Konsep Diri Positif

Oleh: Eko Jalu Santoso

Saya mengenal seorang teman yang energik dan memiliki semangat positif. Dia selalu memiliki hal-hal positif untuk dikatakan kepada orang lain. Sebagai seorang kepala cabang sebuah bank swasta nasional, dia pernah ditempatkan di beberapa cabang di beberapa kota. Di setiap cabang dia diterima dengan baik oleh para karyawan, serta mendapatkan dukungan positif dari teman-temannya. Hasilnya setiap cabang yang dipimpinnya selalu meraih prestasi kinerja yang baik.

Saya penasaran dengan sikapnya yang selalu positif ini. Suatu saat ketika berbincang dengannya saya sempat menanyakan kepadanya, “Saya salut lho sama kamu, selalu semangat positif setiap hari. Bagaimana kamu dapat melakukan hal itu ?.” Teman saya inipun menjawab, “Ah itu sederhana saja…setiap pagi ketika bangun, aku selalu berkata pada dirinya, aku punya dua pilihan hari ini. Apakah aku dapat memilih dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang buruk. Dan aku selalu memutuskan untuk memilih dalam suasana yang baik.”

Sahabat profesional yang baik, setiap hari kita itu menerima lebih dari 60,000 pikiran yang masuk dalam diri kita. Itu menurut Jack Canfield dan Mark Victor Hansen dalam The Aladdin Factor sebagaimana ditulis oleh Dr. Ibrahim Elfiky dalam bukunya Terapi Berpikir Positif. Begitu banyaknya pikiran yang berseliweran masuk setiap harinya ke dalam diri kita, sehingga diperlukan kepandaian kita untuk menyikapi dan menyaringnya. Ketika kita berorientasi positif, itu akan sangat memengaruhi keputusan kita untuk hanya memilih hal-hal positif yang datang dalam diri kita. Demikian sebaliknya, ketika seseorang berorientasi negatif, maka akan memengaruhi pilihan-pilihan negatif yang datang dalam dirinya. Inilah hukum akal bawah sadar, bahwa hukum akal bawah sadar membuat pikiran tertentu menyebar.

Setiap hal yang datang dalam diri kita tidak akan memiliki arti sama sekali sampai kita memberinya makna. Semua itu akan menjadi berarti positif atau negatif, sesungguhnya kita sendiri yang menentukannya. Kalau demikian, agar selalu dapat memberi makna positif pada hal-hal yang datang dalam diri kita, kuncinya milikilah konsep diri positif.

Konsep diri positif merupakan sebuah sistem operasi yang mempengaruhi mental dan kemampuan berpikir positif seseorang. Konsep ini dapat masuk kedalam pikiran seseorang dan mempunyai bobot pengaruh yang besar terhadap kemampuan seseorang mempersepsikan setiap keadaan yang datang dalam kehidupannya. Semakin positif konsep diri seseorang maka akan semakin mudah mengarahkan perasaan dan pikirannya selalu kearah positif. Menangkap dan mempersepsikan setiap keadaan yang datang dengan pandangan positif. Demikian pula sebaliknya.

Pribadi yang memiliki konsep diri positif, pembicaraannya selalu baik, kata-katanya positif, santun dan mengandung kebaikan bagi orang lain. Senantiasa menghindari prasangka negatif dan tidak menyakiti hati orang lain. Setiap kehadirannya mengirimkan getaran-getaran positif bagi lingkungan sekelilingnya, sehingga mengaktifkan dunia sekelilingnya menjadi positif juga. Pada akhirnya cenderung menarik hasil yang positif juga.

Pribadi positif memiliki keyakinan tinggi dan tidak akan mudah menyerah menghadapi kesulitan. Ia memberi usahanya perawatan dengan keyakinan positif dan tindakan yang positif. Hasilnya ia bisa karena ia berpikir bisa dan yakin bisa.

Memiliki konsep diri positif dapat mempengaruhi pola pikir, sikap dan tindakan seseorang dalam kehidupannya. Inilah yang dapat membentuk karakter pribadi positif yang menjadi modal bagi kesuksesan karir, bisnis dan kehidupan. Nah, bagaimana dengan Anda?. Pilihannya ditentukan oleh diri Anda sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *