8 Ketrampilan Business Leader

Apakah saat ini Anda dipercaya untuk mengendalikan sebuah usaha atau memimpin sebuah organisasi bisnis ? Kalau benar demikian, maka mulai sekarang Anda mesti menunjukkan kinerja kepemimpinan yang baik. Sebagai business – leader Anda Anda mesti menunjukkan kinerja bisnis secara menyeluruh, bukan lagi hanya satu bagian, seperti produksi atau manufaktur, marketing atau keuangan.

Salah satu hal penting yang harus dicermati seorang pemimpin business adalah arus cash-flow keuangan dan posisi uang kas perusahaan tiap minggunya, kalau perlu tiap hari. Karena dengan mencermati arus cash-flow, Anda bisa dapat gambaran awal tentang mekanisme bisnis Anda (the business-mechanics). Dari segmen produk dan pasar mana saja uang itu mengalir masuk? Sektor apa saja yang paling besar mengalirkan uang keluar? Kemudian, di akhir minggu (atau tiap hari) posisi uang-kas Anda negatif atau positif? Bagaimana proyeksi uang kas ini minggu depan? bulan dan semester depan? Di akhir tahun?

Untuk meningkatkan kelihaian berbisnis, pelajari ketiga laporan dasar keuangan: Cash-Flow (laporan arus-kas), Income Statement (laporan laba-rugi), dan Balance-Sheet (neraca keuangan). Ketiganya penting, namun yang kritikal adalah cash-flow!

Dengan terus mewaspadai mekanisme arus-kas, kita bisa meraba apa sih yang sesungguhnya dibeli pelanggan? Bisa menyelidiki mengapa mereka beli dari Anda?  Bisa segera tahu, apa yang mesti dilakukan jika barang dagangan tidak laku?

Secara jelas, Eko Jalu Santoso dalam bukunya The Wisdom of Business (diterbitkan Elex Media Komputindo, tahun 2009) menyampaikan delapan keterampilan yang perlu dimiliki bagi seorang pemimpin bisnis atau “business leader” agar menjadi pemimpin bisnis yang efektif. Berikut ini ringkasan kutipannya:

1. Merencanakan Tujuan Masa Depan
Kemampuan merencanakan tujuan masa depan bisnis yang dilandasi nilai-nilai idealisme dari hati. Artinya diperlukan kemampuan merencanakan laju organisasi bisnis ke depan dengan pandangan ketajaman mata hati yang dimilikinya. Bukan hanya bertolak dari kinerja tahun lalu atau “past performance”, tetapi dapat merencanakan peningkatan inkremental sesuai dengan potensi organisasi saat ini.

2. Fokus pada Pelayanan Pelanggan
Pemimpin inspiratif sangat menyadari kalau pelanggan adalah orang yang harus dilayani dengan hati. Mereka sangat menyadari siapa pelanggannya dan tahu persis apa yang menjadi kebutuhan pelanggannya. Pemimpin yang “stake- holder focused” akan mampu bersikap direktif, tahu persis apa yang perlu ditanyakan bila bertemu pelanggan, mitra bisnis dan pihak eksternal lainnya. Sikapnya tidak terlihat “bossy” dan birokratis, karena setiap perilakunya didasarkan pada pelayanan pelanggan.

3. Menjadi Sumber Inspirasi
Bagaimana perasaan Anda ketika dipimpin oleh seorang yang rendah hati, menghormati sesama, dan suka melayani ? Bukankah kita Anda akan sangat menyukainya? Kita menjadi terkesan dengan kerendahan hati dan keramahannya. Pemimpin yang demikian adalah pemimpin yang dapat menyentuh hati dan membahagiakan hati orang yang dipimpinnya. Sebagai seorang pemimpin bisnis, pasti karyawan dan anggota organisasi akan menghormatinya dengan tulus. Karyawan akan lebih semangat dalam bekerja dan hasilnya adalah produktivitas meningkat, perusahaan berkembang dan kesejahteraan baik.

4. Mengenali Kekuatan Karyawannya
Memiliki kemampuan menilai orang atau “judge people” berdasarkan fakta dan observasi, sehingga dapat menemu-kan talenta terbaik dan menggunakannya untuk kepentingan bisnis. Hanya pemimpin yang sadar akan kapasitas sumber dayanya-lah yang bisa mengajak orang di sekitarnya untuk berupaya lebih dan membuat nilai tambah.

Memahami talenta dan potensi bawahan memungkinkan pemimpin untuk memotivasi bawahan secara personal, sesuai dengan kekuatan dan kekhasan bawahannya. Bawahan akan merasa “terangkat” dan termotivasi merasa mampu berbuat lebih. Dengan mengenali kekhasan bawahan, pemimpin bisnis dapat menjadi seorang “coach” yang baik, karena dapat membimbing bawahan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, kemudian memberikan pengarahan dan jalan keluar, juga prinsip profesional dan solusi permasalahan, bahkan sampai filosofinya.

5. Mampu Menyentuh Level Emosional
Gaji atau penghasilan seseorang memang dapat menentukan semangat, motivasi dan kepuasan kerjanya. Namun seorang pemimpin yang baik, biasanya akan kreatif dalam menemukan cara yang tidak biasa dalam memenuhi kebutuhan bawahannya. Bukan sekadar memenuhi kebutuhan material, namun ia mampu membangun kedekatan dengan bawahannya hingga menyentuh level emosionalnya. Pemimpin yang rendah hati mampu mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti respek, rasa hormat dan prestis, untuk bisa mengangkat semangat timnya dengan lebih baik.

6. Ketrampilan Membangun Tim yang Tangguh
Meskipun memiliki anggota dengan berbagai kompetensi masing-masing, seorang pemimpin dapat menyatukan mereka dengan meredam egonya masing-masing untuk melebur menjadi satu tim solid untuk meraih tujuan organisasi. Menghidupkan koordinasi dan kerjasama satu dengan lainnya. Membangun keterbukaan dan kejujuran satu dengan yang lain sehingga dapat menyelesaikan masalah secara tepat. Memiliki kemampuan memilih anggota organisasi yang tepat dalam sebuah tim, yakni yang memiliki “performance” atau kualitas kinerja tinggi dan memiliki “personal value” atau tatanan nilai-nilai pribadi yang sesuai dengan nilai tim atau organisasi, sangat diperlukan bagi seorang pemimpin. Kemampuan memilih orang yang tepat akan menghasilkan tim yang tepat, tangguh, mampu berkinerja produktif dan berkualitas tinggi.

7. Kemampuan Menetapkan Prioritas
Menetapkan prioritas yang tepat merupakan salah satu kemampuan pemimpin bisnis yang sangat penting. Karena sebagai seorang “business leader”, sering kali dihadapkan pada berbagai kepentingan untuk tujuan bisnisnya. Memiliki kemampuan menetapkan prioritas yang tajam, sasaran yang tepat, dengan memerhatikan sumber daya dan kemampuan potensi yang dimiliki organisasi akan sangat memengaruhi keberhasilannya. Dengan demikian seorang “business leader” atau pemimpin bisnis dituntut untuk terus mengembangkan dirinya dan mampu merumuskan tugas-tugas spesifik serta mengarahkannya sesuai dengan fokus prioritas yang dituju organisasinya.

8. Peka terhadap Tantangan dan Peluang
Seorang pemimpin dituntut mampu berpikir kreatif dalam mencari peluang-peluang baru dan menemukan ide besar atau “big idea” bisnis yang menghasilkan profit bagi perusahaan. Bisnis selalu mengalami perubahan dan ketika lanskap bisnis mengalami perubahan-perubahan, seorang pemimpin bisnis diharapkan dapat melakukan “repositioning” bisnisnya baik secara intelektual maupun emosional.

Dengan demikian kemampuan mengindektifikasi tantangan, mengantisipasi perubahan yang terjadi dilingkungan dunia bisnis sangat perlu dimiliki oleh seorang “business leader.” Memahami pola-pola bisnis atau “business patterns” yang ber-kembang dalam persaingan bisnisnya merupakan keharusan, sehingga dapat menentukan strategi dan rencana bisnis kedepannya.

About the author

ekojalusantoso

Book Author, Public speaker and Motivator

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*