Archive for December, 2008

Setiap Hari Adalah Liburan

Thursday, December 18th, 2008


“Jangan menunggu datangnya liburan untuk dapat menikmati hidup. Jadikan pekerjaan dan setiap aktivitas waktu kehidupan Anda bagaikan liburan, sehingga Anda setiap saat dapat menikmati hidup”.

~~ Eko Jalu Santoso, Motivasi Indonesia ~~

 

Sahabat, banyak diantara kita yang merasakan tertekan ketika melaksanakan aktivitas pekerjaannya. Mereka memandang pekerjaan adalah kewajiban, pekerjaan adalah beban yang harus dilaksanakannya, sehingga merasa tidak nyaman dan tertekan. Akibatnya liburan adalah hal yang paling  ditunggu-tunggu sebagai pelarian dari pekerjaan untuk menikmati hidupnya.

 

Banyak orang seringkali lupa bahwa liburan hanyalah bagian dari KESENANGAN SESAAT. Sesungguhnya KESENANGAN JANGKA PANJANG adalah setiap waktu dan setiap hari yang kita lakukan baik dalam pekerjaan maupun dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Kalau demikian, mengapa harus menghabiskan energi dan waktu menunggu datangnya liburan untuk dapat menikmati hidup ? Bukankah lebih baik kita berusaha menjadikan setiap aktivitas pekerjaan dan kehidupan setiap hari adalah kesenangan, sehingga kita setiap saat dapat menikmati hidup. Maka jadikanlah setiap hari bagian dari liburan dalam kehidupan Anda.


Bagaimana agar dapat menjadikan setiap hari adalah liburan dalam kehidupan kita ?.

 

Mulailah dengan memandang pekerjaan dan setiap aktivitas kehidupan bukan sekedar kewajiban apalagi sebagai beban, melainkan jadikan bagian dari aktivitas yang sangat menyenangkan. Nikmati setiap tahapan pekerjaan dan aktivitas kehidupan Anda. Kemudian biasakanlah memberi hadiah atas sebuah pencapaian-pencapaian kecil dalam setiap aktivitas pekerjaan Anda. Berikanlah penghargaan atas kebaikan yang Anda lakukan. Anda bisa menepuk pundak diri sambil mengatakan “you did a good job today”. Karena setiap orang butuh hadiah dan pujian. Terakhir, banyaklah bersyukur atas setiap nikmat yang Anda peroleh dan ajak keluarga Anda untuk ikut menikmati dan menysukuri setiap keberhasilan-keberhasilan kecil yang Anda capai dalam pekerjaan dan kehidupan. SEMOGA BERMANFAAT.

The Wisdom of Business - Daily Quote 4

Wednesday, December 17th, 2008


“ Kepemimpinan yang berbasis hati nurani intinya adalah mampu membangun spirit kerja sama tim dan membangkitkan inspirasi orang lain agar menjadi lebih kreatif, produktif, dan mampu mengekspresikan hidup yang penuh makna.”

- Eko Jalu Santoso –

 

Pemimpin bisnis yang sukses adalah mereka yang mampu membangun kekuatan dari tengah bersama para pengikutnya dan mampu mendorong pengikutnya dari belakang untuk meraih kemajuan. Kalau dalam bahasa bisnis modern dewasa ini disebut sebagai konsep kepemim-pinan “super leadership.” Mereka tahu bahwa memenuhi kebutuhan orang lain, membangun spirit tim, membangkitkan inspirasi anggota organisasi, memberikan layanan lebih baik bagi klien dan rekan bisnis mereka, merupakan keunggulan pemimpin yang sangat penting bagi pertumbuhan perusahaan.

 

Bagaimana agar dapat menjadi seorang pemimpin bisnis atau ”business leader” yang tungguh dan berbasis nurani ? Setidaknya diperlukan delapan ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang ”business leader”, agar menjadi pemimpin tangguh berbasis nurani yakni, Memiliki wawasan ”vission” ke depan, Fokus pada pelayananan atau ”Stake – holder focused”, Kemampuan mengenali kekuatan orang lain ”Judge people” , Menjadi teladan dan sumber inspirasi, Mampu menyentuh level emosional, Kemampuan membangun tim, Menetapkan prioritas penting dan melakukan “repositioning” berdasarkan tantangan dan peluang yanga ada.

 

Dari Buku “The Wisdom of Business: Sukses Berbisnis Dengan Nilai-Nilai Kearifan Hati Nurani”, Karya Eko Jalu Santoso, Penerbit Elex Media Komputindo.

——————————————————–

“Buku The Wisdom of Business karya Eko Jalu Santoso ini memberikan keyakinan bahwa spiritualitas mengantarkan bisnis pada kesuksesan”

Ary Ginanjar Agustian, Penulis Buku Best Seller ESQ & ESQ Power.

            

“…Buku The Wisdom of Business karya Eko Jalu Santoso berhasil merangkum esensi penting dari membangun bisnis, yaitu 7M: Moral, Mindset, Motivation, Means, Market, Management, dan Mentorship. Setelah 7M dipenuhi maka bisnis akan menjadi magnet bagi M yang ke delapan yaitu Money. Buku ini penting dibaca oleh pebisnis pemula agar tidak kehilangan patokan untuk doing the right things dan doing things right, juga untuk pebisnis dengan jam terbang tinggi sebagai bahan refleksi yang komprehensif...”

Prof. DR. Ir. Roy Sembel, MBA (http://www.prof-roysembel.com), Chief Research Officer, CAPITAL PRICE.

The Wisdom of Business - Daily Quote 3

Tuesday, December 16th, 2008


“Manusia harus tahu bahwa di atas panggung kehidupannya sendiri, hanya Tuhan dan para malaikatlah yang menjadi pengamat.”
~ Francis Bacon ~

 

Kalau ingin meraih keberhasilan yang memberikan keberkahan, maka hadirkanlah Tuhan dalam setiap aktivitas kerja dan bisnis kita. Karena ketika seseorang menghadirkan Tuhan dalam setiap aktivitas kerja dan kehidupan bisnisnya, artinya ia menundukkan dirinya dan mendekatkan dirinya hanya kepada Allah Tuhan YME. Mendekatkan diri kepada Tuhan dapat melahirkan motivasi yang dilandasi oleh nilai-nilai keluhuran dan kemuliaan dari dalam hati. Melahirkan energi batiniah, melahirkan semangat mulia dalam berkarya yang akhirnya akan mengalirkan semangat keunggulan dan keberkahan dalam diri kita. Melahirkan optimisme yang tinggi dalam menghadapi setiap tantangan, hambatan dan kesulitan dalam kegiatan bisnis setiap hari. Karena kita meyakini bahwa Tuhan selalu hadir dan akan menjadi penolong terbaik kita.

 

Ketika kita meyakini Tuhan selalu hadir dalam ruang kerja kita, meyakini bahwa Tuhan dan malaikat sebagai pengamat kita, ini akan menjadi semacam pengawasan yang melekat dalam setiap aktivitas kehidupan pribadi kita sehari-hari, termasuk dalam kehidupan bisnis. Implikasinya adalah setiap pemikiran kita, setiap tindakan yang kita lakukan maupun setiap keputusan bisnis yang diambil, akan selalu berdasarkan pada suara hati nurani terdalam yang merupakan percikan sifat-sifat kemuliaan Tuhan. Dalam menjalankan pekerjaan dan bisnis tidak akan menyimpang dari aturan etika, moralitas dan nilai-nilai spiritualitas yang bersumber dari dalam hati. Semoga Bermanfaat.

 

Dari Buku “The Wisdom of Business”, Karya Eko Jalu Santoso, Penerbit Elex Media Komputindo. Terbit dan beredar di GRAMEDIA mulai tanggal 3 Desember 2008

 

The Wisdom of Business - Daily Quote2

Thursday, December 4th, 2008

Selain dituntut memiliki kejernihan hati, ketajaman pandangan yang jauh kedepan, seorang pemimpin bisnis atau “business leader” yang berbasis hati nurani, juga dituntut untuk dapat menjadi panutan atau teladan, sebagai cermin bagi anggotanya dan memiliki keterampilan dalam menginspirasi kelompok yang dipimpinnya.

~ Eko Jalu Santoso ~

 Membangun keberhasilan yang bermakna di dunia bisnis diperlukan kemampuan kepemimpinan eksekutif, profesional dan pelaku usaha mencapai tingkatan pemimpin yang bijak yang penuh dengan hikmat atau wisdom. Hal itu hanya bisa dicapai dengan kepemimpinan yang berbasis nilai-nilai dari hati nurani. Pemimpin bisnis yang berbasis nurani pada intinya adalah pemimpin pengabdi atau “servant leaders”, artinya pemimpin yang tidak hanya melayani para pemegang saham, karyawan, produk dan pelanggan, tetapi pemimpin yang juga melayani masyarakat sekitarnya, lingkungannya, umat manusia, masa depan generasi mendatang dan kehidupan itu sendiri. Mereka adalah para pemimpin bisnis yang bukan hanya terpaku pada organisasinya dan hanya melihat bagi keuntungan perusahaannya, tetapi pemimpin yang berani melihat dunia luar di luar organisasi bisnisnya dan memberikan kontribusi bagi lingkungannya.

Eko Jalu Santoso - Dari Buku The Wisdom of Business, Diterbitkan Elex Media Komputindo. Terbit dan Beredar di GRAMEDIA seluruh Indonesia, Mulai 3 Desember 2008.

 

The Wisdom of Business - Daily Quote1

Monday, December 1st, 2008


” Manfaatkan kekuatan Visi dari hati dalam bekerja dan berbisnis. Karena Bisnis  yang digerakkan oleh visi dari hati, dapat mendorong  seseorang mampu menjalankan usaha dengan berani, lincah, gesit, fleksible, fokus dan memiliki horizon yang jauh ke depan atau “futuristic”, dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai suara hati nurani.

~ Eko Jalu Santoso ~

Bila hati nurani mengarahkan visi dalam berbisnis, maka kepemimpinannya akan mampu terus bertahan dan memberikan perbedaan yang lebih bermakna dalam berbisnis. Dengan kata lain, kewibawaan moral akan membawa kepemimpinan dapat berhasil lebih baik. Sebaliknya, bila visinya tidak digerakkan oleh hati nurani, maka kepemimpinannya tidak akan bertahan lama, demikian juga lembaga atau organisasi bisnis yang tercipta dari kepemimpinan yang tanpa visi yang jelas itu tidak akan mampu bertahan.

Eko Jalu Santoso - Dari Buku The Wisdom of Business, Diterbitkan Elex Media Komputindo. Terbit dan Beredar di Toko GRAMEDIA mulai Tanggal 3 Desember 2008