Berprestasi itu Indah

“Prestasi tertinggi bukanlah di mata manusia, melainkan di mata Allah Swt. Ketika seseorang bekerja berorientasi prestasi tertinggi di mata Allah Swt., niscaya apa yang dilakukannya akan mendapatkan keuntungan dunia dan akherat.” ~ Buku Good Ethos, halaman 161.

Berprestasi itu indah, kalau hal itu diraih melalui cara-cara yang benar. Kalau hal itu dilakukan untuk meraih prestasi di hadapak Allah SWT.

Sayangnya, di era yang banyak mengedepankan materialisme sekarang ini, seringkali menjadikan banyak orang hanya sibuk bekerja untuk meraih tujuan jangka pendek semata. Mereka berusaha mengejar ambisi untuk meraih prestasi keberhasilan duniawi. Keberhaasilan yang hanya berorientasi duniawi, seperti jabatan tinggi, kekayaan harta, popularitas dan lainnya. Kondisi demikian, memaksa banyak orang akhirnya mencari jalan-jalan pintas. Kadangkala mereka sampai melupakan nilai-nilai moralitas,  spiritualitas, keimanan demi tercapainya tujuan tersebut.

Kita lupa bahwa prestasi yang terbaik itu sesungguhnya bukanlah dihadapan manusia, melainkan derajat prestasi tertinggi itu sesungguhnya adalah di mata Allah SWT. Berprestasi itu indah, kalau orientasi prestasinya adalah di mata Allah SWT. Karena inilah sebenarnya prestasi tertinggi yang melebihi segala-galanya.

Prestasi di hadapan manusia tentu boleh saja, asalkan tidak dengan mengorbankan nilai-nilai moralitas dan spiritualitas. Tetapi apalah artinya sebuah prestasi itu, jika diperoleh dengan menghalalkan segala cara ?  Apalah artinya sebuah prestasi professional yang cemerlang, kalau harus mengorbankan nilai-nilai etika dan keimanan ?

Banyak bukti bahwa mereka yang hanya berorientasi pada prestasi duniawi, pada akhirnya hanya akan berakhir dengan kesia-siaan. Padahal, kalau kita menginginkan prestasi di mata Allah, niscaya kita akan mendapatkan semuanya, baik itu keuntungan hidup di dunia maupun keuntungan hidup di akhirat kelak. Karena, hasil pekerjaan kita akan dilihat Allah Swt. dan rasulnya serta akan dirasakan oleh orang-orang yang beriman.

Mereka yang menempatkan objek atau subjek yang dikejar dalam bekerja hanyalah jangka pendek (tujuan duniawi sesaat), seringkali akan menemukan kesia-siaan. Mereka akan menjadi mudah berputus asa ketika tidak mendapatkannya. Tetapi tidak demikian bagi pribadi yang ber-etos kerja mulia, yakni etos kerja yang dilandasi nilai-nilai keyakikan keimanan dalam hati. Mereka hanya akan bekerja berorientasi prestasi di mata Allah SWT. Sehingga hasilnya, mereka akan mendapatkan keberhasilan dan kebahagiaan jangka panjang. Karena apa yang dilakukannya hanyalah untuk mengharapkan ridha Allah SWT.

Bagaimana agar prestasi yang diraih bernilai tinggi ? Bagaimana agar dalam bekerja mendapatkan bukan hanya meraih keuntungan duniawi, melainkan sekaligus keuntungan akherat kelak ? Maka mulai sekarang ubahlah orientasi bekerja Anda bukan sekedar untuk meraih keberhasilan duniawi, melainkan juga untuk kehidupan akherat kelak. Lakukan perubahan orientasi dalam bekerja, bukan semata-mata berorientasi prestaso duniawi, melainkan berorientasi prestasi dihadapan Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *