Kerendahan Hati itu Kekuatan

Oleh: Eko Jalu Santoso*

Seorang pimpinan perusahaan yang akan berpindah tugas di tempat lain mengadakan acara perpisahan dengan mengundang seluruh karyawan di kantor perusahaan tersebut. Setelah selesai menyampaikan sambutan perpisahannya, selanjutnya giliran para karyawan yang diminta mengucapkan pesan dan kesannya. Para manajer satu persatu bergantian menyampaikan pesan dan kesannya terhadap pimpinan tersebut. Tiba-tiba ada seorang office boy yang memberanikan diri ke depan dan menyampaikan pesan dan kesannya kepada pimpinannya tersebut. Office boy ini berkata, ”saya berterima kasih kepada bapak yang selalu mengatakan minta tolong ketika meminta saya melakukan sesuatu yang menjadi tugas saya. Bapak juga selalu mengucapkan terima kasih untuk hal-hal kecil yang saya lakukan. Padahal bapak adalah pimpinan tertinggi di kantor ini, namun saya sebagai karyawan bawahan merasa sangat dihargai. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih atas kepemimpinan bapak yang sangat menghargai kami sebagai bawahan.”

Sahabat professional mulia, demikianlah sikap rendah hati seorang pimpinan akan selalu dikenang di hati para bawahannya. Sayangnya, dewasa ini semakin sulit menemukan orang-orang yang memiliki sikap rendah hati seperti ini. Yang mudah ditemukan justru sikap sebaliknya, yakni menonjolkan sikap egoisme dan kesombongan. Yang seringkali dipertontonkan oleh patra pimpinan dewasa ini justru sikap, “akulah yang paling hebat dan kalian tidak ada apa-apanya.” Inilah contoh sikap egoisme dan kesombongan yang banyak menguasai manusia modern dewasa ini. Hal ini bisa terlihat dari berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, seperti banyak orang yang tersinggung sedikit saja menjadi mudah mengamuk, atau merasa harga dirinya tersentuh sedikit saja kemudian menjadi sangat emosi, tersinggung luar biasa dan lain sebagainya.

Padahal kita tahu rendah hati merupakan salah satu sifat mulia yang diajarkan oleh para Nabi. Kerendahan hati merupakan etos mulia yang penting dalam membangun karakter pribadi mulia. Kerendahan hati adalah kekuatan yang sangat diperlukan bagi kesuksesan. Bersama-sama dengan sifat-sifat mulia lainnya seperti kejujuran, integritas, keikhlasan, rasa syukur dan lainnya, merupakan bagian penting yang membentuk karakter pribadi mulia seseorang. Kerendahan hati juga merupakan cerminan dari tingginya kecerdasan spiritual seseorang. Seseorang yang memiliki sifat rendah hati, ia memiliki kesadaran yang tinggi akan posisi dirinya. Ia menyadari bahwa dirinya hanyalah sebagai “hamba” atau “abdi” dari Allah Tuhan YME. Kesadaran inilah yang menjadikan seseorang tidak berlaku sombong, serakah dan tinggi hati. Karena menyadari tidak ada yang pantas disombongkan dari dirinya.

Sebagian orang mempersepsikan rendah hati sebagai bentuk rendah diri. Padahal keduanya jelas sangat berbeda. Misalnya, ketika seorang pimpinan meminta pendapat dari anak buahnya mengenai presentasi yang baru saja disampaikannya misalnya, itu bukan berarti bahwa ia rendah diri atau menyangsikan kemampuannya, Demikian juga seorang pembicara setelah selesai meminta pendapat dari pendengarnya misalnya, itu juga bukan berarti ia rendah diri atau kurang percaya diri atas kemampuannya. Itu menunjukkan krendahan hati, dalam rangka bisa melihat diri secara objective. Sehingga dapat memberikan penialain pada diri sendiri secara benar. Sebagai seorang pemimpin kita harus jujur melihat diri sendiri, bisa memberi penilaian yang seimbang dan penilain yang fair terhadap dirinya.

Sikap rendah hati merupakan unsur penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang efektif. Inilah etos kerja terbaik dan mulia yang harus dimiliki dalam diri setiap pemimpin. Hal ini telah dibuktikan oleh riset yang dilakukan oleh Jim Collins, seorang penulis buku laris Good to Great, yang menyampaikan bahwa pemimpin yang sejati adalah mereka yang menyadari batas-batas kelemahan dirinya dan berani mengakui kelemahannya itu. Menyadari akan batas-batas kelemahan diri serta berani mengakui kelemahannya, itulah ciri dari sikap rendah hati. Seperti halnya ilmu padi, semakin berisi maka akan semakin merunduk. Para pemimpin yang rendah hati sangat menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu tiada batasnya.

Dalam dunia karier dan bisnis, kerendahan hati menjadi kekuatan pendorong bagi sukses dan kemuliaan. Hal ini telah dibuktikan oleh hasil riset yang dilakukan oleh Gay Hendrick dan Kate Ludeman terhadap 800-an manajer perusahaan. Salah satu kesimpulan dari hasil riset yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun tersebut adalah bahwa para pemimpin, para manager yang berhasil membawa perusahaan atau organisasinya ke puncak kesuksesan, ternyata mereka adalah orang-orang yang memiliki integritas, mampu menerima kritik, memiliki sikap rendah hati, dan mengenal dirinya dengan baik. Hal ini membuktikan bahwa mereka para pemimpin, manager yang meraih kesuksesan ini ternyata adalah manusia-manusia yang memiliki sifat rendah hati.

Pribadi yang rendah hati adalah pribadi yang dapat menghargai orang lain dan memandang bahwa orang lain sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki keunikan dan keistimewaan. Mereka adalah pribadi yang senantiasa membuat orang lain merasa penting dan dihargai. Mereka mampu mengutamakan kepentingan yang lebih besar dari kepentingan dirinya. Mereka memiliki hati yang terbuka terhadap berbagai masukan, kritikan dan memiliki kesediaan untuk banyak berbagi dengan sesamanya. Mereka adalah pribadi menyadari siapa posisi dirinya, menyadari kelemahan dirinya dan berani mengakui kelemahannya dihadapan orang lain.

Kita perlu belajar rendah hati dan terus mengembangkan etos rendah hati dalam bekerja. Karena Allah mengasihi orang yang rendah hati dan membenci orang-orang yang sombong. Sikap rendah hati juga mengundang simpati dan dukungan dari sesama, sebagai modal penting bagi keberhasilan. Karenanya kalau ingin meraih sukses dan kemuliaan dalam karir, bisnis dan kehidupan, pertahankan sikap rendah hati. Semoga Bermanfaat. Salam Good Ethos !

*) Eko Jalu Santoso adalah seorang professional, penulis buku Good Ethos- 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia dan pembicara inspiratif professional. Follow twitternya: @ekojalusantoso

About the author

ekojalusantoso

Book Author, Public speaker and Motivator

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*