Profesionalisme & Karakter Pribadi Baik

Oleh: Eko Jalu Santoso*

Dalam sebuah kesempatan berbagi motivasi di salah satu perusahaan alat-alat berat di Jakarta Barat beberapa waktu lalu, salah seorang peserta training sempat menanyakan apa perbedaan antara etos kerja terbaik dan mulia dalam Good Ethos dengan etos kerja pada umumnya. Menjawab pertanyaan peserta training ini, saya memulai penjelasan dengan apa perbedaan antara professionalisme dengan karakter pribadi yang baik atau akhlak mulia.

Kita mengetahui profesionalisme itu menyangkut dengan beberapa hal penting seperti, ketrampilan (skill), pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience) dan motivasi (motivation) atau semangat. Keahlian, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman itu seringkali disebut sebagai kompetensi atau kemampuan seseorang. Sedangkan motivasi atau semangat itu seringkali disebut kemauan seseorang. Perpaduan antara kompetensi atau kemampuan dengan motivasi atau kemauan itulah yang akan menghasilkan seorang professional yang memiliki kinerja tinggi.

Profesionalisme bisa mengantarkan pada kesuksesan baik dalam karir maupun bisnis, tetapi belum menjamin kesuksesan yang bermakna dan membahagiakan. Tanpa dilandasi karakter pribadi yang baik atau akhlak mulia, professionalisme semata hanya akan menghasilkan para karyawan, pimpinan atau kaum profesional yang berkinerja tinggi, memiliki kecerdasan intelektual yang baik, tetapi belum tentu cerdas secara moral dan spiritual. Akibatnya kecerdasannya bisa disalahgunakan hanya untuk kepentingan pribadi, memperdaya orang lain atau bahkan merugikan negara. Inilah yang sering kita temui sekarang ini, banyak kaum professional yang memiliki prestasi dan karir cemerlang, tetapi akhirnya terjerumus dalam berbagai kasus hukum. Mereka memiliki prestasi dan karir professional yang mengagumkan, tetapi tidak berakhir dengan kebahagiaan. Banyak yang kemudian tersandung berbagai kasus dan menjeratnya masuk penjara.
Sedangkan karakter pribadi yang baik atau akhlak mulia itu tercermin melalui sikap dan perilaku seseorang. Artinya mereka yang berkarakter pribadi baik akan memiliki keindahan dan kebenaran dalam sikap dan perilakunya. Karena kebaikan itu sangat erat dengan keindahan sikap dan perilaku manusia. Dalam kehidupan pekerjaan hal ini akan tercermin melalui sikap yang bijaksana, jujur, bisa dipercaya, memiliki integritas, konsisten dalam kebaikan, empati penuh peduli, pandai bekerjasama dan bertanggungjawab. Perpaduan berbagai sikap dan perilaku mulia inilah yang menghasilkan seorang pribadi yang berkarakter baik.

Namun karakter pribadi yang baik atau akhlak mulia semata, kalau tanpa disertai dengan profesionalisme, hanya akan menghasilkan pribadi yang cerdas secara moral dan spiritual, tetapi belum tentu memiliki kinerja yang baik. Mereka adalah orang-orang baik tetapi tidak memiliki kompetensi yang bisa diandalkan untuk meraih keberhasilan. Yang demikian tentu belum membuahkan hasil yang optimal.

Dengan demikian, keberhasilan dalam karir dan bisnis yang penuh makna dan membahagiakan itu bukan hanya ditentukan oleh professionalism semata. Bukan hanya ditentukan oleh talenta, bakat, pengetahuan dan motivasi yang baik yang dimiliki seseorang, melainkan juga harus disertai dengan karakter pribadi yang baik atau akhlak mulia. Kecerdasan, talenta dan motivasi yang kuat itu hanya akan mengantarkan pada keberhasilan yang bermakna dan membahagiakan, kalau dilandasi oleh karakter pribadi yang baik atau akhlak mulia. Karena kekuatan kebaikan inilah yang akan memancar keluar menarik banyak peluang-peluang bagus mendekat.

Membangun karakter pribadi yang baik bisa dimulai dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang kita yakini dalam hati dalam setiap perilaku kehidupan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran tentang hal-hal yang kita lakukan. Implementasinya dalam organisasi adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran tentang hal-hal yang kita lakukan bersama dengan para anggota organisasi maupun dengan orang lain yg berhubungan dengan organisasi.

Sahabat yang baik, professionalisme dan karakter pribadi yang baik atau akhlak mulia adalah keharusan yang tidak bisa dipisahkan, kalau kita ingin meraih kesuksesan karir dan professional yang bermakna dan membahagiakan. Karenanya, sangat penting untuk terus mengembangkan etos kerja terbaik dan mulia atau good ethos dalam diri maupun dalam organisasi. Etos kerja yang mengintegrasikan antara professionalisme dan akhlak mulia, sehingga dapat membawa Anda menjadi seorang professional unggul yang berkarakter mulia. Semoga bermanfaat dan salam Good Ethos.

*) Eko Jalu Santoso adalah seorang professional, penulis buku Good Ethos dan empat buku motivasi laris lainnya, serta pembicara inspiratif profesional. Follow twitternya: @ekojalusantoso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *