Archive for February, 2008

BERANI KAYA, BERANI MULIA

Thursday, February 28th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Sahabat, ada sebuah kisah menarik tentang seseorang yang bermimpi melihat Malik bin Dinar sedang berlomba-lomba dengan Muhammad bin Wasi’ menuju surga. Ia menyaksikan bahwa Muhammad bin Wasi` akhirnya dapat mendahului Malik bin Dinar untuk sampai di surga. Orang itu kemudian bertanya mengapa demikian kejadiannya, karena menurut perkiraannya Malik bin Dinar bakal menang, karena ia dikenal sebagai seorang yang arif. Kaum salihin menjawab bahwa ketika meninggal dunia Muhammad bin Wasi’ hanya meninggalkan sepotong pakaian, sedangkan Malik meninggalkan dua potong pakaian.

Kisah diatas adalah ilustrasi yang penuh Hikmah mendalam. Apalagi kalau dihubungkan dengan kehidupan modern dewasa ini yang cenderung mengedepankan nilai-nilai materialisme. Banyak orang berlomba-lomba mengejar kehidupan dunia, menumpuk harta kekayaan dan melalikan kepentiongan-kepentingan kehidupan yang panjang selanjutnya. Pakain dalam kisah diatas tentunya hanyalah ilustrasi tentang asesories kehidupan dunia, kekayaan, kemewahan dan materiaslisme. Maknanya kita perlu memahami dengan benar tentang hakekat kekayaan dan tujuan tertinggi kehidupan sehingga apa yang kita perjuangkan dalam meraih kesuksesan dan kekayaan dapat meninggikan kemulian hidup kita. Apa yang kita perjuangkan dalam kehidupan dapat menjadi sarana bagi bekal utama kita masuk surga, bukannya malah menjadi penghambat masuk surga.

Apa yang dapat kita renungkan dari kisah tersebut diatas ?

1. Jangan Menjadikan Kekayaan Sebagai Tujuan Akhir.

Kesuksesan dan kekayaan pantas untuk kita perjuangakan dalam kehidupan ini. Karena sesunguhnya dengan kekayaan harta dapat emnjadikan seseorang meraih lebih banyak kebaikan bagi bekal kehidupan selanjutnya. Dengan demikian bekerja keras untuk mencari kesejahteraan kehidupan dunia adalah hal yang mulia. Menjalankan Bisnis atau berdagang untuk meraih kekayaan dan kesejahteraan hidup di dunia adalah hal yang baik. Tetapi perlu dipahami bahwa kekayaan bukanlah tujuan akhir. Jangan menjadikan kekayaan harta sebagai tujuan akhir yang ingin kita raih. Karena sebaik-baik urusan dunia adalah yang dapat menjadi sarana menuju kebaikan akhirat. Artinya kekayaan yang yang kita perjuangkan dalam kehidupan hanyalah sarana untuk meraih banyak kebaikan. Sebagai sarana untuk memperbanyak amal kebaikan dan menolong sesama kehidupan.

Kalau seorang yang dikenal arif bijaksana seperti Malik bin Dinar saja dapat tertinggal hanya karena pakaian, lalu bagaimana dengan kita semua yang hidup di era konsumtif dan senang menumpuk harta kekayaan ini ?. Ingatlah tidak pernah merasa cukup orang yang hidupnya hanya mengejar dunia. Harta kekayaan yang bermanfaat sesungguhnya bukan seberapa yang kita miliki, melainkan seberapa banyak harta yang kita gunakan untuk kebaikan di jalan Allah swt.

2. Kesederhanaan Adalah Kemuliaan.

Konosuke Matsuhita adalah seorang pendiri group Bisnis raksasa Matsushita. Meskipun sudah meriah sukses luar biasa dan berkelimpahan harta, namun ia tetap hidup sederhana, senang mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan, menulis puluhan buku dan menyumbangkan ratusan juta dollar harta kekayaannya untuk kegiatan kemanusiaan. Warren Buffet adalah mahaguru di dunia saham. Meskipun tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia, ia tetap hidup sederhana dan bahkan menyumbangkan hamper 80 persen harta kekayaannya untuk kegiatan kemanusiaan. Apa sesungguhnya yang menjadi motif Bisnis mereka ? Apakah ingin mencari kekayaan dan hidup berkemewahan ? Kalau mempelajari dari kisah hidup mereka, sesungguhnya bukanlah kekayaan dan kemewahan yang menjadi otivasi hidupnya, melainkan kesederhanaan, mereka hanyalah ingin berkarya dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi banyak orang.

Meskipun berhasil meraih kesuksesan dan kekayaan, namun kalau hal itu menjadikan kita selalu tenggelam dalam urusan keduniaan, hati kita selalu terikat pada dunia sehingga kita melalaikan hak-hak dan perintah-perintah Allah, itu adalah hidup yang tidak mulia. Yang terpuji adalah hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan dan banyak memberikan manfaat bagi kehidupan. Hidup berlebih-lebihan, hidup bermewah-mewahan membuat seseorang terlambat masuk surga.

3. Kekayaan Yang Utama Adalah Kekayaan Hati.

Untuk hidup berkelimpahan tidak harus kaya harta tetapi perlu kaya hati. Dengan demikian untuk mencapai hidup keberlimpahan tidak harus menungu kaya raya dulu. Banyak orang mengatakan bahwa saya harus kaya raya agar dapat banyak membantu orang lain. Mengapa membantu orang lain harus menunggu kaya dulu ? Toh banyak cara untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain. Kalau menunggu kaya raya dulu, kalau sudah kaya malahan lupa membantu orang lain. Bukankah banyak contoh yang demikian ini ?

Dengan kekayaan hati, kita dapat merasakan hidup berkelimpahan. Membantu orang lain tidak kawatir akan kekurangan karena dilakukan dengan ikhlas. Meskipun rejeki tidak banyak, kerana diperoleh dengan kejujuran maka menjadi berkah dan serba kecukupan. Orang yang kaya hati akan mudah peduli dengan sesame, senang membantu orang lain, hidup tenang dan merasakan kebahagiaan. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Motivasi Indonesia.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia (motivasiindonesia@yahoogroups.com) dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani”, keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.

YOUR LIFE IS IMPORTANT

Tuesday, February 19th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Mungkin keadaan yang datang dalam kehidupan kita hari ini tidak semudah yang kita harapkan. Mungkin apa yang kita impikan masih jauh dari jangkauan kita. Mungkin kesuksesan yang demikian dekat dan mudah diucapkan di mulut, tetapi realitasnya terasa begitu jauh dari harapan. Kehidupan memang tidak selalu menghadirkan keadaan sesuai dengan yang kita inginkan, tetapi yakinlah masa depan adalah gemilang. Apapun keadaan yang datang dalam kehidupan kita hari ini, tanamkan keyakinan dalam hati dan pikrian masa depan Anda adalah cemerlang.

Kita manusia diciptakan di muka bumi ini dengan segala kelebihan dan kesempurnaan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan segala kelebihannya, kehadiran kita memiliki tujuan mulia menjadi wakil Allah dalam memberikan kemajuan dan kesejahteraan bagi kehidupan dan alam semesta. Maka bercita-citalah yang tinggi dan berpikiran maju, karena setiap langkah kita di muka bumi ini haruslah langkah-langkah bagi kemajuan dan kesejahteraan. Ingatlah, jangan sekali-kali meremehkan kemampuan dalam diri kita. Karena sesungguhnya di dalam diri kita sudah tersimpan potensi luar biasa yang siap untuk dibangunkan. Maka temukanlah cara-cara untuk membangunkan kekuatan naga dalam diri kita, untuk menjadikan kehidupan Anda luar biasa.

Dalam diri setiap manusia, sudah memiliki sifat-sifat ingin menjadi manusia yang hebat, ingin menjadi pemimpin, ingin menjadi seorang yang mulia, ingin membantu banyak orang lain, ingin banyak berbuat kebaikan, ingin menegakkan keadilan, dll. Inilah hakekat suara hati manusia yang diberikan oleh Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang menjadi modal bagi keberhasilan dan kecermerlangan hidup Anda. Maka dengarkan suara-suara hati kita dan berani memperjuangkannya dalam kehidupan. Jadikanlah keinginan-keinginan suara hati Anda sebagai sumber energi dan motivasi dari dalam diri menuju kehidupan yang penuh potensi dan keagungan.

Hidup Anda terlalu penting untuk dibiarkan berlalu dengan kegiatan yang kurang penting. Jangan biarkan keadaan yang datang tidak sesuai harpan menjadi pembenaran bagi terbenamnya potensi dalam diri Anda. Karena Anda memiliki hak untuk menjadi luar biasa dan menggapai impian-impian besar Anda. Maka segeralah membangkitkan sumber energi dan potensi dalam diri Anda untuk mengambil hak Sukses Anda dalam kehidupan. Ingatlah bahwa Allah Yang Maha Mulia sudah membekali sumber sifat-sifat kemuliaan yang tertanam atau “built in” dalam hati kita. Dengarkan suara hati Anda dan gunakanlah sebagai sumber energi motivasi dalam kehidupan Anda. Pupuklah terus hingga menghasilkan dorongan kekuatan sekaligus motivasi yang maha dahsyat dari dalam diri.

Mulailah untuk membiasakan hati Anda bertanya kedalam diri, mengenali diri sendiri lebih dalam dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

Apakah tujuan tertinggi kehidupan Anda ?

Apakah impian besar yang ingin Anda raih dalam kehidupan Anda ?

Kehidupan seperti apakah yang ingin Anda wariskan dan dikenang oleh generasi setelah Anda ?

Temukan panggilan hati sesuai dengan suara hati terdalam dalam diri Anda. Perjuangkanlah itu sebagai sumber keberanian dan kekuatan dalam mencapai kesejatian diri Anda yang bernilai tinggi. Sadarilah bahwa kehidupan dunia ini menjadi sebuah kesempatan, amanah, sekaligus ujian yang penuh tantangan dan menggairahkan bagi diri kita. Ingatlah Allah Yang Maha Besar yang telah menciptakan Anda dengan sedemikian sempurnanya, ingin menjadikan hidup Anda adalah penting. Maka temukanlah panggilan hati Anda, kemudian perjuangkan dengan penuh keyakinan hati untuk meraih masa depan yang cemerlang.

Kekuatan suara hati akan mempengaruhi pikiran bawah sadar atau “unconcius mind” yang seringkali merupakan sebuah sugesti, sehingga melahirkan energi dahsyat yang sangat berguna sebagai penuntun meraih kecemerlangan dalam diri kita. Bangkitkan energi motivasi itu agar mengalir membakar semangat Anda. Ia ingin energi dan kreativitas yang bersumber dari suara hati itu mengalir mencari jalan untuk mencapai cita-cita tertinggi Anda. Ikutilah suara hati yang bersumber dari Tuhan Sang Maha Besar. Ekspresikan suara hati keagungan dalam kehidupan melalui tindakan nyata untuk mencapai cita-cita terbesar dalam diri Anda. Karena hidup Anda adalah penting. Hidup Anda dirancang untuk meraih kemenangan. Hidup Anda memiliki tujuan mensejahterakan kehidupan dan alam semesta ini. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Motivasi Indonesia.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia (motivasiindonesia@yahoogroups.com) dan Penulis buku “The Art of Life Revolution” dan buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani” keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.