Archive for the ‘ARTIKEL MOTIVASI’ Category

Life Balance Ways: Kerendahan Hati

Sunday, September 5th, 2010


“Kerendahan hati merupakan cerminan kecerdasan spiritual seseorang. Pribadi yang rendah hati dan pandai menghargai orang lain adalah pribadi yg memiliki kecerdasan spiritual tinggi. Unsur penting yang diperlukan dalam pembentukan karakter pribadi mulia.”

 

Rendah hati merupakan salah satu sifat yang penting dalam membangun karakterpribadi sukses dan mulia. Bersama-sama dengan sifat-sifat lainnya seperti kejujuran, integritas, Ikhlas, syukur dan lainnya, menjadi bagian dari pembentuk karakter pribadi sukses mulia.

 

Kerendahan hati juga merupakan cerminan dari tingginya kecerdasan spiritual seseorang. Seseorang yang memiliki sifat rendah hati berarti ia memiliki kesadaran yang tinggi akan posisi dirinya sebagai “hamba”atau”abdi” dari AllahSWT. Kesadaran inilah yang menjadikan seseorang tidak berlaku sombong, serakah dan tinggi hati.

 

Rendah hati juga merupakan unsur penting yang harus dimiliki bagi pribadi yang ingin meraih sukses dan kemuliaan dalam dunia karier dan bisnis. Hal ini dibuktikan oleh hasil riset yang dilakukan oleh Gay Hendrick dan Kate Ludeman terhadap 800-an manajer perusahaan. Salah satu kesimpulan dari hasil riset yang mereka lakukan dan tangani selama bertahun-tahun ituadalah bahwa para pemimpin yang berhasil membawa perusahaan atau organisasinya ke puncak kesuksesan biasanya adalah orang yang memiliki integritas, mampu menerima kritik, rendah hati, dan mengenal dirinya dengan baik. Dengan demikian membuktikan bahwa mereka para pemimpin,manager yang meraih sukses ini ternyata adalah manusia-manusia yangmemiliki sifat rendah hati.

 

Pribadi yang rendah hati biasanya dapat menghargai orang lain dan memandang bahwa orang lain sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki keunikan dan keistimewaan. Mereka senantiasa membuat orang lain merasa penting dan dihargai. Mereka mampu mengutamakan kepentingan yang lebih besar dari kepentingan dirinya. Mereka memiliki hati yang terbuka terhadap berbagai masukan dan kesediaan untuk banyak berbagi dengan sesamanya. Inilah pribadi mulia yang dapat merasakan kebahagiaan, kedamaian hati dan hidup penuh makna.

 

Dalam buku ke-empat saya “Life Balance Ways: Jalan-Jalan Keseimbangan Untuk Hidup Lebih Bermakna”, yang direncanakan terbit September 2010 nanti, selain dibahas tentang kerendahan hati, sikap lainnya yang tidak kalah pentingnya dalam mendukung dan mengantarkan seseorang meraih hidup penuh makna, sukses dan mulia adalah adanya keteguhan hati. Buku ini terdiri dari empat bagian yang memuat 17 bab, dimulai Bagian 1: BERPUSAT PADA HATI NURANI, Bagian 2: KONSEP DIRI POSITIF, Bagian 3: IKHTIAR MAKSIMAL, Bagian 4: KESEIMBANGAN HIDUP, semua menuntun pembaca untuk dapat menjalani kehidupan yang seimbang dalam upaya meraih kebahagiaan dan kehidupan yang penuh makna.

 

Ary Ginanjar Agustian dari ESQ Leadership Center memberikan pujiannya:

 

“Keseimbangan adalah jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan hidup manusia. Bahkan tanpa keseimbangan alam semesta pun niscaya akan binasa. Buku Life Balance Ways karya Eko Jalu Santoso ini menuntun pembaca untuk berada dalam jalan keseimbangan.”

~Ary Ginanjar Agustian, Penulis buku Best Seller ESQ dan ESQ Power~

 

Semoga kehadiran buku LIFE BALANCE WAYS semakin memperkaya wawasan dan memberikan inspirasi bagi kita semua agar kita dapat terus memelihara sikap-sikap mulia seperti kejujuran, rendah hati, menghargai orang lain, keteguhan hati, sikap empati  yang merupakan unsur penting pembentukan karakter pribadi sukses mulia untuk menjadikan hidup lebih bermakna.

 

Salam Mulia,

Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia|

Penulis Buku Life Balance Ways

 

***Buku ke-4, “Life Balance Ways: Jalan-Jalan Keseimbangan Untuk Hidup Lebih Bermakna”, direncanakan terbit September 2010. Bagi Anda yg ingin mendapatkan buku + tanda tangan asli penulis, bisa dipesan mulai sekarang dengan mengirimkan pemesanan lengkap alamat pengirimannya via email: motivasiindo@gmail.com . Buku akan dikirimkan ke alamat Anda via TIKI JNE pada kesempatan pertama terbit.

Kemerdekaan Itu…..

Friday, August 20th, 2010

Kemerdekaan itu,

bukan sekedar bebas dari penjajahan bangsa lain,

 

Kemerdekaan itu adalah

ketika kita bebas melangkah sesuai hati nurani,

ketika kita berani mengekspresikan kehendak hati,

ketika kita bebas memilih berkarya dan berbakti bagi negeri

tanpa ada belenggu yang membatasi,

 

Kemerdekaan itu adalah,

ketika kita bebas dari penghambaan selain Allah,

 

Banyak hal yg harus disyukuri dari kemerdekaan ini,

dengan berbagi pada sesama yg masih menderita,

dengan peduli pada mereka yang membutuhkannya,

dengan berkarya dan berkontribusi bagi bangsa ini,

 

Dirgahayu Republik Indonesia ke-65,

Satukan hati untuk membangun negeri ini,

Satukan semangat untuk Indonesia yang bermartabat.

 

Salam Merdeka !!!

Eko Jalu Santoso

Kejujuran dan Integritas

Wednesday, June 23rd, 2010


“Kejujuran dan integritas merupakan salah satu etos kerja mulia yang menjadi modal utama bagi sukses dan kemuliaan. Karena jujur dan memiliki integritas menjadikan seseorang dapat diandalkan dan pantas menjadi teladan.”

 

Etos kerja mulia mendorong untuk melahirkan seorang profesional yang jujur dan memiliki integritas tinggi. Dalam hal ini, Stephen R. Covey membedakan antara kejujuran dan integritas adalah, “ Honesty is telling the truth, in other word, conforming our words to reality. Integrity is conforming to our words, in other word, keeping promises and fulfilling expectations.”

 

Dengan demikian jujur berarti kata-katanya dapat dipegang dan diwujudkan, inilah yang akan melahirkan kepercayaan. Sedangkan kepercayaan merupakan modal utama bagi kesuksesan dalam berbagai bidang kehidupan. Meskipun demikian jujur saja belumlah cukup, masih diperlukan memiliki integritas tinggi. Karena meskipun jujur tetapi kalau tidak memiliki inetegritas berarti belum bisa diandalkan. Sebaliknya seseorang memiliki integritas, tetapi tidak jujur maka akan diragukan itikad baiknya, berarti tidak dapat dipercaya.

 

Hendaknya kejujuran dan integritas ini dilakukan secara simultan dan terintegrasi, sehingga melahirkan kebiasaan yang melegenda menjadi sebuah kepribadian mulia. Kalau ingin menjadi pribadi unggul dan dapat diandalkan, maka kejujuran dan integritas tidak dapat ditawar lagi. Marilah membudayakan kejujuran dan integritas agar menjadi pribadi yang dapat diandalkan dan pantas menjadi teladan.

 

Salam Mulia,

Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia| www.ekojalusantoso.com

Penulis Buku “THE WISDOM OF BUSINESS”, Elex Media Komputindo  

Bergeraklah

Monday, June 21st, 2010


“Tidak ada keberuntungan dan kesuksesan yang diraih hanya dengan berpangku tangan. Maka bergeraklah, bertindaklah, ciptakan amaliyah kebaikan untuk menggapai takdir terbaik kita. Yakinlah bahwa Allah, rasul dan orang-orang beriman akan menjadi saksi perbuatan kita.”

 

Seringkali orang berharap meraih kehidupan yang lebih baik, tetapi tidak melakukan perubahan usaha apapun untuk menjadi lebih baik. Mereka memiliki impian atau cita-cita, tetapi tidak mau bergerak atau berusaha mewujudkan impian dan cita-citanya. Mohon diingat, tidak ada keberuntungan yang diraih hanya dengan  berpangku tangan. Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih hanya dengan impian. Maka janganlah berdiam diri dan tidak melakukan usaha sambil menunggu keberuntungan. Karena diam hanya akan melahirkan kekecewaan dan kegagalan.

 

Bergerak dan bertindaklah.Meskipun hanya langkah-langkah kecil setapak demi setapak, kalau terus bergerak akan menciptakan kemajuan. Ingatlah bahwa emas tidak mungkin jatuh dari langit dengan tiba-tiba. Semuanya membutuhkan usaha, tindakan, ketekunan, proses dan kesabaran.

 

Lakukanlah amaliyah kebaikan dengan senantiasa berbagi memberikan manfaat kepada sesama kehidupan. Sekecil apapun kebaikan yang Anda lakukan, kalau dilakukan terus menerus, akan menghasilkan investasi yang tidak akan pernah merugi. Yakinlah bahwa Allah, rasul dan orang-orang beriman akan melihat perbuatan kita dan hasilnya serahkan pada Allah swt.

 

Salam Mulia,

Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku The Wisdom of Business, Elex Media Komputindo

Kehidupan Hanyalah Permainan

Monday, June 14th, 2010


Kehidupan dunia adalah sebuah permainan. Maka pahami aturan mainnya, jadilah pemain terbaik dan menangkan permainannya.”

 

Banyak orang begitu sibuknya mengejar kehidupan dunia ini. Mereka rela mengorbankan semua waktunya, bahkan kehormatan dirinya untuk mengejar kesuksesan kehidupan dunia ini, seolah-olah kehidupan dunia adalah segala-galanya. Padahal kehidupan dunia sesungguhnya hanyalah sebuah permainan dan sendau gurau semata. Layaknya dalam sebuah permainan,  maka selalu ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan agar seseorang dapat menikmati  permainan dan memenangkan permainnya. Beberapa unsur penting sebuah permainan diantaranya adalah:

 

Pemain:

Dalam setiap permainan tentu ada para pemain. Lantas siapa pemain dalam kehidupan ini ? Tentu saja kita semua adalah pemainnya. Kita semua telah dibekali anugerah potensi kekuatan hati dan pikiran agar dapat menjadi pemain dalam kehidupan. Maka berusahalah menjadi pemain terbaik dan jangan hanya menjadi penonton saja dalam kehidupan ini. Memenangkan permainan apapun diperlukan ilmu permainan dan menguasai ketrampilan memainkannya. Demikian juga dalam kehidupan, agar menjadi pemain terbaik teruslah meningkatkan ilmu pengetahuan kehidupan serta mengasah ketrampilan tentang kehidupan.


Aturan Main:

Unsur kedua dalam setiap permainan adalah adanya aturan main yang harus ditaati oleh setiap pemain. Dengan demikian setiap pemain akan memahami batas-batas yang diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan dalam permainan, bagaimana mengumpulkan nilai, serta bagaimana memenangkan permainannya. Dalam kehidupan aturan main ini sudah sangat jelas ditetapkan oleh Allah melalui kitab sucinya. Bagi setiap orang yang ingin memenangkan permainan, tentu diwajibkan mentaati aturan main yang sudah ditetapkan. Sedangkan aturan main kehidupan bagi seorang muslim ada dua yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menjadi pedoman dalam setiap langkah kehidupan.

 

Wasit/Juri:

Dalam permainan apapun selalu ada wasit atau juri yang menjadi pengawas permainan. Dalam kehidupan, berlaku sebagai wasit atau juri kita adalah Allah Tuhan Yang Maha Adil dan tidak mungkin melakukan kesalahan dalam penilaian. Allah adalah wasit yang akan menentukan siapa yang  menang dan kalah dalam permainan kehidupan. Dan penentuan menang dan kalah dalam permainan kehidupan akan ditetapkan nanti dalam sidang pengadilan Allah di hari akhir.

 

Waktu/Score:

Dalam setiap permainan untuk menentukan kapan berakhirnya permainan ditentukan oleh batas waktu atau score nilai permainan. Demikian halnya dalam permainan kehidupan, setiap orang memiliki batas waktu dalam permainan kehidupan. Batas akhirnya adalah kematian yang hanya Allah yang menentukan. Maka selagi masih memiliki waktu yang cukup, sebaiknya gunakan waktu itu sebaik-baiknya agar dapat memenangkan kehidupan ini. Lebih baik tidak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, karena kita tidak mengetahui kapan waktu permainan kita berakhir. Lebih baik manfaatkan waktu untuk hal-hal penting yang bernilai tinggi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan kita.

 

Rewards/Hadiah:

Layaknya sebuah permainan siapa yang memenangkan permainan nantinya akan menerima hadiah, bisa berupa medali, uang ataupun piala. Demikian halnya dalam permainan kehidupan, Allah telah menjanjikan rewards atau hadiah bagi siapapun yang memenangkan permainan kehidupan dunia, demikian halnya bagi mereka yang kalah. Tuhan telah menyediakan tempat di kampung akherat syurga bagi yang menang dan neraka bagi yang kalah dalam kehidupan ini.  

 

Kalau kehidupan dunia ini hanyalah sebuah permainan, maka ada yang lebih utama dan lebih penting dari kehidupan dunia, yakni kampung akherat yang akan menjadi kehidupan kita yang kekal abadi nantinya. Sebagaimana disampaikan dalam firman Allah, ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya.”

 

Kalau demikian, maka bermainlah sesukamu, nikmatilah permainan kehidupan ini, tetapi sadarilah suatu saat nanti permainan akan berakhir kalau waktunya sudah tiba. Tidak ada yang dapat memperpanjang, menunda atau memajukan kalau waktu kita sudah tiba. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Mulia (Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku Heart Revolution diterbitkan Elex Media Komputindo.)

KEMENANGAN SEJATI

Thursday, July 9th, 2009


” Kemenangan sejati bukan diukur dengan kemampuan mengalahkan orang lain, melainkan dinilai dari bagaimana kita mampu memberdayakan potensi yang kita miliki, untuk mencapai prestasi terbaik melampaui standar yang kita tetapkan.”

Kisah tentang seekor belalang dan seekor anjing dibawah ini adalah awal yang tepat untuk menjadi kendaraan pemahaman kita dalam memulai tulisan ini. Dikisahkan dalam sebuah perjalanan, seekor belalang bertemu dengan seekor anjing yang sombong. Anjing ini menyombongkan diri kepada belalang kecil dengan mengatakan bahwa tidak ada satupun binatang yang mampu mengalahkan lompatannya di wilayah ini. Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati si belalang kecil ini. Kemudian belalang kecil ini berani menantang si anjing, bahwa dia bisa mengalahkan lompatan si anjing dengan syarat standar ukuran kemenangannya sesuai dengan standar yang ditetapkannya.

 

“Apakah kamu berani melayani tantangan saya ?”, demikian kata si belalang. “Kita berlomba melompat di tempat setinggi-tingginya dan pemenangnya diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, melainkan dinilai dari berapa kali tinggi lompatan yang dilakukan dibanding tinggi tubuhnya”.

 

Anjing menerima tantangan belalang ini. Kemudian Anjing mendapatkan kesempatan mencoba melompat yang pertama. Hasilnya, ia ternyata berhasil melompat setinggi 2 meter atau sekitar sepuluh kali tinggi tubuhnya. Berikutnya giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi seperempat dari lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Siapakah pemenangnya dalam perlombaan ini ? Tentu saja pemenangnya adalah si belalang kecil. Ia mampu melompat setinggi 40 kali dari tinggi tubuhnya dibandingkan si anjing yang hanya 10 kali dari tinggi tubuhnya.

 

Sahabat, pada dasarnya dalam kehidupan ini setiap orang bisa menjadi pemenang, kalau ukuran kemenangannya dinilai berdasarkan standar potensi yang dimilikinya. Kemenangan sejati sesungguhnya dinilai dari seberapa besar usaha yang telah kita lakukan berdasarkan potensi yang kita miliki untuk mencapai prestasi yang terbaik. Demikian juga dalam pekerjaan, hidup dan bisnis, Anda dan saya memiliki potensi masing-masing yang dapat ditingkatkan untuk mencapai prestasi kemenangan tertinggi sesuai standar yang kita tetapkan. Ukuran keberhasilan tidak selalu membandingkan dengan orang lain, melainkan dapat dinilai dari seberapa besar potensi yang telah kita miliki untuk mencapai prestasi terbaik kita. Maka membandingkan ukuran keberhasilan diri kita dengan pencapain kesuksesan orang lain adalah tidak bijaksana.

 

Kemenangan sejati sesungguhnya adalah bagaimana kita telah memberdayakan potensi kemampuan kita untuk meraih prestasi yang lebih baik dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dalam kesehatan, kekayaan hati, kekayaan spiritual, kekayaan materi, keberhasilan prestasi kerja dan prestasi bisnis, dalam hal kemajuan dalam kehidupan keluarga, maupun memberikan konstribusi kebaikan bagi sesama dan kehidupan.

 

Marilah kita bertanya kedalam diri kita sendiri:
- Apakah hari ini saya sudah melakukan sesuatu yang lebih baik dibandingkan hari kemarin ?
- Apakah bulan ini saya sudah meraih prestasi lebih baik dibandingkan bulan lalu ?
- Apakah tahun ini sudah meraih prestasi lebih meningkat dibandingkan tahun lalu ?

Tentu saja ukurannya jangan hanya dinilai dari pencapain materi dunaiwi semata, melainkan dapat dinilai dari peningkatan kekayaan spiritual dalam diri kita. Ukurannya bisa, Apakah sudah lebih bijaksana, apakah sudah lebih meningkat dalam kehidupan spiritual, dalam kehidupan karier dan pekerjaan, dalam kehidupan bisnis, dalam pergaulan dan kemasyarakatan ? Apakah sudah meningkat dalam memberikan konstribusi dan manfaat kepada orang lain, dalam memberikan bantuan dan manfaat kebaikan bagi orang lain ? Dan tentu saja masih banyak lagi standar ukuran sesuai dengan potensi yang kita miliki.


Dalam pandangan Anthony Robbins seringkali diosebutkan dengan “Constant Action Never Ending Improvement”,  sedangkan saya pribadi lebih senang menyebutkannya dengan “continues learning and never ending improvement.” Itulah prinsip memberdayakan potensi untuk meraih keberhasilan sejati.


Dari pada membanding-bandingkan dengan pencapaian orang lain, lebih baik memulai melakukan evaluasi kedalam diri, kemudian melakukan perubahan-perubahan dari dalam diri kita sendiri. Menyusun kembali langkah-langkah pengembangan diri kita kedepan dengan prinsip “ continues learning and never ending improvement.” Bagaimana agar kedepan kita menjadi lebih bijaksana, menjadi lebih kaya hati, memiliki sikap empti, lebih banyak memberikan kontribusi kebaikan, mampu lebih meningkatkan prestasi kerja, meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dalam diri dan lain sebagainya. SEMOGA BERMANFAAT.

 

Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | Penulis Buku “HEART REVOLUTION: REVOLUSI HATI NURANI”  dan “THE WISDOM OF BUSINESS”, Elex Media Komputindo.

Menggeser “Kotak” Anda

Monday, June 8th, 2009


Dalam sebuah kesempatan berbagi motivasi, saya memulai pembicaraan dengan meminta satu orang peserta pelatihan untuk maju kedepan. Saya meminta peserta ini melompat setinggi-tingginya dan kemudian saya beri tanda ketinggian yg dicapainya. Seteleh ia melompat dua kali, kemudian saya tanyakan kepadanya, apakah ini lompatan tertingginya ? Ia menjawab “YA”. Kemudian saya berikan satu tantangan, agar ia melompat lebih tinggi lagi sampai menyentuh titik yang saya tentukan dan kalau berhasil saya berikan satu buku saya “The Art of Life Revolution” sebagai hadiahnya.


Iapun mulai berusaha melompat lebih tinggi agar menyentuh titik yg saya tentukan diatas titik pencapaiannya. Satu lompatan tidak berhasil dan dengan usaha yang lebih keras akhirnya lompatan kedua ia berhasil menyentuh titik yg saya tentukan. Peserta yang lainpun memberikan sambutan meriah dengan tepukan tangan atas pencapainnya.


Sahabat, kadang-kadang kita sebagai manusia tanpa disadari pernah juga mengalami hal yang sama dengan ilustrasi cerita peserta pelatihan diatas. Seringkali tanpa disadari kita membatasi diri kita dan menganggap seolah-olah apa yang sudah kita lakukan adalah lompatan-lompatan tertinggi yang bisa dicapai. Padahal kalau mau dengan usaha lebih keras – seperti yang dilakukan peserta diatas – akhirnya kita akan berhasil melompat lebih tinggi.

 

Tanpa disadari seringkali kita menganggap bahwa seolah-olah rutinitas yang kita kerjakan adalah kemampuan tertinggi yang sudah kita lakukan. Kemudian kita menetapkan persepsi yang salah terhadap kemampuan diri sendiri. Hal ini membuat kita terbelenggu dan tanpa mau mencoba melihat potensi lebih yang ada dalam diri kita masing-masing.


Rutinitas dan pola pikir seperti ini seolah-olah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua “Kelebihan Kita”. Kemudian menjadikan kita lebih sering mempercayai mentah-mentah apapun yang orang voniskan kepada kita, tanpa pernah berpikir benarkah Anda demikian itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.


Seperti halnya kisah seekor belalang yang baru keluar dari kotak yang mengurungnya. Dalam perjalan ia sangat keheranan ketika bertemu dengan seekor belalang lain yang mampu melompat lebih tinggi dari lompatannya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?”. Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kamu tinggal selama ini ? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”. Saat itu si belalang baru menyadari kalau selama ini ia tinggal terkurung dalam sebuah kotak kecil. Kotak kecil itulah yang membatasi dirinya sehingga membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.


Sahabat yang baik, tidakkah Anda pernah bertanya kedalam nurani Anda sendiri, bahwa Anda sesungguhnya bisa “melompat lebih tinggi” dari batas lompatan Anda saat ini ? Apakah Anda pernah merenungkan sejenak, bahwa sesungguhnya ada potensi kekuatan luar biasa dalam diri Anda yang menunggu untuk dibangkitkan dalam diri Anda ? Kalau Anda mau berhenti sejenak untuk menggeser “kotak” dalam pikiran Anda, pasti Anda akan menemukan potensi luar biasa dalam diri Anda. SEMOGA BERMANFAAT.


***Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | Penulis Buku “THE ART OF LIFE REVOLUTION”  dan “THE WISDOM OF BUSINESS”, Elex Media Komputindo.

 

Memulai Langkah Pertama

Wednesday, April 29th, 2009


“Tidak ada karya sempurna yang dihasilkan tiba-tiba. Semuanya melalui proses yang dimulai dari ketidaksempurnaan lebih dulu. Jadi tunggu apa lagi, yang terpenting berani memulai langkah pertama sekarang, perbaiki satu bagian demi satu bagian, maka karya sempurna yang anda inginkan akan terwujud di depan mata.”

 

Banyak orang memiliki keinginan untuk mengerjakan sesuatu atau memiliki hasrat untuk mencapai impian yang dicita-citakannya, tetapi selalu menunda atau bahkan tidak pernah berani memulainya. Kalau Anda memiliki sesuatu yang ingin Anda kerjakan, atau memiliki sesuatu hasrat yang Anda cita-citakan, mengapa anda tidak coba mulai mengerjakannya sekarang ? Mengapa tidak mencoba mengambil langkah pertama sekarang ? Mengambil langkah pertama sesungguhnya ada dalam jangkaun kita semua. Mengapa tidak memulainya hari ini ?

 

Kalau Anda ingin mengerjakan sesuatu karya yang besar, berangkatlah dari sesuatu yang kecil lebih dahulu agar lebih terasa ringan memulainya. Tidak ada karya yang besar yang selesai dikerjakan dnegan sekali duduk. Mulailah dari setahap demi setahap lebih dahulu. Seseorang yang menghasilkan buku setebal 300 halaman misalnya, sesungguhnya dimulai dari menyusun satu kalimat demi satu kalimat, kemudian menjadi satu halaman, satu bab demi satu bab dan akhirnya menjadi satu rangkaian buku.

 

Kalau Anda ingin menghasilkan karya yang sempurna, mengapa tidak Anda mulai berangkat dari ketidaksempurnaan lebih dahulu. Tidak ada karya yang sempurna tanpa melalui proses perbaikan demi perbaikan secara bertahap. Mengapa tidak memulai mengerjakannya dari sekarang ? Karena dari semua waktu yang tersedia, tidak ada yang lebih tepat daripada waktu sekarang.

 

Kalau Anda memiliki sesuatu impian, mengapa tidak anda memulai mewujudkannya hari ini ? Lakukanlah satu langkah menuju impian Anda mulai sekarang. Lakukan satu tahap demi satu tahap, lakukan setiap hari, setiap minggu dan seterusnya. Perbaiki satu bagian demi satu bagian mulai dari sekarang, maka yakinlah bahwa apa yang anda inginkan akan terwujud di depan mata. Ingatlah tidak ada karya yang sempurna yang dihasilkan secara tiba-tiba.

 

Mohon diingat bahwa tidak ada keberhasilan yang dicapai tanpa melalui proses yang disebut kegagalan. Jadi tunggu apa lagi, mulailah dari sekarang. Berangkatlah dari yang kecil, mulailah dari ketidaksempurnaan, lakukan perbaikan demi perbaikan secara bertahap dan konsisten, maka yakinlah apa yang Anda inginkan akan terwujud di depan mata Anda.

 

Salam Sukses Mulia,

Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | www.ekojalusantoso.com

Pikirkan Anda Telah Sampai Disana

Thursday, April 16th, 2009


“Agar dapat melesat secepat kilat meraih tujuan yang Anda dambakan, mulailah dengan merasakan dalam pikiran bahwa Anda telah sampai disana. Kemudian pertajam terus kemampuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Anda, dimanapun, kapanpun dalam situasi apapun.”

 

Setiap orang tentunya sudah memiliki keinginan atau dambaan yang ingin dicapainya dalam kehidupan ini. Namun seringkali banyak diantaranya yang tidak berhasil meraih apa yang diinginkannya. Bagaimana agar kita dapat cepat berhasil mencapai tujuan kita ?

 

Salah satu caranya adalah dengan memulai memikirkan bahwa Anda telah sampai di tujuan yang Anda inginkan. Maka sebelum Anda berhasil meraih tujuan Anda, penting bagi Anda untuk dapat “melihat bahwa Anda sudah mendapakan tujuan itu dalam pikiran Anda.” Inilah yang disebut dengan kekuatan visualisasi.

 

Agar dapat memvisualisasikan tujuan Anda, penting bagi Anda untuk dapat mengetahui tujuan Anda yang jelas dan tajam sejernih kristal. Anda perlu mengetahui dengan berusaha menampilkan citra yang jelas dalam pikiran Anda tentang apa yang Anda inginkan. Maka buanglah berbagi hal yang tidak Anda inginkan dari pikiran Anda, sehingga Anda dapat fokus hanya pada tujuan yang Anda pikirkan.

 

Setelah dapat merasakan dalam pikiran bahwa Anda telah sampai di tujuan Anda, tidak kalah pentingnya adalah berusahalah mempertajam kemampuan Anda - khususnya kemampuan yang dapat mendorong tercapainya tujuan Anda tersebut -. Pertajam terus kemampuan Anda dimanapun, kapanpun dan dalam situasi apapun. Fokuslah terus pada tindakan-tindakan yang dapat mempercepat tercapainya tujuan Anda.

SEMOGA BERMANFAAT.

 

Salam Sukses Mulia,

Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia & Majelis Al-Ihsan Indonesia

Penulis Buku THE WISDOM OF BUSINESS, Elex Media Komputindo.

Tips Motivasi

Monday, March 23rd, 2009


“ Percayakanlah hasil akhir atas segala usaha yang kita lakukan hanya kepada Tuhan. Karena Tuhan adalah penolong terbaik kita.”

 

“Tugas kita adalah berikhtiar lahir dan batin,  sisanya serahkan saja kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan hanya akan memberikan yang terbaik untuk kita.”

 

“Sesuatu tidak selalu nampak sebagaimana kelihatannya. Maka hindari prasangka negative, lebih baik lihat selalu sisi positifnya dan temukan hikmahnya.”

 

“Sukses Mulia bukan sekedar mencapai prestasi duniawi, melainkan juga menempatkan hati “taqarrub” menuju sifat-sifat kemuliaan Allah.”

 

“Seseorang yang hidup selalu dikendalikan oleh keinginan menjadi sesuatu, maka ia telah menggadaikan sendiri kebebasan hidupnya.”

 

“Hanya orang yg berhati damai yg dapat mendamaikan hati orang lain. Hanya orang yg berhati besar yg dapat membesarkan hati orang lain. Besarkan hati Anda dan damaikan hati Anda”.

 

Semoga Bermanfaat !

Salam Sukses Mulia| Eko Jalu Santoso