Archive for July, 2007

ENGKAU LAKSANA WAKTU

Tuesday, July 31st, 2007

Oleh Eko Jalu Santoso

Engkau laksana waktu, Setiap satu harimu berlalu, hilanglah sebagian dari dirimu, mendekatkan pada keabadian hakiki.

Engkau menemui pagimu diantara dua waktu, Malammu yang telah berlalu darimu, siangmu adalah tamu yang kau tunggu, pandailah engkau menyambut tamumu.

Bila engkau berbuat baik padanya, niscaya dia akan pergi memujimu, namun bila engkau berbuat buruk padanya, niscaya dia akan pergi mencercamu.

Sahabatku, engkau laksana waktu, Peliharalah waktumu selagi milikmu, injaklah bumi dengan kekuatan dirimu, genggamlah dunia dengan akan pikiranmu, kendalikan ego dari nafsumu, 

Waktumu bisa menjadi modal utamamu, Namun sesungguhnya juga menjadi ancamanmu, yang setiap saat mengambil sebagian dirimu, mendekatkanmu menuju bumi, yang pasti bakal menelan jasadmu dan menguburmu.

Engkau laksana hari-hari berlalu, siangmu dan malammu adalah kesempatanmu, namun siang dan malammu adalah bahayamu, itu sangat dipengaruhi bagaimana engkau memperlakukannya, siang dan malammu adalah milikmu, bagaimana engkau menggumuli waktumu, itulah yang akan engkau dapatkan, sampai waktu mencabut nyawamu.

Sahabatku, persiapkan dirimu dengan waktumu, Pandailah engkau menyambut tamumu, sambutlah dengan penuh cinta dan kasih sayang, sambutlah waktumu dengan kebaikan demiu kebaikan, sambutlah waktumu dengan kemuliaan demi kemulian, agar waktumu membawamu pada kecemerlangan.

Sahabatku, renungkanlah dalam sisa-sisa waktumu, akankah ia membawamu ke al-jannah (surga), ataukah ia menyesatkanmu ke an-nar (neraka), siapakah yang lebih berbahaya dari dirimu ?

BERPIKIR KESEMPATAN BARU

Tuesday, July 24th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Seorang member Motivasi Indonesia mengirimkan email kepada saya dan mengeluhkan keadaan hidupnya sekarang ini. Dia merasa kurang bersemangat lagi menjalankan pekerjaannya saat ini. Hatinya terasa kosong, tidak seperti waktu awal-awal mulai bekerja dulu yang penuh semangat. Kini dia merasa seperti robot yang bergerak rutin setiap hari, menjalankan pekerjaan seolah-olah hanya memenuhi kewajiban rutin yang sangat membosankan, sambil menunggu gaji bulanan. Malah, setiap bangun pagi, rasanya hati menjadi berat dan tubuh menjadi lelah karena harus berangkat ke kantor. Berangkat menuju tempat pekerjaan tidak lagi memberinya kesenangan. Dia meminta nasehat bagaimana menghidupkan kembali semangatnya.

Saya yakin masalah seperti ini seringkali juga dihadapi oleh banyak orang lainnya, mungkin diantara anda, sahabat anda atau orang-orang dekat anda. Maka selain sudah menjawabnya secara pribadi, saya kirimkan juga email ini melalui milis.

Salah satu nasehat yang saya berikan dalam usaha membebaskan diri dari situasi seperti diatas adalah menyarankan ia untuk berani berpikir tentang perubahan. Berpikir perubahan, berarti berani memikirkan tentang sesuatu cara-cara yang baru atau berani memikirkan tentang kesempatan-kesempatan baru yang ada di luar sana. Berpikir saja tentu belum cukup, maka ketika seseorang sudah berani berpikir tentang perubahan, langkah berikutnya untuk sukses dalam perubahan adalah berani bertindak melakukan sesuatu tindakan dengan cara-cara yang baru atau berani mengambil kesempatan baru yang ada di luar sana.

Sayangnya, meskipun banyak orang sudah menyadari bahwa kalau menginginkan hasil yang berbeda diperlukan sebuah tindakan yang berbeda, kenyataannya banyak orang hanya memiliki keinginan berubah tetapi tetap melakukan hal-hal yang sama setiap harinya. Tidak pernah melakukan perubahan tindakan ataupun mengambil kesempatan baru. Hal itu berlangsung terus menerus dan tetap saja mengeluh dengan ketidakpuasan kondisinya. Inilah kenyataannya, banyak orang sudah merasa tidak nyaman dengan kondisinya, namun tetap tidak berpikir kesempatan baru.

Sudah menjadi hukum alam bahwa seseorang yang ingin mendapatkan hasil yang berbeda, maka diperlukan tindakan yang berbeda. Melakukan tindakan yang berbeda tidak berarti harus meninggalkan pekerjaan yang sekarang, tetapi lakukan pekerjaan yang sekarang ini dengan cara-cara yang baru. Kalau hal ini merasa belum puas juga, maka mencobalah menengok kesempatan baru di luar sana. Ada berjuta kesempatan baru di luar sana, kalau saja anda mau sedikit saja meliriknya atau membukakan hati untuk menengoknya. Dengan tidak berani melakukan perubahan tindakan dan melihat kesempatan baru, berarti anda hanya membiarkan waktu terbuang dengan membiarkan berjuta kesempatan berlalu begitu saja dari hadapan kita.

Sahabat, dalam setiap kesempatan berusahalah melihat hal-hal baru atau kesempatan baru di lingkungan anda. Belum tentu sesuatu hal yang baru itu tidak sesuai dengan diri kita, atau menghilangkan kenyamanan yang sudah kita nikmati selama ini. Bisa jadi sesuatu yang kita anggap tidak tepat buat diri kita, malahan memberikan dampak lebih baik. Bisa jadi hal-hal baru tersebut menjadikan diri kita lebih bernilai, yang belum pernah kita temukan selama ini. Mungkin saja kalau kita mau menerima perubahan akan hal baru itu, justru kita menemukan pilihan baru yang lebih tepat sesuai potensi dan kepribadian kita.

Semoga bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

Eko Jalu Santoso, Penulis Buku The Art of Life Revolution, diterbitkan Elex Media Komputindo, Founder Motivasi Indonesia.

BERIKAN MAKNA PADA KEKALAHAN

Thursday, July 19th, 2007

Oleh Eko Jalu Santoso

Apakah Anda salah satu pencinta sepakbola ? Kalau ya, pasti Anda tidak akan melewatkan pertandingan sepakbola antara Indonesia melawan Korea Selatan tadi malam. Sebuah harapan besar yang tadinya menjadi milik pemain kesebelasan Indonesia dan juga menjadi harapan besar bagi berjuta-juta masyarakat pencinta sepakbola Indonesia agar tim Indonesia mampu mengukir sejarah baru, akhirnya harus kandas oleh kesebelasan Korea Selatan.

Kekalahan itu tentu menyakitkan tidak hanya bagi pelatih dan pemain, namun juga bagi pencinta sepakbola Indonesia. Kekalahan itu telah menjadi perbincangan hampir di semua sudut-sudut kantor di pagi hari ini.

Sahabat, begitulah warna-warni kehidupan, bukan hanya dalam pertandingan olahraga, namun juga berlaku dalam karier, bisnis dan kehidupan lainnya, selalu ada kekalahan dan kemenangan. Demikian halnya dengan kehidupan kita, ada masanya dalam kehidupan seseorang akan mengalami masa-masa sulit, masa-masa kekalahan atau kegagalan.

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa kekalahan seperti ini. Cepat atau lambat, masa-masa sulit seperti itu pasti akan datang dalam kehidupan setiap orang. Dan reaksi masing-masing pribadi sesungguhnya akan sangat menentukan bagaimana kualitas kehidupan, kebahagiaan dan kesuksesan seseorang di masa depannya.

“Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah, tetapi sesumbar apa yang akan dilakukannya bila menang. Sedangkan, pemenang tidak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah.”

- Eric Berne -

Sejak lahir di dunia ini, setiap diri pribadi sudah di takdirkan akan mengalami berbagai tantangan kehidupan, mulai dari kesulitan dan kemudahan, kegagalan dan kesuksesan, kemenangan dan kekalahan dalam hidupnya. Tiap-tiap diri sesungguhnya telah ditakdirkan untuk menjumpai saat-saat sulit, masa-masa penuh tantangan ataupun saat-saat menerima kekalahan yang menyakitkan.

Adakah Anda pernah mengalami kekalahan, kesulitan dan kegagalan ? Bagaimana Anda menyikapinya ? Ataukah Anda pernah melihat sendiri, rekan anda, sahabat anda, orang terdekat anda yang sudah sekian lama berusaha, namun masih belum berhasil meraih kesuksesan ? Bagaimana mereka menyikapi masa-masa sulit seperti ini ?

Sahabat, lihatlah lebih cermat lagi, mungkin kita akan mendapati bahwa masa-masa sulit, menerima kekalahan seringkali telah menjadikan kesempatan bagi sebagian orang untuk terus maju, namun juga banyak menjadikan orang malah semakin terpuruk dalam kemalangan. Itu semua adalah bagaimana mereka menyikapinya.

Kekalahan dalam hidup kita, bisa memberi kita “inspirasi” atau malah menjadikan  “keputusasaan”. Bagi mereka yang yang termasuk kelompok orang-orang yang mudah menyerah, kekalahan dalam kehidupan seringkali menjadikan mereka semakin terpuruk. Menjadikan mereka semakin larut dalam kemalangan.

Namun tidak demikian bagi mereka yang termasuk kelompok orang-orang yang selalu optimis dan berpikir positif,  kesulitan dan kekalan dapat memberikan makna bagi setiap petumbuhan dirinya. Kekalahan dalam kehidupan tidak menjadikan mundur, tetapi terus bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan apa yang mereka inginkan. Termasuk kelompok manakah diri Anda ?

Berikanlah makna pada setiap kekalahan, kemudian transformasikan itu menjadi sesuatu yang lebih berharga. Dalam membentuk kepribadian menjadi lebih unggul, diperlukan manusia untuk mampu memproses dan merespon setiap masalah, kesulitan, kekalahan dan perubahan secara positif. Evaluasi kekalahan yang kita terima, kemudian lakukan perubahan melalui cara-cara yang lebih baik untuk meraih kemenangan. Persiapkan diri anda menghadapi masa depan yang lebih berarti.

Bukankah sebuah batu yang awalnya tak berharga akan dapat menjadi sesuatu yang amat berharga bila kita gosok. Begitu juga diri kita, hidup kita, kita tak akan pernah menemukan potensi dalam diri kita, kalau tidak pernah kita mencobanya. Hampir setiap orang yang meraih sukses telah melewati kekalahan-kekalahan. Maka jangan pernah bilang kita dapat berhasil tanpa melalui perubahan-perubahan.

Bukankah mempersiapkan diri dari sekarang akan lebih baik dari pada hanya menunggu datangnya masa-masa sulit dalam kehidupan kita ?. Teruslah berjuang untuk meraih kemenangan.

Salam Motivasi Nurani.

*** Eko Jalu Santoso adalah seorang profesional dan praktisi dunia usaha, Penulis Buku The Art of Life Revolution, yang diterbitkan Elex Media Komputindo dan Founder Motivasi Indonesia: motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com

DAYA UNGKIT ENERGI POSITIF

Tuesday, July 3rd, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Apakah Anda pernah mendengar tentang hukum kekekalan energi yang disampaikan oleh Isaac Newtown ? Ilmuwan dunia terkenal ini menjelaskan bahwa setiap energi di bumi ini tidak pernah hilang dari kehidupan, tetapi hanya sekedar berubah bentuk saja. Contohnya adalah zat cair yang menguap, kemudian akan mengembun dan akhirnya turun kembali menjadi hujan. Zat cair ini sesungguhnya tidak pernah berkurang dari kehidupan, hanya berubah bentuk dan akhirnya kembali lagi dalam keseimbangan sebagai zat cair di alam ini.

Dalam kehidupan manusia pada umumnya, hukum kekekalan energi “Isaac Newton” ini sebenarnya juga berlaku dalam aplikasi kehidupan nyata sehari-hari. Di dalam tubuh kita sudah tersimpan sumber energi yang tak terbatas. Setiap energi yang dilepaskan oleh tubuh kita - apakah itu energi positif maupun energi negative - sesungguhnya tidak pernah hilang dari muka bumi ini. Artinya setiap energi yang dipancarkan dari tubuh kita, nilainya tidak akan pernah berubah. Kalau yang kita pancarkan dari tubuh kita adalah energi positif, maka yang akan kembali adalah energi positif yang akan kita terima lagi. Demikian sebaliknya, kalau energi negatif yang kita pancarkan, maka yang akan kembali ke kita adalah energi negatif.

Sederhananya begini, dalam aplikasi nyata kehidupan kalau Anda menolong orang lain yang sedang memerlukan bantuan pertolongan misalnya, maka sebenarnya tubuh kita sedang memancarkan energi positif yakni berupa tindakan positif kebaikan. Energi positif kebaikan yang Anda pancarkan dari diri Anda sesungguhnya tidak akan hilang dari muka bumi ini. Energi kebaikan yang anda pancarkan akan selalu ada di alam ini dan akan kembali kepada diri Anda. Bentuknya bisa saja sama, apakah kita ditolong kembali oleh orang lain pada saat memerlukan bantuan, atau bisa juga dalam berubah dalam bentuk nilai positif yang berbeda. Misalnya, Anda mendapatkan ketenangan jiwa, keselamatan hidup, kebahagiaan hati, penghargaan dari orang lain dan bahkan pahala dari Tuhan YME.

Dan luar biasanya lagi adalah, setiap orang yang senang berbagi energi kebaikan kepada orang lain, ia tidak akan pernah kekurangan sumber energi kebaikan dalam dirinya. Dalam kehidupan keagamaan kita, hal ini diperkuat dengan apa yang difirmankan Allah SWT,

“bahwa siapa saja yang memancarkan energi positifnya dengan berbagi, menolong dan mencintai sesama kehidupan dan seluruh isinya, maka Allah akan mengembalikan energi positif ini dalam kehidupan kita”.

Bahkan dalam pandangan Allah Tuhan Yang Maha Memiliki Sumber Energi Kehidupan, energi positif berupa kebaikan, cinta kasih tersebut akan dikembalikan dalam jumlah yang berlipat ganda.

Bentuk pengembalian yang kita terima bisa saja berupa makin dicintai orang lain, menerima banyak kasih sayang dari sesama manusia, mendapatkan kebaikan dan kemuliaan hidup, meraih kemudahan dalam berusaha, meraih keberhasilan dalam bekerja dan berbagai kemudahan hidup lainnya.

Dengan demikian kalau hidup semakin banyak digunakan untuk melepaskan energi positif dengan banyak melakukan tindakan positif bagi orang lain, berbagi kebaikan, menolong sesama kehidupan, dibandingkan dengan hanya mementingkan diri sendiri, akan semakin mengangkat derajat atau “value” diri seseorang dihadapan manusia dan dihadapan Tuhan. Inilah yang saya maksudkan dengan daya ungkit energi positif bagi kesuksesan. Semakin besar energi positif dalam hidup yang kita pancarkan dari tubuh kita, akan menjadikan daya ungkit luar biasa dalam meninggikan kehidupan meraih sukses dan kemuliaan hidup. Hidup akan terasa menjadi semakin mudah, lebih tenteream, semakin ringan dan membahagiakan hati.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah benar-benar ada energi positif atau tindakan positif dalam bisnis, dalam pekerjaan, dalam hidup di dunia yang semakin komplek dengan persaingan ketat sekarang ini ?

Bagaimana agar kita dapat meningkatkan sumber energi positif sehingga dapat menjadi daya ungkit bagi sukses dan kemuliaan hidup kita ?.

Sumber energi positif sesungguhnya sudah ada dalam diri pribadi masing-masing individu. Seringkali kita tidak menyadari, kurang memahami atau bahkan tidak perduli dengan sumber energi dalam diri kita. Di dalam buku saya The Art of Life Revolution yang diterbitkan Elex Media Komputindo, dibahas apa saja energi positif dalam bisnis, pekerjaan dan hidup dan diuraika bagaimana menghidupkan energi positif dalam karier, bisnis dan hidup sehingga meningkatkan kesuksesan. Disini kami ingin berbagi 4 tips agar dapat meningkatkan sumber energi sukses mulia dalam hidup:

1. Memiliki tujuan hidup yang dilandasi oleh idealisme pada nilai-nilai luhur dan kemuliaan

Dalam kehidupan, banyak sekali kita temukan orang-orang sukses dengan penghargaan tertinggi, menjadi pemimpin kebijaksanaan hidup, pembaharu kehidupan, karena mereka memiliki tujuan hidup yang dilandasi nilai-nilai Luhur dan kemuliaan. Mereka mengabdikan hidupnya untuk kepentingan sesamanya. Mereka memiliki idealisme tinggi dengan mengabdikan hidupnya untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Memberikan pelayanan kepada banyak umat manusia, mengabdikan hidup untuk dunia dan alam semesta, mengabdikan ilmu pengetahuannya untuk kemajuan peradaban dunia.

2. Aktivasi Kekuatan Hati Dengan Menumbuhkan Keikhlasan Berbagi Kebaikan

Keikhlasan dalam berbagai kebaikan adalah energi positif yang akan menyebar, yang tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga menciptakan lebih banyak lagi energi positif yang akan kembali kepada si pemberi. Ini adalah hukum kehidupan yang benar, tidak peduli apakah si pemberi menginginkan atau bahkan tidak menyadarinya. Siapapun yang memberi dengan ikhlas, tanpa disadarinya telah meningkatkan nilai “value” dirinya bagi kesuksesan. Siapa yang melepasakan energi positif kebaikan, akan meningkatkan energi positif yang mengalir kepadanya hingga melipatgandakan kebahagiaannya.

3. Filosfi hidup “memberi dan melupakan”

Prinsipnya memberi dan melupakan merupakan landasan berpikir ikhlas dari dalam hati. Memiliki keikhlasan melakukan pekerjaan positif, memancarkan energi kebaikan kepada orang lain. Kita hanya perlu meyakini bahwa setiap energi positif yang kita pancarkan sesungguhnya tidak akan pernah berkurang. Meyakini bahwa energi positif tidak hilang dari kehidupan, tetapi akan kembali mengalir kedalam diri kita. Kita tidak perlu kawatir akan menjadi kekurangan, tidak perlu memiliki ketakutan tentang masa depan yang belum pasti, karena kita meyakini suatu saat energi positif ini pasti akan kembali. Ini merupakan suatu keniscayaan atau suatu hukum alam yang sejati.

4. Menumbuhkan Jiwa Empati

Bagaimana caranya untuk dapat memiliki jiwa empati ? Cara sederhana adalah kita dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kita dapat mengerti apa yang dibutuhkan orang lain. Jadi mengelola hati untuk dapat membantu kebutuhan orang lain. Kita memiliki kepekaan dan kepedulian yang kemudian diinterpretasikan melalui tindakan nyata membantu orang lain.

Memiliki jiwa empati merupakan energi positif ini akan memberikan efek positif bagi kebahagiaan ketika melakukan kebaikan. Tidak mementingkan hidup untuk dirinya tetapi membagi kepedulian dengan segera mengulurkan tangannya bagi mereka yang membutuhkan tanpa harus diperintah orang lain.

Semoga Bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

Sumber: Daya Ungkit Energi Positif oleh Eko Jalu Santoso, Penulis Buku The Art of Life Revolution, Diterbitkan Elex Media Komputindo, Founder Motivasi Indonesia, motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com