Archive for August, 2007

APAKAH PILIHAN HIDUP ANDA MEMBAHAGIAKAN

Thursday, August 30th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Beberapa waktu lalu sekembalinya saya dari Surabaya, saya menggunakan taxi dalam perjalanan pulang dari Bandara Soekarno Hatta menuju rumah saya di kawasan Cibubur. Dengan ramah sopir taxi ini mempersilakan saya, menyapa saya dan menanyakan perjalanan saya. Tidak ada yang istimewa dari taxi ini, tetapi yang membuat berbeda adalah keramahan si sopir taxi ini dibandingkan dengan beberapa sopir taxi lainnya yang sering saya naiki sebelumnya. Selama perjalanan, kamipun terlibat saling pembicaraan yang akrab. Dari pembicaraan saya menangkap bahwa sopir taxi ini (namanya Sunardi) merasa cukup bahagia dan sangat menikmati pekerjaannya sebagai sopir taxi.

Begitu bersahabat dan ramahnya dia, tanpa sungkan saya mencoba menanyakan mengenai keluarganya dan penghasilannya dari menjadi sopir taxi . Dengan semangat dia menceritakan istrinya dan keempat anak-anaknya yang masih sekolah dan tinggal di Bekasi Timur. Meskipun penghasilannya termasuk pas-pasan, namun ia merasa sangat bersyukur dapat mengangsur sebuah rumah sederhana melalui KPR yang ditinggali keluarganya sekarang. Dia mengatakan kepada saya kalau sangat mensyukuri dan menikmati pekerjaannya saat ini, menikmati hidupnya, menikmati kebahagiaannya bersama keluarganya.

Saya sempat merenung sejenak dan tidak habis pikir, ketika membandingkan sopir taxi ini dengan beberapa kawan saya yang saat ini bekerja sebagai eksekutif, pengusaha, manager, general manager, direktur di beberapa perusahaan besar di Jakarta. Mereka ini bekerja di gedung perkantoran yang megah, ruangan kerja yang nyaman, memiliki penghasilan puluhan kali lipat dibandingkan sopir taxi ini setiap bulannya. Mereka tinggal di rumah real estate yang mewah, pekerjaan rumah dibantu oleh pembantu, memiliki kendaraan pribadi yang nyaman dan segala perlengkapan canggih untuk kemudahan hidupnya. Tetapi seringkali ketika bertemu mereka dan berbincang dengannya, mereka seringkali mengeluh, mengatakan tidak memiliki waktu, selalu diburu-buru oleh target dan pekerjaan. Mereka sering merasakan hidupnya tertekan, hidupnya penuh dengan kekawatiran, mengeluh stress, merasa kehabisan waktu dan tidak pernah bisa merasakan kedamaian hati.

Mereka begitu sibuknya mementingkan kariernya, mengejar kehidupan dunianya, mengejar kekayaan harta, seringkali mengabaikan kehidupan sosial dan kebutuhan makanan untuk pemenuhan kekayaan jiwanya. Meskipun sudah hidup berkecukupan, seringkali masih mengeluh kurang bahagia karena kurang bersyukur dengan apa yang sudah diraihnya selama ini.

Akhirnya saya lebih menyadari bahwa kebahagiaan hidup tidaklah semata-mata diperoleh melalui tingginya jabatan, fasilitas atau banyaknya harta yang sudah dimiliki, tetapi sesungguhnya ada dalam bagaimana kita menikmati setiap pilihan hidup yang dilakukan, menerima setiap yang didapatkan dengan keikhlasan, rasa syukur atas karunia Allah yang diperolehnya.

Sahabat, setiap orang berhak memilih kehidupannya, karena hidup adalah pilihan. Yang perlu kita sadari adalah ketika kita sudah menentukan pilihan kehidupan kita, maka berusahalah menjiwai peran kehidupan tersebut dan menjadikannya pilihan hidup yang dapat membahagiakan kita. Berusahalah menjadikan setiap pilihan kehidupan yang kita jalani menjadi bagian dari kebahagiaan kita. Bagaimana caranya ? Dalam salah satu bab di buku saya “The Art of Life Revolution” yang diterbitkan Elex Media Komputindo, saya membahasnya mengenai masalah ni secara lengkap dan detail. Setidaknya ada tujuh prinsip yang perlu diperhatikan dalam menjadikan realitas kehidupan kita saat ini menjadi sumber kebahagiaan hidup kita.

Sahabat, kalau kita saat ini menghabiskan sepertiga waktu hidup untuk bekerja, berusahalah memberikan makna pada pekerjaan kita sehingga menjadi bagian dari kebahagiaan kita. Kalau kita menghabiskan sebagian hidup dengan berbisnis, maka berusahalah memberi makna perbedaan yang lebih bernilai dalam bisnis kita, sehingga menjadikannya bagian dari kebahagiaan kita. Kalau kita menghabiskan sebagian besar hidup dengan pasangan hidup kita, maka berusalah menjadikan pasangan hidup kita menjadi sumber kebahagiaan kita.

Intinya, apapun pilihan hidup yang sudah kita tentukan, jadikanlah sebagai bagian dari sumber kebahagiaan kita. Kalau kita merasakan tidak bahagia dalam apa yang kita kerjakan saat ini, bagaimana mungkin mengharapkan kebahagiaan dalam realitas kehidupan kita ?

Penting bagi kita memiliki kesadaran untuk memberikan makna perbedaan yang lebih bernilai dalam setiap pekerjaan, hidup maupun bisnis yang kita lakukan saat ini.

Penting bagi kita untuk memberikan nilai yang lebih bermakna dan mulia dalam setiap pilihan hidup yang sudah ditentukan agar menjadikannya sebagai bagian dari kebahagiaan.

Kalau kita menyadari bahwa pilihan pekerjaan dan hidup yang kita lakukan saat ini belumlah memberikan potensi kebahagiaan bagi diri kita, maka segeralah melakukan perubahan. Perubahan dapat diartikan dalam sikap kita, cara berpikir kita, tindakan kita atau dalam pilihan hidup kita. Karena apa yang akan kita hadapi di masa mendatang adalah hasil dari pilihan kita saat ini. Apa yang akan kita lakukan saat ini akan menjadi sebab dari hasil yang akan kita nikmati di masa mendatang. Dengarkan suara hati terdalam dalam menentukan setiap pilihan kehidupan, sehingga apa yang kita lakukan dapat menjadi bagian dari kebahagiaan hidup kita.

Dalam soal kebahagiaan hidup, ada sebuah ungkapan bijak yang pantas kita renungkan adalah,

“Dalam soal menikmati kebahagiaan hidup, sebaiknya jangan hanya menunggu ibu peri yang mengayunkan tongkat ajaibnya untuk memberikan kebahagiaan. Namun kita harus berusaha menjadi ibu peri yang memainkan tongkat ajaib kita sendiri.”

Apakah aktivitas pilihan hidu Anda dalam bekerja, berbisnis telah menjadi sumber kebahagiaan Anda ? Lebih pastinya Anda dapat bertanya demikian, “kalau Anda meninggal hari ini, akankah Anda bahagia dengan cara Anda menghabiskan umur kehidupan selama ini ? Mampukah Anda berdiri dihadapan sang Khalik dan berkata kepada-NYA, akau merasa bahagia karena telah melakukan tugasku dalam kehidupan sesuai amanah yang Tuhan berikan ?

Renungkanlah dan pastikanlah bahwa pilihan hidup anda saat ini telah benar-benar sesuai dengan suara hati Anda. Karena apa yang menjadi kebahagiaan hidup kita, bukanlah tercipta secara kebetulan, melainkan tercipta oleh karena pilihan yang kita tentukan.

Semoga Bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

***Eko Jalu Santoso adalah Penulis Buku “The Art of Life Revolution”, diterbitkan Elex Media Komputindo, Founder Motivasi Indonesia: motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com

HIDUP ADALAH PANGGILAN MULIA

Monday, August 27th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Para ulama dan spiritualis seringkali mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Hal ini bukan berarti bahwa kita adalah makhluk sempurna, bukan berarti manusia adalah sempurna, karena kesempurnaan sesungguhnya hanyalah milik Allah semata. Namun manusia memiliki bekal yang paling sempurna kalau dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Seperti misalnya, manusia memiliki bekal kesempurnaan dalam dimensi fisik, dimensi kecerdasan akal pikiran maupun dalam kecerdasan spiritual, yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lain.

Bahkan Tuhan telah memberikan karunia kepada manusia berupa lapisan otak neo-cortex yang memiliki kemampuan luar biasa untuk berpikir rasional dan logis. Dengan bekal kemampuan luar biasa ini manusia dapat menjelajahi antariksa, menggali kedalaman Samudra, hingga menghasilkan berbagai peralatan canggih yang memudahkan hidup manusia. Inilah yang disebut dengan kecerdasan intektual atau “IQ”. Selain itu manusia juga memiliki otak limbik yang memiliki fungsi dalam kecerdasan emosional atau “EQ” dan kecerdasan spiritual “SQ” yang memiliki peran besar dalam meningkatkan kebijaksanaan dalam hidup. Dengan kecerdasan inilah manusia dapat memberikan makna yang bernilai tinggi dalam setiap aktivitas kehidupannya.

Menyadari potensi ini, maka para ulama dan spiritualis percaya bahwa hidup kita adalah anugerah yang luar biasa. Hidup kita adalah karunia yang tak ternilai. Kesadaran akan kesempurnaan ini, seharusnya menjadikan setiap manusia bangga dan kagum akan kehidupannya maupun kehidupan orang lain. Karenannya penting bagi kita untuk menyadari hal ini, kemudian menggunakan potensi anugerah yang kita miliki untuk hal-hal luar biasa dan mulia. Penting bagi kita untuk mengeksplorasi diri, menemukan berbagai potensi keunikan dan bakat luar biasa dalam diri dan menggunakan untuk tujuan sukses dan kemuliaan.

Berbekal kesempurnaan itu, setiap manusia sesungguhnya mengemban amanah yang sangat mulia dalam kehidupan ini. Kehadiran manusia di dunia ini sesungguhnya diharapkan memberikan peran berarti bagi kehidupan, sebagaimana yang sudah diamanahkan oleh Tuhan. Manusia selain sebagai “abdi” dari Allah adalah penguasa di bumi ini. Sebagai penguasa maka kehadiran kita tidak sekedar untuk kesejahteraan diri kita, tetapi juga untuk kesejahteraan orang lain. Kita berkewajiban memelihara kehidupan dan alam semesta dan menggunakan segenap potensinya untuk mensejahterakan banyak orang. Inilah peran utama manusia sebagai pembawa rahmat bagi sesama kehidupan.

Kalau demikian penting bagi kita untuk memastikan bahwa apa yang kita lakukan, bahwa pekerjaan kita saat ini, maupun aktivitas kehidupan yang kita kerjakan sekarang ini dapat memberikan makna bagi banyak orang orang. Bahwa pekerjaan, bisnis ataupun kehidupan yang kita lakukan saat ini adalah mulia dan bermakna. Dalam bekerja, berusaha dan berkarya tidak hanya untuk memikirkan dirinya sendiri, tetapi dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi sesama kehidupan. Intinya kehadiran kita di dunia ini dituntut untuk mampu mensejahterakan diri kita sendiri, mensejahterakan keluarga kita dan mensejahterakan orang lain serta alam lingkungan kita.

Dalam interaksi sosial di kehidupan, setiap pribadi tidak hanya dituntut untuk mampu mensejahterakan secara lahir, namun juga mampu menjadi cahaya bagi batin dan spiritual bagi orang lain yang membutuhkannya. Inilah insan sejati yang dapat mengeksploitir kemampuan dirinya, baik kemampuan secara fisik, kemampuan intelektual, kecerdasan emosi sampai pada kecerdasan spiritualnya, agar bisa memberikan makna bagi kehidupan. Memberikan arti perbedaan bagi orang lain dan memberikan hasil karya terbaik bagi kehidupan dan bagi dunia.

Para ulama dan spiritualis selalu mengatakan bahwa kesuksesan sejati adalah diukur dengan sejauh mana kita mampu mengembangkan kemampuan diri kita untuk memberikan banyak manfaat bagi sesama kehidupan. Sejauh mana mereka dapat memberikan kontribusi kebaikan yang tulus dan ikhlas bagi sesame kehidupan. Sejauh mana kita telah menempatkan hati yang “taqarrub” menuju kepada sifat-sifat Allah dalam setiap gerak kehidupan di dunia.

Sahabat, hidup adalah panggilan mulia adan agung. Kehadiran kita di dunia memiliki peran yang sangat mulia. Kalau demikian, janganlah pernah berkeluh kesah dalam kehidupan, apalagi berputus asa ataupun membiarkan waktu kehidupan terbuang dengan sia-sia. Tetapkanlah visi yang agung yang dilnadasi nilai-nilai kemuliaan dari dalam hati kita. Berikanlah arti dalam setiap aktivitas kehidupan Anda. Berikanlah perbedaan yang lebih bermakna, apakah itu ditempat kerja, dalam bisnis, maupun dalam aktivitas lainnya.

Ingatlah, bahwa setiap diri kita adalah teladan bagi diri sendiri dan orang lain. Kalau prinsip ini sudah kita jadikan landasan hidup kita, maka setiap kehadiran kita, setiap hasil karya kita, seberapapun harta dan materi yang kita miliki, kekuasaan yang kita dapatkan, ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi yang kita kuasai adalah semata-mata ditujukan untuk kemaslahatan umat sebesar-besarnya. Inilah karakter pribadi manusia yang sudah memahami amanah tertinggi hidupnya. Karena hidup adalah panggilan mulia.

Semoga Bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

***Eko Jalu Santoso adalah Penulis buku “The Art of Life Revolution” diterbitkan Elex Media Komputindo, Founder Motivasi Indonesia: motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com

MENGHADIRKAN TUHAN DALAM KERJA

Thursday, August 23rd, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Seorang sahabat saya yang menjadi pimpinan perusahaan sebuah industri pengalengan makanan di daerah Jawa Timur, setiap pagi sebelum memulai aktivitas rutin kerjanya, selalu mengumpulkan para managernya terlebih dahulu. Setiap pagi Ia selalu membiasakan memulia aktivitias kerja harian bersama managernya di kantornya dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan apa yang disebutnya “coffe morning” sambil membahas rencana kerja hari itu.

Ia selalu memimpin doa bersama dan mengawalinya dengan doa berikut ini, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Ya Allah berikanlah kemudahan dan kelancaran dalam segala urusan saya hari ini, Ya Allah berikanlah bimbinganmu sehingga saya dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi banyak orang hari ini………. “

Sahabat, inilah salah satu contoh yang saya sebut sebagai menghadirkan Tuhan dalam ruang kerja kita. Memulai hari dengan selalu mengingat Tuhan, memohon bimbingan dari Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita. Dengan menghadirkan Tuhan dalam ruang kerja kita, maka setiap langkah dan keputusan yang kita ambil seolah-olah selalu diawasi oleh Tuhan. Implikasinya adalah kita akan selalu mendengarkan suara hati terdalam yang merupakan suara hati spiritual yang bersumber dari sifat-sifat kemuliaan Tuhan.

Menurut para alim ulama dan spiritualis, Tuhan itu ada dalam hati setiap manusia. Tuhan itu sangat dekat dengan diri kita dan menjadi sumber dari segala-galanya. Ketika kita memulai hari selalu berusaha menghadirkan Tuhan dalam diri kita, maka kasih sayang Tuhan akan mengalir dalam diri kita. Bimbingan Tuhan akan hadir dalam diri kita melalui etika, moral dan perilaku kehidupan yang benar, santun dan mulia. Kasih sayang Tuhan akan mengalir pada hati manusia yang memiliki kejernihan hati. Untuk itu kitapun perlu mempersiapkan hati kita untuk selalu menerima kehadiran kasih sayang Tuhan.

Ketika kita meyakini Tuhan hadir dalam ruang kerja kita, Tuhan hadir dalam diri kita, ini akan menjadi semacam pengawasan yang melekat dalam setiap aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Dapat menghadirkan motivasi yang dilandasi oleh nilai-nilai keluhuran dan kemuliaan dalam setiap aktivitas kehidupan. Hal ini akan menghadirkan kedamaian dan optimisme tinggi dalam menghadapi hari ini dengan segala tantangan kehidupan. Karena kita meyakini bahwa Tuhan adalah penolong terbaik kita.

Kalau kita selalu mengundang Tuhan dalam ruang kerja kita, maka sifat-sifat kemuliaan Tuhan yang sudah ada dalam hati kita akan muncul kepermukaan. Sifat-sifat mulia seperti cinta kasih, kebersamaan, kejujuran, keadilan akan hadir dan mempengaruhi orang-orang disekitar kita. Hasilnya adalah suasana harmoni yang dilandasi nilai-nilai spiritual kemuliaan, kerjasama tim yang dilandasi kejujuran, produktivitas kerja dan semangat yang tinggi. Dengan menghadirkan Tuhan, maka kekuatan Tuhan yang luar biasa akan hadir dalam kehidupan kita melalui berbagai cara-cara tak tertuga. Kemudahan hidup akan datang dalam setiap langkah kita, melalui cara-cara yang tak disangka.

Sudahkah Anda memulai hari ini dengan menghadirkan Tuhan dalam ruang kerja Anda ? Sudahkah Anda mengawali aktivitas kerja di pagi hari ini dengan mengundang Tuhan sebagai pembimbing utama langkah Anda ? Sudahkah Anda memulai hari dengan memohon bimbingan Tuhan dalam setiap langkah Anda ?

Semoga bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com

MENGGALI KE DALAM HATI

Tuesday, August 21st, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso,

Banyak orang yang hidup di era modern sekarang ini tanpa disadarinya telah salah dalam menempatkan orientasi hidupnya. Mereka telah beredar pada pusat orbit kehidupan yang salah, sehingga seringkali merasa tidak damai, tidak bahagia, serba kekurangan, kemiskinan hati dan kehilangan makna kehidupannya. Mereka ini banyak yang menderita penyakit yang dinamakan “Spiritual Illness”.

Kebanyak orang menyangka bahwa sumber kedamaian, kebahagiaan dan makna kehidupan tertinggi berasal dari luar dirinya. Mereka menyangka semua itu dapat diraih melalui berbagai simbul-simbul keberhasilan duniawi seperti materi, kekayaan, kekuasaan, popularitas dan berbagai aksesories duniawi lainnya. Akibatnya mereka sibuk menggali, mencari dan berusaha mendapatkan berbagai simbul-simbul kesuksesan duniawi dengan mengabaikan sumber dari nilai dalam hatinya.

Dalam kurun waktu lebih dari 18 tahun pengalaman saya sebagai professional dan praktisi di dunia usaha, saya telah bertemu dan bekerjasama dengan orang-orang dari berbagai latar belakang kehidupan. Saya telah bertemud an bekerjasama dengan para eksekutif, professional, pengusaha dari berbagai negara di dunia. Mengenal berbagai ragam manusia dari mulai orang-orang yang memiliki bakat luar biasa, orang yang telah meraih sukses karier professional mencengangkan, orang yang memiliki popularitas, kekayaan materi berlimpah, maupun orang-orang yang merasa dirinya gagal.

Dalam kehidupan saya juga telah bertemu dan banyak berhubungan dengan berbagai kalangan, mulai dari kalangan dunia pendidikan, kalangan anggota majelis ta’klim di Masjid, kalangan para pedagang kecil atau usaha mikro dan masyarakat umum lainnya.

Apa yang bisa saya dapatkan dari mereka ini ? Pengalaman ini memberikan sebuah pelajaran berharga, bahwa saya tidak pernah melihat dan menemukan seseorang yang berhasil meraih kesuksesan hidup sejati, kehidupan yang penuh makna yang bersumber dari simbul-simbul dari luar dirinya. Saya tidak pernah menemukan seseorang yang memiliki kedamain hati, ketenangan jiwa, kebahagiaan sejati dan kehidupan yang penuh potensi dan keagungan yang diperoleh dari sumber dari luar dirinya.

Apa yang saya temukan adalah bahwa kebahagiaan hidup sejati, kedamain hidup, keberhasilan yang memberikan makna dan kehidupan yang penuh potensi, itu semua bersumber dari dalam hati kita sendiri. Mereka yang mencari kedamain, kebahagiaan dan makna hidup tertinggi yang hanya bersumber dari luar dirinya akhirnya banyak yang menemukan kesia-siaan dan kegagalan hidup. Mereka akhirnya menemukan ketidakseimbangann hidup, kemiskinan hati, kekosongan jiwa dan ketidakbermaknaan hidup.

Namun setiap orang yang bersungguh-sungguh menggali kedalam hatinya, setia pada hati nuraninya dan menjalani hidup dibimbing suara hatinya akhirnya menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati. Mereka yang mendengarkan suara hatinya, menjalani hidup berpusat pada hati nuraninya, menempatkan hati nurani sebagai sumber motivasi kehidupannya, akhirnya menemukan keseimbangan hidup yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan, keberhasilan, kedamaian dan kehidupan penuh keagungan.

Sahabat, dalam hidup ini ada pusat gaya tarik gravitasi universal yang bersumber dari hati nurani. Artinya gaya tarik gravitasi ini berlaku bagi seluruh penduduk bumi ini. Inilah kekuatan yang sesungguhnya mengatur garis edar keseimbangan hidup manusia. Inilah pusat gaya tarik “gravitasi spiritual” yang menjadi pusat makna tertinggi kehidupan manusia. Pusat inilah yang mengatur keseimbangan hidup manusia, sehingga tidak terlempar dari garis edar keseimbangan.

Setiap individu sesungguhnya telah memiliki kecenderungan untuk beredar mengarah pada pusat gravitasi spiritual di dalam hatinya yang menjadi pusat makna hidup tertinggi. Namun sebagian dari mereka mencoba beredar keluar dari garis edar gravitasi ini. Mereka inilah yang akhirnya akan terlempar dan akan cenderung kembali lagi pada garis edar ini.

Hati adalah pusat yang memerintahkan otak atau akal pikiran. Otak atau akal pikiran manusia sebagai hambanya hati, kemudian akan memprosesnya dan memerintahkan panca indra untuk bekerja atau bertindak sesuai dengan apa yang dikehendaki hati. Otak atau akal pikiran manusia sebagai hambanya hati, akan sangat patuh dan selalu tunduk terhadap semua perintah hati nurani kita.

Dengan demikian mereka yang berusaha selalu beredar “inline” dalam garis edar pusat gravitasi yang bersumber pada hati akan menemukan keseimbangan hidupnya. Menempatkan hati nurani artinya menstandarisasi seluruh tindakan dalam kehidupan berlandaskan pada hati nurani. Mendengarkan suara hati nurani terdalam dan menggunakannya sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupan.

Dalam pandangan Stephen R Covey dalam bukunya The 8th Habit, panggilan kita dan kebutuhan untuk era baru ini adalah untuk mengejar pemenuhan diri (fulfillment), pelaksanaan yang penuh semangat (passion execution), dan sumbangan yang bermakna (significant contribution). Itu semua dalam tataran dimensi keagungan dan kehebatan atau “greateness” yang dapat dipenuhi oleh manusia yang selalu bergerak pada orbit kehidupan “in line” yang berpusat pada hati nurani.

Mereka yang memandang kehidupan dari dalam hatinya, menjadi tidak mudah terjebak dalam kemilaunya kehidupan duniawi semata dengan mengabaikan nilai-nilai kemuliaan dalam hati. Mereka dapat mensinergikan antara “outer success” dengan “inner success”. Dapat menjalani kehidupan modern ini dengan tetap realistis, namun tetap memegang teguh idealisme berdasarkan nilai-nilai spiritual dalam hati. Hidup selalu mengedepankan nilai-nilai kebaikan, kebersamaan, kasih sayang, keadilan, kejujuran dan kebenaran sesuai suara hati nurani. Inilah yang dapat mengantarkan manusia meraih kehidupan penuh potensi dan keagungan insani.

Kalau demikian, mengapa harus mengejar sumber-sumber kedamaian, kebahagiaan dan kebermaknaan hidup yang berasal dari luar diri kita dengan mengabaikan suara hati terdalam? Bukankah semuanya bersumber dari dalam diri kita sendiri ? Maka berusahalah menggali dan mengenali suara hati terdalam dan menggunakannya sebagai sumber motivasi bagi kehidupan ini. Tetap realistis dalam kehidupan modern ini, dengan tidak mengabaikan nilai-nilai yang besumber dari dalam hati.

Semoga Bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia (motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com) dan penulis buku “The Art of Life Revolution” diterbitkan Elex Media Komputindo.

MENSYUKURI KEMERDEKAAN

Thursday, August 16th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Kemerdekaan adalah buah perjuangan para pahlawan, Hasil kristalisasi tetesan keringat, darah dan air mata, Buah dari pengorbanan tenaga, pikiran dan bahkan nyawa, Dan pasti juga berkat dari limpahan rahmat dan karunia dariNYA.

Kita wajib berterimakasih kepada para pahlawan, Wajib bersyukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkannya, Semangat mereka adalah keteladanan bagi kita, Perjuangan mereka adalah inspirasi bagi kita, Pengorbanan mereka adalah motivasi bagi kita, Untuk melanjutkan perjuangan mereka, mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi, karya dan kreativitas, Menggelorakan semangat bagi kejayaan bangsa.

Telah 62 tahun bangsa ini merdeka, Namun tengoklah penderitaan sebagian rakyatnya tak jua mereda, Kemiskinan dan kelaparan masih banyak terjadi di pelosok negeri, Korupsi masih merajalela disana-sini, Ketidakadilan dan kesewenang-wenangan masih terjadi di bumi pertiwi, Sementara banyak penguasa yang hanya sibuk memperebutkan kursi.

Peringatan kemerdekaan adalah momentum untuk bersyukur, momentum untuk perbaikan bangsa, Maka wahai engkau yang berkuasa, gunakanlah kekuasaanmu untuk keadilan dan kesejahteraan rakyatmu, wahai engkau aparat hukum, gunakan kekuasaanmu untuk kebenaran dan keadilan rakayatmu, wahai engkau yang pengusaha gunakan usaha an hartamu untuk tujuan kesejahteraan bagi sesame, engkau yang Ilmuwan gunakan ilmumu untuk kebaikan kehidupan manusia, engkau yang rakyat baisa, gunakan tenaga dan pikiranmu untuk kebaikan dan kemajuan bangsa.

Wahai anak bangsa, Keluarkanlah seluruh potensi spiritualmu untuk kebaikan bangsamu, Keluarkanlah seluruh energimu untuk kebaikan bangsa dan rakyatmu, Agar kemerdekaan ini benar-benar menjadi milik semua rakyat Indonesia.

Wahai anak bangsa, bersyukurlah atas atas Rahmat darn karunia kemerdekaan ini, berterimakasihlah kepadaNYA atas nikmat kemerdekaan ini, Dengan tetap setia menjalankan amanah yang kita emban sebaik-baiknya, Dengan tetap setiap pada hati nurani, Dengan tetap setia mengabdikan hidup kita untuk kesejahteraan sesama kehidupan, Dengan lebih banyak peduli memikirkan sesama kehidupan, Dengan tetap setia pada kebenaran dan keadilan.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 62 – 17 AGUSTUS 2007

BELAJAR CINTA DARI ALLAH

Monday, August 13th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Ketika cinta datang dalam hatimu, Engkau dapat tersenyum meski hatimu terluka, Bahkan engkau menangis meski hatimu bahagia, Engkau menjadi terlena dalam merdunya nyanyian cinta, Karena engkau yakin cinta ada dalam hatimu.

Ketika pena cinta melukis dalam hatimu, Ia mampu memainkan warna diatas kanvas bahagia dan sedih, Melukisnya dengan sakit hati, cemburu, iri dan rindu, Namun hatimu tetap mengharapkannya, Itulah warna-warni indahnya lukisan cinta.

Ketika cinta telah datang dalam hatimu, Ia mampu memerahkan hati dan membutakan matamu, Menutup mata hatimu, membawamu melayang sesaat di dunia, Dan engkau tidak beranjak dipeluk merdunya angin bahagia semu, Melukis di kanvas kemewahan duniawi, mengejar kesuksesan hampa, Menguasai sisi gelap mata hatimu dengan kemegahannya, Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsu materi.

Dari mana sesungguhnya datangnya cinta ?

Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia, Ditulis-Nya ketika mencipta makhluk-makhluk-NYA di atas Arsy, Membawa ketulusan hati mengalahkan amarah, Meredam benci, mengubur iri dan dengki, Menuju kepatuhan dan pengabdian kepada Allah dan RasulNYA.

Saat pena cinta Illahi telah melukis hatimu, Satu jam mengagungkan asma-Nya, serasa satu menit saja, Setiap hentakan nafasmu adalah memuliakan nama-Nya, Cahaya cintaNya menjadi lentera bagi mata hatimu, Membawa ketundukan dan pengabdian tulus kepadaNYA, Menelusuri dan meneladani jalan para Rasul-NYA.

Namun saat api cinta Illahi dipadamkan oleh dorongan ego dan nafsumu, Alirannya memekatkan darahmu, membutakan mata hatimu dari kebenaran, Membawamu pada jalan kesesatan dan kerendahan.

Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah, Melalui alam semesta dengan kepatuhannya, Melalui thawafnya gugusan bintang, bulan dan matahari pada orbitnya, Yang tak pernah sedetikpun mau bergeser dari poros ketundukannya, Membawa keharmonisan yang berujung pada keabadian.

Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah, Karena disaat engkau merasakan agungnya cinta Illahi dalam dirimu, Engkau dapat mengubur perasaan iri, dengki dan amarah dalam dirimu, Menggantinya dengan perasaan empati bagi sesamamu, Mengalirkannya melalui kebaikan demi kebaikan bagi sesamamu.

Cintamu dapat merangkulmu dalam ketulusan ibadah kepadaNYA, Menjadi media amaliyah dalam ketundukan tulus pengabdian kepadaNYA, Menjadi penuntun kepatuhan pada ajaran para Rasul-Nya, Mewarnai kedamaian, kebahagiaan dan kekayaan jiwamu.

Belajarlah cinta yang telah diajarkan Allah, Karena Allah adalah kekasihmu yang abadi, DenganNya engkau akan merasakan kedamaian hati, Dengan cintaNYA engkau akan merasakan kebahagiaan sejati.

Belajarlah mencintai Allah setulusnya, maka Allahpun akan mencintaimu, Belajarlah hanya mengarahkan hatimu kepadaNya, maka Allahpun akan membimbingmu, Karena Allah adalah sumber cinta yang agung dan abadi, Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki

Salam Motivasi Nurani.

Eko Jalu Santoso,

Founder Motivasi Indonesia: motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com

DUA PILIHAN JALAN HIDUP

Friday, August 10th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Mengapa manusia disebut sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Allah lainnya ?. Salah satunya adalah karena manusia memiliki “kebebasan hati” untuk memilih jalan kehidupannya. Manusia memiliki kemerdekaan hati untuk mengarahkan pilihan jalan hidupnya. Kemerdekaan dan kebebasan hati inilah yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya.

Sesungguhnya dihadapan setiap manusia telah terbentang dua pilihan jalan kehidupan. Manusia diberikan kebebasan sepenuhnya untuk memilih, apakah kita akan memilih jalan keberhasilan atau kegagalan, memilih jalan kehidupan positif atau kehidupan negatif, memilih memiliki motivasi tinggi atau dikendalikan kemalasan, memiliki keberanian atau ketakutan, dll. Kita sendirilah yang menjadi penguasa hati kita sendiri.

Kita sendirilah yang sepenuhnya mengendalikan hati kita dan akan kita arahkan untuk memilih jalan mana yang akan ditempuh. Apakah akan memilih mengarahkan hati mengikuti tarikan positif “nilai-nilai spiritualisme” atau mengikuti tarikan negatif “nilai-nilai materialisme”. Apapun yang akan kita pilih, dapat memberikan pengaruh terhadap pikiran, sikap, tindakan, perilaku dan langkah-langkah yang akan kita lakukan dalam kehidupan ini. Dan hal itu yang akan menjadi sebab atau menciptakan hasil yang akan diperoleh dalam kehidupan nantinya.

Apakah Dua Pilihan Jalan Kehidupan Itu ?

Imam Al-Ghazali seorang ulama muslim mengatakan bahwa,

“Manusia memiliki kecenderungan untuk mencintai dirinya, mencintai kesempurnaannya, serta mencintai eksistensinya. Sebaliknya manusia cenderung membenci hal-hal yang dapat menghancurkan, meniadakan, mengurangi atau memutuskan kesempurnaan itu.”

Secara fitrah, kebanyakan manusia memiliki kecenderungan untuk selalu berusaha memenuhi eksistensi diri dan kesempurnaan dirinya. Sayangnya kebanyakan manusia seringkali mengekspresikannya eksistensi diri dan kesempurnaan diri melalui berbagai simbul-simbul keberhasilan, melalui berbagai simbul-simbul kesuksesan, melalui berbagai pencapaian-pencapaian yang lebih bersifat materialisme duniawi semata. Banyak manusia telah salah memaknai eksistensi dan kesempurnaan dirinya dengan menempatkannya dalam simbul-simbul duniawi semata. Inilah yang menjadikan banyak orang yang terjebak hanya mementingkan satu sisi kehidupan dunia semata.

1. Mengabaikan Suara Hati Nurani.

Banyak manusia yang kurang memahami potensi kekuatan hatinya dan mengabaikan suara hati nuraninya. Mereka inilah yang kemudian banyak yang terjebak dalam berbagai masalah dan model kehidupan yang salah dan hanya mendewakan kesuksesan material duniawi dengan mengabaikan nilai-nilai suara hati nurani. Mereka tidak dapat mendayagunakan kedahsyatan hati dan akal pikirannya.

Memilih jalan hidup dengan mengabaikan suara hati nuraninya akan membawa manusia pada keadaan yang serba tanggung, serba tidak jelas dan sangat berpotensi membawa manusia pada kerendahan yang akan berakhir dengan kegagalan hidup.

Hal ini kemudian melahirkan pandangan seseorang yang tidak utuh, tidak lengkap atau malah tidak tepat, dalam memahami kodrat dirinya. Mereka tidak memahami secara utuh dan benar hakekat hidupnya, tidak memahami kodratnya sebagai manusia, tidak mengenali hakekat keutamaan hidupnya dan tidak memahami posisi dirinya sebagai “abdi” dari Tuhannya. Bahkan tidak mengerti apa yang paling penting dalam hidupnya dan kemana tujuan tertinggi kehidupannya.

Manusia dengan mudah meremehkan hakekat keberadaan dirinya di dunia, mengecilkan kebermaknaan hidupnya, tidak memiliki kekaguman terhadap berbagai anugerah dan potensi dalam dirinya. Dalam mengambil keputusan-keputusan penting dengan mudah mengabaikan suara hati nuraninya yang merupakan pusat orbit tertinggi kehidupan. Inilah yang kemudian melahirkan berbagai masalah kemerosotan moral individu dan mengakibatkan manusia terjebak dalam berbagai model kehidupan salah masa kini.

2. Mengikuti Suara Hati

Maksudnya menjalani hidup dilandasi oleh nilai-nilai yang bersumber dari dalam hatinya. Menempatkan hati nurani sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupannya. Yakni sebuah jalan hidup yang dapat membawa manusia pada derajat kemuliaan dan keagungan insani, bahkan lebih tinggi dari malaikat sekalipun.

Beruntunglah mereka yang telah memilih jalan hidup berdasarkan suara hati nuraninya. Berbahagialah mereka yang dapat menemukan suara hatinya dan senantiasa mengorbit pada garis edar yang berpusat pada suara hatinya. Menggunakan suara hatinya sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupannya. Karena mereka akan memahami hakekat hidupnya, mengenali siapa Tuhannya yang sebenarnya.

Dengan mengenali siapa Tuhannya mereka akan memahami dan meneladani sifat-sifat kemuliaan Tuhan yang sudah bersemayam “built in” di dalam hatinya. Mereka akan mampu menggunakan kecerdasannya untuk membaca rambu-rambu atau “rules” yang tertulis pada alam semesta dan menemukan tujuan tertinggi kehidupannya. Inilah manusia yang dapat memahami kodratnya dirinya secara utuh dan benar.

Nah, apakah kini Anda sudah dapat melihat jalan mana yang lebih utama untuk dipilih ? Apakah Anda sudah memahami jalan mana yang menjadi sumber masalah utama yang membelenggu kehidupan berjuta manusia modern masa kini ? Apakah Anda sudah dapat menemukan pilihan jalan kehidupan yang dapat membawa pada kesuksesan dan kemuliaan hidup ?

Demikianlah, mengikuti suara hati adalah sumber motivasi tertinggi yang dapat mengarahkan manusia pada sukses dan kemuliaan hidup ini.

Semoga bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

*** Eko Jalu Santoso adalah penulis Buku The Art of Life Revolution yang diterbitkan Elex Media Komputindo dan Founder Motivasi Indonesia: motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com

BERLARILAH MENUJU ALLAH

Monday, August 6th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Engkau yang saat ini sedang dalam perjalanan, dengan memenuhi pikiran segala keinginan dan angan-angan, mengingat kaya, kuasa namun lupa memenuhi kebutuhan jiwa, memenuhi hatimu dengan kekinian dunia namun mengabaikan kekayaan spiritualmu, dengan mendewakan kehidupan dunia namun mengabaikan masa depanmu dalam keabadian, akan kemanakah sejatinya engkau pergi ?

Engkau yang beribadah tak lebih seperti perdagangan, menjual ibadah untuk kepentingan duniamu semata, menukarnya untuk pahala dan kepentingan duniamu semata, bersedekah karena ingin dipuja dan dianggap mulia, berdoa hanya mementingkan kekayaan hartamu semata, berbagi kebaikan untuk tujuan penghormatan sesama manusia, Fa ayna tadzhabun…..Lalu akan kemanakah engkau pergi ?

Engkau yang sedang dalam perjalanan, sadarilah engkau sedang berada dalam persimpangan jalan, kalau engkau agungkan cinta dirimu melebihi cintamu kepada Allah, kalau engkau agungkan kehidupan duniamu sebagai faktor primer tujuanmu, Kalau engkau agungkan kekayaan, kekuasaan, popularitas sebagai tujuan tertinggi kehidupanmu melebihi kekayaan hatimu, Kalau engkau menempatkan kekinian hidupmu dengan mengabaikan tujuan keabadiaan hidupmu, lalu akan kemanakah sejatinya engkau pergi ?.

Engkau manusia diciptakan Allah dari nuthfah saripati tanah, Lambang penuh kekotoran dan kehinaan, Lalu Allah telah meniupkan ruh ke dalamnya, Maka nafikanlah kekotoran dan sifat tanahmu, maka sadarilah hekekat tertinggi kehidupanmu, mulailah mengemban amanah kemuliaan hidupmu, gunakanlah hidupmu untuk kebaikan bagi sesama, maka bangkitlah engkau dari kerendahan, untuk berangkat kembali menuju Tuhanmu.

Ibadah bukanlah untuk menukarnya dengan sekedar pahala, melainkan bentuk pengabdianmu pada Sang Pencipta, Ibadah bukanlah sekedar ritual semata, melainkan penghayatan pada setiap langkah kehidupan, ibadah bukanlah sekedar kewajiban, melainkan melebihi itu sebagai ungkapan terimakasihmu kepada Sang Pemilik Kehidupan, bersedekah adalah keikhlasan dalam bersyukur atas rahmatNya, beribadah adalah wujud kecintaan kita sebagai Abdi-NYA, wujud kepatuhan kita sebagai hamba-Nya.

Perjalanan kehidupan adalah kembalinya kita kepada-Nya, maka berlarilah hanya menuju Allah, hadapkanlah wajahmu hanya kepada Allah, Mengikuti langkah orang-orang yang kembali kepadaNYA.

Jalanilah kehidupan dengan penuh kemuliaan, dengan meninggalkan ego dan nafsumu dan menggantinya dengan jiwa empati, bertaqwalah sebagai wujud syukur kepadaNYA, perbanyaklah melepasakan energi positif kebaikan bagi sesama, hidupkanlah cahaya hatimu dengan menaburkan benih-benih kemuliaan, meninggalkan keharuman dirimu bagi kehidupan, Berhijrahlah engkau hanya kepada Allah dan Rasulnya.

Fa ayna tadzhabun, Lalu akan kemanakah sejatinya engkau pergi ?, Hanya kepada Allahlah sesungguhnya kita akan pergi, Hanya kepada Allahlah sejatinya kita akan kembali, bukan dengan membawa harta, kekuasaan, kekayaan, kepopuleran, namun hanya Amaliyah kebaikanlah yang menyertai, hanya amaliyah kemuliaanlah yang akan menemani.

Berlarilah menuju Allah dengan penuh cinta, seperti seorang kekasih yang ingin berjumpa dengan kekasihnya.

Salam Motivasi Nurani.

MENYUBURKAN BENIH-BENIH CINTA

Wednesday, August 1st, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Dalam alam semesta potensi kekuatan cinta ini ditunjukkan melalui fenomena gugusan bintang, bulan, bumi, matahari dan planet-planet di antariksa yang bergerak selaras pada garis orbit edarnya dengan kecepatannya yang teratur. Mereka bergerak dengan keteraturan dan tidak pernah bergeser sedikitpun dari orbit yang sudah ditentukan-Nya. Demikian juga dengan adanya electron dari atom yang berputar dengan kecepatan tinggi mengelilingi inti atom. Seandainya mereka bergeser sedikit saja dari pusat orbitnya, maka akan terjadi kekacauan dan bencana alam. Apakah sesungguhnya yang dapat mengatrur keterikatan dan ketarutan mereka dalam pusat orbitnya ?

Bagi kita, manusia yang memiliki pengetahuan melalui keyakinan spiritual ke-Tuhanan, dengan yakin mengatakan itulah kekuatan cinta Illahi. Yang mengatur keterikatan dan menggerakkan itu semua adalah kekuatan cinta Illahi. Artinya semua yang ada di jagat raya ini hanya tunduk dan bergerak teratur berdasarkan hukum yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Yang mengikat semuanya untuk bergerak penuh kedisiplinan adalah adanya kecintaan kepada Tuhan.

Ilmu pengetahuan yang lebih banyak mengedepankan rasional dan logika dalam berpikir, tentu tidak dapat membuktikan maupun menyangkal mengenai penjelasan yang demikian. Tetapi manusia yang memiliki keyakinan hati dilandasi spiritual ke-Tuhanan, dapat memahami penjelasan ini. Kita meyakini bahwa ada kekuatan utama yang menggerakkan kehidupan manusia, maupun menggerakan seluruh isi alam semesta, yakni kekuatan cinta Illahi.

Meskipun benih cinta sudah “built in” di dalam hati setiap manusia, namun masih diperlukan adanya perawatan, pemeliharaan dan penyiraman agar dapat tumbuh dan berkembang. Seperti halnya benih tanaman, kalau dipelihara dengan baik, maka benih ini akan berkembang dalam hati setiap manusia. Kalau disirami dan dipupuk setiap hari, maka benih cinta ini akan semakin bersemi dan harum bunga cinta bisa dirasakan dalam kehidupan. Namun sebaliknya, kalau benih cinta ini dibiarkan tanpa dirawat dan diarahkan sesuai kehendak cinta, maka akan layu dan tidak berkembang lagi dalam kehidupan.

Mempelajari sejarah kehidupan para guru besar kebijaksanaan, para pelopor kehidupan, seperti Muhammad SAW, Budha Gautama, Mahadma Gandhi, Bunda Theresa, kita mengagumi keharuman wangi bunga cinta dalam hatinya.

Mengapa mereka bisa memiliki keagungan cinta dalam hatinya ?

Mengapa mereka dapat menjadi pribadi yang penuh cinta ?

Mereka sebenarnya tidak lebih hanya memelihara, merawat dan menyirami bunga cinta yang ditanamkan Allah dalam hatinya, sehingga bunga cinta ini tumbuh subur mengeluarkan harum semerbak wangi bagi kehidupan. Mereka memahami adanya benih cinta dalam dirinya, kemudian mengarahkan kehendak cinta untuk bangkit dan berkembang secara maksimal menjadi keagungan.

Dalam membentuk karakter seseorang menjadi pribadi penuh cinta, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak cukup dengan hanya mengikuti pelatihan satu hari, dengan sekali membaca buku motivasi atau mendengarkan ceramah saja. Diperlukan sebuah kebiasaan yang dilakukan secara nyata, melalui tindakan yang konsisten dan berkesinambungan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Steven R. Covey penulis buku terkenal The 8th Habits, bahwa metode pembentukan karakter, merupakan sebuah seruan: “Taburlah gagasan, petiklah perbuatan. Taburlah perbuatan, petiklah kebiasaan. Taburlah kebiasaan, petiklah karakter. Taburlah karakter, petiklah hasil”.

Alangkah baiknya kalau mulai sekarang, kita menyadari untuk selalu membangun kebiasaan-kebiasaan yang dapat menjadikan diri kita menjadi pribadi yang penuh cinta dan kasih sayang. Mulailah dengan langkah-langkah sederhana agar benih-benih cinta itu tumbuh sumbur dalam diri kita dan keharumannya menebarkan wangi kehidupan.

Semoga bermanfaat. Salam Motivasi nurani.

KEUNGGULAN PRIBADI PENUH CINTA

Wednesday, August 1st, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Menyambut hidup dengan penuh cinta merupakan salah satu pesan penting yang selalu dibawa dalam setiap ajaran Allah kepada umat manusia. Mulai Nabi Adam hingga Nabi akhir jaman Muhammad SAW, selalu membawa pesan cinta yang merupakan panduan bagi manusia agar saling mencintai, berkasih sayang dan membagikan cintanya pada seluruh kehidupan. Pesan cinta suci yang mengajarkan keikhlasan, kelembutan, ketundukan, ketulusan hati dan pengabdian total sebagai fitrah manusia mengabdi pada Tuhan Sang Pemilik Cinta.

Dalam membangun diri menjadi pribadi agung dan unggul, pribadi yang memiliki keharuman wangi bunga cinta bagi kehidupan, manusia harus mampu merawat dan menumbuhkan suburkan setetes benih cinta dalam dirinya. Benih cinta ini kalau tumbuh subur dalam diri dapat membentuk kita menjadi pribadi penuh cinta, memiliki motivasi tinggi, yang menjadi modal utama bagi kesuksesan dan kebahagiaan hidupnya. Karena memiliki cinta dapat mempengaruhi perilaku, pemikiran, sikap, kebiasaan, motivasi, kinerja, karakter, sehingga dapat mengubah hidup seseorang menjadi pemenang.

Marilah kita perhatikan kisah keberhasilan Rasulullah SAW dalam mengubah manusia dan mengubah wajah dunia menjadi seperti sekarang ini. Rasulullah SAW adalah pribadi yang memiliki keagungan melampaui kesuksesan. Sangat mencintai Allah, mencintai orang tuanya, mencintai anak-anak yatim, mencintai fakir miskin, mencintai keluarga dan sahabat-sahabatnya, dan mengajarkan kaum muslim untuk mencintai orang tua, sesamanya dan kehidupannya.

Hidupnya yang senantiasa dilandasi cinta, membentuk karakter pribadinya hingga memiliki kekuatan dalam mempengaruhi banyak umat manusia dalam memperjuangkan kebenaran. Melalui kepemimpinannya yang penuh cinta, beliau dapat mempengaruhi berjuta umat manusia dan mengubah wajah dunia dalam jangka waktu 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Suatu prestasi yang belum bisa ditandingi oleh siapapun di dunia ini sampai saat ini.

Ini membuktikan bahwa orang-orang yang menyambut hidup dengan penuh cinta, menjadi pribadi yang kuat, memiliki motivasi tinggi, tidak mudah menyerah. Mereka yang memelihara cinta dalam dirinya, dapat melahirkan kekuatan yang menyentuh aspek spiritualnya, hingga mendorong dirinya aktif mengembangkan diri dan melakukan optimalisasi kecerdasan (knowledge) dalam bidang yang ditekuninya.

Mereka umumnya memiliki dedikasi yang luar biasa, mencurahkan perhatian, kesungguhan, konsistensi dalam bidang yang ditekuninya. Memiliki semangat memperbarui dirinya, berupaya meningkatkan pengetahuannya pada bidang yang dijalankannya, serta memiliki kesediaan berbagi pengetahuan dengan orang lain. Mereka tidak menjalani hidup dengan khayalan, melainkan dengan ketajaman akal pikiran dan keyakinan masa depannya.

Menjadi Intangible Aset

Pribadi penuh cinta dalam memandang kehidupan, terlihat bersemangat dan optimis yang tercermin dari ketajaman mata hati dan kejernihan pikiran dalam menghadapi masa depan. Memiliki keyakinan yang tinggi akan potensi diri yang dimilikinya, tanpa memiliki rasa kawatir terhadap masa depannya. Kecintaannya mendorong semangat dan kekuatan dari dalam dirinya “inner power” untuk mengatasi tantangan dan kesulitan pada bidang yang dijalaninya.

Dalam menjalin persahabatan, mengembangkan hubungan dengan semua orang atau “network”, mereka membangun hubungan yang sehat dengan menunjukkan integritas, kejujuran, keadilan dan rasa empati yang tinggi kepada orang lain. Sifat yang paling menonjol adalah memiliki sikap toleran dan rasa empati yang dalam. Mereka senang menjalin persahabatan, membangun hubungan yang luas dengan banyak orang dari berbagai golongan. Memandang setiap kehidupan dengan sikap positif dan melihat sisi keistimewaan masing-masing pribadi.

Pribadi penuh cinta tidak segan–segan membantu dan menolong orang lain jika diperlukan atau “compassion”. Mendengar teman yang sakit, misalnya, hatinya akan mudah tersentuh untuk segera berbagi perhatian dan mendoakan kesembuhannya. Menemukan orang yang mengalami kesusahan, hatinya akan segera tergerak untuk menolongnya dengan kemampuan yang dimilikinya. Melihat penderitaan mereka yang tertimpa bencana alam dan gempa bumi, mereka tidak segan-segan untuk meluangkan waktu, tenaga, pikiran untuk membantu mereka yang menjadi korban. Mereka memiliki keikhlasan dalam berbagi kebaikan dengan orang lain dan tidak mengharapkan imbalan.

Inilah “intangible asset” yang merupakan aspek – aspek penting yang menjadi aset pribadi manusia dalam memenangkan hidup ini. Inilah aset pribadi yang meningkatkan nilai diri sseorang hingga mampu mempengaruhi orang lain. Pada akhirnya mereka akan mengingat sikap dan kebaikan yang kita berikan, sehingga membuat mereka menghargai kita sebagai seorang rekan ataupun pimpinan.

Kehidupan ini penuh dengan nilai-nilai keutamaan cinta. Maka sambutlah kehidupan ini dengan penuh cinta dan ucapkan selamat tinggal kepada benci. Mulailah bangkit dan mengambil posisi menegakkan panji-panji cinta dengan mengoptimalkan potensinya dalam setiap masa kehidupan. Mulalah menaburkan benih-benih cinta bagi kehidupan, maka kehidupan akan memberikan cahaya yang terang bagi setiap jiwa yang memilikinya.

Kehidupan sudah membuktikan bagaimana sosok pribadi yang hatinya dipenuhi cinta dapat lahir menjadi seorang pemenang dalam hidup ini. Kehidupan sudah membuktikan membuka lebar kedua tangannya, menyambut hangat kehadiran manusia-manusia yang merawat bunga cinta dengan tulus dalam hatinya. Bahkan alam dan kehidupan memberikan semua kenikmatan, rejeki, kedamaian, kebahagiaan, kesuksesan dan kedudukan yang tinggi bagi mereka yang memiliki karakter pribadi penuh cinta.

Bagaikan mata air motivasi yang mengalir bagi kehidupan, kehadiran manusia penuh cinta membawa keharuman dan dorongan kebaikan bagi sesama kehidupan. Karakter seperti inilah yang dapat kita temukan dalam pribadi Rasulullah SAW, pribadi yang penuh dengan kelemahlembutannya, kesabarannya, kesyukurannya, keIkhlasannya, ketawakalannya dan keCintaannya yang sangat mendalam, menghiasi setiap perilaku lahir dan batinnya. Pribadi yang mengedepankan keselarasan hidup dalam keikhlasan mengharap ridha-Nya. Pribadi seperti inilah yang mampu mengubah berjuta umat manusia dan mengubah wajah dunia.

Semoga Bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

******