Archive for May, 2008

KONSEP DIRI POSITIF

Friday, May 30th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Dikisahkan ada dua orang kakak beradik yang sama-sama mengelola toko kelontong. Kakak beradik ini mendapatkan modal dari ayahnya untuk menjalankan usaha toko kelontong yang lokasinya tidak terlalu jauh berbeda. Sang ayah hanya berpesan tentang dua hal yang perlu diperhatikan, yakni, “ Pertama, jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu dan kedua setiap pergi dari rumah ke toko atau sebaliknya jangan sampai terkena sinar matahari.”

Waktu terus berjalan dan masing-masing berusaha mengelola tokonya dengan menjalankan pesan ayahnya. Setelah beberapa tahun ayahnya meninggal, kenyataan yang terjadi adalah anak yang lebih tua tokonya berkembang semakin besar, barang-barangnya semakin banyak dan menjadi semakin bertambah kaya. Sebaliknya, adiknya usahanya semakin menurun, barang-barangnya semakin menyusut dan menjadi semakin miskin.

Ibunya yang melihat hal itu merasa heran dan menanyakan kepada masing-masing anaknya. Ketika ditanyakan kepada anak yang lebih kecil jawabnya adalah, “ Semua ini karena saya mengikuti pesan ayah. Pesan pertama, saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Ayah juga berpesan agar setiap pergi dan pulang dari rumah ke toko saya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya selalu membawa mobil atau naik taksi menuju toko atau pulang kerumah. Padahal, kalau mau dengan berjalan kaki saja sampai, tetapi karena pesan ayah demikian maka pengeluaranku menjadi bertambah banyak.”

Sedangkan ketika Ibunya bertanya kepada anak yang lebih tua yang lebih berhasil mengelola tokonya, jawabnya adalah, “ Semua ini berkat dua pesan ayah tersebut. Pertama ayah berpesan supaya saya tidak menagih hutang kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan kepada orang lain sehingga modal saya tidak susut. Kalau ada orang yang ingin berhutang, saya lebih senang memberikan bantuan uang sesuai kemampuan saya saja, sehingga saya tidak perlu menagih hutang. Ayah juga berpesan agar setiap berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya selalu berangkat ke toko dengan berjalan kaki lebih awal sebelum matahari terbit dan pulang ke rumah lebih lambat sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Kebiasaan itu menjadikan banyak orang tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih panjang.”

Sahabat semuanya, kisah diatas saya dapatkan dari seorang teman yang entah dari mana sumber aslinya. Mungkin bukanlah kisah nyata, namun sesungguhnya memberikan pelajaran bermakna kepada kita semua, bahwa sebuah pesan atau kalimat dapat ditangkap berbeda sehingga memberikan hasil yang berbeda. Kalau seseorang mampu melihat dengan “positive attitude” maka ia berhasil menangkap pesan itu menjadi positif, pikirannyapun positif, tindakannyapun positif dan hasilnya adalah positif pula. Sebaliknya kalau pesan itu ditangkap dengan persepsi yang berbeda, maka pesan itu dianggap sebagai sebuah kesulitan bukan sebuah tantangan, hal ini akan mempengaruhi pikiran dan tindakannya, dan hasilnya adalah sesuatu yang negatif.

Setiap kalimat yang datang kepada diri kita dapat berarti positif atau negatif kepada diri kita, sesungguhnya pilihannya ditentukan oleh diri kita sendiri. Semua yang datang kepada diri kita, apakah itu negatif atau positif sesungguhnya tergantung bagaimana kita mengartikannya. Tanpa kita memberikan arti, maka setiap kalimat maupun keadaan yang datang kepada kita tidak akan memiliki makna sama sekali terhadap diri kita.

Yang perlu kita pahami adalah bahwa salah satu kunci keberhasilan hidup kita adalah bagaimana kita dapat mengembangkan KONSEP DIRI POSITIF. Konsep diri positif ini seperti sebuah sistem operasi yang mempengaruhi mental dan kemampuan berpikir positif seseorang. Konsep diri positif ini dapat masuk kedalam pikiran seseorang dan mempunyai bobot pengaruh yang besar terhadap kemampuan menerima dan mempersepsikan setiap pesan yang datang. Semakin positif konsep diri seseorang maka akan semakin mudah menangkap dan mempersepsikan setiap pesan yang datang menjadi sebuah pesan yang positif. Demikian pula sebaliknya.

Konsep diri positif memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang. Karena konsep diri positif dapat mempengaruhi pola pikir dan tindakan seseorang menjadi positif dalam kehidupannya. Hasilnya adalah karakter pribadi positif yang menjadi modal bagi kesuksesan hidup. Nah, bagaimana dengan Anda ?. Pilihannya ditentukan oleh diri Anda sendiri. SEMOGA BERMANFAAT !

***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi” Kduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo.

KETIKA WAKTUNYA PULANG

Friday, May 23rd, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Sebelum kita manusia dilahirkan di dunia, sesungguhnya kita adalah makhluk spiritual murni yang suci dan berada di tempat ketinggian. Ketika dilahirkan di dunia, kita adalah makhluk spiritual dan sekaligus makhluk fisik yang sempurna. Dengan bekal kesempurnaan itu kita manusia diberi kesempatan sejenak untuk berkelana menikmati indahnya perjalanan kehidupan dunia. Namun, pada waktunya nanti, kita semua manusia akan dipanggil kembali untuk pulang menghadap Tuhan Sang Pencipta. Kemudian akan dipertanyakan apa yang sudah dilakukannya selama sejenak perjalanannya di dunia dan itulah yang akan menjadi bekalnya dalam perjalanan spiritual selanjutnya.

Ketika kita hidup di dunia, sesungguhnya kita manusia bagaikan anak-anak kecil yang sedang diberi kesempatan oleh sang Ibu untuk bermain-main di halaman rumahnya. Tuhan ibaratnya adalah Ibu kita, sedangkan halaman rumah ibaratnya adalah dunia luas milik Tuhan. Ada begitu banyaknya hamparan permainan di halaman rumah Tuhan dan kita manusia diberi kebebasan untuk menikmatinya. Namun salah satu pesan Tuhan adalah agar manusia memilih permainan yang bersih dan suci, agar pada saatnya kembali ke rumah Tuhan nanti dalam keadaan bersih dan suci. Karena Tuhan adalah Dzat Yang Maha Suci.

Namun karena asyiknya bermain di halaman rumah Tuhan, seringkali kita manusia lupa diri dan melanggar pesan Tuhan tersebut. Kita bermain-main di tempat yang kotor dan mengabaikan pesan larangan-larangan yang sudah ditetapkan Tuhan. Begitu banyaknya godaan kenikmatan dan permainan di dunia, seringkali membuat kita lupa diri lebih memperturutkan hawa nafsu dengan mengabaikan pesan larangan-larangan Tuhan.

Ketika tiba waktunya, maka Tuhan akan memanggil kembali kita untuk pulang ke rumahnya. Tuhan adalah Dzat Yang Maha Suci, maka rumahnya adalah rumah suci, untuk kembali memasuki rumahnya diperlukan kesucian diri kita. Seperti halnya anak kecil yang bermain kotoran tadi, maka ada dua cara untuk mensucikan diri. Pertama dengan berusaha mensucikan diri sendiri sebelum memasuki rumah Illahi, dengan selalu melakukan perbuatan dan tindakan yang tidak melangar larangan Tuhan. Kedua, karena begitu sayangnya Tuhan kepada kita, seperti seorang Ibu yang memandikan dulu anaknya sebelum memasuki rumah sucinya.

Sakit adalah salah satu cara Tuhan untuk memandikan manusia atau mensucikan kita manusia yang disayanginya, sebelum dipanggil kembali memasuki rumah sucinya. Allah SWT menghendaki datangnya musibah seperti rasa sakit pada seseorang tidak lain sebagai penghapus dosa hamba-hambanya. Nanti di akhirat ada dosa yang tak diperhitungkan lagi karena hukumannya sudah ditunaikan Allah SWT di dunia, demikian salah satu nasehat yang pernah saya dengar dari seorang ulama.

Kembali saya teringat sebuah hadist yang mengatakan, “Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan bagi hamba-hambanya, maka didahulukan baginya hukuman di dunia dan bila Allah SWT menghendaki keburukan, maka dibiarkan dengan dosa-dosanya, sehingga dosa-dosanya itu dibalas pada hari kiamat.” Maka ketika beberapa tahun lalu ayah saya mulai didiagnosa menderita penyakit lemah jantung hingga pernah harus dirawat di ICCU, mungkin inilah yang dimaksudkan dalam hadits tersebut diatas. Allah SWT menyayangi ayah saya dan menghendaki kebaikannya, sehingga diberilah rasa sakit untuk mensucikan sebelum memanggilnya kembali ke rumah suciNya.

Saya bersyukur Tuhan masih memanjangkan umur bapak sehingga kami semua masih diberi kesempatan untuk berkumpul dengannya. Kemudian tepatnya pada tanggal sepuluh bulan lima tahun duaribu delapan lalu, setelah kembali menderita sakit beberapa hari, bapak dipanggil pulang ke Rahmatullah. Begitulah rupanya cara Tuhan mempersiapkan bapak untuk memasuki rumah suci-Nya agar dalam keadaan bersih dan suci, kembali menghadap Sang Illahi.

Kita manusia sebaiknya menyadari hanyalah mahkluk kecil dan sangat kecil di permukaan bumi ini, kalau dihadapkan pada kebesaran Allah Tuhan Yang Maha Menguasai Alam Raya. Kita manusia hanyalah makhluk lemah dan tak berdaya di permukaan dunia ini, kalau dihadapkan pada kekuasaan Allah Tuhan Yang Maha Besar. Tidak ada artinya itu kekuasaan manusia di dunia, tidak ada nilainya itu harta kekayaan manusia di dunia, tidak ada itu artinya ilmunya di dunia, kalau dibandingkan dengan kekuasaan, kekayaan dan kebesaran Allah Tuhan Yang Maha Menguasai Kehidupan.

Pada waktunya tiba, semua itu harus kita tinggalkan untuk menghadap kepada Tuhan. Tidak ada cara untuk menghadapinya, selain keikhlasan, kebersihan, kesucian dan kepasrahan hati. Tidak ada bekal untuk menghadap-Nya selain amal ibadah dan kesucian diri. Itulah ketentuan yang sudah ditetapkan di setiap pundak manusia. Karena setiap yang bernyawa akan merasakan mati, setiap yang berjiwa akan merasakan mati, maka lebih baik mempersiapkan diri dengan keikhlasan, kesucian dan kepasrahan untuk menghadapinya. SEMOGA BERMANFAAT.

Ditulis untuk mengenang berpulangnya ke Rahmatullah ayah kami tercinta Bpk. Salam Siswo Sugiarto, pada Tanggal 10 Mei 2008 di Yogyakarta. Selamat beristirahat ayah, di kediaman yang dinaungi kemuliaan Allah SWT.

***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo.

SELAMAT JALAN BAPAK

Thursday, May 22nd, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Tanggal sepuluh bulan lima tahun duaribu delapan, Seperti mimpi yang tak ingin terjadi, Tiba-tiba lemas seluruh sendi-sendi tulang ragaku, Tenggorokanku tersekat dan lidahku kelu tak bisa berucap, Hanya gumam lirih Inna lillahi wa inna illaihi raji’un, Mengantar berpulangnya bapak menghadap Illahi.

Kini waktu tak lagi menyatukan raga kita, Namun bapak tetaplah sosok istimewa dalam hidupku, Seorang guru sejati yang tak ada penggantinya, Karena dengannya aku pertama mengenal dunia, Dengannya aku belajar mengukir kata, Dengannya aku berhasil menjejakan kaki di dunia.

Ia seorang guru sejati yang teguh dalam akidah, Sosok pejuang keras dengan pikiran dan keringatnya, Tak pernah lelah mengabdikan hidup untuk kebajikan, Dengan keteladanan dan kasih sayang sebagai pelanginya, Dengan kebijaksanaan dan kerendahan hati sebagai bajunya, Ia telah mewarnai hatiku dan mewarnai dunianya.

Kepergianmu adalah kehilangan mendalam bagiku, Tak ada yang dapat menggantikanmu dalam hatiku, Kepualangmu adalah kepedihan mendalam bagiku, Namun keikhlasanlah yang dapat mengantarmu, Selamat jalan untuk bertemu dengan kekasih-Mu, Doa-doa kami yang akan selalu menemanimu.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, Engkaulah tempat kembalinya semua kehidupan, Terimalah berpulangnya ayah kami dalam haribaan-MU,Yang kembali dengan kesucian dan keberhasihan hati, Sayangilah dia seperti ia mengasihi kami selama ini.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,Ampunilah segala kesalahannya, Terimalah Iman dan Islamnya, Jadikan amal kebaikan sebagai bekalnya,Dan tempatkanlah Ia dalam kediaman yang dinaungi kemuliaan-Mu.

Ditulis untuk mengenang berpulangnya ayah kami Bpk. Salam Siswosugiarto Kepangkuan Illahi Pada Tanggal 10 Mei 2008 di Yogyakarta.

UCAPAN TERIMAKASIH

Thursday, May 22nd, 2008

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un

Dengan tulus dan kerendahan hati, perkenankanlah kami sekeluarga mengucapkan TERIMAKASIH atas segala perhatian, doa dan bantuan yang telah diberikan oleh bapak/ibu dan rekan-rekan semuanya, atas berpulangnya ke Rahmatullah ayahanda kami tercinta:

 Bpk. Salam Siswosugiarto

Sabtu, 10 Mei 2008 pkl. 13.00 WIB di RS Bethesda Yogyakarta, dalam usia 74 tahun, Dimakamkan Minggu, 11 Mei 2008 Pkl. 11.00 WIB di Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.

Semoga segala perhatian, bantuan dan doa yang telah diberikan oleh bapak/ibu dan rekan-rekan semuanya baik kepada almarhum ayah kami maupun kepada kami sekeluarga dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadi amal ibadah bagi rekan-rekan semuanya sehingga mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT. Amien.

Wassalam, Eko Jalu Santoso dan Keluarga

SEKALI HIDUP, JADILAH BERARTI

Monday, May 5th, 2008

“ Hidup adalah bertindak, mencipta, berkarya dan berbagi kebaikan untuk sesama. Karena hidup adalah pengabdian dan tanggungjawab kepada Tuhan. Sekali hidup, jadikanlah itu berarti bagi sesama kehidupan dan dunia.” – Eko Jalu Santoso, Motivasi Indonesia

Banyak orang yang hidup di dunia hanya sibuk dengan urusannya sendiri, kemudian menghabiskan waktu kehidupan tanpa dikenal dan akhirnya lama kelamaan hilang ditelan sejarah kehidupan, tanpa dikenang. Namun tidak sedikit pula orang yang namanya harum dikenang dalam sejarah kehidupan, karena hidupnya sangat berarti bagi orang lain. Anda mau memilih hidup yang mana ?

“Sekali hidup, jadikanlah itu berarti bagi sesama kehidupan dan dunia”. SEMOGA BERMANFAAT.