Archive for November, 2008

Hati Sumber Inspirasi

Tuesday, November 18th, 2008


Menyusul beredarnya buku saya “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani” yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, banyak sekali tanggapan dan komentar yang saya terima melalui email, SMS maupun telepon. Beberapa komentar bertutur bagaimana mereka terinspirasi setelah membaca buku ini, merasa diingatkan untuk kembali pada hati nurani dan beberapa yang lain mengatakan seringkali merasa diselamatkan oleh suara hati nuraninya. Bahkan ada beberapa yang meminta saya untuk berbicara mengenai tema hati nurani. Ada teman yang berprofesi sebagai trainer bertutur merasa terinspirasi dengan buku “Heart Revolution” ini dan menggunakannya sebagai referensi dalam menyampaikan training-trainingnya.

 

Saya tidak menduga mendapatkan response yang begitu banyak mengenai bahasan tema hati nurani ini. Karena ketika pertama kali hendak menulis buku dengan topik hati nurani, ada semacam keraguan, apakah ada orang yang tertarik menelusuri lorong-lorong hati. Apakah ada orang yang tertarik membaca tulisan dengan topik hati nurani, ditengah arus kehidupan modern yang cenderung mengedepankan konsumerisme dan nilai-nilai materialisme. Apakah tema hati nurani menarik, ditengah-tengah ratusan bahkan ribuan buku yang membahas bagaimana meraih kaya raya dengan cepat, meraih sukses karier dan bisnis dengan instant dan lain sebagainya.

 

Ternyata diluar dugaan saya, ada banyak sekali orang-orang yang sebenarnya dahaga ingin menelusuri lorong-lorong hati, di tengah kehidupan yang mengedepankan nilai-nilai materialisme dewasa ini. Dari berbagai email dan tanggapan yang saya terima, seolah-olah mereka hendak bertutur bahwa tidak sedikit orang yang sesungguhnya menyadari akan adanya kekuatan suara hati nurani dalam dirinya. Masih banyak orang yang sesungguhnya menyadari akan batas-batas egoisme, individualisme, hedonisme dan materialisme yang seringkali membelenggu dirinya. Masih banyak orang yang dahaga akan kedamaian dan keindahan hati, sehingga ingin kembali pada hati nuraninya.

 

Barangkali diantara Anda ada yang bertanya mengapa mesti kembali mendengarkan suara hati nurani ? Bukankah sekarang ini banyak orang, motivator, trainer, pembicara dan buku-buku yang membahas kedahsyatan pikiran positif dalam membawa pada kesuksesan ?. Marilah saya ingin mengajak Anda semua untuk melihat lebih dalam lagi. Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani” ini mengajak kita bukan hanya mengandalkan pada otak dan akal pikiran semata, tetapi melengkapinya dengan mendengarkan suara hati nurani. Karena sesungguhnya hati adalah rajanya. Sedangkan otak atau pikiran manusia itu tunduk sepenuhnya kepada apapun perintah sang hati. Wacana kembali mendengarkan suara hati dan menggunakannya sebagai “pusat orbit” kehidupan sesungguhnya adalah pijakan yang lebih kokoh.

 

Tengoklah para pemimpin kehidupan yang menggunakan hati nurani dalam kepemimpinannya, seperti Muhammad Yunus misalnya. Ia mampu membesarkan Grameen Bank dan meraih hadiah Nobel karena visinya yang dilandasi oleh suara hati nurani. Mereka para pemimpin kehidupan yang dilandasi hati nurani, meskipun mungkin raganya sudah hancur, namun nilai-nilai kepemimpinannya tetap dikenang dan digunakan dalam kehidupan ini. Seperti misalnya Imam Al-Gazali, Mahadma Gandhi, Budha Gautama, Bunda Theresa. Ide dan tata nilai kehidupan yang diwariskannya masih hidup dan dikenang orang sampai dengan sekarang.

 

Semua yang dialami oleh manusia, sesungguhnya diawali dari hati yang kemudian memerintahkan otak atau akal pikiran. Otak atau pikiran akan memproses dan selanjutnya memerintahkan panca indra untuk bekerja sesuai dengan apa yang diyakini dari hatinya. Sedangkan panca indra kita tentu inginkan menikmati yang enak-enak semuanya. Mulut inginnya makan yang enak-enak. Mata inginnya melihat yang indah-indah. Tangan, kaki, telinga inginnya selalu merasakan yang enak dan indah-indah. Sehingga tubuh dan jiwa kita ini seperti selalu ditarik-tarik oleh panca indra untuk selalu menikmati yang indah dan enak-enak. Akibatnya kalau tidak dikendalikan oleh hati dan pikiran, maka menghalalkan segala cara untuk memperoleh kenikmatan.

 

Belajar dari sini sesungguhnya siapa yang dapat mendengarkan suara hati, akan mampu mengendalikan pikirannya dan artinya mampu mengendalikan kelima panca indranya. Dengan demikian mereka yang mendengarkan suara hati tidak akan mudah terjerumus dalam berbagai tindak penyelewengan, menghalalkan segala cara, tindakan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan lain sebagainya. Karena hatilah sumber inspirasinya dan sumber energi motivasinya. Dengan demikian, tidak ada lagi yang meragukan kalau hati manusia adalah aset yang paling berharga.

 

Mendengarkan suara hati dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar atau “unconcius mind” yang seringkali merupakan sebuah sugesti, sehingga melahirkan inspirasi dan energi motivasi dahsyat yang mengalir membakar semangat Anda. Energi dan kreativitas yang bersumber dari suara hati ini perlu dibangkitkan agar mengalir mencari jalan untuk mendorong cita-cita tertinggi Anda. Maka dengarkan dan ikutilah suara hati yang bersumber dari Tuhan Sang Maha Besar.

 

Memang, mengikuti suara hati, menelusuri lorong hati atau menuliskan tema buku mengenai hati nurani tidak langsung membuat kita menjadi kaya raya. Tidak juga mendadak sontak menjadikan kita terkenal atau begitu hebatnya. Tetapi ketika menelusuri lorong-lorong hati nurani, mengikuti bisikan suara hati nurani ada semacam kesejukan, kebahagiaan dan kedamaian yang mengalir dalam diri. Hal ini bisa menjadi semacam pencerahan dan memperkaya jiwa kita. Kalau hidup dapat meraih kekayaan jiwa, maka tubuh dan jiwa kita akan dapat terbang tinggi menuju kesuksesan dunia dan mencapai kearifan dan kemuliaan. Karena ide-ide, imajinasi, fantasi, inspirasi dan motivasi yang mengalir keluar senantiasa bersumber dari nilai-nilai mulia dan kearifan hati nurani. SEMOGA BERMANFAAT !

 *** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan penulis buku “The Art of Life Revolution” dan “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo. Buku ketiganya, “The Wisdom of Business” diterbitkan Elex Media Komputindo, beredar di GRAMEDIA mulai 3 Desember 20008.

Sahabat, Hadiah Paling Berharga

Tuesday, November 18th, 2008


Oleh: Eko Jalu Santoso

Ketika masih bekerja sebuah perusahaan di Yogya dulu, saya memiliki seorang anak buah yang sekaligus menjadi sahabat yang amat mengagumkan. Dari segi pendidikan formal ia hanya tamatan sekolah menengah, tetapi karena kematanagn pengalaman hidupnya, seringkali nasehat-nasehat maupunan keteladanan hidupnya membuat saya terkagum-kagum. Meskipun saya sudah berpindah perusahaan, sahabat ini seringkali masih menghubungi saya melalui telepon atau sekedar SMS hanya ingin didengar atau mendengar.

Di rumah, saya memiliki banyak sahabat yang amat mengagumkan. Sahabat-sahabat saya yang juga tetangga ini, seringkali menelepon, mengirim SMS dan bahkan menyempatkan diri berkunjung ke rumah. Tidak untuk memberikan ceramah, atau menasehati tetapi ada yang hanya sekedar ingin menyapa, bertukar cerita atau bahkan hanya untuk mendengar. Seperti kemarin malam, seorang sahabat yang direktur pemasaran sebuah perusahaan asuransi besar, tiba-tiba menelepon dan datang berkunjung ke rumah hanya ingin bertukar cerita.

Di kantor saat ini, saya juga memiliki beberapa orang sahabat yang mengagumkan. Ia seringkali datang ke meja saya hanya untuk mendengar atau berbagi cerita. Meskipun ada yang sudah pindah keluar kota, ia masih tetap menelepon, beremail atau sekedar SMS untuk mendengar kabar saya.

Di milis saya juga memiliki banyak sahabat yang mengagumkan. Mereka seringkali menanggapi tulisan saya, memperkaya materi tulisan, atau sekedar mengatakan senang dengan inspirasi dan motivasi dari tulisan-tulisan saya. Bahkan ada beberapa sahabat yang menjadi Motivator atau trainer, beberapa kali mengundang saya untuk mengikuti seminar atau trainingnya ( yang nilainya ratusan ribu rupiah sekali datang) dengan GRATIS.

Ketika buku pertama saya “The Art of Life Revolution” dan buku kedua saya “Heart Revolution” terbit dan telah beredar di toko-toko buku terkemuka di Indonesia, ada banyak sahabat-sahabat di Jakarta maupun di luar kota yang melihat buku saya kemudian menelepon atau mengirimkan SMS ke saya. Ada yang hanya mengucapkan selamat, ada yang memberikan masukan dan ada yang mendoakan dengan tulus. Seorang sahabat sejak SMA yang kini Doktor di UGM menelepon saya hanya mengatakan senang memiliki sahabat yang mau berbagi pemikiran melalui tulisan. Sahabat yang lain, yang kini menjadi direktur sebuah perusahaan kontraktor di Surabaya menelepon saya hanya ingin mengatakan “saya bangga punya sahabat seperti Anda.”

Sahabat semuanya, apa yang mau saya tuturkan dengan semua ini, sesungguhnya adalah memiliki sahabat adalah hadiah paling berharga yang bisa kita berikan pada diri kita sendiri. Sahabat adalah mahluk yang amat berguna, makhluk yang amat dibutuhkan dalam menemani perjalanan kehidupan kita, khususnya ketika menerima kesulitan atau pengalaman-pengalaman menyakitkan. Memang tidak semua sahabat pandai dalam memberikan nasehat, tetapi dengan kesediaan mereka untuk mendengar dan berempati adalah permata berharga bagi diri kita. Kesediaannya untuk berbagi bernasehat dan membesarkan hati adalah hadiah terbaik yang diberikan untuk diri kita. Kesediaannya untuk mengingatkan kita dalam kebaikan adalah sebuah permata indah bagi kehidupan kita.

Kehidupan tidak selalu mendatangkan hal-hal yang sesuai dengan yang kita harapkan. Meskipun kita seringkali berdoa untuk dijauhkan dari keadaan sulit dan diberikan banyak kemudahan, namun seringkali kesulitan tetap datang. Sekencang apapun usaha kita menjauhi masalah dan kesulitan, namun kadang ia tetap berkunjung datang menyentuh badan dan jiwa kita. Mungkin masalah kesulitan dalam karier, kesulitan dalam berumah tangga, masalah kesehatan, keuangan atau kehidupan pribadi yang diguncang badai. Ketika menerima keadaan seperti ini, senyuman penerimaan, ungkapan empati, nasehat menguatkan dan penghiburan dari para sahabat adalah hadiah terbaik yang sangat diperlukan.

Maka pantas untuk kita renungkan bersama, kalau kita perlu menabung perhatian, banyak berinvestasi kebaikan, senang berbagi empati, mau berbagi cinta dan kasih sayang, untuk para sahabat-sahabat kita. Bukan berarti memberi sesuatu untuk mengharapkan imbalan nantinya seperti dalam berdagang. Melainkan dengan kita banyak memberi dan berinvestasi kebaikan sebenarnya menciptakan imbalan bagi diri kita sendiri. Dalam dunia persahabatan, seseorang yang dapat memberi kepada sahabatnya apakah itu sekedar senyuman, ungkapan empati, tulisan motivasi, nasehat kebaikan sesungguhnya akan merasakan kebahagiaan bagi diri kita sendiri. Kita akan mengalami apa yang disebut dengan “the joy of giving.”


Bercermin dari kenyataan inilah, maka saya mengajak ssahabat semuanya untuk lebih senang memusatkan diri mencari dan membina banyak sahabat dibandingkan dengan mencari teman. Dalam berbagai kesempatan saya lebih senang berusaha untuk menjadi sahabat dan mendapatkan banyak sahabat bukan hanya teman. Sahabat memang tidak akan sebanyak teman, karena tidak semua teman bisa menjadi sahabat kita. Tetapi meskipun tidak sebanyak teman, sahabat tetaplah makhluk yang dapat menjadi HADIAH PALING BERHARGA BAGI DIRI KITA.

Ketika membuka email di pagi hari, seorang sahabat yang seringkali membaca tulisan-tulisan saya yang saya kirimkan melalui email atau milis, ia membalas email saya dengan menuliskan tulisan sederhana : ’saya senang menjadi sahabat Anda’. Atau seorang sahabat yang lain membalas email saya dengan mengatakan ‘terimakasih telah menginspirasi saya.’ Inilah hadiah yang paling berharga yang bisa dihadiahkan bagi diri kita sendiri. Terimakasih SEMOGA BERMANFAAT !

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo. Buku ketiganya “The Wisdom of Business” akan segera diterbitkan Elex Media Komputindo.

Gunakan Modal Dalam Diri

Tuesday, November 18th, 2008


Oleh: Eko Jalu Santoso

Dalam kapasitas saya sebagai salah satu pendiri dan pengurus BMT BERMITRA, saya seringkali melakukan wawancara dengan para UKM yang tergabung dalam komunitas yang kami bina. Dalam beberapa kesempatan berbicara dengan mereka, seringkali saya mendapatkan keluhan bahwa mereka merasa tidak bisa mengembangkan usahanya karena alasan-alasan tidak memiliki modal apa-apa. Sebagian yang lain mengatakan bahwa saya tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup, bagaimana saya dapat menjalankan usaha dengan baik ? Sebagian yang lain seringkali mengatakan saya tidak memiliki pengalaman dalam usaha, bagaimana saya bisa berhasil seperti mereka ?

Keluhan-keluhan yang sama seringkali juga saya dengar dari beberapa orang yang saya temui yang notabene berasal dari kalangan yang terpelajar. Seringkali mereka juga mengeluhkan kalau dirinya tidak memiliki modal apa-apa, bagaimana dapat memulai usaha ? Saya tidak memiliki modal apa-apa, bagaimana saya bisa sukses seperti mereka ? Saya tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup, bagaimana saya dapat memulai usaha seperti mereka ?

Seringkali saya tanyakan kepada mereka, apakah Anda mau kehilangan kedua tangan Anda dengan diganti uang senilai 20 Juta, mereka pasti menjawab tidak mau. Apakah Anda mau kehilangan kedua penglihatan Anda dengan digantikan uang senilai 200 juta ? Mereka menjawab tidak mau. Apakah Anda mau pilih kehilangan uang senilai 100 juta atau memilih kehilangan kedua kaki Anda ? Mereka pasti menjawab lebih memilih kehilangan uang 100 juta.

Sahabat, kita semua sesungguhnya sudah memiliki modal yang sangat berharga dalam diri pribadi masing-masing. Modal ini bernilai ratusan juta bahkan bisa tak ternilai harganya. Apakah kita mengira bahwa otak yang kita miliki itu kurang berharga ? Sesungguhnya otak yang kita miliki itu  jauh lebih dahsyat dari computer yang diciptakan manusia. Dengan kekuatan otak dan pikiran ini, kita bisa menjadi apa yang kita pikirkan.

Bagaimana dengan kedua tangan kita, kedua kaki kita dan tubuh kita yang sempurna, kedua penglihatan kita, pendengaran yang kita miliki, apakah Anda mengira ini bukanlah modal yang sangat berharga ? Kita sesungguhnya diciptakan dengan segala kekayaan yang melekat dalam diri pribadi kita. Mengapa kita tidak bersyukur dengan apa yang kita miliki ? Mengapa kita tidak bersyukur dengan modal yang ada dalam diri kita, kemudian memberdayakannya untuk mencapai impian kita ? Maka gunakan segala modal yang ada dalam diri kita untuk mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik.

Gunakan kekuatan pikiran yang kita miliki untuk memikirkan hal yang baik, untuk mengundang pikiran yang baik, karena itulah yang akan menentukan apa jadinya kita. Gunakan modal kedahsyatan otak yang ada dalam diri kita sebagai modal bagi pencapaian usaha kesuksesan kita. Kalau kita menyadari memiliki panca indra yang sempurna untuk menopang aktivitas kegiatan kita, maka berdayakan itu semaksimal yang Anda mampu untuk mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik.

Laba-labapun diciptaklan dengan segenap kemampuan yang ada padanya. Ia mungkin menyadari kalau memiliki kemampuan memintal benang untuk sarangnya – makanya dia terus melakukan itu – dan akhirnya iapun berhasil membangun sarangnya. Demikian juga dengan lebah madu, mungkin ia  menyadari memiliki kemampuan menghasilkan madu – dan ia terus melakukannya – hingga menghasilkan madu yang memberikan manfaat bagi banyak manusia. Seorang bijak mengatakan, “ Jadilah bintang dan terangi jalanmu sendiri. Jangan kawatir dengan kegelapan di sekelilingmu, karena dia ada ketika bintang sedang dalam puncak terangnya.”

Demikian juga ketika  saat ini kita menyaksikan kemenangan  seorang senator Barack Obama menjadi presiden Amerika. Ia yang dulunya bukan siapa-siapa dan berasal dari golongan minoritas African –American yang tidak dipandang di kalangan majoritas penduduk Amerika, namun kini berhasil menjadi presiden Amerika yang ke 44. Apakah yang bisa kita pelajari dari kemenangan Barack Obama ? Sesungguhnya ini adalah pesan pada kita semua bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita impikan, sepanjang kita percaya pada impian kita dan menyadari modal kemampuan dalam diri kita. Kita bisa  mencapai apapun yang kita impikan, sepanjang kita meyakini impian kita dan mau melakukan yang harus kita lakukan dengan segenap kemampuan modal yang ada dalam diri kita.

SEMOGA BERMANFAAT. Salam Motivasi Sukses Mulia

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis buku The Art of Life Revolution dan Heart Revolution, diterbitkan Elex media Komputindo. Buku yang ketiga “The Wisdom of Businses: Sukses Berbisnis Dengan Nilai-Nilai Kearifan Hati Nurani” akan segera diterbitkan Elex Media Komputindo. www.motivasiindonesia.blogspot.com