Archive for June, 2010

Kejujuran dan Integritas

Wednesday, June 23rd, 2010


“Kejujuran dan integritas merupakan salah satu etos kerja mulia yang menjadi modal utama bagi sukses dan kemuliaan. Karena jujur dan memiliki integritas menjadikan seseorang dapat diandalkan dan pantas menjadi teladan.”

 

Etos kerja mulia mendorong untuk melahirkan seorang profesional yang jujur dan memiliki integritas tinggi. Dalam hal ini, Stephen R. Covey membedakan antara kejujuran dan integritas adalah, “ Honesty is telling the truth, in other word, conforming our words to reality. Integrity is conforming to our words, in other word, keeping promises and fulfilling expectations.”

 

Dengan demikian jujur berarti kata-katanya dapat dipegang dan diwujudkan, inilah yang akan melahirkan kepercayaan. Sedangkan kepercayaan merupakan modal utama bagi kesuksesan dalam berbagai bidang kehidupan. Meskipun demikian jujur saja belumlah cukup, masih diperlukan memiliki integritas tinggi. Karena meskipun jujur tetapi kalau tidak memiliki inetegritas berarti belum bisa diandalkan. Sebaliknya seseorang memiliki integritas, tetapi tidak jujur maka akan diragukan itikad baiknya, berarti tidak dapat dipercaya.

 

Hendaknya kejujuran dan integritas ini dilakukan secara simultan dan terintegrasi, sehingga melahirkan kebiasaan yang melegenda menjadi sebuah kepribadian mulia. Kalau ingin menjadi pribadi unggul dan dapat diandalkan, maka kejujuran dan integritas tidak dapat ditawar lagi. Marilah membudayakan kejujuran dan integritas agar menjadi pribadi yang dapat diandalkan dan pantas menjadi teladan.

 

Salam Mulia,

Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia| www.ekojalusantoso.com

Penulis Buku “THE WISDOM OF BUSINESS”, Elex Media Komputindo  

Bergeraklah

Monday, June 21st, 2010


“Tidak ada keberuntungan dan kesuksesan yang diraih hanya dengan berpangku tangan. Maka bergeraklah, bertindaklah, ciptakan amaliyah kebaikan untuk menggapai takdir terbaik kita. Yakinlah bahwa Allah, rasul dan orang-orang beriman akan menjadi saksi perbuatan kita.”

 

Seringkali orang berharap meraih kehidupan yang lebih baik, tetapi tidak melakukan perubahan usaha apapun untuk menjadi lebih baik. Mereka memiliki impian atau cita-cita, tetapi tidak mau bergerak atau berusaha mewujudkan impian dan cita-citanya. Mohon diingat, tidak ada keberuntungan yang diraih hanya dengan  berpangku tangan. Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih hanya dengan impian. Maka janganlah berdiam diri dan tidak melakukan usaha sambil menunggu keberuntungan. Karena diam hanya akan melahirkan kekecewaan dan kegagalan.

 

Bergerak dan bertindaklah.Meskipun hanya langkah-langkah kecil setapak demi setapak, kalau terus bergerak akan menciptakan kemajuan. Ingatlah bahwa emas tidak mungkin jatuh dari langit dengan tiba-tiba. Semuanya membutuhkan usaha, tindakan, ketekunan, proses dan kesabaran.

 

Lakukanlah amaliyah kebaikan dengan senantiasa berbagi memberikan manfaat kepada sesama kehidupan. Sekecil apapun kebaikan yang Anda lakukan, kalau dilakukan terus menerus, akan menghasilkan investasi yang tidak akan pernah merugi. Yakinlah bahwa Allah, rasul dan orang-orang beriman akan melihat perbuatan kita dan hasilnya serahkan pada Allah swt.

 

Salam Mulia,

Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku The Wisdom of Business, Elex Media Komputindo

Kehidupan Hanyalah Permainan

Monday, June 14th, 2010


Kehidupan dunia adalah sebuah permainan. Maka pahami aturan mainnya, jadilah pemain terbaik dan menangkan permainannya.”

 

Banyak orang begitu sibuknya mengejar kehidupan dunia ini. Mereka rela mengorbankan semua waktunya, bahkan kehormatan dirinya untuk mengejar kesuksesan kehidupan dunia ini, seolah-olah kehidupan dunia adalah segala-galanya. Padahal kehidupan dunia sesungguhnya hanyalah sebuah permainan dan sendau gurau semata. Layaknya dalam sebuah permainan,  maka selalu ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan agar seseorang dapat menikmati  permainan dan memenangkan permainnya. Beberapa unsur penting sebuah permainan diantaranya adalah:

 

Pemain:

Dalam setiap permainan tentu ada para pemain. Lantas siapa pemain dalam kehidupan ini ? Tentu saja kita semua adalah pemainnya. Kita semua telah dibekali anugerah potensi kekuatan hati dan pikiran agar dapat menjadi pemain dalam kehidupan. Maka berusahalah menjadi pemain terbaik dan jangan hanya menjadi penonton saja dalam kehidupan ini. Memenangkan permainan apapun diperlukan ilmu permainan dan menguasai ketrampilan memainkannya. Demikian juga dalam kehidupan, agar menjadi pemain terbaik teruslah meningkatkan ilmu pengetahuan kehidupan serta mengasah ketrampilan tentang kehidupan.


Aturan Main:

Unsur kedua dalam setiap permainan adalah adanya aturan main yang harus ditaati oleh setiap pemain. Dengan demikian setiap pemain akan memahami batas-batas yang diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan dalam permainan, bagaimana mengumpulkan nilai, serta bagaimana memenangkan permainannya. Dalam kehidupan aturan main ini sudah sangat jelas ditetapkan oleh Allah melalui kitab sucinya. Bagi setiap orang yang ingin memenangkan permainan, tentu diwajibkan mentaati aturan main yang sudah ditetapkan. Sedangkan aturan main kehidupan bagi seorang muslim ada dua yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menjadi pedoman dalam setiap langkah kehidupan.

 

Wasit/Juri:

Dalam permainan apapun selalu ada wasit atau juri yang menjadi pengawas permainan. Dalam kehidupan, berlaku sebagai wasit atau juri kita adalah Allah Tuhan Yang Maha Adil dan tidak mungkin melakukan kesalahan dalam penilaian. Allah adalah wasit yang akan menentukan siapa yang  menang dan kalah dalam permainan kehidupan. Dan penentuan menang dan kalah dalam permainan kehidupan akan ditetapkan nanti dalam sidang pengadilan Allah di hari akhir.

 

Waktu/Score:

Dalam setiap permainan untuk menentukan kapan berakhirnya permainan ditentukan oleh batas waktu atau score nilai permainan. Demikian halnya dalam permainan kehidupan, setiap orang memiliki batas waktu dalam permainan kehidupan. Batas akhirnya adalah kematian yang hanya Allah yang menentukan. Maka selagi masih memiliki waktu yang cukup, sebaiknya gunakan waktu itu sebaik-baiknya agar dapat memenangkan kehidupan ini. Lebih baik tidak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, karena kita tidak mengetahui kapan waktu permainan kita berakhir. Lebih baik manfaatkan waktu untuk hal-hal penting yang bernilai tinggi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan kita.

 

Rewards/Hadiah:

Layaknya sebuah permainan siapa yang memenangkan permainan nantinya akan menerima hadiah, bisa berupa medali, uang ataupun piala. Demikian halnya dalam permainan kehidupan, Allah telah menjanjikan rewards atau hadiah bagi siapapun yang memenangkan permainan kehidupan dunia, demikian halnya bagi mereka yang kalah. Tuhan telah menyediakan tempat di kampung akherat syurga bagi yang menang dan neraka bagi yang kalah dalam kehidupan ini.  

 

Kalau kehidupan dunia ini hanyalah sebuah permainan, maka ada yang lebih utama dan lebih penting dari kehidupan dunia, yakni kampung akherat yang akan menjadi kehidupan kita yang kekal abadi nantinya. Sebagaimana disampaikan dalam firman Allah, ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya.”

 

Kalau demikian, maka bermainlah sesukamu, nikmatilah permainan kehidupan ini, tetapi sadarilah suatu saat nanti permainan akan berakhir kalau waktunya sudah tiba. Tidak ada yang dapat memperpanjang, menunda atau memajukan kalau waktu kita sudah tiba. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Mulia (Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku Heart Revolution diterbitkan Elex Media Komputindo.)