Archive for the ‘ARTIKEL "LIFE REVOLUTION"’ Category

SEIMBANGKAN HIDUP ANDA

Monday, April 27th, 2009

“Seimbangkan hidup Anda pada beberapa aspek penting kehidupan, karena sukses mulia itu bersifat holistik dan termasuk pada karier, keluarga, kesehatan dan spiritualitas.”

Kita percaya bahwa kehidupan memerlukan keseimbangan antara aspek fisik dan aspek spiritual. Apa yang kita lakukan dalam berbagai aktivitas kehidupan fisik misalnya akan mempengaruhi aspek spiritual kita, demikian juga sebaliknya. Maka berusahalah senantiasa menyeimbangkan dalam berbagai aspek kepentingan kehidupan fisik Anda dengan senantiasa dilandasi aspek spiritualitas. Kita tidak dapat memisahklan keduanya.

Keseimbangan hidup itu akan menciptakan sinergi satu dengan yang lainnya. Semakin baik satu aspek kehidupan Anda, maka diharapkan akan semakin efektif mendukung aspek kehidupan Anda yang lainnya. Semakin tinggi kualitas kehidupan spiritualitas Anda misalnya, maka akan semakin mendorong hati, pikiran dan tindakan senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai spiritualitas yang Anda yakini. Dengan demikian apa yang Anda lakukan dalam berbagai aspek kehidupan fisik Anda seperti dalam karier misalnya, akan senantiasai dilandasi oleh nilai-nilai spiritualitas dalam diri. Inilah yang akan mengantarkan pada kesuksesan yang dapat membahagiakan.

Mereka yang tidak menyeimbangkan kehidupannya – utamanya antara aspek kepentingan fisik dengan spiritualitasnya - akan menemui kehidupan yang hampa dan kehilangan makna. Kalaupun mereka berhasil dalam satu sisi aspek kehidupan fisiknya misalnya, maka itu bukanlah keberhasilan sejati yang dapat membahagiakan dan meninggikan kualitas hidupnya. Demikian sebaliknya kalau mementingkan satu sisi aspek spiritualitanya semata dengan mengabaikan aspek kepentingan fisiknya seperti karier, keluarga misalnya, maka tidak akan menjadi manusia yang berdaya guna bagi sesamanya.

Memiliki fisik yang sehat akan mendorong hati dan pikiran menjadi lebih positif. Memiliki kesuburan jiwa, akan mendorong hati dan pikiran tumbuh lebih positif an bahagia. Dengan demikian keseimbangan akan menciptakan sinergi positif, yang pada akhirnya dapat menjadikan seseorang meraih sukses dan kemuliaan dalam hidup.

Maka sibukanlah dirimu dengan berbagai aktivitas kehidupan dunia, tetapi jangan pernah meninggalkan untuk menyibukkan hatimu untuk Allah.

Bagaimana menurut Anda …???

Salam Sukses Mulia,
Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | Penulis Buku The Wisdom of Business, Elex Media komputindo.

Sikap Optimisme

Thursday, February 26th, 2009


Oleh: Eko Jalu Santoso

Para motivator seringkali mengajak kita semuanya untuk selalu memiliki sikap optimisme menghadapai masa depan. Sikap tidak mudah berputus asa dalam menghadapi kesulitan. Memiliki keberanian menghadapi tantangan masa depan. Namun seringkali banyak orang memiliki pandangan sikap optimisme hanya dari sisi kehidupan duniawi semata.

Bagi kita orang beriman, sudah seharusnya untuk tidak berlaku demikian. Sikap optimisme dan pengharapan berkaitan dengan kehidupan masa depan bukan hanya untuk dunia semata, melainkan lebih penting lagi adalah untuk mengharapkan rahmat dan berkah dari Allah. Dengan demikian sikap optimism itu tercermin dalam setiap aktivitas kehidupan dengan harapan bukan hanya untuk kehidupan sekarang, melainkan juga untuk kehidupan yang abadi nantinya. Dalam terminologi pandangan sufistik, ajaran tentang sikap dan pandangan yang optimistik ke depan ini disebut ‘raja’  atau sikap penuh harap.

Bagi kaum yang memiliki paham kapitalis dan mengedepankan nilai-nilai materialisme, pada umumnya sikap optimisme atau keyakinan penuh harapan masa depan selalu dinilai dengan keberhasilan duniawi seperti kekayaan materi, kekuasaan, jabatan, popularitas dan lain sebagainya. Namun tidak demikian bagi kita orang beriman.

“Sikap optimisme bagi kaum beriman, dambaan itu bisa berupa kemuliaan hidup, keberkahan hidup, ampunan Tuhan (maghfirah), rahmat Tuhan, dan perkenan-Nya (mardhatillah).”

Kuatnya harapan yang bertaut pada rahmat Tuhan ini membuat orang beriman selain mengejar keberhasilan dunia, semakin intens dalam beribadahnya, dan seakan tak mengenal lelah dalam melakukan ikhtiar demi tercapainya cita-cita.

Memiliki sikap penuh keyakinan harapan atau optimisme, tentu tidak datang dengan sendirinya. Kemunculannya, harus didahului oleh landasan keyakinan keimanan yang kuat dalam diri kita. Pada saat inilah, sikap optimisme itu tumbuh dan berkembang. Orang beriman selalu memiliki harapan dan senantiasa memelihara sikap optimisme menghadapi masa depan kehidupan. Harapannya bertaut pada keyakinan keimanannya kepada Tuhan, selalu merasa yakin ada Tuhan sebagai sumber pengharapan. Harapan masa depan lebih baik, karena selalu yakin akan kehendak Tuhan Sang Pencipta Masa Depan.

Memiliki sikap optimisme masa depan lebih baik berarti kita dituntut turut aktif memperbarui diri, meningkatkan kualitas diri lebih baik mulai kini dan disini.

Untuk itu, sikap optimisme yang disebut ‘raja’ atau sikap penuh harap bukanlah impian dan angan-angan belaka. Menurut pandangan Ibnu ‘Athaillah al-Sakandari seorang penulis kitab Al-Hikam, sikap ‘raja’ adalah suatu harapan yang disertai oleh tindakan nyata.Karenanya untuk mencapai apa yang kita harapkan, mulailah saat ini dan disini dimanapun posisi Anda saat ini dengan tindakan-tindakan pembaruan, perubahan dan senantiasa menuju pada tujuan Anda. Itulah awal harapan baru yang lebih baik akan tercapai.

Sikap penuh harap atau sikap optimisme tidak akan memberikan makna berarti bagi orang yang tidak melakukan perubahan dalam tindakannya.

“Sikap optimisme  perlu disertai perubahan. Tetapkan perubahan sikap, perubahan perilaku, perubahan semangat agar harapan-harapan yang ingin dicapai menjadi sebuah kenyataan.”

Landasan keimanan dapat memberikan perspektif yang memungkinkan harapan baru lebih baik menjadi kenyataan. Karena dengan landasan keimanan kepada Tuhan YME, dapat membuat orang bertanggungjawab atas dirinya, kehidupannya dan masa depannya. Maka meningkatkan kualitas keimanan adalah landasan penting bagi terciptanya semangat penuh harap dan sikap optimisme dalam kehidupan.

Dengan demikian sikap optimisme yang dikehendaki bagi kita orang beriman adalah optimisme yang dibangun dengan landasan keimanan yang kuat untuk mencapai kehidupan yang SUKSES MULIA dunia dan akherat. Pandangan demikian, akan menjadi landasan prinsip dalam kehidupan dan setiap aktivitas tindakan kita, sehingga tidak saja dapat memacu produktivitas kerja, tetapi juga memberikan suasana hati yang penuh syukur, ikhlas dan penuh kedamaian. Memiliki sikap optimisme bagi kemajuan pribadi kita, baik dalam bidang fisik material maupun mental spiritual. SEMOGA BERMANFAAT.

 

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku “The Art of Life Revolution”, Buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani” dan penulis buku “The WISDOM OF BUSINESS”, Ketiganya diterbitkan Elex Media Komputindo.

Setiap Hari Adalah Liburan

Thursday, December 18th, 2008


“Jangan menunggu datangnya liburan untuk dapat menikmati hidup. Jadikan pekerjaan dan setiap aktivitas waktu kehidupan Anda bagaikan liburan, sehingga Anda setiap saat dapat menikmati hidup”.

~~ Eko Jalu Santoso, Motivasi Indonesia ~~

 

Sahabat, banyak diantara kita yang merasakan tertekan ketika melaksanakan aktivitas pekerjaannya. Mereka memandang pekerjaan adalah kewajiban, pekerjaan adalah beban yang harus dilaksanakannya, sehingga merasa tidak nyaman dan tertekan. Akibatnya liburan adalah hal yang paling  ditunggu-tunggu sebagai pelarian dari pekerjaan untuk menikmati hidupnya.

 

Banyak orang seringkali lupa bahwa liburan hanyalah bagian dari KESENANGAN SESAAT. Sesungguhnya KESENANGAN JANGKA PANJANG adalah setiap waktu dan setiap hari yang kita lakukan baik dalam pekerjaan maupun dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Kalau demikian, mengapa harus menghabiskan energi dan waktu menunggu datangnya liburan untuk dapat menikmati hidup ? Bukankah lebih baik kita berusaha menjadikan setiap aktivitas pekerjaan dan kehidupan setiap hari adalah kesenangan, sehingga kita setiap saat dapat menikmati hidup. Maka jadikanlah setiap hari bagian dari liburan dalam kehidupan Anda.


Bagaimana agar dapat menjadikan setiap hari adalah liburan dalam kehidupan kita ?.

 

Mulailah dengan memandang pekerjaan dan setiap aktivitas kehidupan bukan sekedar kewajiban apalagi sebagai beban, melainkan jadikan bagian dari aktivitas yang sangat menyenangkan. Nikmati setiap tahapan pekerjaan dan aktivitas kehidupan Anda. Kemudian biasakanlah memberi hadiah atas sebuah pencapaian-pencapaian kecil dalam setiap aktivitas pekerjaan Anda. Berikanlah penghargaan atas kebaikan yang Anda lakukan. Anda bisa menepuk pundak diri sambil mengatakan “you did a good job today”. Karena setiap orang butuh hadiah dan pujian. Terakhir, banyaklah bersyukur atas setiap nikmat yang Anda peroleh dan ajak keluarga Anda untuk ikut menikmati dan menysukuri setiap keberhasilan-keberhasilan kecil yang Anda capai dalam pekerjaan dan kehidupan. SEMOGA BERMANFAAT.

KONSEP DIRI POSITIF

Friday, May 30th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Dikisahkan ada dua orang kakak beradik yang sama-sama mengelola toko kelontong. Kakak beradik ini mendapatkan modal dari ayahnya untuk menjalankan usaha toko kelontong yang lokasinya tidak terlalu jauh berbeda. Sang ayah hanya berpesan tentang dua hal yang perlu diperhatikan, yakni, “ Pertama, jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu dan kedua setiap pergi dari rumah ke toko atau sebaliknya jangan sampai terkena sinar matahari.”

Waktu terus berjalan dan masing-masing berusaha mengelola tokonya dengan menjalankan pesan ayahnya. Setelah beberapa tahun ayahnya meninggal, kenyataan yang terjadi adalah anak yang lebih tua tokonya berkembang semakin besar, barang-barangnya semakin banyak dan menjadi semakin bertambah kaya. Sebaliknya, adiknya usahanya semakin menurun, barang-barangnya semakin menyusut dan menjadi semakin miskin.

Ibunya yang melihat hal itu merasa heran dan menanyakan kepada masing-masing anaknya. Ketika ditanyakan kepada anak yang lebih kecil jawabnya adalah, “ Semua ini karena saya mengikuti pesan ayah. Pesan pertama, saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Ayah juga berpesan agar setiap pergi dan pulang dari rumah ke toko saya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya selalu membawa mobil atau naik taksi menuju toko atau pulang kerumah. Padahal, kalau mau dengan berjalan kaki saja sampai, tetapi karena pesan ayah demikian maka pengeluaranku menjadi bertambah banyak.”

Sedangkan ketika Ibunya bertanya kepada anak yang lebih tua yang lebih berhasil mengelola tokonya, jawabnya adalah, “ Semua ini berkat dua pesan ayah tersebut. Pertama ayah berpesan supaya saya tidak menagih hutang kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan kepada orang lain sehingga modal saya tidak susut. Kalau ada orang yang ingin berhutang, saya lebih senang memberikan bantuan uang sesuai kemampuan saya saja, sehingga saya tidak perlu menagih hutang. Ayah juga berpesan agar setiap berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya selalu berangkat ke toko dengan berjalan kaki lebih awal sebelum matahari terbit dan pulang ke rumah lebih lambat sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Kebiasaan itu menjadikan banyak orang tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih panjang.”

Sahabat semuanya, kisah diatas saya dapatkan dari seorang teman yang entah dari mana sumber aslinya. Mungkin bukanlah kisah nyata, namun sesungguhnya memberikan pelajaran bermakna kepada kita semua, bahwa sebuah pesan atau kalimat dapat ditangkap berbeda sehingga memberikan hasil yang berbeda. Kalau seseorang mampu melihat dengan “positive attitude” maka ia berhasil menangkap pesan itu menjadi positif, pikirannyapun positif, tindakannyapun positif dan hasilnya adalah positif pula. Sebaliknya kalau pesan itu ditangkap dengan persepsi yang berbeda, maka pesan itu dianggap sebagai sebuah kesulitan bukan sebuah tantangan, hal ini akan mempengaruhi pikiran dan tindakannya, dan hasilnya adalah sesuatu yang negatif.

Setiap kalimat yang datang kepada diri kita dapat berarti positif atau negatif kepada diri kita, sesungguhnya pilihannya ditentukan oleh diri kita sendiri. Semua yang datang kepada diri kita, apakah itu negatif atau positif sesungguhnya tergantung bagaimana kita mengartikannya. Tanpa kita memberikan arti, maka setiap kalimat maupun keadaan yang datang kepada kita tidak akan memiliki makna sama sekali terhadap diri kita.

Yang perlu kita pahami adalah bahwa salah satu kunci keberhasilan hidup kita adalah bagaimana kita dapat mengembangkan KONSEP DIRI POSITIF. Konsep diri positif ini seperti sebuah sistem operasi yang mempengaruhi mental dan kemampuan berpikir positif seseorang. Konsep diri positif ini dapat masuk kedalam pikiran seseorang dan mempunyai bobot pengaruh yang besar terhadap kemampuan menerima dan mempersepsikan setiap pesan yang datang. Semakin positif konsep diri seseorang maka akan semakin mudah menangkap dan mempersepsikan setiap pesan yang datang menjadi sebuah pesan yang positif. Demikian pula sebaliknya.

Konsep diri positif memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang. Karena konsep diri positif dapat mempengaruhi pola pikir dan tindakan seseorang menjadi positif dalam kehidupannya. Hasilnya adalah karakter pribadi positif yang menjadi modal bagi kesuksesan hidup. Nah, bagaimana dengan Anda ?. Pilihannya ditentukan oleh diri Anda sendiri. SEMOGA BERMANFAAT !

***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi” Kduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo.

10 KARAKTER PRIBADI SUKSES MULIA

Tuesday, April 29th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Ketika ditanyakan tujuan hidupnya, hampir setiap orang dari golongan manapun, agama apapun, bangsa manapun, selalu menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Sukses sudah menjadi tujuan banyak manusia, apapun pardigma sukses itu baginya. Namun apakah sukses itu dapat menjamin kemuliaan hidup seseorang ? Jawabannya, belum tentu. Kalau itu yang dimaksudkan kemuliaan hidup di dunia, mungkin bisa. Karena kemuliaan hidup di dunia bisa didapatkan dengan kekayaan harta. Namun kalau itu kemuliaan hidup dunia dan akherat, belum tentu. Karena kemuliaan hidup di akhirat hanya dapat diperoleh dengan ketakwaan kepada Allah swt.

Banyak diantara kita yang masih mempersepsikan arti kesuksesan hidup. Pandangan umum sebagian besar orang dalam mengukur kesuksesan hidup hanyalah dari segi materi, seperti memiliki kekayaan pribadi, memiliki jabatan yang tinggi, memiliki popularitas dan lain sebagainya. Mereka masih belum melihat pada sisi kemuliaannya. Padahal, materi baru dapat dijadikan tolok ukur sukses dunia saja, tetapi tidak dapat dijadikan tolok ukur seseorang itu meraih kemuliaan hidupnya. Materi tidak menjamin seseorang meraih kemuliaan, kalau dirinya tidak memahami keutamaan dari materi tersebut dengan benar.

Kalau demikian memiliki cita-cita menjadi sukses saja belumlah cukup, karena belum dapat menjamin kemuliaan hidup di akherat. Untuk dapat menjamin kesuksesan di dunia dan akherat diperlukan sukses dan mulia. Ya, sukses mulia, siapa yang tidak ingin meraih sukses mulia ? Inilah cita-cita tertinggi banyak manusia. Mungkin cita-cita Anda dan termasuk saya masih terus belajar dan berusaha untuk dapat mencapai sukses mulia ini. Pertanyaannya, bagaimana agar kita dapat mencapai pribadi yang sukses dan mulia ?

Untuk mencapai kesana, kita perlu memahami bagaimana cirri-ciri pribadi Sukses mulia itu. Beberapa yang dapat kami rangkum mengani cirri-ciri pribadi sukss mulia adalah:

1. Pandai Membina Hubungan

Tidak ada orang yang sukses tanpa mendapatkan dukungan dari orang lain. Salah satu contohnyanya, kesuksesan pasangan HaDE menjadi Gubernur Jawa Barat tidak lepas dari dukungan para pemilihnya. Karena itu orang-orang yang sukses dan mulia, bukan hanya pandai dalam membina hubungan dengan orang lain, melainkan pandai meraih dukungan dari orang lain. Mereka adalah pribadi yang senang menyambung tali persaudaraan dalam setiap kondisi, menebarkan salam, memerhatikan urusan orang lain, memiliki sikap empati pada orang yang membutuhkan dan berusaha mengamalkan kebajikan. Mereka pandai dala membina hubungan dengan hati. Bagaimana membina relationship dengan hati ? Dalam buku saya “Heart Revolution” yang diterbitkan Elex Media Komputindo, salah satunya membahas dengan detail kiat-kiat Sukses membina relationshipo dengan hati. Mereka yang pandai membina hubungan dengan hati, setiap kehadiran dirinya menjadikan kenyamanan bagi orang lain, karena senantiasa menebarkan kebajikan bagi sesama. Hasilnya banyak orang yang senang dan mendukungnya. Inilah yang dapat mengantarkan dirinya meraih Sukses dalam karier dan kehidupan bisnisnya.

2. Senang Menuntut Ilmu

Salah satu ciri pribadi Sukses mulia adalah senang menuntut ilmu dan mengamalkan ilmunya untuk kebaikan bagi orang lain. Ia meyakini memiliki ilmu pengetahuan dapat mengantarkan dirinya meraih sukses dan kemuliaan hidup. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Allah dalam kitab suci-Nya, ”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

3. Beriman kepada Allah SWT

Ciri lain yang sangat mononjol pada pribadi orang yang sukses dan mulia adalah memiliki keyakinan keimanan kepada Allah SWT. Mereka senantiasa menghadirkan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa dalam setiap aktivitas kehidupannya. Tidak pernha meninggalak perintah-perintahnya dan dalam karier, Bisnis dan kehidupannya tidak melanggar syraiat yang ditetapkanm oleh Allah. Mereka senang mengerjakan amal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dengan kesabaran.

4. Berakhlak Yang Baik

Pribadi Sukses mulia memiliki akhlak dan perilaku yang baik. Mereka dapat menjadi teladan dalam kebajikan dan khlak mulia. Akhlak itu tempatnya ada di dalam hati. Ia adalah “pusat komando” perilaku manusia atau penentu baik-buruk perilaku seseorang. Kalau hatinya bersih, maka akhlaknya dijamin baik. Dengan demikian kejernihan hati adalah fondasi penting bagi akhlak yang baik. Mereka yang berakhlak baik, memiliki sifat pemaaf, suka mengajak kepada kebenaran, penuh kasih sayang, suka berlindung hanya kepada Allah SWT.

5. Berpikir dan Bersikap Positif

Berpikir, bersikap dan bertindak positif adalah salah satu ciri pribadi yang sukses mulia. Dalam menyikapi banyak hal dalam kehidupan yang datang kepadanya selalu mengarahkan hati dan pikirannya pada sisi positif. Menghindari prasangka negative, baik dari dalam hati maupun dalam ucapan dan tindakan. Memandang positif setiap kejadian yang datang. Tindakannya selalu mengandung kebajikan, membuat orang lain senang, atau tidak menyakiti hati orang lain. Pembicaraannya selalu baik, kata-katanya santun, lemah-lembut, yang dilandasi kejujuran dan kebenaran atau “shidqi”.


6. Sikap Rendah hati

Pribadi Sukses mulia adalah pribadi yang rendah hati atau tawadhu’. Memiliki perasaan lemah dan kecil di hadapan Allah Yang Maha Besar. Menyadari bahwa dirinya adalah “hamba” atau abdi Allah semata. Sifat ini akan membuat seseorang tidak berlaku sombong, tidak memandang dirinya paling benar, tidak berlaku arogan dan mampu mengendalikan ego dalam dirinya. Apapun posisinya saat iin, kekuasaan yang dimilikinya, harta kekayaan yang dimilikinya, jabatan tinggi yang dipegangnya, menyadari semuanya datangnya dari Allah swt. Maka ia hanya menggunakannya untuk kepentingan mengabdi kepada Allah semata. Ia tunduk kepada kebenaran dan mengikutinya, walaupun kebenaran itu datang dari orang kecil sekalipun.

7. Kuat dan tahan banting

Ketujuh adalah memiliki sifat yang kuat dan tahan banting. Artinya memiliki ketahanan fisik dan mental yang tinggi, memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang kuat. Ketika menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan, tidak mudah putus asa dan tidak suka mengeluh. Tidak pernah berputus asa atas rahmat Allah. Berani menghadapi tantangan perubahan dalam kehidupan. Kuat juga bisa dimaknai unggul dan berkualitas.


8. Mengendalikan Emosi

Emosi adalah inti rahasia kebijaksanaan, demikian salah satu tulisan yang saya bahas dalam buku saya “Heart Revolution” yang diterbitkan Elex Media Komputindo dan beredar di Gramedia. Dalam salah satu bab buku tersebut secara detail dibahas bagaimana dapat mengendalikan emosi dan mampu mengubahnya menjadi energi positif bagi kesuksesan pribadi. Salah satu cirri pribadi Sukses mulia adalah pandai mengendalikan emosi. Emosi sesungguhnya sangat dekat dengan nafsu dan ego pribadi. Kalau hal itu diperturutkan dalam membawa malapetaka. Orang sedang emosi sebenarnya sedang dikuasai hawa nafsu dan eg pribadinya. Hal ini menutup hati dan pikirannya menjadi tidak jernih dan tidak bersih. Akibatnya akalnya menjadi tidak berfungsi normal. Ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa, orang yang gagah perkasa bukanlah kuat bergulat, tetapi orang yang gagah perkasa adalah yang dapat mengendalikan nafsunya (dirinya) ketika sedang dilanda emosi amarah.”

9. Bertumbuh Lebih Baik Setiap Hari

Senang mengembangkan kualitas dirinya untuk terus bertumbuh lebih baik setiap hari. Mereka mengikuti yang disabdakan oleh Nabi dengan selalu berusaha agar hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini, agar dapat menjadi manusia yang beruntung. Inilah prinsip hidupnya baik dalam kehidupan sosial, spiritual maupun kehidupan profesionalnya, selalu berusaha meriah prestasi lebih baik setiap harinya.


10. Pandai bersyukur dan “Qana’ah”

Pandai bersykur atas segala rahmat dna kenikmatan yang diterimanya dari Allah adalah ciri pribadi Sukses mulia. Merasa serba berkecukupan atau “Qana’ah” dengan rezeki dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT. Sikap demikian membuatnya tenang, damai di hati dan senantiasa pandai mensyukuri pemberian-Nya. Sikap demikian tiak berarti melemahkan semangat dan motivasi untuk berprestasi lebih tinggi. Namun dapat menerima setiap hasil yang diperoleh dalam setiap tahapan proses dengan penuh rasa syukur, dengan terus berikhtiar untuk mengembangkan kualitas diri lebih tinggi.

SEMOGA BERMANFAAT. Salam Motivasi Sukses Dan Mulia.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia [motivasiindonesia@yahoogroups.com] dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo.

BERTUMBUH SETIAP HARI

Tuesday, March 11th, 2008

Oleh Eko Jalu Santoso

Meskipun dalam beberapa hari ini kita menghadapi kemacetan yang semakin parah di jalan-jalan raya di Jakarta, karena sudah tidak diperbolehkan lagi menggunakan jalur busway (teman kantor saya bilang jalur busway ternyata lebar ya, karena begitu kita nggak boleh pakai, pengaruh macetnya luar biasa), meskipun mungkin Anda dalam hari-hari ini dihadapkan pada berbagai problem dan masalah, apakah masalah urusan pribadi, kantor, keluarga maupun lainnya, tetapi semua itu tidak boleh mengendorkan semangat kita untuk terus bertumbuh lebih baik. Semua itu tidak boleh menyurutkan semangat kita untuk meningkatkan kualitas diri berkembang lebih baik lagi setiap hari.


Bagaimana dapat bertumbuh lebih baik setiap hari di tengah situasi yang tidak menentu ini ? Semua itu sesungguhnya tergantung dari bagaimana mengelola hati dan pikiran kita. Sesungguhnya setiap orang memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan dirinya menjadi lebih baik lagi, terus bertumbuh lebih baik lagi dengan mau berpikir positif menghadapi setiap tantangan yang datang. Mau berpikir positif, optimis menghadapi tantangan dan mau terus belajar dan belajar lebih baik lagi.


Yang terpenting buanglah jauh kamus frustasi, putus asa, kecewa, marah ketika sedang menghadapi situasi yang kurang menguntungkan atau masalah yang menyulitkan. Tetaplah optimis dalam setiap keadaan yang datang, meskipun hal itu mungkin keadaan yang bukan kita harapkan. Karena hidup memang tidak selalu menghadirkan keadaan yang sesuai dengan harapan.Hadapilah selalu hari-harimu dengan optimis dengan memulai langkah-langkah untuk bertumbuh lebih baik lagi.


Bukankah Muhammad Rasulullah selalu mengajarkan kepada kita bahwa orang yang hidupnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin adalah orang yang bangkrut, orang yang hidupnya hari ini sama dengan kemarin adalah orang yang merugi dan orang yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung (tentu hal ini bukan hanya berhubungan dengan amalan semata, tetapi juga dalam kehidupan dunia). Maka fokuskan energi dan pikiran Anda hari ini untuk bertumbuh lebih baik mencapai impian Anda. Dengan kata lain kerjakan dan intensifkan faktor-faktor pendukung mayoritas yang semakin menumbuhkan kualitas diri anda dan mendekatkan diri pada tujuan hidup lebih baik..


Menurut para ahli, salah satu faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan diri kita menjadi lebih baik adalah, pahami kekurangan Anda dan dedikasikan diri Anda untuk mau terus belajar memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan diri. Dengan kemampuan yang lebih baik, kita pasti akan dapat melaksanakan pekerjaan, bisnis, maupun tugas lainnya dengan lebih baik untuk mencapai kualitas hidup lebih baik. Dengan terus belajar kita dapat mengoptimalkan potensi tak terbatas yang ada dalam diri kita, yang dapat mendukung pencapaian kecemerlangan hidup kita.


Misalnya, setiap hari kita belajar meningkatkan kemampuan personal (kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual) kita sebesar 0.3% saja, dalam satu bulan sudah 9% meningkat kemampuan personal kita. Dalam satu tahun, dua tahun, tiga tahun dan seterusnya Anda dapat menghitungnya sendiri berapa peningkatkan kemampuan personal kita. Kalau hal itu dilakukan secara terus menerus, maka pencapaian akumulatifnya tentu akan luar biasa, meningkatkan kemampuan personal kita menjadi sangat tak terbatas. Karena sesungguhnya dalam diri kita ini sudah tersimpan potensi kemampuan yang tak terbatas. Tinggal bagaimana kita mengekplorasinya.


Anehnya, masih saja ada orang-orang yang ketika menemui kegagalan, menghadapi kesulitan, menemukan masalah dan problem kehidupan, kemudian kecewa, bersedih, marah, depresi dan frustasi hingga lebih terpuruk lagi. Kalau saja mereka ini menyadari akan potensi kekuatan yang ada dalam dirinya, tentu akan mampu menghadapi setiap tantangan ini. Kalau saja mereka ini mau belajar dan terus belajar mengembangkan kualitas kemampuan dirinya setiap hari, akan dapat membangun sesuatu yang dapat diwariskan bagi generasi mendatang.


Belajar dapat dilakukan melalui berbagai media dan cara, misalnya belajar dari buku, mendengarkan radio, dari artikel di milis Motivasi Indonesia atau milis lainnya, melalui seminar, majalah, internet, kursus, training, berdiskusi dengan teman-teman yang memiliki semangat positif tinggi dan lain sebagiainya. Di era informasi dan abad digital ini banyak sekali kemudahan yang bisa menjadikan diri kita bertumbuh dan bertumbuh belajar setiap hari. 

Kuncinya teruslah mengarahkan hati dan pikiran untuk belajar meningkatkan kemampuan personal dan profesional diri kita. Kemudian belajarlah menerapkan ide dan pikiran Anda dalam tindakan-tindakan yang positif dan lebih baik setiap hari. Tanamkan keyakinan dalam hati dan pikiran bahwa bertumbuh lebih baik setiap hari (sekecil apapun itu), pasti berpengaruh bagi masa depan Anda. SEMOGA BERMANFAAT.


Salam Motivasi Indonesia.

BERANI KAYA, BERANI MULIA

Thursday, February 28th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Sahabat, ada sebuah kisah menarik tentang seseorang yang bermimpi melihat Malik bin Dinar sedang berlomba-lomba dengan Muhammad bin Wasi’ menuju surga. Ia menyaksikan bahwa Muhammad bin Wasi` akhirnya dapat mendahului Malik bin Dinar untuk sampai di surga. Orang itu kemudian bertanya mengapa demikian kejadiannya, karena menurut perkiraannya Malik bin Dinar bakal menang, karena ia dikenal sebagai seorang yang arif. Kaum salihin menjawab bahwa ketika meninggal dunia Muhammad bin Wasi’ hanya meninggalkan sepotong pakaian, sedangkan Malik meninggalkan dua potong pakaian.

Kisah diatas adalah ilustrasi yang penuh Hikmah mendalam. Apalagi kalau dihubungkan dengan kehidupan modern dewasa ini yang cenderung mengedepankan nilai-nilai materialisme. Banyak orang berlomba-lomba mengejar kehidupan dunia, menumpuk harta kekayaan dan melalikan kepentiongan-kepentingan kehidupan yang panjang selanjutnya. Pakain dalam kisah diatas tentunya hanyalah ilustrasi tentang asesories kehidupan dunia, kekayaan, kemewahan dan materiaslisme. Maknanya kita perlu memahami dengan benar tentang hakekat kekayaan dan tujuan tertinggi kehidupan sehingga apa yang kita perjuangkan dalam meraih kesuksesan dan kekayaan dapat meninggikan kemulian hidup kita. Apa yang kita perjuangkan dalam kehidupan dapat menjadi sarana bagi bekal utama kita masuk surga, bukannya malah menjadi penghambat masuk surga.

Apa yang dapat kita renungkan dari kisah tersebut diatas ?

1. Jangan Menjadikan Kekayaan Sebagai Tujuan Akhir.

Kesuksesan dan kekayaan pantas untuk kita perjuangakan dalam kehidupan ini. Karena sesunguhnya dengan kekayaan harta dapat emnjadikan seseorang meraih lebih banyak kebaikan bagi bekal kehidupan selanjutnya. Dengan demikian bekerja keras untuk mencari kesejahteraan kehidupan dunia adalah hal yang mulia. Menjalankan Bisnis atau berdagang untuk meraih kekayaan dan kesejahteraan hidup di dunia adalah hal yang baik. Tetapi perlu dipahami bahwa kekayaan bukanlah tujuan akhir. Jangan menjadikan kekayaan harta sebagai tujuan akhir yang ingin kita raih. Karena sebaik-baik urusan dunia adalah yang dapat menjadi sarana menuju kebaikan akhirat. Artinya kekayaan yang yang kita perjuangkan dalam kehidupan hanyalah sarana untuk meraih banyak kebaikan. Sebagai sarana untuk memperbanyak amal kebaikan dan menolong sesama kehidupan.

Kalau seorang yang dikenal arif bijaksana seperti Malik bin Dinar saja dapat tertinggal hanya karena pakaian, lalu bagaimana dengan kita semua yang hidup di era konsumtif dan senang menumpuk harta kekayaan ini ?. Ingatlah tidak pernah merasa cukup orang yang hidupnya hanya mengejar dunia. Harta kekayaan yang bermanfaat sesungguhnya bukan seberapa yang kita miliki, melainkan seberapa banyak harta yang kita gunakan untuk kebaikan di jalan Allah swt.

2. Kesederhanaan Adalah Kemuliaan.

Konosuke Matsuhita adalah seorang pendiri group Bisnis raksasa Matsushita. Meskipun sudah meriah sukses luar biasa dan berkelimpahan harta, namun ia tetap hidup sederhana, senang mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan, menulis puluhan buku dan menyumbangkan ratusan juta dollar harta kekayaannya untuk kegiatan kemanusiaan. Warren Buffet adalah mahaguru di dunia saham. Meskipun tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia, ia tetap hidup sederhana dan bahkan menyumbangkan hamper 80 persen harta kekayaannya untuk kegiatan kemanusiaan. Apa sesungguhnya yang menjadi motif Bisnis mereka ? Apakah ingin mencari kekayaan dan hidup berkemewahan ? Kalau mempelajari dari kisah hidup mereka, sesungguhnya bukanlah kekayaan dan kemewahan yang menjadi otivasi hidupnya, melainkan kesederhanaan, mereka hanyalah ingin berkarya dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi banyak orang.

Meskipun berhasil meraih kesuksesan dan kekayaan, namun kalau hal itu menjadikan kita selalu tenggelam dalam urusan keduniaan, hati kita selalu terikat pada dunia sehingga kita melalaikan hak-hak dan perintah-perintah Allah, itu adalah hidup yang tidak mulia. Yang terpuji adalah hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan dan banyak memberikan manfaat bagi kehidupan. Hidup berlebih-lebihan, hidup bermewah-mewahan membuat seseorang terlambat masuk surga.

3. Kekayaan Yang Utama Adalah Kekayaan Hati.

Untuk hidup berkelimpahan tidak harus kaya harta tetapi perlu kaya hati. Dengan demikian untuk mencapai hidup keberlimpahan tidak harus menungu kaya raya dulu. Banyak orang mengatakan bahwa saya harus kaya raya agar dapat banyak membantu orang lain. Mengapa membantu orang lain harus menunggu kaya dulu ? Toh banyak cara untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain. Kalau menunggu kaya raya dulu, kalau sudah kaya malahan lupa membantu orang lain. Bukankah banyak contoh yang demikian ini ?

Dengan kekayaan hati, kita dapat merasakan hidup berkelimpahan. Membantu orang lain tidak kawatir akan kekurangan karena dilakukan dengan ikhlas. Meskipun rejeki tidak banyak, kerana diperoleh dengan kejujuran maka menjadi berkah dan serba kecukupan. Orang yang kaya hati akan mudah peduli dengan sesame, senang membantu orang lain, hidup tenang dan merasakan kebahagiaan. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Motivasi Indonesia.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia (motivasiindonesia@yahoogroups.com) dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani”, keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.

PUJIAN BUKU HEART REVOLUTION

Wednesday, October 10th, 2007

PUJIAN TULUS BUKU “HEART REVOLUTION”:

” Banyaknya isu dan masalah yang muncul dalam kehidupan moderen kita ini disebabkan oleh tidak harmoninya antara nalar yang berupa pemikiran logis dengan nurani atau kata hati yang banyak dipengaruhi oleh budi pekerti, norma adat, etika, agama dan kepercayaan. Ketidak serasian antara nalar dan nurani ini juga membuat semakin tajamnya perbedaan antar generasi, antar suku, antar ras dan bahkan antar agama. Buku “Heart Revolution” karya Eko Jalu Santoso ini mengajarkan dan sekaligus memberi pelajaran untuk melakukan harmonisasi nalar dengan nurani melalui penyeimbangan kecerdasan emosi dan spiritual.”

Prof. Dr. Kusmayanto Kadiman, Menteri Negara Riset Dan Teknologi, Republik Indonesia.

” Revolusi Hati adalah Revolusi Kehidupan. Buku “Heart Revolution” karya Eko Jalu Santoso ini mampu mengasah kecerdasan emosi dan spiritual kita yang sangat bermanfaat bagi bekal menjalani kehidupan.”

Ary Ginanjar Agustian, Penulis Buku Best Seller ESQ & ESQ Power.

“Hati adalah tempat bersemayamnya Iman, dengannya kita bisa berkomunikasi dengan sang Khaliq, dengan hati yang bening kita dapat mencapai keberhasilan spiritual, sosial bahkan finansial. Buku ini dengan sangat baik mempetakan berbagai pola hidup yang melupakan hati, kemudian berusaha untuk menemukan suara hati yang murni lantas memberdayakannya. Jika hati sudah terberdayakan maka akan terciptalah revolusi diri dan revolusi kehidupan yang pada gilirannya revolusi ummat, berhijrah kearah yang lebih baik.”

Dr. Muhammad Syafii Antonio, MEc, Chairman Tazkia Business School.

In the 21st century, the RULES have truly CHANGED. It’s not just about making more money and taking from society, it’s about what we can GIVE BACK to society, hence the resurgence of “Corporate Social Responsibility”. It’s not just about the “Standard of Living”, it’s about the “Quality of Life”. More and more, organizations and individuals are going back to the basics, searching INSIDE ourselves to find the meaning and purpose of our very existence in society, on this earth and how we are an inseperable part of the universe… how we can ALL live and thrive in abundance when understand this “bigger order”. “Heart Revolution” is a book that takes us on this journey of exploration within ourselves… Thank you Pak Eko Jalu for another “Revolutionary” journey !

James Gwee T.H. MBA, Indonesia’s Favourite Trainer & Seminar Speaker, Host of “Smart Business Talk” Radio Smart FM, Author of Best Selling book “Positive Business Ideas”.

Buku HEART REVOLUTION, Revolusi Hati Nurani diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dan sudah beredar di toko-toko buku GRAMEDIA seluruh Indonesia. Semoga Bermanfaat.

MARHABAN YA RAMADHAN

Wednesday, September 12th, 2007

MARHABAN YA RAMADHAN 1428 H

Alhamdulillahi robbil’alamin,

Bulan demi bulan telah berjalan, Menenggelamkan kita dalam berbagai kesibukan, Bekerja, berbisnis dan berkarya. Kini tiba saatnya Bulan Ramadhan akan datang, Sudahkah kita mempersiapkan diri menyambutnya ?

Inilah waktu terbaik untuk mengerem sejenak kesibukan, Menyambut bulan penuh berkah dan ampunan, Saatnya Berguru kehidupan melalui keikhlasan, Waktunya membersihkan hati dengan kesabaran, Mensucikan jiwa dan Menguatkan iman kita kepada Yang Maha Kuasa, Melalui ibadah puasa Ramadhan

Saya dan keluarga mengucapkan: “Taqabbalallahu Minna Waminkum,Taqabbal ya Kariim. MOHON MA’AF LAHIR DAN BATHIN

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1428 H, Semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah S.W.T dan menjadikan kita la ‘allakum ta ttaquun.”

Eko Jalu Santoso & Keluarga

APAKAH PILIHAN HIDUP ANDA MEMBAHAGIAKAN

Thursday, August 30th, 2007

Oleh: Eko Jalu Santoso

Beberapa waktu lalu sekembalinya saya dari Surabaya, saya menggunakan taxi dalam perjalanan pulang dari Bandara Soekarno Hatta menuju rumah saya di kawasan Cibubur. Dengan ramah sopir taxi ini mempersilakan saya, menyapa saya dan menanyakan perjalanan saya. Tidak ada yang istimewa dari taxi ini, tetapi yang membuat berbeda adalah keramahan si sopir taxi ini dibandingkan dengan beberapa sopir taxi lainnya yang sering saya naiki sebelumnya. Selama perjalanan, kamipun terlibat saling pembicaraan yang akrab. Dari pembicaraan saya menangkap bahwa sopir taxi ini (namanya Sunardi) merasa cukup bahagia dan sangat menikmati pekerjaannya sebagai sopir taxi.

Begitu bersahabat dan ramahnya dia, tanpa sungkan saya mencoba menanyakan mengenai keluarganya dan penghasilannya dari menjadi sopir taxi . Dengan semangat dia menceritakan istrinya dan keempat anak-anaknya yang masih sekolah dan tinggal di Bekasi Timur. Meskipun penghasilannya termasuk pas-pasan, namun ia merasa sangat bersyukur dapat mengangsur sebuah rumah sederhana melalui KPR yang ditinggali keluarganya sekarang. Dia mengatakan kepada saya kalau sangat mensyukuri dan menikmati pekerjaannya saat ini, menikmati hidupnya, menikmati kebahagiaannya bersama keluarganya.

Saya sempat merenung sejenak dan tidak habis pikir, ketika membandingkan sopir taxi ini dengan beberapa kawan saya yang saat ini bekerja sebagai eksekutif, pengusaha, manager, general manager, direktur di beberapa perusahaan besar di Jakarta. Mereka ini bekerja di gedung perkantoran yang megah, ruangan kerja yang nyaman, memiliki penghasilan puluhan kali lipat dibandingkan sopir taxi ini setiap bulannya. Mereka tinggal di rumah real estate yang mewah, pekerjaan rumah dibantu oleh pembantu, memiliki kendaraan pribadi yang nyaman dan segala perlengkapan canggih untuk kemudahan hidupnya. Tetapi seringkali ketika bertemu mereka dan berbincang dengannya, mereka seringkali mengeluh, mengatakan tidak memiliki waktu, selalu diburu-buru oleh target dan pekerjaan. Mereka sering merasakan hidupnya tertekan, hidupnya penuh dengan kekawatiran, mengeluh stress, merasa kehabisan waktu dan tidak pernah bisa merasakan kedamaian hati.

Mereka begitu sibuknya mementingkan kariernya, mengejar kehidupan dunianya, mengejar kekayaan harta, seringkali mengabaikan kehidupan sosial dan kebutuhan makanan untuk pemenuhan kekayaan jiwanya. Meskipun sudah hidup berkecukupan, seringkali masih mengeluh kurang bahagia karena kurang bersyukur dengan apa yang sudah diraihnya selama ini.

Akhirnya saya lebih menyadari bahwa kebahagiaan hidup tidaklah semata-mata diperoleh melalui tingginya jabatan, fasilitas atau banyaknya harta yang sudah dimiliki, tetapi sesungguhnya ada dalam bagaimana kita menikmati setiap pilihan hidup yang dilakukan, menerima setiap yang didapatkan dengan keikhlasan, rasa syukur atas karunia Allah yang diperolehnya.

Sahabat, setiap orang berhak memilih kehidupannya, karena hidup adalah pilihan. Yang perlu kita sadari adalah ketika kita sudah menentukan pilihan kehidupan kita, maka berusahalah menjiwai peran kehidupan tersebut dan menjadikannya pilihan hidup yang dapat membahagiakan kita. Berusahalah menjadikan setiap pilihan kehidupan yang kita jalani menjadi bagian dari kebahagiaan kita. Bagaimana caranya ? Dalam salah satu bab di buku saya “The Art of Life Revolution” yang diterbitkan Elex Media Komputindo, saya membahasnya mengenai masalah ni secara lengkap dan detail. Setidaknya ada tujuh prinsip yang perlu diperhatikan dalam menjadikan realitas kehidupan kita saat ini menjadi sumber kebahagiaan hidup kita.

Sahabat, kalau kita saat ini menghabiskan sepertiga waktu hidup untuk bekerja, berusahalah memberikan makna pada pekerjaan kita sehingga menjadi bagian dari kebahagiaan kita. Kalau kita menghabiskan sebagian hidup dengan berbisnis, maka berusahalah memberi makna perbedaan yang lebih bernilai dalam bisnis kita, sehingga menjadikannya bagian dari kebahagiaan kita. Kalau kita menghabiskan sebagian besar hidup dengan pasangan hidup kita, maka berusalah menjadikan pasangan hidup kita menjadi sumber kebahagiaan kita.

Intinya, apapun pilihan hidup yang sudah kita tentukan, jadikanlah sebagai bagian dari sumber kebahagiaan kita. Kalau kita merasakan tidak bahagia dalam apa yang kita kerjakan saat ini, bagaimana mungkin mengharapkan kebahagiaan dalam realitas kehidupan kita ?

Penting bagi kita memiliki kesadaran untuk memberikan makna perbedaan yang lebih bernilai dalam setiap pekerjaan, hidup maupun bisnis yang kita lakukan saat ini.

Penting bagi kita untuk memberikan nilai yang lebih bermakna dan mulia dalam setiap pilihan hidup yang sudah ditentukan agar menjadikannya sebagai bagian dari kebahagiaan.

Kalau kita menyadari bahwa pilihan pekerjaan dan hidup yang kita lakukan saat ini belumlah memberikan potensi kebahagiaan bagi diri kita, maka segeralah melakukan perubahan. Perubahan dapat diartikan dalam sikap kita, cara berpikir kita, tindakan kita atau dalam pilihan hidup kita. Karena apa yang akan kita hadapi di masa mendatang adalah hasil dari pilihan kita saat ini. Apa yang akan kita lakukan saat ini akan menjadi sebab dari hasil yang akan kita nikmati di masa mendatang. Dengarkan suara hati terdalam dalam menentukan setiap pilihan kehidupan, sehingga apa yang kita lakukan dapat menjadi bagian dari kebahagiaan hidup kita.

Dalam soal kebahagiaan hidup, ada sebuah ungkapan bijak yang pantas kita renungkan adalah,

“Dalam soal menikmati kebahagiaan hidup, sebaiknya jangan hanya menunggu ibu peri yang mengayunkan tongkat ajaibnya untuk memberikan kebahagiaan. Namun kita harus berusaha menjadi ibu peri yang memainkan tongkat ajaib kita sendiri.”

Apakah aktivitas pilihan hidu Anda dalam bekerja, berbisnis telah menjadi sumber kebahagiaan Anda ? Lebih pastinya Anda dapat bertanya demikian, “kalau Anda meninggal hari ini, akankah Anda bahagia dengan cara Anda menghabiskan umur kehidupan selama ini ? Mampukah Anda berdiri dihadapan sang Khalik dan berkata kepada-NYA, akau merasa bahagia karena telah melakukan tugasku dalam kehidupan sesuai amanah yang Tuhan berikan ?

Renungkanlah dan pastikanlah bahwa pilihan hidup anda saat ini telah benar-benar sesuai dengan suara hati Anda. Karena apa yang menjadi kebahagiaan hidup kita, bukanlah tercipta secara kebetulan, melainkan tercipta oleh karena pilihan yang kita tentukan.

Semoga Bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

***Eko Jalu Santoso adalah Penulis Buku “The Art of Life Revolution”, diterbitkan Elex Media Komputindo, Founder Motivasi Indonesia: motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com