Month: February 2016

 

Hadirkan Keagungan TUHAN

“Manusia harus tahu bahwa di atas panggung kehidupannya sendiri, hanya Tuhan dan para malaikatlah yang menjadi pengamat.” (Francis Bacon)

Orang yang mencapai sukses baik dalam karier dan bisnis sangat banyak dan mudah kita temukan dalam lingkungan kita. Tetapi apakah mereka yang nampak luar berhasil mencapai sukses dalam kerja dan bisnis sesungguhnya sudah meraih kebahagiaan dan kemuliaan hidup ? Belum tentu, mungkin tidak semuanya demikian. Karena kenyataannya saya sering mendengar dan membaca di berbagai media kalau ada orang yang secara profesional meraih sukses luar biasa, nampak luar memiliki semua atribut kesuksesan, namun akhirnya hidupnya hampa dan ”unhappy ending”. Bahkan ada yang diberitakan hidupnya harus berakhir di penjara selama sisa umurnya atau akhirnya ada yang bunuh diri.

Ini menjadi bukti bahwa mengejar keberhasilan dengan ukuran materialisme semata tidaklah cukup. Lantas bagaimana agar keberhasilan yang kita raih dapat menjamin kebahagiaan dan kemuliaan ? Salah satunya diperlukan adanya keberkahan. Apakah keberhasilan yang dicapai itu dapat memberikan keberkahan hidup atau tidak. Keberkahan itu datangnya dari Allah Tuhan YME. Karenanya kalau ingin meraih keberhasilan yang memberikan keberkahan, hadirkanlah keagungan Tuhan dalam setiap aktivitas kerja dan bisnis kita. Karena ketika seseorang menghadirkan keagungan Tuhan dalam setiap aktivitas kerja dan kehidupan bisnisnya, artinya ia menundukkan dirinya dan mendekatkan dirinya hanya kepada Allah Tuhan YME.

Menghadirkan Tuhan dapat melahirkan motivasi yang dilandasi oleh nilai-nilai keluhuran dan kemuliaan dari dalam hati. Melahirkan energi batiniah, melahirkan semangat mulia dalam bekerja, berbisnis dan berkarya. Pada akhirnya akan mengalirkan semangat keunggulan dan kemuliaan dalam diri kita. Melahirkan optimisme yang tinggi dalam menghadapi setiap tantangan, hambatan dan kesulitan dalam kegiatan karier dan bisnis setiap hari. Karena kita meyakini bahwa Tuhan selalu hadir dalam ruang kerja kita dan akan menjadi penolong terbaik kita.

Hadirkanlah Keagungan Tuhan dalam setiap aktivitas kerja dan bisnis kita. Karena ketika kita meyakini Tuhan selalu hadir dalam ruang kerja kita, meyakini bahwa Tuhan dan malaikat sebagai pengamat kita, ini akan menjadi semacam pengawasan yang melekat dalam setiap aktivitas kehidupan pribadi kita sehari-hari. Termasuk dalam kehidupan karier dan bisnis. Implikasinya adalah setiap pemikiran kita, setiap tindakan yang kita lakukan maupun setiap keputusan bisnis yang kita ambil, akan selalu dilandasi suara hati nurani terdalam.

Suara hati sesungguhnya adalah percikan sifat-sifat kemuliaan Tuhan. Dengan demikian setiap tindakan dan keputusan yang diambil berdasarkan suara hati, akan menghasilan tindakan dan keputusan yang sejalan dengan nilai-nilai kemuliaan. Hasilnya akan tercipta suasana harmoni dalam lingkungan kerja dan bisnis, produktivitas semakin meningkat dan memiliki kesungguhan hati dalam melaksanakan tugas. Keberhasilan yang diperoleh dengan cara demikian, tentu akan memberikan kebahagiaan dan kemuliaan.

Salah satu cara menghadirkan keagungan Tuhan dalam ruang kerja kita adalah dengan selalu berdoa memohon bimbingan Tuhan dalam setiap memulai aktivitas pekerjaan. Ketika sibuk melaksanakan aktivitas kerja dan bisnis tidak menjadikan kita lupa melaksanakan ibadah kepada Tuhan dan mengakhirinya aktivitas senantiasa dengan doa dan syukur kepadaNya. Tentu ada banyak cara lainnya, intinya hadirkan selalu Tuhan dalam hati kita. Implikasi nyatanya dalam kehidupan kerja dan bisnis, melakukan berbagai tindakan yang sesuai dengani aturan etika, moralitas dan nilai-nilai spiritualitas yang bersumber dari dalam hati nurani. SEMOGA BERMANFAAT.(EJS).

Menjadi Pemenang

“Kalau hidup diibaratkan sebuah permainan, maka pahami aturan mainnya, kuasai teknik permainannya dan jadilah pemain terbaik agar memenangkan permainannya.”

Banyak orang begitu sibuknya mengejar kehidupan dunia ini. Mereka rela mengorbankan semua waktunya, bahkan kehormatan dirinya untuk mengejar kesuksesan kehidupan dunia ini, seolah-olah kehidupan dunia adalah segala-galanya. Padahal kehidupan dunia sesungguhnya hanyalah sebuah permainan dan sendau gurau semata. Layaknya dalam sebuah permainan, maka selalu ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan agar seseorang dapat menikmati permainan dan memenangkan permainnya. Beberapa unsur penting sebuah permainan diantaranya adalah:

Pemain:
Dalam setiap permainan tentu ada para pemain. Lantas siapa pemain dalam kehidupan ini ? Tentu saja kita semua adalah pemainnya. Kita semua telah dibekali anugerah potensi kekuatan hati dan pikiran agar dapat menjadi pemain dalam kehidupan. Maka berusahalah menjadi pemain terbaik dan jangan hanya menjadi penonton saja dalam kehidupan ini. Memenangkan permainan apapun diperlukan ilmu permainan dan menguasai ketrampilan memainkannya. Demikian juga dalam kehidupan, agar menjadi pemain terbaik teruslah meningkatkan ilmu pengetahuan kehidupan serta mengasah ketrampilan tentang kehidupan.

Aturan Main:
Unsur kedua dalam setiap permainan adalah adanya aturan main yang harus ditaati oleh setiap pemain. Dengan demikian setiap pemain akan memahami batas-batas yang diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan dalam permainan, bagaimana mengumpulkan nilai, serta bagaimana memenangkan permainannya. Dalam kehidupan aturan main ini sudah sangat jelas ditetapkan oleh Allah melalui kitab sucinya. Bagi setiap orang yang ingin memenangkan permainan, tentu diwajibkan mentaati aturan main yang sudah ditetapkan. Sedangkan aturan main kehidupan bagi seorang muslim ada dua yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menjadi pedoman dalam setiap langkah kehidupan.

Wasit/Juri:
Dalam permainan apapun selalu ada wasit atau juri yang menjadi pengawas permainan. Dalam kehidupan, berlaku sebagai wasit atau juri kita adalah Allah Tuhan Yang Maha Adil dan tidak mungkin melakukan kesalahan dalam penilaian. Allah adalah wasit yang akan menentukan siapa yang menang dan kalah dalam permainan kehidupan. Dan penentuan menang dan kalah dalam permainan kehidupan akan ditetapkan nanti dalam sidang pengadilan Allah di hari akhir.

Waktu/Score:
Dalam setiap permainan untuk menentukan kapan berakhirnya permainan ditentukan oleh batas waktu atau score nilai permainan. Demikian halnya dalam permainan kehidupan, setiap orang memiliki batas waktu dalam permainan kehidupan. Batas akhirnya adalah kematian yang hanya Allah yang menentukan. Maka selagi masih memiliki waktu yang cukup, sebaiknya gunakan waktu itu sebaik-baiknya agar dapat memenangkan kehidupan ini. Lebih baik tidak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, karena kita tidak mengetahui kapan waktu permainan kita berakhir. Lebih baik manfaatkan waktu untuk hal-hal penting yang bernilai tinggi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan kita.

Rewards/Hadiah:
Layaknya sebuah permainan siapa yang memenangkan permainan nantinya akan menerima hadiah, bisa berupa medali, uang ataupun piala. Demikian halnya dalam permainan kehidupan, Allah telah menjanjikan rewards atau hadiah bagi siapapun yang memenangkan permainan kehidupan dunia, demikian halnya bagi mereka yang kalah. Tuhan telah menyediakan tempat di kampung akherat syurga bagi yang menang dan neraka bagi yang kalah dalam kehidupan ini.

Kalau kehidupan dunia ini hanyalah sebuah permainan, maka ada yang lebih utama dan lebih penting dari kehidupan dunia, yakni kampung akherat yang akan menjadi kehidupan kita yang kekal abadi nantinya. Sebagaimana disampaikan dalam firman Allah, ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya.”

Kalau demikian, maka bermainlah sesukamu, nikmatilah permainan kehidupan ini, tetapi sadarilah suatu saat nanti permainan akan berakhir kalau waktunya sudah tiba. Tidak ada yang dapat memperpanjang, menunda atau memajukan kalau waktu kita sudah tiba. SEMOGA BERMANFAAT.

Menjalani Hidup Penuh Makna

Dalam menjalani kehidupan ini, manusia itu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, yakni “ kebebasan hati” untuk memilih kehidupannya. Apakah akan memilih mengikuti daya tarik positif atau tarikan negative. Mengikuti daya tarik spiritual yang mengantarkannya pada kehidupan penuh makna atau daya tarik materialisme duniawi yang dapat membawanya pada kegagalan.

Amanat agung yang dipikul manusia dalam hidup ini, hanya dapat ditunaikan andaikata kita dapat memahami secara utuh dan benar hakekat penciptaan diri kita. Sehingga manusia dapat menggunakan potensi dirinya untuk menjalani kehidupan ini penuh makna dan berdayaguna. Banyak memberikan manfaat bagi orang lain dan alam semesta. Menghasilkan karya dan kinerja yang bermanfaat bagi orang lain dan alam semesta.

Bagaimana agar dapat menjalani kehidupan ini penuh makna dan berdayaguna ? Setiap individu pasti memiliki jawaban masing-masing, namun disini saya memberikan beberapa tips berikut ini:

Mengubah Orientasi Hidup, Memikirkan Orang Lain:

Apakah Anda lebih sering memikirkan diri sendiri dibandingkan orang lain ? Misalnya berpikir bagaimana memenuhi keinginan sendiri, ingin pekerjaan lebih baik, penghasilan lebih tinggi, rumah lebih mewah, mobil baru, bisnis lebih besar, lebih kaya dan ingin-ingin lainnya. Kalau hal itu yang selalu ada dalam pikiran kita, artinya kita lebih sering memikirkan diri sendiri. Artinya kita hanya berpusat pada diri sendiri dan mementingkan diri sendiri.

Mulailah mengubah pusat hidup kita lebih banyak memikirkan orang lain. Misalnya memikirkan bagaimana membantu anak-anak yatim bisa bersekolah, membantu fakir miskin yang kesulitan sembako, memikirkan pekerjaan bagi pengangguran, membantu orang tak berdaya, orang yang kurang rejeki, orang yang tidak pernah dibantu hidupnya. Itu artinya kita sudah mulai memikirikan orang lain. Inilah yang akan membawa kita lebih dekat dengan kemudahan, kebahagiaan dan keberuntungan dalam hidup.

Meningkatkan empati kepada orang lain:

Bersikap empati kepada orang lain merupakan salah satu cara menghargai HIDUP kita. Bersikap empati lebih menekankan pada mengerti orang lain, memahami kondisi orang lain secara emosional dan intelektual. Artinya kita menggunakan ketajaman mata hati untuk memperhatikan kebutuhan orang lain, berusaha melihat kesulitan orang lain.

Bersikap empati, sederhananya memandang keluar melalui kerangka pikiran orang lain, atau melihat dunia dan hubungan dengan orang lain melalui kaca mata orang lain. Bagaimana caranya ?. Dengan menumbuhkan pemahaman dan perasaan dari dalam jiwa kita. Menanamkan tekad dari dalam hati untuk mengutamakan kepentingan orang lain. Memiliki kerendahan hati, kesediaan berbagi kebaikan dengan orang lain. Berbagai kegembiraan disaat memperoleh kemenangan dan memberikan dorongan disaat mengalami kesulitan.

Banyak Melepaskan Energi Positif:

Melepaskan energi positif artinya banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan positif. Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan pada saat menolong orang yang sedang benar-benar kesusahan, misalnya ? Itulah sesungguhnya kebahagiaan yang menyentuh aspek spiritual. Menolong orang lain adalah pekerjaan positif dan melepaskan energi positif kepada orang lain.

Melepaskan energi positif dapat dilakukan dengan berbagi semangat, berbagi ide dan solusi bagi orang lain, berbagi pemikiran positif, misalnya. Semakin banyak anda melakukan pekerjaan positif, semakin banyak melepaskan energi positif dan semakin banyak yang akan kembali Anda terima. Mungkin anda akan menerimanya dalam bentuk yang berbeda, misalnya kebahagiaan hati, kepuasaan jiwa, ketenangan hidup bahkan bisa saja berbagai kemudahan rejeki, dll.
Hadapkan Wajah Kepada Allah

Hidup adalah ‘pemberian’ dari Allah. Maka Dia-lah yang berkuasa juga untuk mengambilnya kembali. Dia pulalah yang berkuasa mengatur hidup kita, memberikan kemudahan, keberhasilan atau kesulitan bagi kita. Itu semua bermula dari bagaimana cara kita memilih jalan hidup kita.

Maka jagalah keseimbangan dalam hidup dengan selalu mengorbit dan beredar dalam lingkaran pusat gravitasi spiritual. Pusat makna tertinggi kehidupan yang di dalamnya sudah ada sifat-sifat mulia Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Menjalani hidup bertawakal dan mengabdi kepada Allah. Bekerja, berbisnis, berusaha dan berkarya semata-mata bentuk pengabdian kepada Allah. Menerima kehidupan dengan bersyukur, namun tidak pernah berhenti ber-ikhtiar melalui usaha lahiriah yang cerdas dan keras. Lebih lengkap dapat dibaca di buku “The Art of Life Revolution” yang diterbitkan Elex Media. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Langkah Membangun Integritas

Oleh: Eko Jalu Santoso*

Dalam berinteraksi dengan berbagai kalangan luas dalam pekerjaan, sudah pasti kita akan bertemu dengan berbagai tipe dan karakter pribadi manusia yang berbeda-beda. Ada orang-orang yang dikenal memiliki sikap jujur, bisa dipercaya dan tidak pernah mengingkari apa yang dijanjikannya. Tetapi tidak jarang kita juga bertemu dengan orang-orang yang tidak jujur, suka berbohong, seringkali tidak menepati janji dan bahkan ada yang menghianati kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Padahal sebagian dari mereka ini adalah orang-orang yang memiliki pendidikan yang baik dan bahkan mengaku sebagai seorang professional. Namun alangkah anehnya kalau seseorang yang mengaku dirinya sebagai professional, tetapi dalam kenyataannya ia tidak jujur, suka berbohong, melakukan manipulasi dan bahkan tidak bisa memegang amanah yang dipercayakan kepadanya.

Sikap tersebut adalah wujud dari cerminan rendahnya integritas pribadi seseorang. Integritas adalah kesetiaan pada prinsip atau nilai-nilai yang diyakininya. Integritas adalah perpaduan sikap komitmen, konsisten, berani dan dapat dipercaya. Sikap seperti ini muncul dari kesadaran diri terdalam yang lahir dari suara hati. Setiap orang perlu mengembangkan integritas pribadi, agar menjadi pribadi yang dapat diandalkan. Kalau hal itu konsisten dilakukan maka akan dapat membangun integritas kelompok ataupun organisasi dimana ia berada. Pada gilirannnya akan dapat menyumbang kearah pembentukan integritas masyarakat secara luas.

Bagaimana mengembangkan integritas pribadi dalam karir ? Dalami buku “Good Ethos, 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia”, yang diterbitkan Elex Media Komputindo, saya menyampaikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengembangkan integritas pribadi Anda, diantaranya adalah:

1. Bicara sesuai kenyataan

Untuk membangun integritas pribadi dalam pekerjaan, biasakanlah selalu berbicara hanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Hindari berbohong, menutup-nutupi dari kenyataan yang ada atau mengatakan yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Memang diperlukan keberanian kita untuk mengungkapkan segala sesuatunya sesuai dengan kenyataan yang ada, terutama pada hal-hal yang bisa saja tidak mengenakkan.

2. Penuhi Sesuai Apa Yang Anda Janjikan

Orang yang memiliki integritas selalu melakukan sesuai dengan apa yang dijanjikannya. Inilah yang menjadikan Ia pribadi yang bisa diandalkan. Dengan demikian berusahalah untuk tidak mudah mengobral janji, khususnya janji yang tidak dapat Anda lakukan, agar terhindar dari tidak menepati janji. Lebih baik menjanjikan dengan apa yang bisa Anda lakukan, sehingga dapat menjadi pribadi yang selalu menepati janji.

Pribadi yang memiliki integritas ketika ia memberikan janji, ia sudah memperhitungkan hal itu sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Ia akan bersungguh-sungguh memenuhi apa yang sudah dijanjikannya kepada orang lain. Dalam aplikasi nyata dalam pekerjaan, berarti dituntut untuk senantiasa melaksanakan sesuai dengan komitmen yang sudah disampaikan, baik dalam hubungan dengan sesama rekan kerja, kepada atasan, kepada bawahan ataupun kepada supplier dan konsumen.

3. Satunya Perkataan dan Perbuatan.

Berusaha menjaga konsistensi atara perkataan dengan perbuatan. Dengan kata lain dapat melakukan sesuai dengan apa yang diucapkannya. Bila diberikan kepercayaan atau amanah dan menyanggupinya, maka berusahalah menjunjung tinggi amanah yang telah dipercayakan tersebut. Menyatukan antara perbuatan dengan perkataan merupakan karakter terpuji. Jika dilakukan secara konsisten, pada akhirnya akan memiliki karaker terpuji dalam seluruh aspek kehidupan.

Membangun integritas pribadi memerlukan komitmen pribadi untuk dapat menjaga konsistensi antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Dapat selalu menepati janji sesuai dengan apa yang disampaikannya dalam perkataan dan tindakan. Serta yang tidak kalah pentingnya adalah dapat memegang teguh amanah yang dipercayakan dari orang lain. Inilah yang akan membentuk karakter pribadi terpuji. Semoga bermanfaat. Salam Good Ethos.

*) Eko Jalu Santoso adalah seorang professional, penulis buku Good Ethos dan empat buku motivasi laris lainnya, serta pembicara inspiratif profesional. Follow twitternya: @ekojalusantoso Web: www.ekojalusantoso.com