Archive for the ‘ARTIKEL "HEART REVOLUTION"’ Category

Bersyukur Atas Kekayaan Kita

Tuesday, November 3rd, 2009


Sahabat, ketika kita berbicara tentang kekayaan manusia, setidaknya ada dua macam kekayaan dalam diri kita. Pertama adalah kekayaan materiil bisa berupa harta benda dan lainnya (tangible) dan kekayaan ilmu atau kekayaan intelektual (intangible). Bagaimana kita mensyukuri kedua anugerah kekayaan dari Allah yang ada dalam diri kita ini agar keduanya memberikan keberkahan dalam hidup kita ?

Dalam hal kekayaan materiil atau harta, sudah jelas bahwa di dalam harta kekayaan yang kita miliki sesungguhnya ada hak orang lain yang harus dibagikan. Dalam mensyukuri anugerah harta kekayaan yang kita peroleh secara tegas sudah diwajibkan oleh Allah agar kita berzakat dan dianjurkan untuk berinfak, bersedekah serta membelanjakan harta kekayaan yang diperoleh dijalan kebaikan yang di diridhai Allah.

Mohon diingat bahwa bersedekah dan berinfak tidak akan mengurangi harta kita, karena sesungguhnya Allah akan melipatgandakannya, bahkan termasuk dengan pahala yang diterimanya. Kedahsyatan dan kekuatan bersedekah dan berinfak sudah dijamin oleh Allah SWT secara tegas dalam kitab sucinya,

”Dan, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hartamu yang Dia telah jadikan kamu penguasanya (amanah). Maka, orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.’

Lantas bagaimana dalam mensyukuri anugerah kekayaan intelektual atau kekayaan ilmu pengetahuan yang kita miliki dalam diri kita agar memberikan ebrkah bagi kehidupan kita ? Ingatlah bahwa sesungguhnya memiliki kekayaan ilmu pengetahuan itu jauh lebih berharga dibandingkan kekayaan harta atau materialisme. Sebagaimana disampaikan oleh orang bijak berikut ini,

“Kekayaan harta membuat kita harus menjaganya, sedangkan kekayaan ilmu membuat ia akan menjaga kita.”

Kekayaan ilmu disini sebenarnya mencakup seluruh ilmu pengetahuan, artinya bukan hanya ilmu agama yang mengatur cara-cara penghambaan manusia kepada Allah swt atau ilmu syariat semata. Melainkan juga ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan hidup di dunia dan memberikan kemaslahatan di dunia maupun akherat.

Mensyukuri anugerah kekayaan ilmu dapat dilakukan dengan banyak berbagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada sesamanya. Baik itu berbagi ilmu untuk kehidupan dunia, maupun ilmu agama yang mengatur penghambaan manusia kepada Tuhannya. Baik itu berbagi melalui nasehat perkataan, maupun melalui tulisan-tulisan, seperti tulisan-tulisan Face book seperti ini. Kita dapat membagikan ilmu dan pengalaman melalui berbagai cara dan kesempatan.

Mohon diingat bahwa:

“Setinggi apapun ilmu yang Anda miliki, seluas apapun pengalaman yang Anda dapatkan, hanya akan hilang ditelan waktu dan umur kehidupan, kecuali Anda mau menuliskannya dan membagikannya untuk sesama kehidupan.”

Berbagi ilmu akan melipatgandakan kekayaan ilmu kita dan InsyaAllah demikian juga dengan pahalanya. Setidaknya sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits, bahwa seorang penulis yang selalu memberi penawar adalah salah satu yang akan selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT.

“Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya” ~~ Al-Hadits ~~

Selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam kehidupan merupakan anugerah yang tiada bandingannya, karena tidak ada kekuasaan tertinggi selain kekuasaan-Nya. Hidup yang senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT adalah hidup yang penuh berkah, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan.

Kalau demikian mengapa tidak kita mulai membagikan ilmu pengetahuan kita melalui tulisan ? Menjadi penulis yang memberikan penawar dan memberikan inspirasi bagi bagi sesama sungguh sebuah tugas mulia. Inilah saatnya untuk mensyukuri atas anugerah ilmu pengetahuan kita dengan menuliskan dan membagikannya untuk sesama. Sesungguhnya berbagi ilmu pengetahuan melalui tulisan adalah bagian dari bersyukur atas anugerahnya dan sekaligus menjemput pertolongan Allah dalam kehidupan kita. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Sukses dan Mulia.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo. Weblog: www.ekojalusantoso.com

Investasi Nilai-Nilai Luhur

Tuesday, April 21st, 2009


Ketika Anda mendengar sebuah berita tentang seseorang yang tega melakukan tindakan pemerasan, penipuan atau korupsi untuk memeprkaya diri sendiri yang merugikan orang lain dan mereka tanpa merasa bersalah, apa yang ada dalam benak Anda ? Ketika Anda membaca sebuah berita tentang seseorang yang tega melakukan tindak kekerasan, merampok harta orang lain atau bahkan melakukan pembunuhan yang sadis, tanpa merasa dirinya bersalah, apa yang ada dalam pikiran Anda ?

 

Mendengar berbagai berita dan kejadian yang melanggar norma-norma kehidupan, tentu kita semua merasa sangat Prihatin. Semakin banyaknya kasus korupsi, pemerasan, perampokan dan tindakan kekerasan bahkan pembunuhan, tentu membuat kita semua merasa Prihatin. Sepertinya dengan mudahnya, nilai-nilai luhur dan norma-norma kehidupan dilanggar, tanpa merasa bersalah.

 

Ketika menyaksikan ada orang yang tega melakukan tindakan yang menyimpang norma kehidupan dan tanpa merasa bersalah, menurut saya setidaknya ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah mereka ini sudah mematikan mekanisme kerja rasa bersalah dalam dirinya. Mereka ini sudah mematikan “urat perasaan salahnya, sehingga sudah tidak ada perasan bersalah atau perasaan malu untuk melakukan tindakan kejahatan atau tindakan yang melanggar norma-norma kehidupan.

 

Kemungkinan kedua adalah mereka memang tidak memiliki tabungan investasi nilai-nilai luhur yang bersumber dari dalam hati yang ditanamkan sejak kecil. Artinya mereka ini miskin hati nuraninya atau tertutub hati nuraninya, karena tidak terbiasa ditanamkan nilai-nilai luhur ini dalam dirinya. Akibatnya mekanisme kerja hati nuraninya tidak mampu lagi menjadi kontrol bagi dirinya.

 

Mekasisme nurani bila selalu ditumbuhkan dalam diri sejak kecil, maka ketika seseorang akan bertindak menyimpang dari nilai-nilai luhur, ia akan bergerak bagaikan gelombang yang cepat-cepat mengirimkan sinyal berupa peringatan dini ke dalam diri seseorang. Mekanisme nurani ini selalu mengirimkan sinyal berupa tindakan kearah positif dan kebenaran. Mereka yang selalu menabung atau berinvestasi pada nilai-nilai luhur dalam dirinya, maka sinyalnya semakin kuat dan semakin mudah mengarahkan tindakan pada hal-hal positif. Ketika akan melakukan berbagai tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini dalam hati nurani, mekanisme hati nurani akan dengan cepat memberikan sinyal bahwa tindakan itu salah dan menyadarkan seseorang pada kebenaran.

 

Dalam kehidupan sehari-hari biasakanlah untuk selalu berinvestasi pada kebaikan dan nilai-nilai luhur sesuai dengan suara hati nurani. Anda dapat membiasakannya dengan selalu mendekatkan diri pada Allah, bergaul dengan orang-orang yang positif, senang berbagi keramahan, berbagi kebaikan, berbagi kasih sayang dan menumbuhkan rasa empati untuk menolong orang lain. Anda dapat memperbanyak tabungan investasi nilai-nilai luhur ini setiap saat.

 

Meningkatkan nilia-nilai luhur dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dalam keadaan apa saja. Ketika sedang bekerja, sedang belajar, sedang menjalankan usaha atau dalam berbagai kehidupan sehari-hari lainnya. Berusahalah menggunakan suara hati nurani sebagai pengawas perilaku dan sikap Anda dalam kehidupan. Berusaha melakukan dialog batin untuk mempertanyakan, mengkonfirmasi, mengingatkan atau kemudian menimbulkan kesadaran akan rasa bersalah, kesadaran akan rasa malu akan tindakan menyimpang dalam kehidupan. Semakin sering Anda melakukan investasi nilai-nilai luhur ini, maka semakin banyak tabungan investasi dalam diri Anda dan hasilnya sinyal peringatan dini tentang nilai-nilai kebaikan dan kebenaran akan semakin kuat. Suara hati akan semakin kuat memberikan bisikan pada diri kita. SEMOGA BERMANFAAT.

 

Salam Sukses Mulia,

Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia & Majelis Al-Ihsan Indonesia

Penulis Buku THE WIISDOM OF BUSINESS, Elex Media Komputindo.

Hati Yang Bersih

Wednesday, April 15th, 2009


“.. tak ada nikmat dan anugerah yang amat besar selain nikmat bersih hati dan lapang dada.” – Muhammad Ghazali -

Hati kita itu ibarat  sebuah taman. Kalau kita ingin menanam bunga yang cantik di taman, maka sebaiknya dibersihkan dari rumput liar dulu, kemudian baru ditanamkan bunga yang indah dan kemudian dirawat dan dipeliharaa dari rumput-rumput liar yang menganggu. Jangan lupa diberikan siraman air dan pupuk agar tumbuh subur. Maka bunga nan indah di taman akan mekar mewangi mengharumkan sekitarnya.

 

Demikian halnya dengan hati kita, kalau kita ingin menanamkan IMAN di dalam hati, maka sebaiknya bersihkan dulu hati dari kotoran-kotoran liar seperti hawa nafsu dan belenggu hati lainnya, kemudian tanamkan IMAN dan peliharalah Iman itu dengan baik. Jangan lupa tetap menyiraminya dengan hal-hal positif dan memberikan pupuk  melalui terus mengembangkan pengetahuan keimanan kita. Maka Iman akan tumbuh semakin kuat dan menebarkan manfaat bagi sekelilingnya.

 

Memiliki hati yang bersih tentu menjadi idaman bagi setiap orang yang ingin emncapai hidup dalam kemuliaan. Karena hanya di dalam dada yang lapang dan hati yang bersihlah, Iman sebagai landasan kemuliaan hidup seseorang akan dapat tumbuh subur dan semakin kuat dalam diri seseorang. Karena tempat Iman itu adanya di dalam hati manusia.

 

Sebaiknya kita perlu memahami bagaimana orang yang dapat menjaga kebersihan hatinya. Pada intinya orang yang bersih hati dan lapang dada itu adalah orang-orang yang mampu menekan secara maksimal kecenderungan-kecenderungan negatif yang ada dalam dirinya. Mereka adalah orang yang mampu mengendalikan berbagai sifat-sifat negative seperti rasa benci, dengki, iri hati, dan dendam kusumat. Mereka adalah orang-orang yang mampu mengembangkan kecerdasan emosi dan spiritualnya sehingga tidak mudah dipemngaruhi oleh kepentingan materialism semata. Mereka yang memiliki hati yang bersih akan mampu dan berhasil mengembangkan potensi-potensi terbaik yang ada dalam dirinya. Mereka dapat mengembangkan anugerah yang ada dalam dirinya menjadi kualitas-kualitas moral yang baik atau “akhlaq al-karimah” yang nyata dan aktual dalam kehidupannya.

Hanya orang yang lapang dada dan bersih hati seperti inilah yang nantinya akan mampu menebarkan cinta kasih kepada sesama kehidupan, menumbuhkan rasa kepedulian yang tinggi kepada orang lain yang memerlukan bantuan, menebarkan manfaat kebaikan bagi sesamanya. Bahkan mereka mampu mencintai orang lain seperti mencintai dirinya sendiri. Juga hanya orang bersih hati dan lapang dada seperti itu yang dapat merasa senang dan gembira apabila melihat keberhasilan orang lain, merasa senang kalau dapat membantu orang lain untuk menjadi berhasil. Hanya mereka yang memiliki hati yang bersih dan lapang dada yang akhirnya mampu meraih sukses dan kemuliaan dalam hidup. Mereka inilah yang dapat menikmati kesuksesan, kebahagiaan dan  kemuliaan hidup. Semoga kita semua dapat menjaga kebersihan hati kita. SEMOGA BERMANFAAT.

 

Salam Sukses Mulia,

Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | www.ekojalusantoso.com

Penulis Buku THE WISDOM OF BUSINESS

Hati Sumber Inspirasi

Tuesday, November 18th, 2008


Menyusul beredarnya buku saya “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani” yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, banyak sekali tanggapan dan komentar yang saya terima melalui email, SMS maupun telepon. Beberapa komentar bertutur bagaimana mereka terinspirasi setelah membaca buku ini, merasa diingatkan untuk kembali pada hati nurani dan beberapa yang lain mengatakan seringkali merasa diselamatkan oleh suara hati nuraninya. Bahkan ada beberapa yang meminta saya untuk berbicara mengenai tema hati nurani. Ada teman yang berprofesi sebagai trainer bertutur merasa terinspirasi dengan buku “Heart Revolution” ini dan menggunakannya sebagai referensi dalam menyampaikan training-trainingnya.

 

Saya tidak menduga mendapatkan response yang begitu banyak mengenai bahasan tema hati nurani ini. Karena ketika pertama kali hendak menulis buku dengan topik hati nurani, ada semacam keraguan, apakah ada orang yang tertarik menelusuri lorong-lorong hati. Apakah ada orang yang tertarik membaca tulisan dengan topik hati nurani, ditengah arus kehidupan modern yang cenderung mengedepankan konsumerisme dan nilai-nilai materialisme. Apakah tema hati nurani menarik, ditengah-tengah ratusan bahkan ribuan buku yang membahas bagaimana meraih kaya raya dengan cepat, meraih sukses karier dan bisnis dengan instant dan lain sebagainya.

 

Ternyata diluar dugaan saya, ada banyak sekali orang-orang yang sebenarnya dahaga ingin menelusuri lorong-lorong hati, di tengah kehidupan yang mengedepankan nilai-nilai materialisme dewasa ini. Dari berbagai email dan tanggapan yang saya terima, seolah-olah mereka hendak bertutur bahwa tidak sedikit orang yang sesungguhnya menyadari akan adanya kekuatan suara hati nurani dalam dirinya. Masih banyak orang yang sesungguhnya menyadari akan batas-batas egoisme, individualisme, hedonisme dan materialisme yang seringkali membelenggu dirinya. Masih banyak orang yang dahaga akan kedamaian dan keindahan hati, sehingga ingin kembali pada hati nuraninya.

 

Barangkali diantara Anda ada yang bertanya mengapa mesti kembali mendengarkan suara hati nurani ? Bukankah sekarang ini banyak orang, motivator, trainer, pembicara dan buku-buku yang membahas kedahsyatan pikiran positif dalam membawa pada kesuksesan ?. Marilah saya ingin mengajak Anda semua untuk melihat lebih dalam lagi. Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani” ini mengajak kita bukan hanya mengandalkan pada otak dan akal pikiran semata, tetapi melengkapinya dengan mendengarkan suara hati nurani. Karena sesungguhnya hati adalah rajanya. Sedangkan otak atau pikiran manusia itu tunduk sepenuhnya kepada apapun perintah sang hati. Wacana kembali mendengarkan suara hati dan menggunakannya sebagai “pusat orbit” kehidupan sesungguhnya adalah pijakan yang lebih kokoh.

 

Tengoklah para pemimpin kehidupan yang menggunakan hati nurani dalam kepemimpinannya, seperti Muhammad Yunus misalnya. Ia mampu membesarkan Grameen Bank dan meraih hadiah Nobel karena visinya yang dilandasi oleh suara hati nurani. Mereka para pemimpin kehidupan yang dilandasi hati nurani, meskipun mungkin raganya sudah hancur, namun nilai-nilai kepemimpinannya tetap dikenang dan digunakan dalam kehidupan ini. Seperti misalnya Imam Al-Gazali, Mahadma Gandhi, Budha Gautama, Bunda Theresa. Ide dan tata nilai kehidupan yang diwariskannya masih hidup dan dikenang orang sampai dengan sekarang.

 

Semua yang dialami oleh manusia, sesungguhnya diawali dari hati yang kemudian memerintahkan otak atau akal pikiran. Otak atau pikiran akan memproses dan selanjutnya memerintahkan panca indra untuk bekerja sesuai dengan apa yang diyakini dari hatinya. Sedangkan panca indra kita tentu inginkan menikmati yang enak-enak semuanya. Mulut inginnya makan yang enak-enak. Mata inginnya melihat yang indah-indah. Tangan, kaki, telinga inginnya selalu merasakan yang enak dan indah-indah. Sehingga tubuh dan jiwa kita ini seperti selalu ditarik-tarik oleh panca indra untuk selalu menikmati yang indah dan enak-enak. Akibatnya kalau tidak dikendalikan oleh hati dan pikiran, maka menghalalkan segala cara untuk memperoleh kenikmatan.

 

Belajar dari sini sesungguhnya siapa yang dapat mendengarkan suara hati, akan mampu mengendalikan pikirannya dan artinya mampu mengendalikan kelima panca indranya. Dengan demikian mereka yang mendengarkan suara hati tidak akan mudah terjerumus dalam berbagai tindak penyelewengan, menghalalkan segala cara, tindakan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan lain sebagainya. Karena hatilah sumber inspirasinya dan sumber energi motivasinya. Dengan demikian, tidak ada lagi yang meragukan kalau hati manusia adalah aset yang paling berharga.

 

Mendengarkan suara hati dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar atau “unconcius mind” yang seringkali merupakan sebuah sugesti, sehingga melahirkan inspirasi dan energi motivasi dahsyat yang mengalir membakar semangat Anda. Energi dan kreativitas yang bersumber dari suara hati ini perlu dibangkitkan agar mengalir mencari jalan untuk mendorong cita-cita tertinggi Anda. Maka dengarkan dan ikutilah suara hati yang bersumber dari Tuhan Sang Maha Besar.

 

Memang, mengikuti suara hati, menelusuri lorong hati atau menuliskan tema buku mengenai hati nurani tidak langsung membuat kita menjadi kaya raya. Tidak juga mendadak sontak menjadikan kita terkenal atau begitu hebatnya. Tetapi ketika menelusuri lorong-lorong hati nurani, mengikuti bisikan suara hati nurani ada semacam kesejukan, kebahagiaan dan kedamaian yang mengalir dalam diri. Hal ini bisa menjadi semacam pencerahan dan memperkaya jiwa kita. Kalau hidup dapat meraih kekayaan jiwa, maka tubuh dan jiwa kita akan dapat terbang tinggi menuju kesuksesan dunia dan mencapai kearifan dan kemuliaan. Karena ide-ide, imajinasi, fantasi, inspirasi dan motivasi yang mengalir keluar senantiasa bersumber dari nilai-nilai mulia dan kearifan hati nurani. SEMOGA BERMANFAAT !

 *** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan penulis buku “The Art of Life Revolution” dan “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo. Buku ketiganya, “The Wisdom of Business” diterbitkan Elex Media Komputindo, beredar di GRAMEDIA mulai 3 Desember 20008.

UCAPAN TERIMAKASIH

Thursday, May 22nd, 2008

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un

Dengan tulus dan kerendahan hati, perkenankanlah kami sekeluarga mengucapkan TERIMAKASIH atas segala perhatian, doa dan bantuan yang telah diberikan oleh bapak/ibu dan rekan-rekan semuanya, atas berpulangnya ke Rahmatullah ayahanda kami tercinta:

 Bpk. Salam Siswosugiarto

Sabtu, 10 Mei 2008 pkl. 13.00 WIB di RS Bethesda Yogyakarta, dalam usia 74 tahun, Dimakamkan Minggu, 11 Mei 2008 Pkl. 11.00 WIB di Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.

Semoga segala perhatian, bantuan dan doa yang telah diberikan oleh bapak/ibu dan rekan-rekan semuanya baik kepada almarhum ayah kami maupun kepada kami sekeluarga dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadi amal ibadah bagi rekan-rekan semuanya sehingga mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT. Amien.

Wassalam, Eko Jalu Santoso dan Keluarga

MEMBUKA MATA HATI

Wednesday, April 2nd, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso,

“Seseorang yang dapat memelihara kejernihan hatinya, akan memiliki kekuatan pandangan mata hati yang tajam, mampu menembus dimensi ruang dan waktu. Kekuatan ketajaman mata hatinya melebihi kekuatan pandangan mata kepala yang sangat terbatas jangkauannya.”

Apakah Anda dapat melihat oksigen yang Anda hirup setiap saat untuk kehidupan ? Apakah Anda dapat melihat harumnya aroma bunga melati yang sedang mekar di taman ? Dalam kehidupan ini tidak semua hal dapat kita lihat dengan kedua mata indra kita. Karena kedua mata indra kita memiliki kemampuan pandangan yang sangat terbatas. Oleh karena itu manusia diharapkan selalu membuka mata hatinya, agar dapat melihat di sekelilingnya bukan hanya dengan mata indranya. Membuka mata hati terhadap apa yang terjadi di lingkungan, akan membuat kita mampu melihat apa yang ada di bawah permukaan, yang tidak terlihat oleh mata indra.

Kalau kita berada dalam dunia bisnis, apakah sebagai seorang manager atau sebagai pemimpin bisnis, seringkali kita bekerja melakukan hal-hal dengan otomatis, mekanis dan mengandalkan kekuatan akal pikiran. Kalau hanya mengandalakan kekuatan mata indra, kita mungkin tidak akan mampu melihat hal-hal yang tidak kasat mata. Hanya hal-hal yang tampak di mata yang mampu kita lihat. Dengan kata lain kita tidak mampu memahami makna dari pekerjaan itu sendiri, tidak mampu memberi arti dari sebuah bisnis itu sendiri, karena hanya melihat yang luarnya saja.

Hanya mereka yang memiliki kejernihan hati yang dapat melihat dengan ketajaman mata hatinya. Ketika seseorang berhasil menjaga kejernihan hatinya, maka kepekaan mata batinnya akan lebih tajam. Pada saat itu kita dapat memaknai lebih dalam setaip aktivitas yang kita lakukan. Ketika seseorang menggunakan kekuatan mata hatinya dalam mengambil keputusan-keputusan penting, maka yang keluar adalah keputusan sesuai suara hati.

Tantangan dalam kehidupan bisnis modern dewasa ini adalah adanya berbagai godaan yang seringkali dapat mengotori kejernihan hati kita. Seperti adanya sikap egoisme, mementingkan hawa nafsu, mengikuti ambisi meraih kekayaan atau kekuasaan dengan menghalalkan segala cara dapat membelenggu hati kita. Memperturutkan emosi-emosi negatif seperti amarah, dendam, benci dan iri hati, juga dapat menjadikan kejernihan hati menjadi terkotori. Hati yang terbelenggu cahaya kejernihannya tidak dapat memancar ke permukaan. Inilah yang dapat melemahkan ketajaman mata hati seseorang sehingga tidak mampu menembus pandangan jauh ke depan.

Dengan demikian untuk melatih ketajaman mata hati, berusahalah menghindari hal-hal yang dapat membelenggu kejernihan hati seperti berbagai pengaruh negatif dan daya tarik materialisme duniawi tersebut. Karena kalau hal-hal negative itu dibiarkan, dapat menjadikan kita semakin sulit mendengarkan bisikan hati. Menjadikan kita akan lebih mempercayai atau mengandalkan kemampuan otak serta produk-produk pikiran atau akal semata. Inilah yang akan melahirkan ketidakseimbangan antara kemampuan nalar dengan hati nurani. Mengakibatkan tidak tajamnya kemampuan mata hati, sehingga melahirkan berbagai masalah dalam kehidupan.

Bagaimana untuk membebaskan diri dari belenggu hati agar dapat membuka ketajaman mata hati kita ? Dalam buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani”, yang ditulis oleh Eko Jalu Santoso dan diterbitkan Elex Media Komputindo ada tujuh langkah proses menjaga kejernihan hati. Pertama memegang teguh prinsip hidup sesuai suara hati, kedua menjauhi prasangka negative, ketiga menempatkan sudut pandang dari dalam hati, keempat menghindari pengaruh lingkungan negatif, kelima membebaskan pikiran dari pengalaman negative, keenam banyak berbagi kebaikan, ketujuh memusatkan hati kepada Allah. Lebih detailnya Anda dapat membaca dalam buku tersebut.

Untuk itu sediakan waktu khusus untuk selalu melakukan kegiatan ritual, berdzikir mengagungkan asma Allah, bermeditasi atau melakukan refleksi diri untuk mengembangkan kemampuan mata batin kita. Ketika jiwa kita terbangun, itu akan membuka ketajaman mata batin kita. Mata batin melihat orang lain sesuai dengan esensi mereka dan jiwa mereka. Menyadari bahwa jauh di dasar sana setiap manusia sebenarnya memiliki jiwa yang murni. Seseorang yang dapat memelihara kejernihan hatinya, akan memiliki kekuatan pandangan mata hati yang tajam, mampu menembus dimensi ruang dan waktu. Kekuatan ketajaman mata hatinya melebihi kekuatan pandangan mata kepala yang sangat terbatas jangkauannya. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Motivasi Sukses Dan Mulia.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia (motivasiindonesia@yahoogroups.com) dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan buku “Heart Revolution”, keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.

ILMU YANG MENERANGI HATI

Tuesday, April 1st, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Dikisahkan ketika masih menuntut ilmu, Imam Syafi’i RA pernah mengeluh dan mengadukan suatu problematika kepada gurunya. Imam Syafi’I RA bertanya kepada sang guru, ”Wahai Guru, mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah dipahaminya? Kemudian sang guru yang bijak, Imam Waki’ RA menjawab, ”Ilmu itu ibarat cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.”

Membaca kisah diatas, saya menjadi ingat dengan salah satu nasehat dari seorang guru spiritual yang mengatakan, “Orang yang memiliki ilmu pengetahuan hidupnya akan mulia.” Kalau dikaji lebih mendalam, apa yang dinasehatkan oleh guru spiritual ini, sesungguhnya sejalan dengan apa yang telah disampaikan oleh Allah Tuhan Yang Maha Kuasa sebagaimana tercantum dalam kitab suciNya, bahwa Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Tentu saja artinya adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang diamalkan untuk kebaikan.

Mereka yang memiliki ilmu, senang membagikan dan mengamalkan ilmunya, kualitasnya akan terangkat, derajatnya akan ditinggikan dihadapan manusia dan dihadapan Tuhan. Karena dengan ilmu pengetahuan, seseorang mampu menyelami hidup ini dengan penuh semangat dan optimistis. Dengan ilmu pengetahuan seseorang mampu membuka tabir kegelapan, memahami kebesaran Tuhan, sehingga diharapkan semakin memperkokoh keimanan dan ketakwaan kepada Allah Tuhan Sang Penguasa Kehidupan.  Dengan senang berbagi dan mengamalkan ilmu pengetahuan untuk kebaikan orang lain,  sama halnya dengan melepaskan energi positif kebaikan yang akhirnya manfaatnya akan diterima kembali dalam jumlah berlipat ganda.

Bagaimana agar ilmu pengetahuan yang kita miliki dapat menjadi Cahaya hati bagi kita ? Mrujuk pada nasehat Imam Waki’ RA tersebut diatas, dalam menuntut ilmu atau belajar untuk meningkatkan pengetahuan sebaiknya selalu dilandasi dengan hati yang bersih dan niat yang tulus. Tanpa hati yang bersih, ilmu yang kita miliki tidak akan meninggikan derajat seseorang, malah merendahkan seseorang ke jurang kehinaan. Faktanya dalam realitas kehidupan sekarang ini mudah kita temukan orang yang berilmu, tetapi menggunakan ilmu dan kepandaiannya untuk kepentingan diri sendiri dan merugikan orang lain. Mereka yang hatinya tidak bersih, cenderung mengedepankan sifat-sifat serakah dan tamak terhadap nilai-nilai materialisme duniawi. Yang terjadi kemudian adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi, orang yang memiliki kekuasaan, menggunakannya hanya untuk memperkaya diri sendiri, melakukan korupsi, menipu orang lain dan merugikan banyak orang lain.

Dengan demikian memiliki hati yang bersih adalah landasan utama agar ilmu dapat menjadi Cahaya hati kita. Sehingga ilmu pengetahuan itu dapat meninggikan kualitas hidup kita dan derajat kemuliaan kita. Dilandasi hati yang bersih, ilmu pengetahuan akan membentuk perangai manusia menjadi lebih bijak dan mulia. Menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela dan akhlak yang jelas-jelas tidak disukai Allah. Hanya dengan hati yang bersih ilmu akan mudah dipahami dan bermanfaat bagi kita dan orang lain. Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari sifat tamak (rakus) dan serakah terhadap urusan duniawi dan tidak pernah digunakan menzalimi sesama. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Motivasi Sukses Dan Mulia.

***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia (motivasiindonesia@yahoogroups.com) dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” Dan “Heart Revolution”, Keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo

K E T E G U H A N H A T I

Friday, January 18th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Kekuatan manusia itu bukan hanya dalam kecerdasan otak dan akal pikirannya, bukan hanya dalam ucapannya, bukan hanya dalam kekuatan fisiknya, tetapi yang lebih utama adalah kekuatan keteguhan hatinya. Keteguhan hati adalah hal yang mutlak diperlukan oleh manusia dalam hidup ini, baik untuk kepentingan kehidupan spiritualitas maupun dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia.


Banyak diantara kita yang kurang menyadari atau mengabaikan pentingnya kekuatan keteguhan hati. Akibatnya, kita mudah terjebak dalam model-model kehidupan yang melupakan hati nurani. Mudah mengabaikan nilai-nilai spiritualitas kebenaran, demi meraih tujuan kesuksesan. Contohnya adalah, berkembangnya berbagai penyakit masyarakat seperti, tindak penyelewengan, penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, kejahatan, penipuan, Illegal Loging, dll. Demikianlah banyak pribadi-pribadi yang membiarkan keteguhan hatinya terkikis oleh berbagai pengaruh eksternal maupun internal dalam kehidupan.


Apa yang dimaksudkan dengan keteguhan hati ? Keteguhan hati yang saya maksudkan disini adalah kekuatan “istiqamah” atau konsisten pada petunjuk kebenaran-kebenaran yang bersumber dari suara hati nurani dalam setiap langkah kehidupan. Dengan kata lain, dapat selalu “inline” atau beredar dalam garis edar orbit kehidupan yang berpusat pada hati nurani. Keteguhan hati dapat berarti teguh dalam menjaga keyakinan keimanan kepada Allah SWT, tetap komitmen terhadap ajaran-ajaran-Nya, teguh dalam memegang prinsip-prinsip kebenaran dan kuat dalam memperjuangkan keyakinan dan tujuan kesuksesan yang bersumber dari hati nuraninya.


Keteguhan Hati Itu Penting


Memiliki keteguhan hati sangat penting dan menjadi syarat dalam menggapai keberhasilan seseorang baik dalam karier, hidup dan Bisnis. Karena seseorang yang memiliki keteguhan hati akan memiliki keteguhan Iman, karena hati adalah tempat bersemayamnya Iman. Dengannya kita dapat berkomunikasi dan mendekatkan diri dengan Sang Khaliq. Dengan demikian keteguhan hati dapat mengantarkan manusia meraih kemuliaan dalam kehidupan dunia dan akhiratnya.


Keteguhan hati menjadi cermin kepribadian seseorang, karena menunjukkan keyakinan kebenaran yang ditempuhnya. Keteguhan hati merupakan pendorong motivasi, sehingga tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan menggapai impian hidup atau tujuannya. Keteguhan hati dapat melahirkan keteguhan iman dan ketakwaan, sehingga dapat mendengar suara hati kebenaran dan kebaikan, tidak mudah tergoda dengan tawaran dan jebakan hawa nafsu dan ego pribadi, tidak mudah dibelokkan oleh tujuan yang tidak sesuai dengan keyakinan hatinya. Kalaupun terlanjur melakukan kesalahan, akan segera kembali pada kebenaran ketika diingatkan oleh suara hati nurainya terdalam. Inilah pentingnya mempertahankan keteguhan hati.


Siapapun yang ingin meriah kesuksesan dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan, tidak boleh lepas dari keteguhan hati. Seseorang yang ingin mencapai tujuan keberhasilan dalam karier, hidup dan bisnis, tidak boleh lepas dari keteguhan hati. Seseorang yang ingin mengibarkan panji-panji kemuliaan dan keagungan dalam kehidupan, tidak boleh lepas dari keteguhan hati. Tanpa keteguhan hati, kita tidak akan dapat mencapai keberhasilan yang bermakna tinggi.


Apa saja yang dapat meruntuhkan keteguhan hati ?


Kehidupan modern dewasa ini dengan berbagai pernik-perniknya dapat menjadi godaan yang meruntuhkan keteguhan hati. Berbagai pengaruh internal dan eksternal dalam kehidupan ini dapat mengikis keteguhan hati seseorang. Diantaranya adalah:

1. Memperturutkan Ego dan Nafsu.

Ego dan nafsu cenderung membawa manusia pada sisi materialsme. Memperturutkan ego dan nafsu akan membawa manusia terlalu cinta dunia dan melupakan akhiratnya. Akibatnya kita mudah dijangkiti dengan berbagai penyakit hati. Mudah terjebak dalam penyakit hati seperti ambisi berlebihan terhadap kekuasaan dan harta kekayaan hingga menghalalkan segala cara, mengabaikan nilai-nilai kebenaran dan memperturutkan hawa nafsu duniawinya yang berlebihan lainnya. Penyakit hati inilah yang akhirnya menggerogoti keteguhan hati seseorang.


2. Membiarkan Kesalahan Yang Telah Dilakukan.

Melakukan kesalahan-kesalahan meskipun kecil dalam tingkah laku, maupun tindakan janganlah dianggap hal biasa. Kalau hal ini dibiarkan terus menerus dapat menjadi kebiasaan dan akhirnya dengan mudah tergoda melakukan kesalahan dan penyimpangan lebih besar lagi. Mungkin awalnya hanya korupsi ratusan ribu rupiah misalnya, kalau kita biarkan, lain waktu akan berani korupsi jutaan rupiah. Kalau tetap dibiarkan lama-kelamaan korupsinya menjadi ratusan juta rupiah dan bahkan milyaran rupiah. Sebaiknya ketika kita melakukan kesalahan, sekecil apapun segera kembali pada kebenaran. Karena sesungguhnya suara hati nurani terdalam telah mengingatkan kita untuk kembali pada kebenaran.


3. Pengaruh Lingkungan Kehidupan.

Berbagai pengaruh lingkungan dari luar, misalnya pengaruh negatif dari sarana informasi, tontotan, gaya hidup, tuntutan kehidupan modern yang sangat konsumstif dan lain sebagainya dapat melemahkan keteguhan hati. Kalau hal ini tidak disaring dan disikapi dengan baik, akhirnya dapat meruntuhkan keteguhan hati kita. Hindarilah berbagai pengaruh eksternal negatif yang dapat mengikis keteguhan hati.


Bagaimana agar dapat mempertahankan keteguhan hati kita ?


Mempertahankan keteguhan hati tentu saja diperlukan kemampuan seseorang untuk menjaga kejernihan hatinya. Dengan kejernihan hati, suara hati nurani akan muncul kepermukaan dan menjadi pembimbing dalam setiap langkah kehidupan. Dalam buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi”, karya Eko Jalu Santoso yang diterbitkan Elex Media Komputindo, setidaknya ada tujuh langkah dalam usaha menjaga kejernihan hati. Tujuh langka itu adalah, Menetapkan nilai hidup sesuai suara hati nurani, Menjauhi prasangka negative, Menempatkan sudut pandang dari hati, Menghindari pengaruh lingkungan negative, Membebaskan pikiran dari pengalaman negative, Melepaskan energi positif kebaikan dan Memusatkan hati kepada Allah. Lebih lengkapnya Anda dapat membacanya dalam buku ini.


Menurut Ary Ginanjar Agustian dari ESQ Leadership Center yang memberikan komentarnya dalam buku ini mengatakan, “” Revolusi Hati adalah Revolusi Kehidupan. Buku “Heart Revolution” karya Eko Jalu Santoso ini mampu mengasah kecerdasan emosi dan spiritual kita yang sangat bermanfaat bagi bekal menjalani kehidupan.” Siapapun yang menginginkan kehidupan yang penuh potensi ditengah-tengah kehidupan modern yang syarat dengan tantangan dan jebakan, perlu membaca buku ini. Siapapun yang ingin menjaga kekuatan keteguhan hati dan menginginkan kemuliaan dalam hidupnya, perlu membaca buku ini. Siapapun yang ingin melakukan perubahan hidup serta memberikan perubahan bermakna bagi lingkungannya, perlu meresapi buku ini.


Sahabat yang mulia, saatnya untuk kembali pada hati nurani. Bukan hanya mengandalkan kekuatan otak dan pikiran semata, tetapi berusaha mengandalkan kekuatan keteguhan hati. Jadikanlah suara hati nurani Anda sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupan, agar rahmat dan berkah dari Allah senantiasa mengalir dan memberikan yang terindah untuk hati, perasaan dan seluruh diri kita. SEMOGA BERMANFAAT.


*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia (motivasiindonesia@yahoogroups.com), Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani Menju Kehidupan Penuh Potensi”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo.

KEYAKINAN HATI

Tuesday, December 11th, 2007

Oleh Eko Jalu Santoso

Keyakinan hati sangat menentukan masa depan yang akan kita dapatkan. Maka kalau Anda ingin meraih kesuksesan, pertama-tama arahkan hati anda untuk memiliki impian indah tentang keberhasilan. Dengan mengarahkan hati memiliki impian indah kesuksesan, maka otak akan memprosesnya dan memerintahkan panca indra untuk mewujudkan keberhasilan yang anda impikan.

Kalaui demikian jangan remehkan keyakinan hati Anda. Ketika anda mampu mengarahkan keyakinan hati anda hanya pada hal-hal yang poasitif, maka itulah yang akan anda dapatkan. Ketika anda mengarahkan keyakinan hati anda pada keberhasilan, kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang bermakna, maka itulah yang nanti akan anda dapatkan. Konsekuensinya adalah kesempatan untuk menjadi berhasil dan sukses sesuai kehendak hatinya akan terbuka lebar baginya.

Michael Dell adalah seorang pendiri dan CEO Perusahaan komputer raksasa DELL yang memproduksi PC (Personal Computer) dan Note book yang terbesar di dunia. Bagaimana Dell memulai kesuksesannya ? Ketika masih berusia 19 tahun, Dell memulai usahanya sebagai seorang salesman computer. Kemudian ia mulai merakit dan menjualnya di kampus. Meskipun akhirnya dia tidak berhasil menyelesaikan studinya, namun hanya dalam waktu yang relatif singkat Dell berhasil mengembangkan usahanya dan menguasai penjualan PC didunia.

Dell mampu membangun perusahaannya dan bahkan mengalahkan perusahaan raksasa dibidang computer lainnya, seperti HP dan Compaq yang telah berumur lebih dari 50 tahun. Keberhasilannya ini mengantarkan Michael Dell yang ketika itu baru berumur 29 tahun sudah masuk dalam daftar 100 orang terkaya di dunia. Kini Michael Dell, tercatat sebagai salah seorang yang sukses dan menjadi bagian dari 10 orang terkaya didunia saat ini yang berumur 39 tahun dari Amerika Serikat. Dengan kekayaan pribadinya mencapai puluhan milyard US Dolar.

Mengapa Michael Dell mampu berprestasi begitu luar biasa?

Jawabannya adalah karena Dell memiliki keyakinan hati untuk berhasil. Ya, Dell memiliki keyakinan hati yang sangat kuat, bahwa dia mampu menjadi yang terbaik. Dia memiliki keyakinan mampu meraih keberhasilan yang diinginkannya. Meskipun ia memulai usaha pada usia yang masih sangat muda, belum memiliki banyak pengalaman, namun hal ini tidak membuat dirinya takut gagal atau takut bersaing dengan perusahaan yang lebih hebat. Bagi Dell usia muda berarti memiliki waktu yang lebih panjang untuk mencoba agar berhasil. Memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Itulah “Keyakinan Hati” yang mampu mendorong motivasi meraih keberhasilan.

Keberhasilan, kesuksesan maupun kegagalan itu dimulai dari dalam hati kita sendiri. Dengan mengarahkan dorongan “drive” dari dalam hati selalu kepada hal-hal positif dan indah tentang kesuksesan, itulah yang akan kita dapatkan dalam kehidupan.

Ketika kita belajar dari orang-orang Sukses, para achiever, mereka yang meraih prestasi tertinggi amupun para pemimpin kehidupan, kita akan menemukan bahwa mereka memiliki keyakinan hati meraih yang terbaik sesuai bidangnya. Mereka mengarahkan hatinya untuk meyakioni hal-hak positif tentang masa depannya. Mereka mampu memberdayakan potensi kekuatan hatinya untuk meraih prestasi puncak dalam karir maupun kehidupan.

Bagaimana agar dapat menciptakan keyakinan hati ?

Dalam buku berjudul “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani” yang diterbitkan Elex Media Komputindo, dalam salah satu bab membahas lebih details mengenai bagaimana menciptakan kekuatan keyakinan hati ini. Sederhananya, keyakinan hati manusia itu dapat tercipta melalui beberapa hal dibawah ini:

  1. Karena ilmu pengetahuan, seperti meyakini bahwa bumi, bulan dan matahari berputar pada porosnya dalam garis edar keseimbangan. Kita meyakini karena teorinya mengatakan demikian.
  2. Karena pengalaman sendiri, sudah melihatnya sendiri. Keyakinan berdasarkan pengalaman tercipta ketika Anda sudah melakukannya sendiri, membuktikannya sendiri atau sudah melihatnya sendiri.
  3. Karena referensi atau contoh dari orang lain. Keyakinan karena referensi atau contoh orang lain tercipta karena Anda sudah melihat orang lain melakukannya atau orang lain sudah membuktikannya.

Bagaimana dengan diri Anda ? Sudahkah Anda memiliki keyakinan dari dalam hati bahwa Anda memiliki potensi untuk meraih kesuksesan dan keagungan dalam hidup ini ?.

Arahlah pilihan hati hanya pada keyakinan positif. Salah satunya dengan mengambil contoh pengalaman orang lain. Maka setiap orang dapat mengambil pelajaran dari keberhasilan orang-orang sukses, seperti Michael Dell misalnya. Kita dapat belajar kesuksesan mereka, belajar menjadi pribadi yang positif, menjadi pribadi yang berkualitas, berani meraih kesuksesan dan menghasilkan karya terbaik bagi orang lain. Untuk tujuan itulah sesungguhnya manusia dilahirkan dan hidup di dunia.

Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani ”, diterbitkan Elex Media Komputindo. Milis: motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com

MENJAGA KEJERNIHAN HATI

Wednesday, November 21st, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Tantangan terbesar yang dihadapi manusia modern sekarang ini sesungguhnya bukanlah hanya ancaman terorisme, ledakan bom, ancaman nuklir semata, tetapi ada yang lebih besar lagi adalah terjadinya proses perubahan “fitrah” manusia itu sendiri. Ancaman terjadinya proses perubahan dan kehancuran unsur kemanusiaan dari dalam diri manusialah yang sebenarnya sangat berbahaya. Kehancuran unsur kemanusiaan ini akan melahirkan ras-ras manusia yang memiliki perilaku dan sikap bagiakan bukan manusia. Meskipun secara fisik manusia, tetapi mereka bertindak tidak sesuai dengan kehendak suara hati yang merupakan manifestasi kehendak Tuhan dalam diri manusia.

Penyebab itu semua sesungguhnya adalah terbelenggunya hati manusia sehinggga kejernihan suara hatinya tertutup, buta atau bahkan mati. Manusia menjadi mudah terjerumus kedalam perbuatan yang merugikan, melanggar norma-norma kemanusiaan, melanggar nilai-nilai spiritual kebaikan dan kebenaran. Meskipun secara fisik dirinya berwujud manusia, tetapi tindakannya tidak sesuai dengan unsur-unsur kemanusiaan. Perilakunya cenderung mudah melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan abadi.

  • Bagaimana langkah-langkah dalam membebaskan suara hati dari belenggu-belenggu yang dapat menutupinya ?
  • Bagaimana menjaga kejernihan suara hati agar tidak terbelenggu oleh berbagai hal yang dapat menutupi cahayanya ?

Dalam buku “HEART REVOLUTION, Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi” karya Eko Jalu Santoso yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, dalam Bab 5 telah dibahas secara lengkap bagaimana solusi dalam membebaskan hati dari belenggu paradigma salah yang dapat menutup kejernihan suara hati. Lebih lengkapnya anda dapat membaca dalam buku tersebut dan menemukan setidaknya ada tujuh langkah esensial yang harus diperhatikan agar dapat menjaga kejernihan hati sehingga tidak tertutup belenggu paradigma yang salah.

MEMILIH NILAI HIDUP YANG SESUAI SUARA HATI

Salah satunya langkah esensial dalam menjaga kejernihan hati adalah bagaimana kita dapat memilih nilai-nilai hidup yang sesuai dengan suara hati. Kita menyadari bahwa derasnya arus informasi melalui audio visual maupun berbagai sarana informasi lainnya dapat mempengaruhi gaya hidup, budaya, perilaku yang dapat berpengaruh pada nilai-nilai hidup seseorang. Berbagai tayangan dalam sinetron, dalam film, maupun berbagai gaya hidup yang dipertontonkan oleh para selebriti, para tokoh masyarakat dapat mempengaruhi nilai-nilai hidup seseorang. Kalau hal ini tidak disaring dengan baik, maka dapat mempengaruhi nilai-nilai keyakinan hati seseorang. Keyakinan hati ini lama kelamaan akan menjadikan sebuah prinsip hidup yang dianut dan akan melahirkan tindakan sesuai nilai-nilai yang dianutnya tersebut.

Setiap orang dapat terbentuk dan berkembang dipengaruhi oleh nilai-nilai hidup yang dianutnya. Seseorang yang menganut nilai-nilai yang berpusat pada hatinya, hasilnya adalah tindakan dan langkahnya yang bersumber dari nilai-nilai spiritual “Illahiah” dalam hatinya. Namun kalau seseorang menempatkan nilai-nilai hidup bentukan lingkungan sosial yang tidak sesuai dengan suara hati, hasilnya adalah tindakan dan langkah yang akan sangat merugikan dan bahkan bisa berakibat mengerikan.

Sebagai contoh, mereka yang menganut paham barat misalnya, umumnya menempatkan nilai kehormatan diri pada ukuran prestasi pekerjaan, keberhasilan bisnis, ilmu pengetahuan atau kesuksesan materialisme duniawi lainnya. Mereka mendewakan keberhasilan ekonomi, ilmu pengetahuan dan kesuksesan material duniawi sebagai tolok ukur kesuksesan hidupnya. Sedangkan orang-orang Jepang pada umumnya menempatkan nilai kehormatan diri mereka pada memiliki banyak persaudaraan dan pertemanan. Sehingga dalam tindakannya selalu mengedepankan nilai-nilai pertemanan dan persaudaraan.

Kalau orang Jawa di zaman dulu menempatkan nilai kehormatan tertinggi adalah memiliki kekuasaan (kraton atau pemerintahan), sehingga dapat mengatur nasib kehidupan orang lain. Berbagai nilai-nilai hidup yang berkembang dalam lingkungan ini dapat mempengaruhi nilai-nilai yang diyakini menjadi prinsip hidup seseorang. Nilai-nilai hidup yang berkembang dalam kehidupan di sekitar kita, lingkungan kita, dapat mempengaruhi prinsip hidup yang seringkali tidak sesuai dengan suara hati nurani.

Kita harus menyadari bahwa nilai-nilai hidup yang tidak sesuai dengan suara hati pada akhirnya akan berujung pada kekecewaan, penyesalan dan kegagalan. Baik itu kekecewaan dan kegagalan lahiriah maupun kegagalan pada tataran batiniah. Sejarah kehidupan sudah membuktikan banyak manusia yang menganut pada nilai-nilai hidup yang mengabaikan suara hati nurani terbukti mengakibatkan kesengsaraan, kekecewaan, kegagalan dan bahkan kehancuran hidup.

Karena nilai-nilai bentukan lingkungan atau buatan manusia, pada umumnya hanya menempatkan satu tujuan hidup duniawi semata, tidak menyeluruh dan tanpa ada keseimbangan dengan sisi pemenuhan spiritualnya. Hal ini dapat menciptakan manusia yang mendewakan sesuatu selain Allah Tuhan Yang Maha Esa. Ketidakseimbangan dalam sisi kehidupan pada akhirnya akan menghempaskan mereka dalam kehancuran dan kegagalan.

  • Dalam level organisasi, kalau seseorang menempatkan nilai hidup pada kepentingan dirinya sendiri tanpa memperhatikan kepentingan orang lain, maka kerjasama dengan temannya akan diabaikannya.
  • Dalam level bisnis, kalau seorang pengusaha menempatkan nilai hidup pada kepentingan keuntungan material duniawi yang sebesar-besarnya semata, maka cenderung mudah melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nurani demi meriah keuntungannya tersebut.
  • Dalam tataran kehidupan, kalau manusia menempatkan nilai hidup pada kepentingannya sendiri, seringkali tidak memiliki sikap empati kepada orang lain. Lebih mengedepankan ego pribadi untuk memenuhu nafsunya dibandingkan memahami kepentingan orang lain.

Demikianlah, dalam menjaga kejernihan suara hati nurani, hendaknya kita selalu menempatkan nilai-nilai hidup yang sesuai dengan suara hati spiritual yang merupakan sifat-sifat mulia Allah SWT.

Hendaknya kita menganut prinsip hidup hanya yang sesuai dengan suara hati nurani. Menghindari berbagai nilai-nilai hidup dalam masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai spiritual kebenaran. Dengan demikian kejernihan suara hati nurani akan tetap terjaga dan dapat berkembang sebagai pembimbing kehidupan kita. Suara hati nuranilah yang akan membawa manusia kearah kebahagiaan, kehidupan yang penuh potensi dan keagungan insani yang hakiki.

Sumber: Menjaga Kejernihan Hati oleh Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia dan Penulis buku The Art of Life Revolution dan buku Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani, diterbitkan Elex Media Komputindo.