Archive for the ‘PUISI-PUISIKU’ Category

Rasanya Tak Ada Yang Meragukan…

Wednesday, November 11th, 2009


Rasanya tak ada yang meragukan,
Kalau hati sumber inspirasi dan motivasi,
Tempat bersemayamnya iman
Sumber kekuatan tak terbatas,
Di dalamnya sudah “built in” sifat-sifat Illahiah
Yang menjadi sumber kearifan dan kebijaksanaan
Siapa yang memperjuangkan suara hatinya dalam kehidupan,
Ia dijamin meraih sukses dan kemuliaan.

Rasanya tak ada yang meragukan,
Kalau akal pikiran adalah anugerah tak ternilai dari Tuhan,
Akal pikiran memiliki kemampuan yang luar biasa,
Dengan pikiran mampu menjelajahi kedalaman Samudra,
Menembus ruang angkasa dan memahami kebesaran Tuhan
Menciptakan peralatan yang memudahkan kehidupan,

Rasanya tidak ada yang meragukan,
Kalau ilmu itu sumber kebijaksanaan
Ilmu itu meninggikan derajat kemuliaan
Ilmu itu sebagai perisai dari kerendahan dan kehinaan
Ilmu itu sebagai cahaya menerangi hati kita
Dengan ilmu manusia memahami tujuan hidupnya

Rasanya tak ada yang meragukan lagi,
Kalau memberi adalah menciptakan imbalan bagi diri sendiri
Berbagi memberikan kebahagiaan hidup
Berbagi menciptakan keberlimpahan dalam hidup

Kalau demikian,
Mengapa ada yang tidak memercayai suara hati,
Lebih mengedepankan ego dan nafsu duniawi,
Mengapa ada yang tidak memberdayakan akal pikirannya,
Untuk memberikan kontribusi kebaikan bagi sesama,
Mengapa ada yang enggan memberi dan berbagi,
Padahal memberi adalah sumber keberlimpahan….

Hidup adalah panggilan agung dan mulia,
Maksimalkan kekuatan hati, pikiran dan tubuh kita,
Segera bangkit mengambil peran dan tangungjawab mulia,
Berkarya memberikan nilai kebaikan bagi sesama
Menyibukkan diri untuk meraih keberhasilan dunia,
Dengan tetap menyibukkan hati hanya untuk Allah semata.

Salam Revolusi Hati Nurani,
Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia
Penulis Buku HEART REVOLUTION: Revolusi Hati Nurani, Elex Media Komputindo.

Kekuatan Dalam Kebaikan

Thursday, March 12th, 2009


Oleh: Eko Jalu Santoso

 

Kebaikan adalah saham yang menguntungkan,

Investasi yang dijamin tidak pernah merugi,

Sekecil apapun kebaikan tak akan menjadi sia-sia,

Bahkan akan dilipatgandakan sesuai janji-Nya,

Bagi kebaikan yang ikhlas dilakukan bagi sesama.

 

Bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai,

Dalam tiap-tiap tangkai ada 100 bulir,

Dan Allah SWT akan melipatgandakan bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

Itulah balasan bagi kebaikan yang ikhlas dilakukan.

 

Kebaikan itu begitu istimewa,

Karena ia hanya milik orang-orang yang sabar,

Hanya milik orang-orang yang mempunyai keberuntungan,

 

Ada kekuatan dibalik kebaikan,

Kalau saja semua manusia tahu manfaat kekuatannya,

Ia tak akan mungkin menunda-nunda kebaikan,

Karena menunda kebaikan berarti kerugian,

Menunda kebaikan berarti membuang kesempatan

 

Pintu-pintu kebaikan terbuka lebar,

Tersebar dalam berbagai aspek kehidupan,

Mulai dari membuka mata di pagi hari,

Hingga memejamkan mata di malam hari,


Ada kekuatan di dalam kebaikan,

Kekuatannya mampu menghapuskan keburukan,

Kebaikannya mampu mengendalikan kejahatan,

Maka bergaulah selalu dengan kebaikan,

Agar kemuliaan selalu dekat denganmu

 

Ada kekuatan di dalam kebaikan,

Pribadi yang baik adalah pribadi yang kuat,

Ia mampu melakukan yang baik bagi semua orang,

Ia kuat menahan diri dari godaan nafsu menyesatkan.

 

SALAM SUKSES MULIA,

Eko Jalu Santoso | www.ekojalusantoso.com

Ada Kekuatan di Dalam Cinta

Wednesday, March 11th, 2009


Tuhan pasti memiliki cinta yang tak terbatas,

Karena Tuhan adalah dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang,

Tetapi mungkin hanya satu cinta yang diturunkan kepada manusia,

Meski satu cinta, ia memiliki kekuatan luar biasa,

Satu cinta mampu mengalahkan nafsu dan ego manusia,

Satu cinta mampu mengubah dunia dan seiisinya,

 

Satu cinta mampu membuat seorang ibu menyayangi anaknya,

Rela berkorban demi anaknya tanpa menuntut balas jasa,

Satu cinta mampu membuat orang rela berkorban untuk kekasihnya,

Satu cinta mampu membuat seseorang rela berkorban harta dan nyawa,

Satu cinta dapat membuat kedamaian dunia…

 

Ada kekuatan di dalam cinta,

Berhati-hatilah mengarahkan kekuatan cinta,

Karena cinta dapat membawamu pada kemuliaan dan ketinggian,

Itulah cinta karena Allah semata

Namun juga dapat merendahkanmu dalam kehinaan

Itulah cinta dunia karena nafsu semata….

 

Di dalam hatimu sudah ada cinta,

Cinta yang memiliki kekuatan luar biasa,

Tumbuhkan cintamu agar harumnya semerbak mewangi di kehidupan,

Bangkitkan cintamu agar keindahannya menebar di sekelilingmu,

 

Bila hatimu telah dipenuhi rasa cinta,

Mudah bagimu untuk peduli kepada sesama,

Mudah bagimu untuk berbagi kebaikan dan cinta,

Mudah bagimu bertindak bijaksana dan Mulia,

Muah bagimu menebarkan kasih saying dan kebaikan,

Maka hidupkalah cinta, agar keharumannya menebar ke sesama.

 

Ada kekuatan di dalam cinta,

Pribadi yang memiliki cinta adalah pribadi yang kuat,

Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat,

Karena ia dapat mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri,

Karena ia dapat mengendalikan nafsu dan egonya untuk kepentingannya

Karena ia dapat mencintai sesamanya

 

Salam Penuh Cinta,

Cibubur 10 Maret 2009

Eko Jalu Santoso | www.ekojalusantoso.com

Dunia Tidak Cukup

Thursday, February 26th, 2009




Banyak orang sibuk mengejar dunia,

Mereka berjuang menjadikan dunia dalam genggamannya,

Mereka mati-matian mengumpulkan dunianya,

Mengejar karier, Bisnis, kekayaan, jabatan, kekuasaan,

Begitu sibuknya seringkali melupakan akheratnya.

Seolah-olah dunia adalah tujuan akhirnya,

 

Berapa lamakah engkau akan hidup di dunia,

Apakah lebih dari 70 tahun, 80 tahun atau seratus tahun,

Itupun kalau diberikan umur panjang,

Lalu akan kemanakah kehidupan setelahnya…

 

Banyak orang cerdas dunia, tetapi mengabaikan akheratnya,

Mereka pandai dunia, tapi tidak memahami akheratnya,

Mereka cinta dunia melebihi cinta akheratnya,

Padahal dunia hanya sebentar saja,

Padahal dunia saja tidaklah cukup

 

Dunia bukanlah tujuan akhir,

Karena dunia akan segera ditinggalkan,

Kita semua sedang dalam perjalanan kesana

Tak peduli seberapa kerasnya manusia berusaha,

Ketika waktunya tiba, tak sedetikpun mampu menghindarinya,

Menuju Kehidupan kubur…….
Kehidupan masyar …….
Kehidupan shirath ……
Kehidupan Syurga atau kehidupan neraka…..

Tak pernah terbayangkan berapa lama kekalnya……

 

Harta kekayaan, kekuasaan, jabatan akan ditinggalkan,

Semua asesories kesuksesan dunia ditinggalkan,

Hanya amal sholeh dan kebaikan yang dibawa,

Hanya roh, jiwa dan iman yang menyertainya,

Sudah siapkah kita menuju kehidupan selanjutnya,

sudah siapkah kita berdiri dihadapanNya ?

 

Dunia saja tidak cukup,

Karena dunia  begitu kecil dan sementara,

Dunia dikuasai hanya untuk sarana akheratnya,

Letakkanlah dunia dalam genggamanmu tetapi jangan dalam hatimu,

Kuasailah duniamu, tetapi jangan dunia menguasaimu,

Bertebaranlah di dunia untuk mengumpulkan bekal akheratmu

 

Dunia dikejar untuk ditinggalkan,

Harta dikumpulkan untuk ditinggalkan,

Kejarlah dunia tanpa mengabaikan akheratmu,

Raihlah keberhasilan duniamu untuk bekal akheratmu,

Karena akherat jauh lebih penting dari pada dunia,
karena akherat jauh lebih kekal daripada dunia,

Dunia adalah sarana,

Kesempatan berinvestasi kebajikan,

Kesempatan mengumpulkan amal kebaikan,

Kesempatan menebarkan kasih sayang,

Kesempatan menghasilkan karya-karya bagi kehidupan,

Karena akherat lebih utama…

 

Dunia saja tidak cukup,

Karena dunia itu kecil dan sementara,

Akheratlah yang besar dan kekal,

Kalau demikian mengapa sibuk memperjuangkan yang kecil saja,

Perjuangakan yang besar, yang kecilpun akan dimenangkan,

Kejarlah akheratmu, maka dunia dalam genggamanmu

Pikirkan dan renungkanlah…..

 

Salam Sukses Mulia,

Cibubur, 26 Pebruari 2009

Eko Jalu Santoso

www.ekojalusantoso.com

SELAMAT JALAN BAPAK

Thursday, May 22nd, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Tanggal sepuluh bulan lima tahun duaribu delapan, Seperti mimpi yang tak ingin terjadi, Tiba-tiba lemas seluruh sendi-sendi tulang ragaku, Tenggorokanku tersekat dan lidahku kelu tak bisa berucap, Hanya gumam lirih Inna lillahi wa inna illaihi raji’un, Mengantar berpulangnya bapak menghadap Illahi.

Kini waktu tak lagi menyatukan raga kita, Namun bapak tetaplah sosok istimewa dalam hidupku, Seorang guru sejati yang tak ada penggantinya, Karena dengannya aku pertama mengenal dunia, Dengannya aku belajar mengukir kata, Dengannya aku berhasil menjejakan kaki di dunia.

Ia seorang guru sejati yang teguh dalam akidah, Sosok pejuang keras dengan pikiran dan keringatnya, Tak pernah lelah mengabdikan hidup untuk kebajikan, Dengan keteladanan dan kasih sayang sebagai pelanginya, Dengan kebijaksanaan dan kerendahan hati sebagai bajunya, Ia telah mewarnai hatiku dan mewarnai dunianya.

Kepergianmu adalah kehilangan mendalam bagiku, Tak ada yang dapat menggantikanmu dalam hatiku, Kepualangmu adalah kepedihan mendalam bagiku, Namun keikhlasanlah yang dapat mengantarmu, Selamat jalan untuk bertemu dengan kekasih-Mu, Doa-doa kami yang akan selalu menemanimu.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, Engkaulah tempat kembalinya semua kehidupan, Terimalah berpulangnya ayah kami dalam haribaan-MU,Yang kembali dengan kesucian dan keberhasihan hati, Sayangilah dia seperti ia mengasihi kami selama ini.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,Ampunilah segala kesalahannya, Terimalah Iman dan Islamnya, Jadikan amal kebaikan sebagai bekalnya,Dan tempatkanlah Ia dalam kediaman yang dinaungi kemuliaan-Mu.

Ditulis untuk mengenang berpulangnya ayah kami Bpk. Salam Siswosugiarto Kepangkuan Illahi Pada Tanggal 10 Mei 2008 di Yogyakarta.

ENGKAU ADALAH PRIBADI BERUNTUNG

Friday, April 18th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Sahabatku, Kalau engkau bangun dan membuka matamu di pagi hari, Engkau mendapati tubuhmu terasa sehat dan segar, Engkau dapat menghirup segar dan cerahnya udara pagi hari yang indah, Maka bersyukurlah kepada Allah Tuhan Yang Memberimu Kehidupan, Karena Engkau termasuk pribadi yang beruntung, Masih ada jutaan orang yang tidak bisa bangun karena sakit, Ada jutaan orang yang tidak bisa bertahan hidup dalam hari ini.

Sahabatku, Ketika engkau tinggal di rumah yang baik, Engkau memiliki keluarga yang menyayangimu, Engkau memiliki makanan yang cukup sehat, Engkau dapat membaca buku dan belajar menuntut ilmu, Maka bersyUkurlah kepada Allah Tuhan Sang Maha Pemurah, Karena engkau termasuk orang yang terpilih, Ada ratusan juta orang yang tidak dapat tinggal dengan layak, Ada ratusan juta orang yang masih hidup dalam kelaparan, Ada ratusan juta orang yang tidak berkesempatan untuk belajar ilmu.

Sahabatku, Kalau engkau memiliki pekerjaan yang layak, Engkau memiliki uang yang ditabung di bank, Engkau dapat membeli kendaraan yang baik, baju dan makanan di restoran, Maka Bersyukurlah Kepada Allah Tuhan Yang Maha Pengasih, Karena engkau termasuk orang yang kaya di dunia, Masih ada ratusan juta orang yang menjadi pengangguran, Masih ada milyaran orang yang hidupnya serba kekurangan.

Sahabatku, Kalau engkau dapat hidup tenang di Negara yang damai, Engkau tidak merasakan penjara, penyiksaan dan kekejaman,

Engka dapat merasakan kebebasan berbicara dan kedamaian hidup, Engkau dapat melaksanakan ibadahmu dengan tenang dan nyaman, Maka bersyukurlah kepada Allah Tuhan Yang Maha Melindungi, Karena Engkau termasuk orang beruntung, Karena ada jutaan orang yang tidak dapat merasakan kebebasan hidup, Ada ratusan juta orang yang tidak dapat melaksanakan ibadahnya dengan tenang, Ada ratusan juta orang yang terpenjara dan mengalami penyiksaan.

Sahabatku, Di pagi yang cerah dan indah ini, Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan kembali, Berapa banyak berkah dan rahmat dari Allah yang telah engkau terima, Berapa banyak kenikmatan dari Allah terlimpah kepadamu, Engkau akan menemukan betapa hidupmu sunguh sangat beruntung, Betapa banyaknya rahmat dan berkah Allah yang telah engkau terima.

Sahabatku, Engkau adalah pribadi yang beruntung, Engkau adalah pribadi yang sangat kaya, Maka bersyukurlah kepada-Nya

Banyaklah bersyukur atas rahmat-Nya, Banyaklah berbagi dengan sesama kehidupan, Agar hidup menjadi lebih bermakna dan berdayaguna.

SEMOGA BERMANFAAT DAN HAVE A NICE WEEKEND.

***Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku “The Art of Life Revolution” & Buku “Heart Revolution”, Elex Media Komputindo, Email: ekojalus@gmail.com

MEREKA BUTUH KEPEDULIAN

Monday, March 3rd, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Sahabat, engkau yang memiliki hati penyayang, Buka matamu dan tajamkan mata hatimu, Bentangkan empati dan tinggalkanlah egomu, Engkau akan temukan berjuta manusia di luar sana, Yang hidup dalam kesulitan dan kemiskinan.

Bukan kemauan mereka hidup papa dalam kemiskinan, Bukan kehendak mereka berada dalam kesulitan, Dunialah yang menghempaskan mereka di sudut-sudut jalan, Tergilas oleh peradaban kemajuan jaman, Tenggelam dalam perputaran roda waktu kehidupan, Terpinggirkan di tengah-tengah laju pembangunan.

Kita dan mereka adalah sama di hadapan Tuhan, Kehidupan yang membuat mereka berbeda dengan kita, Dunia yang memisahkan mereka yang hidup papa dan orang yang berada, Kehidupan yang mengkotak-kotakan mereka dengan lainnya, Mereka butuh kepedulian kita bersama.

Mungkin engkau telah memberi seribu, sepuluh ribu atau seratus ribu, Tapi itu belum berarti apa-apa bagi perubahan hidup mereka, Itu tidak akan mengubah nasib hidup mereka, Mereka tetap miskin dan terpinggirkan dalam kisaran peradaban, Karena bukan sekedar uang belas kasihan yang mereka butuhkan.

Mereka butuh kepeduliaan kita, Dengan dukungan dan pembinaan usaha, Agar mereka dapat mandiri berusaha, Berdiri tegak dalam kehidupan yang setara, Karena mereka dan kita sama dihadapanNYA, Karena miskin sesunguhnya bukanlah takdir Yang Kuasa

Mereka butuh kepedulian kita, Bukan sekedar uluran uang belas kasihan, Tetapi dengan semangat dan kepedulian sesama, Maka bentangkanlah empatimu dan tinggalkanlah egomu, Luangkan sebagian waktu, harta dan pikiranmu, Berikanlah semangat dan kasih sayangmu, Agar mereka dapat mandiri berusaha, Berani menatap masa depan kehidupannya.

Salam Motivasi Indonesia,

BELAJAR CINTA DARI ALLAH

Monday, August 13th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Ketika cinta datang dalam hatimu, Engkau dapat tersenyum meski hatimu terluka, Bahkan engkau menangis meski hatimu bahagia, Engkau menjadi terlena dalam merdunya nyanyian cinta, Karena engkau yakin cinta ada dalam hatimu.

Ketika pena cinta melukis dalam hatimu, Ia mampu memainkan warna diatas kanvas bahagia dan sedih, Melukisnya dengan sakit hati, cemburu, iri dan rindu, Namun hatimu tetap mengharapkannya, Itulah warna-warni indahnya lukisan cinta.

Ketika cinta telah datang dalam hatimu, Ia mampu memerahkan hati dan membutakan matamu, Menutup mata hatimu, membawamu melayang sesaat di dunia, Dan engkau tidak beranjak dipeluk merdunya angin bahagia semu, Melukis di kanvas kemewahan duniawi, mengejar kesuksesan hampa, Menguasai sisi gelap mata hatimu dengan kemegahannya, Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsu materi.

Dari mana sesungguhnya datangnya cinta ?

Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia, Ditulis-Nya ketika mencipta makhluk-makhluk-NYA di atas Arsy, Membawa ketulusan hati mengalahkan amarah, Meredam benci, mengubur iri dan dengki, Menuju kepatuhan dan pengabdian kepada Allah dan RasulNYA.

Saat pena cinta Illahi telah melukis hatimu, Satu jam mengagungkan asma-Nya, serasa satu menit saja, Setiap hentakan nafasmu adalah memuliakan nama-Nya, Cahaya cintaNya menjadi lentera bagi mata hatimu, Membawa ketundukan dan pengabdian tulus kepadaNYA, Menelusuri dan meneladani jalan para Rasul-NYA.

Namun saat api cinta Illahi dipadamkan oleh dorongan ego dan nafsumu, Alirannya memekatkan darahmu, membutakan mata hatimu dari kebenaran, Membawamu pada jalan kesesatan dan kerendahan.

Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah, Melalui alam semesta dengan kepatuhannya, Melalui thawafnya gugusan bintang, bulan dan matahari pada orbitnya, Yang tak pernah sedetikpun mau bergeser dari poros ketundukannya, Membawa keharmonisan yang berujung pada keabadian.

Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah, Karena disaat engkau merasakan agungnya cinta Illahi dalam dirimu, Engkau dapat mengubur perasaan iri, dengki dan amarah dalam dirimu, Menggantinya dengan perasaan empati bagi sesamamu, Mengalirkannya melalui kebaikan demi kebaikan bagi sesamamu.

Cintamu dapat merangkulmu dalam ketulusan ibadah kepadaNYA, Menjadi media amaliyah dalam ketundukan tulus pengabdian kepadaNYA, Menjadi penuntun kepatuhan pada ajaran para Rasul-Nya, Mewarnai kedamaian, kebahagiaan dan kekayaan jiwamu.

Belajarlah cinta yang telah diajarkan Allah, Karena Allah adalah kekasihmu yang abadi, DenganNya engkau akan merasakan kedamaian hati, Dengan cintaNYA engkau akan merasakan kebahagiaan sejati.

Belajarlah mencintai Allah setulusnya, maka Allahpun akan mencintaimu, Belajarlah hanya mengarahkan hatimu kepadaNya, maka Allahpun akan membimbingmu, Karena Allah adalah sumber cinta yang agung dan abadi, Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki

Salam Motivasi Nurani.

Eko Jalu Santoso,

Founder Motivasi Indonesia: motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com

BERLARILAH MENUJU ALLAH

Monday, August 6th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Engkau yang saat ini sedang dalam perjalanan, dengan memenuhi pikiran segala keinginan dan angan-angan, mengingat kaya, kuasa namun lupa memenuhi kebutuhan jiwa, memenuhi hatimu dengan kekinian dunia namun mengabaikan kekayaan spiritualmu, dengan mendewakan kehidupan dunia namun mengabaikan masa depanmu dalam keabadian, akan kemanakah sejatinya engkau pergi ?

Engkau yang beribadah tak lebih seperti perdagangan, menjual ibadah untuk kepentingan duniamu semata, menukarnya untuk pahala dan kepentingan duniamu semata, bersedekah karena ingin dipuja dan dianggap mulia, berdoa hanya mementingkan kekayaan hartamu semata, berbagi kebaikan untuk tujuan penghormatan sesama manusia, Fa ayna tadzhabun…..Lalu akan kemanakah engkau pergi ?

Engkau yang sedang dalam perjalanan, sadarilah engkau sedang berada dalam persimpangan jalan, kalau engkau agungkan cinta dirimu melebihi cintamu kepada Allah, kalau engkau agungkan kehidupan duniamu sebagai faktor primer tujuanmu, Kalau engkau agungkan kekayaan, kekuasaan, popularitas sebagai tujuan tertinggi kehidupanmu melebihi kekayaan hatimu, Kalau engkau menempatkan kekinian hidupmu dengan mengabaikan tujuan keabadiaan hidupmu, lalu akan kemanakah sejatinya engkau pergi ?.

Engkau manusia diciptakan Allah dari nuthfah saripati tanah, Lambang penuh kekotoran dan kehinaan, Lalu Allah telah meniupkan ruh ke dalamnya, Maka nafikanlah kekotoran dan sifat tanahmu, maka sadarilah hekekat tertinggi kehidupanmu, mulailah mengemban amanah kemuliaan hidupmu, gunakanlah hidupmu untuk kebaikan bagi sesama, maka bangkitlah engkau dari kerendahan, untuk berangkat kembali menuju Tuhanmu.

Ibadah bukanlah untuk menukarnya dengan sekedar pahala, melainkan bentuk pengabdianmu pada Sang Pencipta, Ibadah bukanlah sekedar ritual semata, melainkan penghayatan pada setiap langkah kehidupan, ibadah bukanlah sekedar kewajiban, melainkan melebihi itu sebagai ungkapan terimakasihmu kepada Sang Pemilik Kehidupan, bersedekah adalah keikhlasan dalam bersyukur atas rahmatNya, beribadah adalah wujud kecintaan kita sebagai Abdi-NYA, wujud kepatuhan kita sebagai hamba-Nya.

Perjalanan kehidupan adalah kembalinya kita kepada-Nya, maka berlarilah hanya menuju Allah, hadapkanlah wajahmu hanya kepada Allah, Mengikuti langkah orang-orang yang kembali kepadaNYA.

Jalanilah kehidupan dengan penuh kemuliaan, dengan meninggalkan ego dan nafsumu dan menggantinya dengan jiwa empati, bertaqwalah sebagai wujud syukur kepadaNYA, perbanyaklah melepasakan energi positif kebaikan bagi sesama, hidupkanlah cahaya hatimu dengan menaburkan benih-benih kemuliaan, meninggalkan keharuman dirimu bagi kehidupan, Berhijrahlah engkau hanya kepada Allah dan Rasulnya.

Fa ayna tadzhabun, Lalu akan kemanakah sejatinya engkau pergi ?, Hanya kepada Allahlah sesungguhnya kita akan pergi, Hanya kepada Allahlah sejatinya kita akan kembali, bukan dengan membawa harta, kekuasaan, kekayaan, kepopuleran, namun hanya Amaliyah kebaikanlah yang menyertai, hanya amaliyah kemuliaanlah yang akan menemani.

Berlarilah menuju Allah dengan penuh cinta, seperti seorang kekasih yang ingin berjumpa dengan kekasihnya.

Salam Motivasi Nurani.

ENGKAU LAKSANA WAKTU

Tuesday, July 31st, 2007

Oleh Eko Jalu Santoso

Engkau laksana waktu, Setiap satu harimu berlalu, hilanglah sebagian dari dirimu, mendekatkan pada keabadian hakiki.

Engkau menemui pagimu diantara dua waktu, Malammu yang telah berlalu darimu, siangmu adalah tamu yang kau tunggu, pandailah engkau menyambut tamumu.

Bila engkau berbuat baik padanya, niscaya dia akan pergi memujimu, namun bila engkau berbuat buruk padanya, niscaya dia akan pergi mencercamu.

Sahabatku, engkau laksana waktu, Peliharalah waktumu selagi milikmu, injaklah bumi dengan kekuatan dirimu, genggamlah dunia dengan akan pikiranmu, kendalikan ego dari nafsumu, 

Waktumu bisa menjadi modal utamamu, Namun sesungguhnya juga menjadi ancamanmu, yang setiap saat mengambil sebagian dirimu, mendekatkanmu menuju bumi, yang pasti bakal menelan jasadmu dan menguburmu.

Engkau laksana hari-hari berlalu, siangmu dan malammu adalah kesempatanmu, namun siang dan malammu adalah bahayamu, itu sangat dipengaruhi bagaimana engkau memperlakukannya, siang dan malammu adalah milikmu, bagaimana engkau menggumuli waktumu, itulah yang akan engkau dapatkan, sampai waktu mencabut nyawamu.

Sahabatku, persiapkan dirimu dengan waktumu, Pandailah engkau menyambut tamumu, sambutlah dengan penuh cinta dan kasih sayang, sambutlah waktumu dengan kebaikan demiu kebaikan, sambutlah waktumu dengan kemuliaan demi kemulian, agar waktumu membawamu pada kecemerlangan.

Sahabatku, renungkanlah dalam sisa-sisa waktumu, akankah ia membawamu ke al-jannah (surga), ataukah ia menyesatkanmu ke an-nar (neraka), siapakah yang lebih berbahaya dari dirimu ?