menzalimi sesama.

SEMOGA BERMANFAAT. Salam Etos Mulia.

MEMIMPIN DIRI SENDIRI

Oleh: Eko Jalu Santoso

Belajar kepemimpinan itu sesungguhnya bukan hanya tentang bagaimana mengelola dan memimpin orang lain.

Tetapi,
yang utama justru dimulai bagaimana Anda belajar bisa memimpin diri sendiri dengan baik.

Karena seseorang tidak akan bisa menjadi pemimpin yang baik, kalau Ia belum bisa memimpin dirinya sendiri dengan baik.

Bagaimana memulai belajar memimpin diri sendiri ?

Tujuan Hidup
Pertama Anda harus memiliki tujuan hidup yang jelas. Bagaimana Anda akan memimpin orang lain dengan baik, kalau Anda sendiri tidak mampu menetapkan tujuan hidup yang jelas ?

Karena itu, mulailah dengan menetapkan apa yang menjadi tujuan hidup Anda. Peran terbaik apa yang ingin Anda lakukan dan manfaat apa yang ingin Anda bagikan untuk orang lain ?

Fokus pada Prioritas.
Selanjutnya Anda perlu memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik. Mulailah dengan fokus pada prioritas penting yang ingin Anda raih dalam hidup.

Disini diperlukan kapaindain Anda dalam
mengatur waktu dan mengontrol diri
dari godaan yang tidak penting dan hanya membuang waktu tidak berguna.

Belajar Disiplin
Mendisiplinkan diri sendiri bagian penting dalam memulai memimpin
diri sendiri.

Disini diperlukan komitmen diri untuk
meraih tujuan hidup Anda. Karena meraih
tujuan hidup yang bernilai itu memang memerlukan komitmen diri yang kuat dan kedisiplinan diri.

Rasa Percaya Diri
Tanamkan keyakinan dan rasa percaya diri pada kemampuan dan keunggulan yang Anda miliki. Meskipun demikiann tetaplah menjaga sikap rendah hati dan terus mau belajar mengembamgkan diri.

Salam EtosMulia.

IT’S TIME TO CHANGE

Oleh: Eko Jalu Santoso

Seorang member Motivasi Indonesia mengirimkan email ke saya berikut ini : ” Selamat pagi Pak Eko Jalu, saya anggota milis Motivasi Indonesia, sejak ada artikel mengenai Menjadi Orang Paling Baik, sampai sekarang saya selalu menyimpan dan membaca artikel-artikel Pak Eko Jalu. Saya senang sekali dengan artikel-artikel tsb, saya juga senang membaca buku-buku bapak.

Saya sangat terinspirasi dari artikel-artikel bapak dan saya juga senang memikirkan orang lain, bersama-sama teman-teman di lingkungan perumahan saya. Saya juga selalu berusaha bersyukur bahwa saya sudah punya rumah sendiri, punya istri dan anak yang lucu sekali, punya lingkungan kerja dan lingkungan rumah yang bisa menerima saya dan keluarga saya. Namun ada hal yang sangat mengganjal, saya merasa tidak ‘sukses’ dan telah ‘gagal’ selama ini. Pekerjaan saya statis selama 10 tahun, tidak ada perkembangan yang berarti dan masih berada di posisi yang sama. Saya lulusan D3 Akuntansi, namun saya bekerja sebagai administrasi di suatu department engineering. Saya sudah berusaha optimal membantu dan berkarya di tempat kerja saya. Saya bekerja keras, meluangkan banyak waktu, bahkan kadang mengorbankan waktu keluarga dengan harapan dapat meningkatkan kehidupan saya, tetapi kenyataannya tidak ada perubahan yang berarti. Nampaknya system karir & system kompensasi di perusahaan saya tidak mendukung. Sehingga kondisi ekonomi saya selalu ‘pas-pasan’ dan cenderung kurang. Hingga kini saya belum bisa membantu orang tua, selain hanya menghubungi lewat telpon.

Saya benar-benar ingin sekali mengubah keadaan saya, tapi saya tidak tahu harus mulai dari mana dan melakukan apa. Saya tidak mempunyai keahlian khusus, pengendalian emosi saya kurang baik, umur saya sudah 31 tahun, bilamana mencari pekerjaan baru harus bersaing dengan anak-anak muda yang lebih creative & productive. Saya mohon bantuan di sela kesibukan Pak Eko Jalu untuk sekiranya dapat memberikan pencerahan.”

Sahabat, mungkin masalah diatas tidak asing dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar kita. Mungkin ada diantara kita bahkan yang terjebak dalam situasi kehidupan yang sama seperti diatas. Kita seolah-olah sudah berusaha bekerja keras dengan harapan akan mampu mengangkat kehidupan kita ke taraf yang lebih baik, tetapi nampaknya tidak ada perubahan berarti. Semakin kita bekerja keras, semakin kita tidak mempunyai waktu, untuk diri kita sendiri maupun keluarga. Dan pada satu titik tertentu, mungkin kita akan merasa frustasi, karena semua kerja keras yang kita lakukan tidak bisa memberikan harapan seperti yang kita inginkan.

Sedangkan ketika kita menengok kehidupan orang lain, si Hendra teman kuliah dulu yang nggak pintar-pintar amat, kini sudah menduduki posisi Asisten Marketing Direktur, si Yanti yang dulunya lugu, kini sudah punya usaha boutik yang berkembang pesat, dll. Bahkan terkadang anak buah kita dulu, kini sudah melampaui posisi kita saat ini, entah dalam kehidupan karier maupun dalam kehidupan ekonomi. Kalau sudah demikian, kemudian kita merasa menjadi orang yang tidak sukses atau gagal.

Sahabat, kalau kita berada dalam situasi yang demikian, maka “It’s Time To Change and Focus on making a Great Future”. Ini saatnya untuk berubah dan fokus menciptakan masa depan yang lebih baik.
Pertanyaannya apanya yang harus diubah ?

Banyak orang berpendapat, bahwa berubah itu berarti berganti pekerjaan atau pindah perusahaan. It’s ok. Mungkin bagi beberapa orang hal ini bisa memberikan harapan lebih baik. Tapi mungkin bagi sebagian orang yang lain, ternyata hanya memberikan harapan semu sementara saja. Karena ternyata di perusahaan yang baru tersebut, setelah beberapa saat mereka menemukan hal-hal baru yang `menjebak’ mereka seperti kisah teman diatas. Lalu mereka mulai stress, dankembali terjebak dalam kehidupan yang semula.

Kalau demikian apanya yang harus diubah ?. Yang harus diubah adalah ‘diri kita sendiri’. Perubahan itu harus dimulai dari dalam diri kita, bukan dariluar.

Cobalah renungkan beberapa pertanyaan dibawah ini, mungkin Anda akan menemukan sesuatu yang harus diubah dari dalam diri Anda :
– Bagaimana dengan cara kerja anda ? Sudahkah anda bekerja secara kreatif, efektif dan efisien ?
– Bagaimana dengan cara pandang anda terhadap pekerjaan ?
– Bagaimana Anda memaknai pekerjaan yang Anda lakukan saat ini ? Apakah anda berpikir bahwa pekerjaan yang anda lakukan adalah sebuah beban, ataukah sebuah kesenangan, atau menjadi bagian sumber kebahagiaan ?
– Apakah anda merasa sudah mentok dan tidak ada kesempatan untuk meningkatkan karier, Ataukah anda berusaha menciptakan kesempatan peningkatan karier itu, dengan prestasi kerja tertentu, misalnya ?
– Apakah anda lebih suka menggosipkan bagaimana `pelit’nya perusahaan terhadap anda ataukah anda lebih suka memikirkan, bagaimana perusahaan anda bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik lagi ?
– Apakah anda lebih suka menggosipkan bagaimana rekan anda yang `pandai menjilat’ sehingga prestasinya melesat, Ataukah anda belajar, prestasi apakah yang telah dia ciptakan sehingga kariernya cepat maju ?
– Apakah Anda sudah berusaha meningkatkan diri, melalui berbagai kesempatan belajar dan training, misalnya ?
– Dan lain sebagainya

Hanya diri kita masing-masing yang bisa menjawab hal ini dengan jujur. Kalau kemudian Anda sudah menemukan berbagai jawaban itu dengan jujur, mulailah melakukan perubahan dari dalam diri Anda, sebelum mengharapkan adanya perubahan dari luar.

Saran untuk diaplikasikan dalam melakukan perubahan menuju masa depan yang lebih baik:
1. Tanamkan keyakinan bahwa sukses itu dimulai dari dalam hati dan pikiran kita sendiri.
2. Bayangkan atau imajinasikan dengan gambar yang jelas, jernih dan tajam keinginan yang ingin Anda raih dalam waktu 2-5 tahun yang akan datang. Jadikanlah impian ini menjadi sebuah tujuan kesuksesan Anda.
3. Tetapkan alasan yang kuat, mengapa anda menginginkan tujuan kesuksesan itu. Mengapa impian itu sangat penting bagi Anda. Memiliki alasan yang kuat, dapat menciptakan “Strong Desire”, motivasi yang tinggi untuk mencapainya.
4. Sincere Belief. Meyakini bahwa Anda pasti bisa mencapai tujuan impian kesuksesan Anda dalam 2-5 tahun mendatang.
5. Enthusiastic Action .Lakukanlah kegiatan dengan bersemangat dan kerjakeras. Salurkan seluruh energi dari dalam diri Anda untuk selalu fokus pada kegiatan yang ada hubungannya dengan pencapaian impian Anda tersebut.
6. Tawakal Kepada Allah. Imbangi setiap usaha lahiriah, semangat tinggi, kerja keras dengan usaha batiniah, senantiasa bertawakal dan memohon kepadaAllah. Karena Allah adalah pemilik kesuksesan.Selamat berjuangEtos Mulia

Salam Etos Mulia.

BERGERAKLAH DAN ANDA AKAN DIHARGAI

Oleh: Eko Jalu Santoso

Orang Jepang sangat menyukai mengkonsumsi ikan segar. Karena konsumsi ikan yang tinggi membuat para nelayan harus mencari tangkapan ikan sampai ke tengah laut. Akibatnya membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari untuk kembali dengan haail tangkapan ikan. Sayangnya ikan-ikan hasil tangkapan itu keburu menjadi tidak segar lagi dan tidak laku di pasaran.

Para nelayanun kemudian menggunakan freezer di dalam kapalnya. Ikan-ikan hasil tangkapan itu dimasukan dalam freezer dan dibawa ke daratan. Sesampai di darat ikan pun kurang laku, karena ikan beku tidak sebagus ikan segar dan kurang disukai.

Merekapun berpikir mencari ide kembali, yakni menggunakan bak atau semacam kolam dan diisi dengan air laut. Ikan hasil tangkapan dimasukkan dalam kolam atau bak dan dibawa ke daratan. Awalnya ikan tetap hidup dengan berenang di dalam kolam, tetapi lama kelamaan kelehan dan malas berenang, dan sampai di daratanpun ikan ini harganya murah. Orang Jepang tahu membedakan ikan segar dengan ikan yang malas dan lemas.

Akhirnya ditemukan ide dengan memasukan dua ikan hiu kecil ke dalam kolam atau bak ikan tersebut. Dampaknya ikan-ikan terus bergerak, berenang kesana kemari karena dikejar-kejar oleh ikan hiu akan di mangsa sampai ke daratan. Sampai di daratan ikanpun dihargai mahal, karena ikan masih tetap segar dan disukai.

Sahabat, kalau ingin dihargai dan lebih bernilai, maka bergeraklah. Teruskan bergerak, jangan diam dan malas. Bergerak meningkatkan kualitas diri, bergerak menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, bergerak meningkatkan potensi diri Anda. Bergeraklah terus untuk memberikan kemanfaatan bagi sesama. Mereka yang terus bergerak dan hidup dalam semangat dan motivasi tinggi, maka merekalah yang akan berprestasi dan dihargai.

Karena ini ciptakan hiu-hiu kecil di dalam diri Anda, agar Anda terus bergerak. Apa itu hiu-hiu kecil dalam diri kita ? Yakni dream atau impian yang akan kita raih.

Dream atau Impian
Tetapkan dream atau impian yang ingin Anda raih. Impian haruslah jelas, terukur dan memiliki taret waktu. Mereka yang mampu menetapkan impiannya dengan jelas, tajam, terukur dan memiliki target waktu mencapainya, akan lebih termotivasi untuk bergerak mengejar impiannya. Sebaliknya mereka yang hidup tanpa memiliki impian yang jelas, hanya akan menjalani hidup apa adanya, tidak berkembang dan hanya akan menjadi orang kebanyakan.

Action atau Tindakan
Setelah menetapkan impian yang jelas, segera ambil tindakan. Rencanakan dan lakukan tindakan fokus pada tujuan atau impian yang ingin diraih. Jangan biarkan godaan yang nampak menarik, tetapi sesungguhnya membelokkan dari impian Anda. Jangan pernah menyerah, terus cari cara terbak untuk mengejar impian yang sudah Anda tetapkan.

Hidupkanlah terus hiu-hiu kecil di dalam diri Anda. Itulah yang akan memotivasi Anda terus bergerak dan berkembang.

Salam Etos Mulia.