Archive for September, 2007

BAGAIMANA MEMOTIVASI DIRI DALAM KARIER ?

Wednesday, September 26th, 2007

Seorang member Motivasi Indonesia mengirimkan email ke saya dan mengatakan, “ Salam perkenalan pak Eko Jalu, nama saya Yanti bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Saya senang membaca artikel yg bapak punya di situs www.ekojalusantoso.com.

Artikel bapak memang dapat mengembangkan potensi dan jati diri manusia, apalagi saya ini sedang membutuhkan bantuan utk membangun motivasi diri saya yg sedang tidak teratur dalam pekerjaan. Saya belum membaca buku bapak the art of life revolution, tetapi saya yakin buku tersebut pasti bagus dan saya akan segera mencarinya di toko buku.

Maksud dan keinginan saya apakah saya bisa bertukar pikiran dan meminta saran dari bapak mengenai apapun, khususnya pekerjaan. Saya sangat senang sekali jika bapak mau membantu saya, khususnya memberikan masukan bagaimana caranya memotivasi diri saya dalam bekerja, yang sekarang ini sedang tidak teratur. Terima kasih, Yanti.”

Sahabat, dalam karier, hidup dan bisnis, kita memang seringkali dihadapkan pada berbagai situasi atau keadaan yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Dalam dunia pekerjaan, mungkin merasa tidak ada perubahan karier setelah sekian tahun lamanya, mungkin merasa kurang berkembang, mungkin merasa tidak ada perhatian perusahaan terhadap pengembangan diri, misalnya. Mungkin masalah-masalah “office politic” dengan rekan kantor atau dengan atasan, mungkin lingkungan kerja yang tidak menyenangkan, atau masalah pilihan pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan,dan lain sebagainya.

Sahabat, situasi dan keadaan seperti ini kalau dibiarkan terus menerus, akhirnya dapat melemahkan semangat kita. Kalau hal itu dibiarkan berlarut-larut, dapat menurunkan motivasi kita. Lama kelamaan dapat menjadi bumerang yang akhirnya akan merugikan masa depan karier dan kehidupan kita sendiri.

Lantas bagaimana mengatasinya ? Ini adalah pertanyaan banyak orang. Karenanya diperlukan kemampuan diri kita untuk memotivasi diri. Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan agar dapat memotivasi diri dalam karier.

1. Selalu Bersikap Positif.

Membudayakan sikap positif dapat kita mulai dengan selalu memandang sisi positif setiap apapun keadaan yang datang. Sesungguhnya setiap keadaan yang datang itu tidak berarti apapun, sampai kemudian kita sendiri yang akan memberinya arti. Apakah akan kita arahkan ke negatif atau kita arahkan ke sisi positif. Lebih baik kita selalu berusaha mengarahkannya ke sisi positif, dengan memandang sesuatu selalu ada hikmah dibalik setiap keadaan tersebut. Memandang setiap keadaan dengan sisi positif akan dapat menjaga suasana hati kita menjaadi selalu positif dan ujungnya motivasi kita tetap tinggi.

Kalau mungkin muncul pikiran negative, berusahalah segera mengenyahkan pikiran negatif yang terlintas di dalam benak kita, agar kita senantiasa melihat sisi positif atau manfaat dibalik situasi yang sedang kita hadapi. Memelihara pikiran negatif itu hanya akan menjadi beban bagi langkah-langkah kita kedepan dan pasti menurunkan semangat atau motivasi diri kita.

2. Bersyukurlah Dengan Yang Diperoleh

Setiap orang sudah memiliki bagiannya masing-masing sesuai dengan peran yang dimainkannya. Mungkin Anda tidak merasa memiliki jabatan yang penting, atau mungkin karier anda kurang berkembang misalnya, tetaplah berusaha mensyukurinya. Atau mungkin anda merasa tidak memperoleh pekerjaan yang tepat, atau nlingkungan pekerjaan yang kurang menyenangkan, misalnya, tetaplah bersyukur. Tetaplah meyakini bahwa sekecil apapun pekerjaan yang menjadi tanggungjawab anda, pastinya dapat memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan. Kita harus menyadari bahwa masih banyak orang lain yang mungkin kesulitan mendapatkan pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan yang lebih tidak menguntungkan , maka syukurilah apa yang anda peroleh.

Berusahalah tetap fokus pada karier Anda dan menjalankan tanggungjawab dengan serius. Dengan bersyukur akan membangkitkan aura positif dalam diri kita yang akan berpengaruh apda semangat dan motivasi diri kita.

3. Buatlah Target Karier Yang Jelas.

Berusahalah menyusun target karier yang ingin anda capai dalam satu tahun, dua tahun atau dalam lima tahun mendatang. Tulislah secara jelas dan jernih apa yang ingin Anda capai dalam karier Anda. Kenali apa yang menjadi keinginan kuat dalam hati Anda. Kemudian susunlah rencana-rencana dan langkah-langkah untuk mencapainya.

Memiliki target karier atau tujuan karier sangat penting dalam membangkitkan semangat dan motivasi dalam diri kita. Adanya harapan yang ingin dicapai dapat menjadi dorongan kuat yang muncul dari dalam hati. Dengan adanya target yang jelas, mungkin anda akan menyadari bahwa apa yang anda lakukan saat ini sesungguhnya menjadi pijakan atau batu loncatan bagi tujuan target karir Anda tersebut. Dengan memiliki target karier yang jelas dapat menjadi semacam pecutan untuk selalu bersemangat dalam usaha meraih tujuan target karier anda.

4. Berusahalah Menjadi Subjek Bukan Objek.

Salah satu yang dapat memotivasi diri kita adalah berusaha menempatkan diri kita dalam kehidupan sehari-hari dengan menjadi subjek bukan sekedar menjadi objek. Artinya, kita harus terbiasa bersikap proaktif dan kreatif untuk selalu menhgembangkan diri dan menciptakan karya baru yang bernilai jual tinggi. Ini memerlukan kesadaran untuk selalu meningkatkan kualitas diri kita melalui membaca, mengikuti milis yang bermanfaat, mengikuti seminar, training dan lain sebagainya. Intinya berusahalah senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, membaca buku dan belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman dan lain sebagainya.

5. Usaha Dengan Cerdas

Manusia hidup tidak bisa dilepaskan dari ikhtiar atau usaha. Artinya melakukan usaha dengan cara-cara yang cerdas dan kreatif. Selain tetap bersyukur dan bersabar dengan keadaan yang diterima saat ini, bukan berarti kemudian hanya pasrah menerima keadaan yang datang begitu saja. Kita harus selalu melakukan ikhtiar lahiriah melalui usaha yang cerdas dan kreatif untuk meraih apa yang menjadi cita-cita hidup kita. Hidupkan selalu motivasi dalam diri kita dengan melakukan usaha-usaha yang cerdas dan kreatif.

6. Kembangkan Sikap Optimis

Sikap optimis dapat lahir dari adanya keyakinan dari dalam diri kita sendiri. Yakin bahwa kita memiliki kemampuan yang luar biasa, yakin bahwa kita dapat mengatasi setiap masalah yang datang dan yakin akan masa depan yang lebih baik. Adanya keyakinan yang tinggi ini tidak bisa dilepasakan dengan keyakinan bahwa Allah adalah penolong terbaik. Keyakinan bahwa Allah yang menjamin masa depan kehidupan, sehingga melahirkan sikap optimis terhadap masa depan kita. Sikap optimis ini akan mendorong tumbuhnya semangat dan motivasi terus berkembang dalam diri kita.

Kalau demikian maka lakukan usaha batiniah, artinya hadapkan wajah kepada Allah dan meminta pertolongan dari-NYA. Karena Dia-lah penolong terbaik kita. Kalau kita meyakini adanya pertolongan Allah, maka tidak ada kekawatiran akan masa depan, hidup menjadi lebih tenang, damai dan senantiasa memiliki semangat untuk berjuang. Kalau sudah melakukan usaha dengan cerdas dan keras, selanjutnya serahkan semuanya kepada Allah dan berharap Allah akan memberikan pertolongan terbaikNYA. Semoga bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku The Art of Life Revolution diteribtikan Elex Media Komputindo dan Buku HEART REVOLUTION, segera diterbitkan Elex Media Komputindo.

JANGAN MENUNDA KEBAIKAN

Friday, September 21st, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

”Gunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya; gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu, masa hidupmu sebelum datang kematianmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, dan waktu kaya sebelum waktu miskinmu.” - Muhammad Rasulullah S.A.W.-

Sahabat Motivasi Indonesia,

Kalau kita mencerna lebih dalam makna nasehat Rasulullah tersebut diatas, intinya menganjurkan kita untuk tidak menunda melakukan pekerjaan kebaikan. Menganjurkan kita semua untuk menggunakan segenap potensi yang ada dalam diri kita saat ini untuk melakukan kebaikan bagi umat manusia. Karena sesungguhnya menunda-nunda melakukan sesuatu kebaikan dapat menjadi penyebab dari kegagalan dalam hidup ini. Menunda-nunda menggunakan segenap potensi diri kita untuk kebaikan dapat menjadikan kehilangan kesempatan sehingga mengalami kerugiaan dalam hidup ini.

Mengapa demikian ? Karena waktu terus berjalan maju dan tidak pernah sedetikpun bergerak mundur kembali. Waktu tidak pernah bisa diulang kembali. Waktu akan melibas siapa saja yang melalaikannya dan tidak menggunakannya untuk kebaikan. Inilah keunikan waktu.

Namun sayangnya, banyak orang yang kurang menyadari hal ini. Mereka ini senang menunda-nunda khususnya dalam melakukan kebaikan-kebaikan. Dengan mudahnya mengatakan “ ah…, kan masih ada hari esok.” Mereka yang senang menunda-nunda dalam melakukan kebaikan selalu beranggapan bahwa masih ada hari esok untuk melakukan kebaikan yang seharusnya bisa dilaksanakan hari ini. Mereka ini sangat tidak menyadari bahwa tidak ada jaminan bagi seseorang untuk dapat bertemu dengan hari esok.

Sahabat Motivasi Indonesia, ada beberapa alasan yang seharusnya menyadarkan setiap orang untuk tidak menunda-nunda dalam melakukan kebaikan. Untuk tidak menunda-nunda menggunakan potensi yang ada dalam kita untuk kebaikan bagi sesama kehidupan. Alasan-alasan itu diantaranya adalah:

1. Pertama, waktu yang benar-benar kita miliki sesungguhnya hanyalah hari ini. Waktu terbaik yang pasti kita miliki adalah hanya saat ini. Karena hari kemarin bukan lagi milik kita, tinggal menjadi kenangan dan pengalaman. Sedangkan hari esok adalah sebuah misteri yang tidak kita ketahui. Maka pastikan bahwa setiap memiliki kesempatan gunakan untuk melakukan kebaikan dan jangan pernah menundanya. Pastikan bahwa waktu yang kita miliki hari ini menjadi waktu terbaik kita. Pastikan bahwa hari ini telah kita gunakan sebaik-baiknya untuk bekalk kesuksesan kehidupan dunia dan akhirat kita.

2. Kedua, tidak ada satupun manusia yang dapat menjamin untuk hidup sampai esok hari. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari, karena hari esok adalah milik Allah semata. Maka ketika memiliki kesempatan, pastikan telah menggunakannya untuk hal-hal kebaikan.

3. Ketiga, tidak ada satupun manusia yang dapat menjamin bahwa esok hari masih memiliki apa yang dimilikinya hari ini. Siapa yang dapat menjamin bahwa esok hari masih diberikan nikmat kesehatan, nikmat kekayaan, nikmat kekuatan, nikmat waktu luang sepertiyang dimiliki hari ini ? Mereka yang menerima musibah gempa bumi di Bengkulu hingga rumahnya luluh lantak, tidak pernah tahu sebelumnya kalau hanya dalam hitungan detik telah menghancurkan semua harta bendanya. Demikian juga pelajaran dari berbagi peristiwa kehidupan lainnya, hanya dalam hitungan detik semuanya bisa menjadi terbalik. Kalau demikian maka janganlah pernah menunda-nunda lagi melakukan kebaikan selagi memiliki kesempatan.

4. Keempat, orang yang senang menunda melakukan kebaikan dapat menyebabkan terbiasa melakukannya. Kalau sudah merasa terbiasa dengan menunda kebaikan, maka kemudian dapat menjadi suatu kebiasaan buruk. Kalau sudah menjadi kebiasaan buruk, memerlukan energi yang lebih besar lagi untuk dapat mengubahnya atau menghilangkannya.

Saya yakin masih ada banyak alasan yang lainnya. Namun intinya, janganlah menunda melakukan kebaikan. Apalagi saat ni kita memasuki bukan Ramdhan yang penuh berkah dan ampunan. Adalah waktu terbaik yang kita miliki untuk lebih mensyukuri nikmat Allah dengan lebih banyak menggunakannya untuk kebaikan. Adalah waktu terbaik banyak melakukan kebaikan-kebaikan bagi sesama kehidupan. Kalau memiliki kecukupan harta, sisihkan untuk membantu anak-anak Yatim dan fakir miskin yang memerlukan. Kalau memiliki ilmu, gunakan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang dan lain sebagainya.

Inilah salah satu bentuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah dianugerahkan kepada kita. Maka, sungguh amat merugi kalau kita melalaikan nikmat yang telah dianugerhakan dengan tidak segera memanfaatkannya untuk kebaikan.

Semoga Bermanfaat. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Salam Motivasi Nurani.

***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution”, diterbitkan Elex Media Komputindo dan Buku “HEART REVOLUTION” yang akan segera diterbitkan Elex Media Komputindo.

MEMBANGUN KEKUATAN JIWA

Thursday, September 20th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Sahabat Motivasi Indonesia,

Iklim kehidupan modern yang menghadirkan persaingan dan perubahan yang sangat dinamis seringkali memaksa banyak manusia untuk mencari terbosan-terobosan, mencari jalan alternative atau melakukan kreativitas agar berhasil memenangkan persaingan. Namun sayangnya banyak orang yang kemudian mengambil jalan pintas yang salah atau bahkan tidak sedikit yang menghalalkan segala cara demi meraih keberhasilan. Mengapa demikian ? Inilah indikasi karena banyaknya manusia yang tidak kokoh jiwanya.

Demikian juga kalau kita melihat dalam realitas kehidupan sekarang ini, mudah sekali ditemukan orang yang mengaku beragama tetapi tetap melakukan penyelewengan, korupsi, penipuan dan tindak pidana lainnya yang tidak sesusai dengan akhlaq umat yang beragama. Mengapa demikian ? Inilah indikasi bahwa banyak manusia yang meskipun mungkin beragama tetapi lemah jiwanya.

Banyak manusia yang meskipun mengaku beragama tetapi tidak berkualitas jiwanya.

Akibatnya banyak orang yang merasa meraih sukses, tetapi kesuksesannya tidak memberikan makna. Banyak orang yang meraih kekayaan, namun kekayaannya tidak memberikan arti bagi kemuliaan hidupnya. Kalaupun berhasil meraih kekuasaan, kekuasaannya tidak memberikan kesejahteraan bagi yang dipimpinnya. Inilah akibat dari manusia yang lemah jiwanya.

Lantas bagaimana caranya memperkokoh jiwa kita ? Bagaimana meningkatkan kualitas jiwa kita ?

1. Memahami Hakekat Hidup

Berusahalah untuk melakukan “inner journey” ke dalam diri kita sendiri agar dapat mengenali diri sendiri lebih dalam. Manusia yang dapat mengenali dirinya, mengerti hakekat hidupnya akan dapat menemukan siapa Tuhannya yang sebenarnya. Mereka yang dapat menemukan Tuhannya akan memahami posisi dirinya dan mengerti tujuan tertinggi hidupnya. Manusia yang memahami dirinya, mengerti hakekat hidupnya dan mengenali siapa Tuhannya yang sebenarnya akan memiliki kekuatan jiwa.

2. Mencari ilmu lebih besar

Kecenderungan banyak manusia sekarang ini adalah mencari harta lebih besar dari pada mencari ilmu. Akibatnya banyak orang yang mendewakan harta, kemudian mudah menghalalkan segala cara demi meraih tujuan kekayaan harta. Sebaiknya mencari ilmu lebih besar dari pada mencari harta. Orang mengatakan bahwa 1 orang yang pandai (berilmu) lebih ditakuti syaithan dibanding 1000 orang yang rajin ibadah tetapi tidak berilmu.

Maknanya adalah mereka yang memiliki ilmu tidak akan mudah tergoda oleh berbagai kehidupan duniawi yang menyilaukan yang sesungguhnya dalag godaan syaithan. Sedangkan orang yang tidak berilmu, mudah terjebak dalam kehidupan dunia kemudian mengabaikan nilai-nilai spiritualitas kebenaran. Karena orang yang berilmu mengetahui pintu-pintu syaithan dan lebih mampu menjaga ibadahnya, menjaga kekayaannya, menjaga kekuasaannya, menjaga kehidupannya dari riya dengan ilmu (ma’rifat)-nya yang dalam.

3. Mengendalikan Ego Dan Nafsu

Ibnu Qoyyim Az-Zaujiyah berkata : “Syahwat itu seperti kuda liar. Untuk menjinakkannya dan menaikinya perlu waktu lama dan pengorbanan yang tidak sedikit Karena itu jadilah orang yang mengendalikan kuda.”

Mengendalikan hawa nafsu tentu tidaklah mudah, karena inilah perang terbesar sesungguhnya dalam kehidupan manusia. Banyak manusia yang kalah dan akhirnya menjadi orang yang berjiwa lemah dan terjerumus dalam kekangan hawa nafsunya. Mereka memperturutkan hawa nafsunya dengan menghalalkan segala cara. Ingin meraih kekayaan berlimpah dengan cara-cara yang tercela. Ingin menggapai kekuasaan dengan cara-cara yang tidak mulia. Ingin meraih kesuksesan bisnis dengan cara-cara yang melanggar moral dan etika, dan lain-lain sebagainya.

Diperlukan latihan-latihan akan dapat menundukkan ego dan hawa nafsu kita. Salah satu cara yang sangat efektif dalam melatih diri kita mengendalikan ego dan nafsu adalah dengan ibadah puasa. Maka hendaklah puasa ramadhan ini benar-benar digunakan sebagai latihan dalam mengendalikan ego dan nafsu kita, sehingga berhasil melahirkan kekuatan jiwa.

Ego dan nafsu pribadi seringkali membawa seseorang pada perasaan serba kurang, serba tidak cukup, merasa tidak pernah puas dengan apa yang diraih, sehingga menjadi manusia yang tidak mudah bersyukur. Hidup seperti ini menjadikan jiwanya lemah dan serba tidak damai dalam hatinya. Namun sebaliknya mereka yang memiliki kemampuan mengendalikan ego dan nafsu pribadinya akan menjadi manusia yang mudah bersyukur dan menjadikan dirinya selalu merasa hidupnya berkecukupan dan damai.

4. Memandang Kehidupan Dengan Seimbang

Orang bijak mengatakan, “Barangsiapa yang mengejar dunia semata, maka dunia akan semakin menjauh dan semakin tak terkejar. Tetapi, barangsiapa yang mengejar akhirat dengan keikhlasan hatinya, maka yakinlah bahwa dunia akan mengejarnya.” Maknanya adalah bagaimana kita dapat menyeimbangkan kehidupan ini dengan tetap realistis dalam kehidupan dunia yang modern tanpa mengabaikan tujuan tertinggi kehidupan akhirat nanti.

Kesuksesan dunia dengan berbagai simbul-simbulnya seperti kekayaan harta benda, kekuasaan, popularitas dan lain sebagainya adalah penting dan pantas untuk diperjuangkan. Namuan yang harus diperhatikan adalah cara-cara meraih simbul-simbul kesuksesan duniawi itu haruslah dilakukan melalui cara-cara yang dibenarkan oleh syariat yang ditetapkan Tuhan. Tidak melanggar norma, etika, moral, suara hati nurani yang merupakan suara kemuliaan Tuhan. Kemudian dapat menggunakan simbul-simbul kesuksesan yang diperolehnya untuk memberikan manfaat bagi kesuksesan kehidupan akhiratnya. Inilah yang saya maksukan dengan memandang kehidupan dengan seimbang. Tetap realistis dalam kehidupan modern dengan tetap memiliki idealisme pada nilai-nilai spiritualitas.

Semoga Bermanfaat. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa dan semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah S.W.T. Salam Motivasi Nurani.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution”, diterbitkan Elex Media Komputindo.

WAKTU IBARAT PEDANG

Monday, September 17th, 2007

Anda tentu pernah mendengar istilah “time is money” atau waktu adalah uang. Ini adalah istilah yang sangat popular di dunia barat yang pada umumnya sangat mengagungkan keberhasilan professional seperti pangkat, jabatan, popularitas ataupun kekayaan materi. Namun bagi para ahli kebijaksanaan, mereka mengibaratkan waktu adalah pedang. Waktu ibarat pedang yang akan siap menebas siapa saja yang tidak dapat memanfaatkannya dalam kebaikan dan kemuliaan.

Waktu memiliki keunikan selalu bergerak maju dan tidak pernah mundur sedetikpun. Waktu tidak bisa diulang dan akan selalu meninggalkan setiap orang yang melalaikannya. Waktu akan selalu meninggalkan mereka yang tidak mengelolanya dengan cerdas untuk kehidupannya.

Mereka yang akan menjadi pemenang dalam hidup ini adalah mereka yang dapat mensyukuri nikmat waktu yang diberikan Allah SWT. Mereka yang dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan yang telah dianugerahkan kepadanya untuk hal-hal kebaikan dan kemuliaan hidupnya. Namun sebaliknya mereka yang menjadi orang kalah dan gagal adalah mereka yang tidak menggunakannya waktunya dengan baik. Mereka yang telah memboroskan waktu kehidupannya untuk hal-hal yang tidak berguna.

Ingatlah bahwa usia hidup manusia itu begitu singkatnya. Mungkin kita merasakan baru kemarin menikmati masa remaja, sekarang ini ternyata sudah dewasa atau bahkan sudah memasuki usia paruh baya. Karena itu, jangan pernah menunda-nunda memanfaatkan waktu untuk kebaikan. Kita tidak akan pernah tahu sebera banyak waktu yang kita miliki. Kita tidak akan pernah tahu mengenai hari esok. Maka merugilah siapa saja yang tidak segera mempergunakan usia hidup dengan sebaik-baiknya.

Orang yang beruntung sesungguhnya adalah orang yang pandai memanfaatkan waktunya untuk beramal dan untuk mencari bekal bagi kesuksesan hidupnya di dunia dan kesuksesan hidup sesudah matinya. Dan sebaliknya orang yang merugi dan gagal adalah mereka yang menyia-nyiakan waktu kehidupan yang dianugerahkannya dengan hanya mengikuti ego dan hawa nafsu duniawinya semata. Hidup seperti ini hanya akan berakhir dengan kegagalan dan kesia-siaan.

Dengan demikian keberuntungan dan kerugiaan seseorang sesungguhnya dapat dinilai dari bagaimana dirinya memanfaatkan waktu hidupnya yang begitu singkat ini. Orang yang bisa memanfaatkan waktu yang amat singkat dengan memperbanyak kebaikan untuk bekal kehidupan, dia akan menjadi orang yang beruntung.

Sudahkah kita memanfaatkan waktu yang kita miliki sebaik-baiknya ? Sudahkah kita menggunakan waktu kita untuk meraih kehidupan dunia dan kehidupan akhirat kita dengan seimbang ? Memasuki bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan ini adalah waktu yang tepat untuk mempertanyakan kembali, kemudian berusaha memperbaki kualitas waktu kehidupan kita.

Hidup ibarat sebuah perniagaan dengan Allah S.W.T. Hanya mereka yang pandai menggunakan waktunya dengan baik dan seimbang yang akan memperoleh keuntungan dalam perniagaan. Maka berusahalah pandai-pandai dalam mengelola waktu hidup kita untuk menghasilkan banyak kebaikan. Mereka yang semakin banyak menghasilkan kebaikan, semakin beruntunglah perniagaannya dengan Allah. Jangan biarkan waktu kita terbuang percuma sehingga mengakibatkan perniagaan kita merugi, karena penyesalan di kemudian hari tiada berguna lagi.

Semoga bermanfaat. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.

Salam Motivasi Nurani,

Eko Jalu Santoso

MARHABAN YA RAMADHAN

Wednesday, September 12th, 2007

MARHABAN YA RAMADHAN 1428 H

Alhamdulillahi robbil’alamin,

Bulan demi bulan telah berjalan, Menenggelamkan kita dalam berbagai kesibukan, Bekerja, berbisnis dan berkarya. Kini tiba saatnya Bulan Ramadhan akan datang, Sudahkah kita mempersiapkan diri menyambutnya ?

Inilah waktu terbaik untuk mengerem sejenak kesibukan, Menyambut bulan penuh berkah dan ampunan, Saatnya Berguru kehidupan melalui keikhlasan, Waktunya membersihkan hati dengan kesabaran, Mensucikan jiwa dan Menguatkan iman kita kepada Yang Maha Kuasa, Melalui ibadah puasa Ramadhan

Saya dan keluarga mengucapkan: “Taqabbalallahu Minna Waminkum,Taqabbal ya Kariim. MOHON MA’AF LAHIR DAN BATHIN

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1428 H, Semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah S.W.T dan menjadikan kita la ‘allakum ta ttaquun.”

Eko Jalu Santoso & Keluarga

EVALUASI DAN PERSIAPAN DIRI

Thursday, September 6th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Sahabat Motivasi Indonesia, pada saat memasuki awal tahun 2007 lalu, tentu setiap diri kita sudah memiliki rencana ataupun target yang menjadi tujuan pencapaian diri Anda di tahun 2007 ini. Dan saya yakin setiap orang pastinya sudah merencanakan untuk untuk terus tumbuh dan berkembang meraih kemajuan-kemajuan dalam hidupnya. Masih ingatkah Anda dengan rencana-rencana yang ingin Anda capai dalam memasuki tahun 2007 ? Masih ingatkan Anda dengan target-target pencapaian yang ingin anda peroleh di tahun 2007 ini ?

Memasuki bulan September 2007 sekarang ini, menurut saya adalah saat yang tepat untuk mempertanyakan kembali hal itu. Karena bulan sepetember ini sangat berbeda dan istimewa. Pertama, artinya kita sudah memasuki bulan ke 9, yang berarti kita sudah melewati 8 bulan perjalanan di tahun 2007 ini. Delapan bulan perjalanan tentu bukanlah waktu yang singkat dan pastinya sudah memberikan banyak hal-hal berharga dalam hidup ini. Merupakan waktu yang tepat di bulan ke 9 ini untuk merenungkan sejenak, kembali mengevaluasi pencapain-pencapaian yang sudah kita lakukan selama perjalanan 8 bulan yang sudah kita lewati. Apakah itu kegagalan atau keberhasilan, apakah itu kesulitan atau kemudahan, apakah itu kesusahan atau kebahagiaan, apakah itu kemunduran atau kemajuan. Tanyakan kembali ke dalam diri Anda dan temukan jawaban kejujuran hati Anda, karena hanya anda sendiri yang dapat mengukur pencapaian-pencapaian Anda sejauh ini.

Kalau kita merasa sudah berhasil, memperoleh banyak kemajuan dalam hidup dan telah berhasil mencapai tujuan atau target yang kita rencanakan, maka pantaslah kalau kemudian kita bersyukur dan bersuka cita atas pencapaian kita selama ini. Bersyukurlah agar kita tidak lupa diri bahwa semua pencapaian itu datangnya adalah dari Allah S.W.T. Ungkapkanlah rasa syukur dan suka cita Anda dengan lebih banyak lagi berbagi dan berbagi kebaikan dengan sesama.

Namun kalau ternyata kita mengalami kesulitan-kesulitan, mengalami kegagalan-kegagalan dalam perjalanan kita mencapai target atau tujuan kehidupan anda, sebaiknya janganlah anda bersedih, bersusah hati, kemudian tidak bersemangat. Janganlah Anda kemudian berputus asa, tetaplah semangat untuk menghadapi masa depan kita. Karena bulan September bukanlah bulan terakhir di tahun 2007, masih ada bulan-bulan October sampai dengan December. Masih ada kesempatan untuk meningkatkan diri, memperbaiki diri, mengembangkan diri dalam meraih kemajuan lebih baik lagi di sisa-sisa bulan tahun 2007 ini. Dan yang penting berusahalah lebih mendekatkan diri kepada Allah S.W.T agar diberikan kemudahan dalam pencapaian yang ingin kita raih.

Kedua bahwa bulan September ini menjadi terasa lebih istimewa lagi khususnya bagi umat islam, karena bulan ini berarti akan memasuki bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan dan kemuliaan. Bulan yang sudah ditunggu-tunggu dan sangat dirindukan oleh berjuta umat muslim di dunia. Adalah waktu yang tepat di awal bulan ini untuk merenungkan kembali semua pencapain-pencapain kita, mengevaluasi diri apa yang sudha kita lakukan ataupun keberhasilan-keberhasilan yang sudah kita dapatkan selama perjalanan sejauh ini. Bertanyalah kedalam diri kita, apakah kemajuan-kemajuan yang sudah kita lakukan selama setelah bulan ramadhan tahun lalu sampai dengan sekarang ini ?

Ingatlah bahwa kesuksesan dan kemajuan itu bukan hanya diukur dari segi pencapain karier professional ataupun pencapaian kekayaan materi. Bukan hanya diukur seberapa banyak harta yang sudah kita dapatkan atau seberapa tinggi pangkat, jabatan yang kita peroleh ataupun berbagai ukuran kemajuan duniawi lainnya semata. Namun makna kemajuan, kesuksesan dan kemuliaan hidup adalah juga diukur dari kemajuan kekayan spiritualitas kita. Justru yang terpenting adalah diukur dari segi nilai-nilai spiritualitas, manfaat yang sudah kita berikan bagi sesama dan kemajuan hubungan kita dengan Allah Sang Maha Pencipta.

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri, menelaah diri untuk memahami apa yang sudah kita lakukan selama ini, apakah sudah sesuai dengan yang kita rencanakan ?. Saatnya untuk mengevaluasi diri kemajuan dan pencapain kita, bukan saja dari segi pencapaian materi duniawi, tetapi khususnya dalam nilai-nilai sosial seperti hubungan kita dengan sesame kehidupan. Juga dalam nilai-nilai spiritualitas seperti kualitas hubungan kita dengan Allah Sang Maha Kuasa.

Kini adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya dengan membersihkan hati kita dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini. Tidak ada waktu yang lebih baik dari pada saat bulan suci Ramadhan ini bagi kita semua untuk melakukan perbaikan-perbaikan diri, melakukan peningkatan kualitas hubungan kita dengan Sang Pencipta dan dengan sesame kehidupan. Tidak ada saat yang tepat dibanding saat kita melakukan ibadah puasa satu bulan penuh guna membersihkan hati kita, agar kita dapat menjadi manusia yang lebih baik, lebih sukses dan mulia.

Marilah kita berdoa dan mempersiapkan diri dengan membersihakan hati. mensucikan niat dalam menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini. Semoga bulan Ramadhan ini kita dapat mengisinya dengan banyak kebaikan dalam usaha kita meriah sukses dan kemuliaan hidup.

Semoga Bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

***Eko Jalu Santoso adalah penulis buku “The Art of Life Revolution” yang diterbitkan Elex Media Komputindo dan Founder Motivasi Indonesia: motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com