Archive for March, 2008

BISNIS UNTUK MEMPERKAYA HARTA & JIWA

Friday, March 28th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

“Barangsiapa yang menjadikan dunia ini sebagai satu-satunya tujuan akhir (yang utama), niscaya Allah akan menyibukkan dia dengan (urusan dunia itu) dan Allah akan membuatnya miskin seketika, dan ia akan tercatat (ditakdirkan) merana di dunia ini. Tetapi barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan akhirnya, Allah akan mengumpulkan teman-teman untuknya dan Allah akan membuat hatinya kaya dan dunia akan takluk dan menyerah kepadanya.”

- Al-Hadist -

Setiap orang yang bekerja atau menjalankan bisnis tentu sudah memiliki mimpi-mimpi yang menjadi tujuan hidupnya. Sebagian dari mereka memiliki visi atau tujuan yang jauh kedepan berdasarkan nilai-nilai suara hati nuraninya, sedangkan yang lain hanya berkeinginan menjadi seorang wirausahawan terkenal dan kaya raya. Bagi mereka yang berbisnis dengan hati nurani, menjadi wirausahawan kaya raya bukanlah menjadi tujuan akhirnya. Memiliki kekayaan berlimpah bukanlah tujuan utamanya, melainkan sebagai sarana untuk memperbanyak kebaikan dan memperkaya jiwanya.

Keuntungan atau “profit” adalah penting dalam berbisnis, meski demikian keuntungan bukanlah tujuan akhirnya. Karena keuntungan dipandang sebagai sarana memberikan manfaat bagi orang lain sebanyak-banyaknya. Dengan kata lain mereka memiliki keinginan memperkaya harta dan memperkaya jiwanya secara seimbang. Karena berbisnis adalah bagian dari ibadah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa nantinya.

Dalam Bisnis, keuntungan atau “profit” adalah darah bagi kehidupan usaha tersebut. Maka, hampir semua pelaku usaha sepakat bahwa keuntungan adalah hal yang harus diperjuangkan demi pertumbuhan usahanya. Bagi mereka yang hanya dimotivasi oleh kepentingan materialisme, maka dalam berbisnis lebih mengedepankan nilai-nilai materialisme, mendahulukan kepentingan keuntungan harta yang sebanyak-banyaknya. Akibatnya banyak pelaku bisnis yang rela melakukan berbagai terobosan baru, menempuh cara-cara yang kurang terpuji, mempercayai mistis demi keuntungan uang semata.

Seringkali mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya nilai keuntungan itu bukan semata-mata diukur dari besarnya uang yang dibukukan. Mereka, cenderung melakukan berbagai cara asalkan dapat mendatangkan materi kekayaan bagi hidupnya. Akibatnya mereka mudah mengabaikan nilai-nilai spiritual dalam hatinya, demi meraih keuntungan bisnisnya. Inilah yang menjadikan banyak orang kehilangan makna kesuksesan yang diperolehnya. Keberhasilan usaha dan harta yang dimilikinya tidak memberikan nilai tambah bagi kemuliaan dan kebahagiaan tertinggi hidupnya.

Mereka begitu sibuknya mencari berbagai cara dan alternatif demi memaksimalkan pendapatan dan keuntungan perusahaan. Bahkan tidak sedikit yang tanpa disadarinya telah dikuasai dan dikendalikan oleh kepentingan materi ini, hingga mengabaikan nilai-nilai spiritualitas kebenaran. Secara kasat mata kita juga dapat melihat kebanyakan orang-orang yang tenggelam dengan penyelewengan dan penipuan dalam dunia bisnis adalah orang-orang yang terlena dengan kekayaan harta, sehingga mereka mengabaikan nilai-nilai spiritual dalam hatinya. Mereka ini menjadi manusia yang begitu mendewakan harta kekayaan dan men-Tuhankan harta kekayaan.

Bisnis sesungguhnya memiliki bentangan makna yang luas, bukan semata-mata dinilai dari keuntungan uang, namun ada makna yang lebih tinggi dari keuntungan materi. Karenanya dalam berbisnis selain untuk meraih kesejahteraan materi, sebaiknya mempertimbangkan agar Bisnis yang kita lakukan, produk yang kita hasilkan dapat memberikan kontribusi kebaikan dan manfaat bagi orang lain sebesar-besarnya. Dengan demikian, berbisnis akan selalu mempertimbangkan nilai-nilai etika, moralitas dan hati nurani.

Menurut Henry David Thoreau, “A man is rich in proportion to the things he can afford to let alone. – Seseorang yang mampu hidup sederhana, maka ia tidak akan pernah merasa kekurangan.” Maknanya, kita perlu mengembangkan budaya positif dalam berbisnis, bukan hanya berorientasi pada kekayaan dan hidup kemewahan, melainkan berorientasi pada manfaat kebaikan bagi banyak orang lain. Seperti apa yang sudah dilakukan oleh Waren Buffet misalnya, perlu menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Meski ia dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan total kekayaan mencapai 62 milliar dollar AS menurut majalah Forbes, ia tetap hidup sederhana di rumah yang dibelinya sejak tahun 1958 dengan harga 31 ribu dollar AS. Ia bahkan lebih senang menyumbangkan harta kekayaannya untuk kepentingan sosial kemanusiaan melalui Yayasan sosial. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 30,7 milliar dollar AS dan tercatat sebagai penyumbang tertinggi dalam sejarah.

Demikianlah bahwa bisnis, sesungguhnya merupakan panggilan mulia dalam kehidupan. Karena Bisnis dapat menjadi jalan bagi seseorang untuk memperkaya harta kekayaan dan menggunakannya untuk memperbanyak kebaikan bagi orang lain. Bisnis dapat menjadi jalan memperoleh makna kehidupan dan kebahagiaan sejati melebihi nilai-nilai materialisme. Berbisnis dapat menjadi bagian dari ibadah dan bentuk pengabdian kita kepada Tuhan, kalau dijalankan dengan mengedepankan nilai-nilai spiritualitas kebenaran. Bisnis adalah bagian dari melayani orang lain dan harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa nantinya.

Mereka yang berbisnis dengan berorientasi pada manfaat kebaikan bagi orang lain, menjadikan usahanya adalah jalan untuk meraih keberkahan hidup. Dengan demikian tidak mudah dikendalikan oleh nafsu kekayaan berlebihan, tidak serakah dan tamak akan harta kekayaan dan kekuasaan berlebihan. Meskipun mungkin dapat hidup serba mewah dan modern dengan keuntungan usaha yang diperolehnya, namun tetap menjalani hidup sederhana dan lebih senang memberikan manfaat kebaikan kepada banyak orang. Hidup sederhana bukan berarti tidak memanfaatkan segala fasilitas yang memungkinkan kita lebih maju, melainkan hidup hemat, tidak boros atau berlebih-lebihan dan memiliki kepedulian yang tinggi kepada orang lain yang membutuhkan. SEMOGA BERMANFAAT.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia (motivasiindonesia@yahoogroups.com) dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution”, keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.

ILMU YANG DIAMALKAN

Tuesday, March 25th, 2008

”Tuntutlah ilmu dari masa buaian sampai menjelang masuk liang kubur.” – Al-Hadits –

”Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap Muslim.” -Al-Hadits –

”Siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu maka ia berjuang fisabilillah hingga kembali ke rumahnya.” – Al-Hadits –

”Tidak boleh hasud (iri) kepada orang lain kecuali kepada orang yang diberi kekayaan oleh Allah, kemudian ia menggunakannya untuk membela kebenaran dan kepada orang yang diberi ilmu tatkala ilmunya diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.” – Al-Hadits -

Dari beberapa hadits tersebut diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa belajar atau menuntut ilmu sangatlah penting bagi kesuksesan dalam kehidupan kita. Begitu istimewanya orang yang belajar dan menuntut ilmu sampai diperbolehkan Rasulullah untuk iri kepada mereka. Padahal kita tahu bahwa iri adalah salah satu perbuatan yang dilarang. Namun dalam kasus orang yang menunutu ilmu pengetahuan dan mengamalkan atau mengajarkannya untuk memberikan manfaat bagi orang lain, kita dibolehkan untuk iri kepadanya.

Menuntut ilmu artinya mengembangkan kemampuan nalar atau akal pikiran yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada kita. Dapat dilakukan melalui sekolah atau pendidikan formal yang utamanya untuk mengembangkan kemampaun berpikir atau IQ, maupun melalui berbagai sarana dan media pembelajaran lainnya untuk saling melengkapinya. Bahkan begitu pentingnya, Rasulullah memerintahkan untuk menuntut ilmu sampai ke negeri Cina. Ini merupakan indikasi nyata bahwa pentingnya menuntut ilmu pengetahuan. Kalau kita pahami, tentu belajar ke Cina bukanlah belajar tafsir atau agama, pasti adalah belajar dalam ilmu pengetahuan, teknologi, industri, dan perdagangan.

Maka, janganlah lelah apalagi merasa ragu untuk terus menuntut ilmu, sahabatku. Belajar itu tidak ada batas waktunya, teruslah mengembangkan diri melalui continues learning. Baik menuntut ilmu melalui pendidikan formal atau sekolah, maupun melalui sarana lain termasuk milis Motivasi Indonesia ini. Karena dengan ilmu pengetahuan yang tinggi akan menjadikan kita bijak dalam bertutur kata, pandai dalam berpikir dan mulia dalam bertindak untuk memberikan manfaat semakin luas bagi kehidupan manusia dan peradaban dunia. Dengan demikian ukuran kesuksesan orang dalam belajar, sekolah ataupun menuntut ilmu sesungguhnya bukanlah pada ukuran jabatan duniawi yang akan diperolehnya. Bukan pada kekayaan harta yang akan dimilikinya. Melainkan yang utama adalah pada manfaat ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk memberikan kemaslahatan bagi umat dan bangsa. Memberikan manfaat bagi semakin banyak orang lain.

Meskipun melalui sarana dan media milis seperti ini sekalipun, gunakalah untuk terus belajar dan mengasah diri bertumbuh lebih baik setiap hari. Dan yang penting, janganlah segan untuk berbagi dan mengamalkan ilmu yang kita peroleh untuk kebaikan sesame kehidupan. Ilmu yang diamalkan itulah yang akan memberikan manfaat dan kelimpahan hidup kita. Selamat belajar menunut ilmu dan berbagi mengamalkannya bagi sesama kehidupan. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Motivasi Sukses Dan Mulia,

KESEIMBANGAN HIDUP

Thursday, March 13th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Kalau mencermati realitas kehidupan yang terjadi dewasa ini, adalah sebuah paradoks bahwa bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang mayoritas penduduknya beragama, namun memiliki kedisiplinan yang sangat rendah diandingkan Negara tetangganya. Adalah sebuah paradoks, ketika masyarakat bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang taat beribadah, tempat-tempat ibadah agama selalu dipenuhi oleh jamaah, tetapi korupsinya dikenal sangat tinggi dan melebihi Negara tetangganya. Adalah sebuah paradoks, dimana Negara Indonesia dikenal dengan kekayaan sumber alamnya, tetapi masih banyak rakyatnya yang hidup dalam garis kemiskinan dan semakin sulit memenuhi kebutuhan pokoknya.

Dimana letak permasalahannya ? Menurut pendapat saya, salah satunya adalah masih banyaknya orang-orang yang mengartikan ibadah secara sempit belaka. Ibadah masih diartikan hanya sebatas kegiatan ritual keagamaan yang dilakukan di tempat-tempat ibadah semata. Nilai-nilai spiritualitas keyakinan keimanannya hanya didengungkan di tempat-tempat ibadah, sehingga begitu berada di luar tempat ibadah dan memasuki dunia kerja dan bisnis jauh dari nilai-nilai ibadah dan nilai-nilai spiritual. Ibadah hanya dianggap sebagai hubungan vertikal kepada Allah SWT saja, sehingga ketika berhubungan dengan orang lain melupakan nilai hubungan sosial yang tersalur lewat kehidupan kemasyarakatan.

Disnilah letaknya, perlunya kesadaran dari diri kita sendiri untuk menjalani keseimbangan hidup, baik untuk urusan duniawi maupun urusan ukhrawi. Artinya mampu mensinergikan antara nilai-nilai spiritualitas, ajaran-ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam karier, Bisnis maupun lainnya. Mampu membawa ajaran-ajaran agama atau nilai-nilai spiritualitas kedalam permasalahan kehidupan dunia, seperti dalam pekerjaan dan Bisnis.

Artinya seseorang yang memiliki keyakinan keimanan kepada Allah, ibadah dan keyakinan nilai-nilai spiritualitasnya selain untuk menunaikan kewajiban mengejar pahala akhirat kepada Allah swt, juga harus memberi makna bagi pahala dunia, yakni mengajarkan hidup bersih, hidup disiplin dan tidak tamak dan rakus. Ibadah yang dilakukannya selain berharap rahmat, ampunan, dan surga-Nya, juga harus memberi manfaat secara langsung kepada dirinya dan kepada masyarakt lingkungannya. Daslam melaksanakan pekerjaan dan Bisnis, selalu dilandasi oleh nilai-nilai keyakinan keimanan, sehingga tidak mudah dibelokkan oleh nafsu dan geo pribadi. Ibadah mampu menjadikan diri kita memiliki kepribadian unggul,memiliki sikap empati, dan punya kepedulian sosial tinggi.

Inilah sosok pribadi yang unggul yang dewasa ini sangat diperlukan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Mereka yang memiliki keyakinan keimanan kepada Tuhan, taat melaksanakan kewajiban ibadah kepada Allah SWT, dan juga konsisten menerapkan nilai-nilai keimanan dan nilai ibadahnya dalam kegiatannya mencari kehidupan dunia. Kegiatannya dalam kehidupan dunia, sebagai professional, eksekutif, pelaku usaha atau bidang lainnya adalah perluasan dari tujuan mulia hidupnya hanya untuk mengabdi kepada Tuhan. Pribadi yang mampu mengendalikan nafsu dan ego pribadinya, mengedepankan nilai-nilai kejujuran, disiplin, keadilan, juga peka terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan. Kehadirannya dapat memberikan rahmat dan manfaat kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya.

Dari mana memulainya ? Tentunya dari diri kita masing-masing. Semoga kita semua dapat mencapainya. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Motivasi Sukses Mulia,

BERTUMBUH SETIAP HARI

Tuesday, March 11th, 2008

Oleh Eko Jalu Santoso

Meskipun dalam beberapa hari ini kita menghadapi kemacetan yang semakin parah di jalan-jalan raya di Jakarta, karena sudah tidak diperbolehkan lagi menggunakan jalur busway (teman kantor saya bilang jalur busway ternyata lebar ya, karena begitu kita nggak boleh pakai, pengaruh macetnya luar biasa), meskipun mungkin Anda dalam hari-hari ini dihadapkan pada berbagai problem dan masalah, apakah masalah urusan pribadi, kantor, keluarga maupun lainnya, tetapi semua itu tidak boleh mengendorkan semangat kita untuk terus bertumbuh lebih baik. Semua itu tidak boleh menyurutkan semangat kita untuk meningkatkan kualitas diri berkembang lebih baik lagi setiap hari.


Bagaimana dapat bertumbuh lebih baik setiap hari di tengah situasi yang tidak menentu ini ? Semua itu sesungguhnya tergantung dari bagaimana mengelola hati dan pikiran kita. Sesungguhnya setiap orang memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan dirinya menjadi lebih baik lagi, terus bertumbuh lebih baik lagi dengan mau berpikir positif menghadapi setiap tantangan yang datang. Mau berpikir positif, optimis menghadapi tantangan dan mau terus belajar dan belajar lebih baik lagi.


Yang terpenting buanglah jauh kamus frustasi, putus asa, kecewa, marah ketika sedang menghadapi situasi yang kurang menguntungkan atau masalah yang menyulitkan. Tetaplah optimis dalam setiap keadaan yang datang, meskipun hal itu mungkin keadaan yang bukan kita harapkan. Karena hidup memang tidak selalu menghadirkan keadaan yang sesuai dengan harapan.Hadapilah selalu hari-harimu dengan optimis dengan memulai langkah-langkah untuk bertumbuh lebih baik lagi.


Bukankah Muhammad Rasulullah selalu mengajarkan kepada kita bahwa orang yang hidupnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin adalah orang yang bangkrut, orang yang hidupnya hari ini sama dengan kemarin adalah orang yang merugi dan orang yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung (tentu hal ini bukan hanya berhubungan dengan amalan semata, tetapi juga dalam kehidupan dunia). Maka fokuskan energi dan pikiran Anda hari ini untuk bertumbuh lebih baik mencapai impian Anda. Dengan kata lain kerjakan dan intensifkan faktor-faktor pendukung mayoritas yang semakin menumbuhkan kualitas diri anda dan mendekatkan diri pada tujuan hidup lebih baik..


Menurut para ahli, salah satu faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan diri kita menjadi lebih baik adalah, pahami kekurangan Anda dan dedikasikan diri Anda untuk mau terus belajar memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan diri. Dengan kemampuan yang lebih baik, kita pasti akan dapat melaksanakan pekerjaan, bisnis, maupun tugas lainnya dengan lebih baik untuk mencapai kualitas hidup lebih baik. Dengan terus belajar kita dapat mengoptimalkan potensi tak terbatas yang ada dalam diri kita, yang dapat mendukung pencapaian kecemerlangan hidup kita.


Misalnya, setiap hari kita belajar meningkatkan kemampuan personal (kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual) kita sebesar 0.3% saja, dalam satu bulan sudah 9% meningkat kemampuan personal kita. Dalam satu tahun, dua tahun, tiga tahun dan seterusnya Anda dapat menghitungnya sendiri berapa peningkatkan kemampuan personal kita. Kalau hal itu dilakukan secara terus menerus, maka pencapaian akumulatifnya tentu akan luar biasa, meningkatkan kemampuan personal kita menjadi sangat tak terbatas. Karena sesungguhnya dalam diri kita ini sudah tersimpan potensi kemampuan yang tak terbatas. Tinggal bagaimana kita mengekplorasinya.


Anehnya, masih saja ada orang-orang yang ketika menemui kegagalan, menghadapi kesulitan, menemukan masalah dan problem kehidupan, kemudian kecewa, bersedih, marah, depresi dan frustasi hingga lebih terpuruk lagi. Kalau saja mereka ini menyadari akan potensi kekuatan yang ada dalam dirinya, tentu akan mampu menghadapi setiap tantangan ini. Kalau saja mereka ini mau belajar dan terus belajar mengembangkan kualitas kemampuan dirinya setiap hari, akan dapat membangun sesuatu yang dapat diwariskan bagi generasi mendatang.


Belajar dapat dilakukan melalui berbagai media dan cara, misalnya belajar dari buku, mendengarkan radio, dari artikel di milis Motivasi Indonesia atau milis lainnya, melalui seminar, majalah, internet, kursus, training, berdiskusi dengan teman-teman yang memiliki semangat positif tinggi dan lain sebagiainya. Di era informasi dan abad digital ini banyak sekali kemudahan yang bisa menjadikan diri kita bertumbuh dan bertumbuh belajar setiap hari. 

Kuncinya teruslah mengarahkan hati dan pikiran untuk belajar meningkatkan kemampuan personal dan profesional diri kita. Kemudian belajarlah menerapkan ide dan pikiran Anda dalam tindakan-tindakan yang positif dan lebih baik setiap hari. Tanamkan keyakinan dalam hati dan pikiran bahwa bertumbuh lebih baik setiap hari (sekecil apapun itu), pasti berpengaruh bagi masa depan Anda. SEMOGA BERMANFAAT.


Salam Motivasi Indonesia.

MENULIS ITU MUDAH

Thursday, March 6th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso


“Saya sebenarnya ingin menulis, bahkan dalam benak pikiran saya sudah ada banyak materi yang ingin dituangkan dalam tulisan, tapi begitu berada di depan komputer kok ya susah menuangkan kata-kata itu ke dalam tulisan”, demikian seringkali yang kita dengar dari teman-teman di sekitar kita mengenai kesulitannya dalam menuangkan kata-kata lewat tulisan. Padahal sarana untuk menulis sudah tersedia dihadapan kita, tetapi rasanya ide-ide dalam benak pikiran menjadi menguap begitu saja saat hendak menuliskannya. Pernahkah Anda juga mengalami hal yang demikian ?


Manfaat menulis sudah diketahui oleh banyak orang, khususnya dalam hubungannya dengan karier, pekerjaan, bisnis dan kesuksesan seseorang. Namun disisi lain, menurut Dr, Stephen D. Krashen seorang pakar linguistik, menulis juga dapat menjadi sarana memecahkan problem-problem yang sedang kita hadapi dalam kehidupan. Bahkan menulis dapat menjadi sarana ampuh untuk penyembuhan penyakit yang menyangkut beban psikologis dan kejiwaan. Karena dengan menulis seseorang dapat mengungkapkan segala sesuatu yang ada ada dan sangat mendesak dalam pikirannya, hingga beban psikologisnya menjadi berkurang.


Meskipun manfaat menulis sudah diketahui dan keinginan menulis juga sudah dimiliki, namun kenyataannya hanya sedikit saja yang dapat merealisasikan keinginannya. Salam satu contohnya dari ribuan member milis Motivasi Indonesia, bisa dihitung dengan jari yang sering menuangkan ide dan pikirannya melalui tulisan dalam milis ini. Padahal milis dapat menjadi sarana paling mudah dan murah dalam belajar menuangkan ide dan pikiran melalui tulisan. Meskipun demikian, kita menyadari tentu ada banyak alasan yang menjadikan banyak orang mengalami kesulitan atau enaggan menuangkan idenya melalui tulisan dalam milis. Kita tidak sedang membahas alasan-alasan itu, melainkan ingin berbagi tips sederhana agar menulis menjadi mudah bagi Anda.


1. Membaca dan Membaca

Membaca itu memperkaya ide dan memperbanyak perbendaharaan kosakata yang ada dalam pikiran kita. Sedangkan menulis adalah kegiatan menuangkan ide dan mengeluarkan kosa kata dalam benak pikiran kita. Maka mulailah dnegan banyak membaca dan membaca, apa saja yang anda sukai untuk dibaca. Dengan demikian semakin banyak membaca, semakin banyak ide dan semakin banyak perbendaharaan kosakata, sehingga semakin mudah menuangkannya dalam tulisan.


2. Mulai Dari Pengalaman Diri

Kita pasti memiliki pengalaman hidup, apakah pengalaman masa kecil, pengalaman masa muda, pengalaman dalam berorganisasi, dalam pekerjaan dan lain sebagainya. Apakah pengalaman menyenangkan, menyedihkan, menjengkelkan atau pengalaman yang tidak mudah dilupakan, misalnya. Itu semua dapat menjadi sumber ide paling dekat dan tidak pernah ada habisnya.


Mulailah dengan menuangkan pengalaman itu ke dalam tulisan. Agar dapat memermudah dan memperlancar dalam menuliskannya, anda dapat memulai dengan menggunakan kata ganti orang pertama dengan saya atau aku dalam tulisan anda.


3. Mulailah Dari Hal-Hal Kecil Yang Anda Temui

Setiap hari kita pasti dihadapkan dengan berbagai hal-hal kecil maupun besar dalam kehidupan kita.Misalnya mulai dari berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti kemacetan di Jakarta, masalah di kantor, hubungan dengan teman-teman, sampai meningkatnya harga barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari, atau bahkan kelucuan perkembangan anak balita anda, misalnya. Itu semua dapat menjadi sumber ide dalam memulia tulisan anda. Maka mulailah menuangkannya dari hal-hal kecil yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari tersebut.


4. Temukan Sudut Pandang Berbeda

Dalam melihat sebuah peristiwa, mengalami suatu masalah, menemui suatu kejadian, setiap orang dapat memiliki pemahaman dan perspektif yang berbeda-beda. Cobalah menuliskannya dengan sudut pandang yang berbeda. Jangan menulis dengan sudut pandang yang sama dengan orang lain. Temukan sisi lain yang unik dan berbeda dari masalah dan kejadian tersebut, maka tulisan anda akan menjadi menarik dan menggelitik. Hasilnya adalah sebuah tulisan yang berbeda dengan cara pandang orang lain.


5. Menulis Dengan Hati

Menulis dapat dimulai dengan sesuatu yang ada dalam hati anda dan ingin anda sampaikan dari hati anda. Tulisan yang berasal dari hati akan lebih mengalir dan memiliki pembahasan yang mendalam, karena anda benar-benar menjiwainya. Tulisan yang lahir dari hati dapat membangkitkan minat dan ketertarikan orang lain terhadap topik yang kita sampaikan.


6. Koreksi Kembali

Yang penting berani dulu menuangkan ide-ide anda dalam tulisan. Jangan takut salah dalam menuliskan ide dan pikrian anda. Biarkan saja ia mengalir lewat sentuhan jari-jari anda melalui komputer. Barulah setelah tulisan selesai, anda dapat membaca ulang dan melakukan koreksi, apakah sudah benar sesuai dengan yang ingin anda sampaikan atau masih ada yang perlu ditambahkan dan dikurangi. Lakukanlah perbaikan seperlunya, baru kemudian dapat adan kirimkan dan publikasikan, apakah melalui milis ini, melalui sarana-sarana lainnya.


Saya yakin ada banyak tips-tips dalam memudahkan menulis, ini hanyalah sebagian diantaranya. Semoga hal ini menajdikan anda lebih mudah dan percaya diri dalam memulai tulisan. Selamat menulis, semoga bermanfaat.


*** Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani”, keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo

MEREKA BUTUH KEPEDULIAN

Monday, March 3rd, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Sahabat, engkau yang memiliki hati penyayang, Buka matamu dan tajamkan mata hatimu, Bentangkan empati dan tinggalkanlah egomu, Engkau akan temukan berjuta manusia di luar sana, Yang hidup dalam kesulitan dan kemiskinan.

Bukan kemauan mereka hidup papa dalam kemiskinan, Bukan kehendak mereka berada dalam kesulitan, Dunialah yang menghempaskan mereka di sudut-sudut jalan, Tergilas oleh peradaban kemajuan jaman, Tenggelam dalam perputaran roda waktu kehidupan, Terpinggirkan di tengah-tengah laju pembangunan.

Kita dan mereka adalah sama di hadapan Tuhan, Kehidupan yang membuat mereka berbeda dengan kita, Dunia yang memisahkan mereka yang hidup papa dan orang yang berada, Kehidupan yang mengkotak-kotakan mereka dengan lainnya, Mereka butuh kepedulian kita bersama.

Mungkin engkau telah memberi seribu, sepuluh ribu atau seratus ribu, Tapi itu belum berarti apa-apa bagi perubahan hidup mereka, Itu tidak akan mengubah nasib hidup mereka, Mereka tetap miskin dan terpinggirkan dalam kisaran peradaban, Karena bukan sekedar uang belas kasihan yang mereka butuhkan.

Mereka butuh kepeduliaan kita, Dengan dukungan dan pembinaan usaha, Agar mereka dapat mandiri berusaha, Berdiri tegak dalam kehidupan yang setara, Karena mereka dan kita sama dihadapanNYA, Karena miskin sesunguhnya bukanlah takdir Yang Kuasa

Mereka butuh kepedulian kita, Bukan sekedar uluran uang belas kasihan, Tetapi dengan semangat dan kepedulian sesama, Maka bentangkanlah empatimu dan tinggalkanlah egomu, Luangkan sebagian waktu, harta dan pikiranmu, Berikanlah semangat dan kasih sayangmu, Agar mereka dapat mandiri berusaha, Berani menatap masa depan kehidupannya.

Salam Motivasi Indonesia,