Archive for November, 2007

Motivational Quote #006

Monday, November 26th, 2007

“Manusia yang bernilai tinggi bukan sekedar diukur dari kekayaan materi tetapi lebih penting lagi adalah kekayaan hati dan jiwanya. Karenanya seimbangkan hidup ini dengan berusaha keras dan cerdas dalam meraih kekayaan materi, tanpa melupakan kekayaan hati dan jiwa, agar menjadi manusia yang bernilai tinggi.” – Eko Jalu Santoso, Motivasi Indonesia -

POTENSI KUASA DALAM DIRI

Friday, November 23rd, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Sahabat Motivasi Indonesia yang baik. Semoga ketika sahabat sedang membaca tulisan ini, sahabat semuanya dalam keadaan kesehatan yang prima dan memiliki semangat istiqomah menjaga kejernihan hati dalam mengisi kehidupan ini.

Dua hal tersebut, yakni memiliki kesehatan prima dan tetap istiqomah dalam kejernihan hati adalah anugerah yang tak ternilai dari Allah S.W.T. untuk kita. Maka pantaslah kalau kemudian kita selalu mensyukurinya setiap hari. Keduanya adalah bekal yang sangat penting untuk menjalani kehidupan di dunia ini dalam meraih Sukses dan kemuliaan hidup.

Sahabat, hidup ini adalah panggilan mulia dari Allah Sang Pencipta Kehidupan. Karenanya Allah telah membekali setiap diri kita dengan berbagai karunia berupa bakat, keunikan, karakter dan kekuatan yang luar biasa agar dapat memenuhi amanah mulia kehidupan. setiap manusia sudah dibekali karunia istimewa dari Allah S.W.T, selain kekuatan fisik yang sempurna adalah berupa kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual dalam dirinya.

Ingatlah bahwa:

“setiap diri kita telah memiliki potensi kuasa energi dalam diri yang sangat luar biasa dan dapat digunakan untuk berperan besar dalam kehidupan dan bagi sesamanya.”

Sayangnya masih banyak diantara kita yang kurang menyadarinya, atau membiarkan saja potensi ini tertidur dalam diri kita atau masih setengah tertidur dalam diri kita. Akibatnya potensi kuasa atau kekuatan dalam diri ini tidak munculke permukaan dan tidak terberdayakan bagi kehidupan.

Marilah kita hidupkan terus berbagai potensi kuasa dalam diri kita, kita bangkitkan terus berbagai potensi energi dlama diri kita, kita tingkatkan terus modal kecerdasan dalam diri kita, agar dapat kita gunakan dalam kehidupan, bukan hanya untuk kepentingan diri kita pribadi, tetapi juga untuk kepentingan dapat berperan besar dalam kehidupan ini bagi sesama. Gunakan potensi yang kita miliki ini untuk dapat menciptakan peran besar kita sendiri bagi sejarah kehidupan ini.

Melalui berbagai kekuatan dan kecerdasan ini kita dapat menggali jati diri kita, memahami hakekat kehidupan ini dengan benar, mengerti siapa Tuhan kita yang sebenarnya dan memahami tujuan tertinggi kehadrian kita dalam kehidupan di dunia ini. Dengan demikian kita dapat memberdayakan potensi kekuatan dalam diri kita untuk memenuhi pangilan mulia memberikan manfaat bagi sesama dan kehidupan alam semesta ini.

“Siapapun kita saat ini, menjadi apapun kita saat ini, kalau mau menyalakan api motivasi dalam dirinya, menghidupkan potensi kekuatan dirinya, membangkitkan kekuatan energi dalam dirinya, akan dapat berperan besar dalam kehidupan bagi sesama.”

Marilah kita saling mempertautkan hati dan doa, saling berbagi dan mengingatkan dalam kebaikan dan menjadi pendamping bagi setiap orang agar mampu membangkitkan potensi kekuatan mulia dalam dirinya dan berperan besar bagi kehidupan sesama. SELAMAT BERBAGI UNTUK SESAMA.

Motivational Quote # 005

Thursday, November 22nd, 2007

“ Hidup adalah panggilan mulia. Jangan membiarkan waktu hidup kita terbuang untuk melakukan hal yang sia-sia. Lebih baik menggunakan waktu hidup untuk melakukan hal-hal yang positif dan bernilai, agar meraih kehidupan yang penuh potensi dan berdayaguna.” Eko Jalu Santoso – Motivasi Indonesia.

MENJAGA KEJERNIHAN HATI

Wednesday, November 21st, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Tantangan terbesar yang dihadapi manusia modern sekarang ini sesungguhnya bukanlah hanya ancaman terorisme, ledakan bom, ancaman nuklir semata, tetapi ada yang lebih besar lagi adalah terjadinya proses perubahan “fitrah” manusia itu sendiri. Ancaman terjadinya proses perubahan dan kehancuran unsur kemanusiaan dari dalam diri manusialah yang sebenarnya sangat berbahaya. Kehancuran unsur kemanusiaan ini akan melahirkan ras-ras manusia yang memiliki perilaku dan sikap bagiakan bukan manusia. Meskipun secara fisik manusia, tetapi mereka bertindak tidak sesuai dengan kehendak suara hati yang merupakan manifestasi kehendak Tuhan dalam diri manusia.

Penyebab itu semua sesungguhnya adalah terbelenggunya hati manusia sehinggga kejernihan suara hatinya tertutup, buta atau bahkan mati. Manusia menjadi mudah terjerumus kedalam perbuatan yang merugikan, melanggar norma-norma kemanusiaan, melanggar nilai-nilai spiritual kebaikan dan kebenaran. Meskipun secara fisik dirinya berwujud manusia, tetapi tindakannya tidak sesuai dengan unsur-unsur kemanusiaan. Perilakunya cenderung mudah melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan abadi.

  • Bagaimana langkah-langkah dalam membebaskan suara hati dari belenggu-belenggu yang dapat menutupinya ?
  • Bagaimana menjaga kejernihan suara hati agar tidak terbelenggu oleh berbagai hal yang dapat menutupi cahayanya ?

Dalam buku “HEART REVOLUTION, Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi” karya Eko Jalu Santoso yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, dalam Bab 5 telah dibahas secara lengkap bagaimana solusi dalam membebaskan hati dari belenggu paradigma salah yang dapat menutup kejernihan suara hati. Lebih lengkapnya anda dapat membaca dalam buku tersebut dan menemukan setidaknya ada tujuh langkah esensial yang harus diperhatikan agar dapat menjaga kejernihan hati sehingga tidak tertutup belenggu paradigma yang salah.

MEMILIH NILAI HIDUP YANG SESUAI SUARA HATI

Salah satunya langkah esensial dalam menjaga kejernihan hati adalah bagaimana kita dapat memilih nilai-nilai hidup yang sesuai dengan suara hati. Kita menyadari bahwa derasnya arus informasi melalui audio visual maupun berbagai sarana informasi lainnya dapat mempengaruhi gaya hidup, budaya, perilaku yang dapat berpengaruh pada nilai-nilai hidup seseorang. Berbagai tayangan dalam sinetron, dalam film, maupun berbagai gaya hidup yang dipertontonkan oleh para selebriti, para tokoh masyarakat dapat mempengaruhi nilai-nilai hidup seseorang. Kalau hal ini tidak disaring dengan baik, maka dapat mempengaruhi nilai-nilai keyakinan hati seseorang. Keyakinan hati ini lama kelamaan akan menjadikan sebuah prinsip hidup yang dianut dan akan melahirkan tindakan sesuai nilai-nilai yang dianutnya tersebut.

Setiap orang dapat terbentuk dan berkembang dipengaruhi oleh nilai-nilai hidup yang dianutnya. Seseorang yang menganut nilai-nilai yang berpusat pada hatinya, hasilnya adalah tindakan dan langkahnya yang bersumber dari nilai-nilai spiritual “Illahiah” dalam hatinya. Namun kalau seseorang menempatkan nilai-nilai hidup bentukan lingkungan sosial yang tidak sesuai dengan suara hati, hasilnya adalah tindakan dan langkah yang akan sangat merugikan dan bahkan bisa berakibat mengerikan.

Sebagai contoh, mereka yang menganut paham barat misalnya, umumnya menempatkan nilai kehormatan diri pada ukuran prestasi pekerjaan, keberhasilan bisnis, ilmu pengetahuan atau kesuksesan materialisme duniawi lainnya. Mereka mendewakan keberhasilan ekonomi, ilmu pengetahuan dan kesuksesan material duniawi sebagai tolok ukur kesuksesan hidupnya. Sedangkan orang-orang Jepang pada umumnya menempatkan nilai kehormatan diri mereka pada memiliki banyak persaudaraan dan pertemanan. Sehingga dalam tindakannya selalu mengedepankan nilai-nilai pertemanan dan persaudaraan.

Kalau orang Jawa di zaman dulu menempatkan nilai kehormatan tertinggi adalah memiliki kekuasaan (kraton atau pemerintahan), sehingga dapat mengatur nasib kehidupan orang lain. Berbagai nilai-nilai hidup yang berkembang dalam lingkungan ini dapat mempengaruhi nilai-nilai yang diyakini menjadi prinsip hidup seseorang. Nilai-nilai hidup yang berkembang dalam kehidupan di sekitar kita, lingkungan kita, dapat mempengaruhi prinsip hidup yang seringkali tidak sesuai dengan suara hati nurani.

Kita harus menyadari bahwa nilai-nilai hidup yang tidak sesuai dengan suara hati pada akhirnya akan berujung pada kekecewaan, penyesalan dan kegagalan. Baik itu kekecewaan dan kegagalan lahiriah maupun kegagalan pada tataran batiniah. Sejarah kehidupan sudah membuktikan banyak manusia yang menganut pada nilai-nilai hidup yang mengabaikan suara hati nurani terbukti mengakibatkan kesengsaraan, kekecewaan, kegagalan dan bahkan kehancuran hidup.

Karena nilai-nilai bentukan lingkungan atau buatan manusia, pada umumnya hanya menempatkan satu tujuan hidup duniawi semata, tidak menyeluruh dan tanpa ada keseimbangan dengan sisi pemenuhan spiritualnya. Hal ini dapat menciptakan manusia yang mendewakan sesuatu selain Allah Tuhan Yang Maha Esa. Ketidakseimbangan dalam sisi kehidupan pada akhirnya akan menghempaskan mereka dalam kehancuran dan kegagalan.

  • Dalam level organisasi, kalau seseorang menempatkan nilai hidup pada kepentingan dirinya sendiri tanpa memperhatikan kepentingan orang lain, maka kerjasama dengan temannya akan diabaikannya.
  • Dalam level bisnis, kalau seorang pengusaha menempatkan nilai hidup pada kepentingan keuntungan material duniawi yang sebesar-besarnya semata, maka cenderung mudah melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nurani demi meriah keuntungannya tersebut.
  • Dalam tataran kehidupan, kalau manusia menempatkan nilai hidup pada kepentingannya sendiri, seringkali tidak memiliki sikap empati kepada orang lain. Lebih mengedepankan ego pribadi untuk memenuhu nafsunya dibandingkan memahami kepentingan orang lain.

Demikianlah, dalam menjaga kejernihan suara hati nurani, hendaknya kita selalu menempatkan nilai-nilai hidup yang sesuai dengan suara hati spiritual yang merupakan sifat-sifat mulia Allah SWT.

Hendaknya kita menganut prinsip hidup hanya yang sesuai dengan suara hati nurani. Menghindari berbagai nilai-nilai hidup dalam masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai spiritual kebenaran. Dengan demikian kejernihan suara hati nurani akan tetap terjaga dan dapat berkembang sebagai pembimbing kehidupan kita. Suara hati nuranilah yang akan membawa manusia kearah kebahagiaan, kehidupan yang penuh potensi dan keagungan insani yang hakiki.

Sumber: Menjaga Kejernihan Hati oleh Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia dan Penulis buku The Art of Life Revolution dan buku Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani, diterbitkan Elex Media Komputindo.

Motivational Quote # 004

Friday, November 16th, 2007

“Setiap orang akan menuai panen sesuai benih-benih yang ditanamnya. Kalau ingin menuai kebaikan dan kemuliaan dalam hidup, tanamkanlah benih-benih kebaikan, peliharalah dengan keyakinan, sirami dengan semangat berbagi dan empati kepada orang lain.” - Eko Jalu Santoso, Motivasi Indonesia -

MEMBUKA PINTU KEBAIKAN

Thursday, November 15th, 2007

Sahabat Motivasi Indonesia,

“Salah satu investasi yang dijamin tidak pernah merugi adalah investasi kebaikan. Semakin besar investasi kebaikan yang kita tanamkan, semakin besar kebaikan yang kembali kita dapatkan dari kehidupan.” – Eko Jalu Santoso, Motivasi Indonesia

Kita perlu menyadari bahwa setiap kebaikan yang kita berikan bagi sesama kehidupan sesungguhnya adalah saham atau investasi yang akan memberikan keuntungan bagi kehidupan kita baik sekarang maupun yang akan datang. Tak ada satu kebaikan pun yang dilepaskan menjadi sia-sia. Mungkin saja kebaikan yang kita lakukan seolah-olah nampak sia-sia bagi pandangan orang lain, tapi yakinlah bahwa itu tidak sia-sia bagi Allah. Bahkan hal ini secara tegas dijamin oleh Allah sebagaimana telah disampaikan dalam kitab suci-Nya bahwa Tuhan akan menggandakan berlipat-lipat, kepada setiap manusia yang melepaskan kebaikan dengan ikhlas.

Sayangnya meskipun sudah nambak bukti-bukti yang diberikan kehidupan kepada mereka yang banyak melakukan kebaikan, masih saja banyak orang senang menunda-nunda untuk melakukan kebaikan. Mengapa demikian ? Hal ini disebabkan oleh banyaknya godaan, baik dari internal dalam diri kita sendiri, maupun dari eksternal (lingkungan). Godaan ini kerap sekali membuat orang yang hendak berbuat baik terhalang, suka menunda-nunda, hingga akhirnya tidak sempat berbuat baik. Padahal menunda kebaikan berarti membuang waktu, usia, kesempatan mulia yang telah diberikan Allah SWT.

Sahabat, dimanakah pintu-pintu kebaikan itu ? Pintu-pintu untuk meraih kebaikan itu sesungguhnya sangat banyak dan tersebar dalam berbagai aspek kehidupan. Bahkan mulai dari yang sangat sederhana sampai dengan yang lebih tinggi nilainya terbuka lebar bagi siapa saja yang bersedia menjemputnya, diantaranya adalah :

  • Mamu memikirkan tentang kepentingan orang lain
  • Bersedia memberi perhatian kepada orang lain
  • Memberikan senyuman dan menyapa orang lain
  • Bertutur kata yang baik dan sopan dengan orang lain
  • Mengingatkan orang lain untuk melakukan hal-hal yang benar
  • Menjadikan orang lain merasa penting dan dibutuhkan
  • Berbagai semangat dan motivasi kepada orang yang sedang mengalami kegagalan
  • Memberikan pertolongan kepada orang yang sedang mengalami kesulitan
  • Memiliki keikhlasan hati membantu orang yang memerlukan bantuan
  • Dan lain sebagainya

Semua hal-hal sederhana itu termasuk pintu-pintu kebaikan. Pintu-pintu kebaikan seperti ini kalau kita lakukan dengan keikhlasan merupakan sebuah potensi investasi yang pasti akan dikembalikan kepada kita. Hal itu semua merupakan potensi untuk menjaga kejernihan suara hati, sehingga cahayanya dapat memancar dalam kehidupan.

Bagaimana agar kita dapat selalu menghidupkan energi positif kebaikan dalam diri ? Dalam buku saya HEART REVOLUTION, Revolusi Hati Nurani yang diterbitkan Elex Media Komputindo telah dibahas dalam satu bab tersendiri. Mulai dengan bagaimana menggali sumber-sumber energi positif kebaikan, bagaimana dapat mengalahkan hambatan dan godaan sampai dengan mengembangkan dan memberdayakannya untuk kesuksesan dan kemuliaan. Sederhananya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:

  • Hadapkanlah wajah kepada Allah di manapun kita berada. Dengan merasa bahwa Allah selalu mengawasi kita, maka akan tumbuh Kesadaran untuk melakukan kebaikan karena Allah semata.
  • Dengarkan suara hati terdalam dalam setiap langkah kehidupan, sehingga setiap keputusan yang kita ambil adalah berdasarklan suara hati yang senantiasa mendorong kearah mulia.
  • Kalau kita merasa telah melakukan perbuatan kurang baik, maka berusahalah segera melakukan perbuatan baik yang lebih banyak lagi kepada sesame kehidupan
  • Mengalahkan ego pribadi dengan mau memikirkan kebutuhan dan kepentingan orang lain
  • Membina hubungan yang baik dengan orang-orang yang memiliki semangat positif dan memiliki kemuliaan akhlak.
  • Saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran dengan sesama.

Sahabat, ingatlah bahwa orang yang pertama merasakan manfaat dari berbuat kebaikan adalah mereka sendiri yang telah melakukannya. Mereka yang telah melakukan tindakan-tindakan positif dan kebaikan bagi sesama akan merasakan “buah”nya seketika itu dalam jiwa, akhlak, dan hati nuraninya. Sehingga hatinya akan terjaga kejernihannya. Hidup akan terasa lebih mudah, tenang, tenteram dan damai di hati. SEMOGA BERMANFAAT.

Motivational Quote # 003

Monday, November 12th, 2007

“ Memiliki keinginan menjadi sukses adalah penting, tetapi lebih penting lagi dapat menjadi orang yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain. Karena mereka yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain sudah pasti meraih sukses dan mulia.” - Eko Jalu Santoso – Motivasi Indonesia -

PARADIGMA BERPIKIR DARI HATI

Monday, November 12th, 2007

“Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama”. - Norman Vincent Peale -

Kehidupan dunia dengan pernik-perniknya yang sangat menggiurkan seringkali menjadikan banyak orang menempatkan orientasi yang salah dalam memandang kehidupan. Banyak orang yang menempatkan sumber motivasi kebahagiaan, keberhasilan, kesuksesan dari luar dirinya. Mereka menjadi manusia yang mendewakan berbagai aksesories kesuksesan duniawi, dengan mengabaikan nilai-nilai spiritual kebenaran dalam hatinya. Tidak memahami hakekat posisi dirinya sebagai manusia dalam kehidupan dunia ini dan bahkan ada yang menganggap dirinya mampu mengatur dunia ini dengan kekuatan ilmu pengetahuan dan akal pikirannya.

Tanpa disadarinya, hatinya telah terbelenggu dan dikendalikan oleh pengaruh lingkungan kemajuan peradaban kehidupan modern. Banyak orang telah diperbudak oleh kemajuan zaman dan cenderung mengabaikan nilai-nilai spiritual kebenaran dalam hatinya. Inilah sumber dari kemerosotan etika, moral dan perilaku banyak manusia dalam kehidupan.

Albert Einstein pernah mengatakan, “ Masalah penting yang kita hadapi kini tidak dapat kita pecahkan pada tingkat berpikir yang sama seperti ketika kita menciptakan masalah tersebut.” Makna dari ungkapan ini adalah, kalau kita ingin melakukan sebuah perubahan biasa, atau menyelesaikan masalah biasa saja, mungkin cukup dilakukan dalam tataran praktik, tingkah laku dan sikap dalam diri kita. Namun, kalau kita ingin melakukan sebuah perubahan yang besar dan sangat berarti dalam hidup ini, maka perlu dilakukan perubahan mendasar melalui tataran paradigma berpikir.

Paradigma berpikir dari dalam hati adalah tingkatan baru dalam pola berpikir, tingkatan berpikir yang lebih dalam. Sebuah paradigma yang didasari oleh prinsip-prinsip yang bersumber dari dalam hati. Paradigma dari dalam hati artinya meyakini segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita dimulai dari dalam hati. Keberhasilan, kegagalan, kesuksesan dan keagungan hidup ini sesungguhnya dimulai dari dalam diri kita sendiri, bahkan lebih mendasar lagi, dimulai dari bagian paling dalam dari diri sendiri yakni “hati nurani”.

Memiliki paradigma berpikir dari dalam hati dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata melalui keyakinan hidup yang bersumber dari suara hati nurani, seperti:

· Selalu menempatkan hati nurani sebagai pembimbing dalam langkah kehidupan.

· Memandang kehidupan dunia ini melalui mata hati, bukan sekedar mata panca indra semata.

· Mengarahkan hati selalu “taqarrub” pada sifat-sifat kemuliaan Allah, yang melandasi setiap kegiatan hidupnya.

· Hal ini diimplementasikan dalam kehidupan melalui sikap yang mengedepankan integritas, kejujuran, cinta kasih, keadilan, kebenaran, kebebasan, kesabaran dan ketawakalan.

Memiliki paradigma berpikir dari dalam hati dapat menjadi sumber inspirasi yang dapat memancarkan energi positif ke sekelilingnya, sehingga melahirkan kreativitas dan produktivitas tinggi. Karena dirinya selalu mencari sifat-sifat mulia yang bersumber dari hati yang merupakan percikan sifat-sifat mulia Allah. Kalau hal ini dijadikan sebagai sebuah landasan berpikir pada akhirnya dapat mengantarkan manusia meraih kesuksesan dan keagungan insani. Yakni memiliki hati yang senantiasa “taqarrub” menuju kepada sifat-sifat mulia Allah. Karena manusia memiliki watak dasar selalu mencari sifat-sifat mulia Allah yang sudah “built in” di dalam dirinya untuk memenuhi kebahagiaannya.

Keseimbangan hidup seperti ini akan nampak setiap saat dalam perilaku kehidupan yang cenderung lebih mengedepankan nilai-nilai spiritualitas dalam kehidupan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Danah Zohar dan Ian Marshal, yang mengatakan, “Bahwa makna yang paling tinggi dan paling bernilai, dimana manusia akan merasa bahagia, justru terletak pada aspek spiritualitasnya”. Maka manusia yang dapat mengarahkan hatinya selalu “taqarrub” menuju sifat-sifat mulia Allah, akan menemukan makna hidup yang lebih tinggi.


Bagaimana paradigma berpikir dari dalam hati ? Dalam buku saya “HEART REVOLUTION, Revolusi Hati Nurani” yang diterbitkan Elex Media Komputindo telah dibahas dengan lengkap mengenai bagaimana mengembangkan paradigma berpikir dari dalam hati ini. Sederhananya, paradigma berpikir dari dalam hati artinya, dalam berkarier, berbinis, berkarya, maupun dalam berbagai aktivitas kehidupan selalu dilandasi nilai-nilai “Illahiah” mulia dalam hati. Memiliki kesadaran bahwa kehidupan dunia bukanlah kehidupan yang abadi. Dengan demikian dapat memandang kehidupan dengan seimbang, artinya tetap realistis dan memiliki idealisme sesuai nilai-nilai spiritual dalam hatinya.

Lebih menghargai orang-orang yang mengedepankan integritas, kejujuran, hidup yang lurus, penuh cinta kasih, kepedulian sosial dan empati kepada sesama kehidupan, meskipun mungkin tidak memiliki berbagai simbul kesuksesan duniawi. Karena dapat memandang kesuksesan hidup bukan hanya pada prestasi luar semata, tetapi memiliki keselarasan dalam nilai-nilai kebenaran berdasarkan hati nurani.

Demikianlah orang-orang yang mendengarkan suara hatinya dan menggunakannya sebagai pembimbing dalam kehidupannya, akan mengantarkannya meraih kehidupan yang penuh potensi dan keagungan. Karena mereka menempatkan orientasi hidupnya jangka panjang yang jauh kedepan. Mereka hidup mengedepankan kebijaksanaan, melakukan hal-hal yang bernilai tinggi dan memberdayakan potensi dirinya untuk tujuan mulia dalam kehidupan. Mereka memandang kehidupan secara realistis, tetap menjaga integritas hati nuraninya. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Motivasi Nurani.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku THE ART OF LIFE REVOLUTION dan Buku HEART REVOLUTION yang diterbitkan Elex Media Komputindo. Milis: motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Motivational Quote # 002

Friday, November 9th, 2007

“Sukses tertinggi bukan sekedar diukur dari meraih prestasi keberhasilan kehidupan dunia, tetapi dapat menyeimbangkan dengan selalu menempatkan hati “taqarrub” menuju pada sifat-sifat kemuliaan Allah. Perjuangkan kesuksesan professional dengan tanpa mengabaikan kekayaan spiritual, untuk meraih kesuksesan tertinggi.” - Eko Jalu Santoso, Motivasi Indonesia -

Motivational Quote # 001

Friday, November 9th, 2007

“ Jangan pernah berlama-lama berhenti dan diam dalam suatu keadaan. Karena terlalu lama berhenti dan diam dalam suatu keadaan, dapat mematikan kreativitas, kemudian akan tergilas dan akhirnya mati.” - Eko Jalu Santoso, Motivasi Indonesia -