“Kesempatan/peluang besar mungkin saja hanya datang sesekali dalam kehidupan kita. Tetapi kesempatan/peluang kebaikan selalu hadir setiap waktu dalam kehidupan. Jangan biarkan kesempatan/peluang melakukan kebaikan ini berlalu begitu saja.”
Seringkali orang mengatakan bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Hal ini mungkin saja benar dalam hal-hal kesempatan besar dalam kehidupan kita. Tentu saja hal ini memberikan motivasi agar kita selalu menyiapkan diri dan dapat mengambil kesempatan besar yang datang. Tidak membiarkan kesempatan besar berlalu begitu saja dalam kehidupan.
Tetapi dalam hal kebaikan, sesungguhnya kesempatan dan peluang kebaikan itu selalu hadir dalam setiap detik, setiap jam dan setiap waktu kehidupan kita. Pintu-pintu kebaikan itu selalu terbuka luas dihadapan kita. Kalau demikian, sebaiknya manfaatkan setiap waktu kehidupan untuk mengambil kesempatan melakukan kebaikan-kebaikan, agar hidup menjadi lebih bermakna dan mulia. Jangan biarkan kesempatan dan peluang kebaikan ini berlalu begitu saja.
Dalam hal kebaikan, yang perlu diperhatikan adalah keikhlasan dalam melakukannya. Kalau demikian, janganlah terlalu mempermasalahkan nilai dan ukurannya, tetapi TULUS dan IKHLAS dalam melakukannya akan lebih utama. Tetap semangat berbagi kebaikan dan sukses selalu untuk sahabat semuanya.
“Kejujuran dan integritas merupakan salah satu etos kerja mulia yang menjadi modal utama bagi sukses dan kemuliaan. Karena jujur dan memiliki integritas menjadikan seseorang dapat diandalkan dan pantas menjadi teladan.”
Etos kerja mulia mendorong untuk melahirkan seorang profesional yang jujur dan memiliki integritas tinggi. Dalam hal ini, Stephen R. Covey membedakan antara kejujuran dan integritas adalah, “ Honesty is telling the truth, in other word, conforming our words to reality. Integrity is conforming to our words, in other word, keeping promises and fulfilling expectations.”
Dengan demikian jujur berarti kata-katanya dapat dipegang dan diwujudkan, inilah yang akan melahirkan kepercayaan. Sedangkan kepercayaan merupakan modal utama bagi kesuksesan dalam berbagai bidang kehidupan. Meskipun demikian jujur saja belumlah cukup, masih diperlukan memiliki integritas tinggi. Karena meskipun jujur tetapi kalau tidak memiliki inetegritas berarti belum bisa diandalkan. Sebaliknya seseorang memiliki integritas, tetapi tidak jujur maka akan diragukan itikad baiknya, berarti tidak dapat dipercaya.
Hendaknya kejujuran dan integritas ini dilakukan secara simultan dan terintegrasi, sehingga melahirkan kebiasaan yang melegenda menjadi sebuah kepribadian mulia. Kalau ingin menjadi pribadi unggul dan dapat diandalkan, maka kejujuran dan integritas tidak dapat ditawar lagi. Marilah membudayakan kejujuran dan integritas agar menjadi pribadi yang dapat diandalkan dan pantas menjadi teladan.
“Tidak ada keberuntungan dan kesuksesan yang diraih hanya dengan berpangku tangan. Maka bergeraklah, bertindaklah, ciptakan amaliyah kebaikan untuk menggapai takdir terbaik kita. Yakinlah bahwa Allah, rasul dan orang-orang beriman akan menjadi saksi perbuatan kita.”
Seringkali orang berharap meraih kehidupan yang lebih baik, tetapi tidak melakukan perubahan usaha apapun untuk menjadi lebih baik. Mereka memiliki impian atau cita-cita, tetapi tidak mau bergerak atau berusaha mewujudkan impian dan cita-citanya. Mohon diingat, tidak ada keberuntungan yang diraih hanya dengan berpangku tangan. Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih hanya dengan impian. Maka janganlah berdiam diri dan tidak melakukan usaha sambil menunggu keberuntungan. Karena diam hanya akan melahirkan kekecewaan dan kegagalan.
Bergerak dan bertindaklah.Meskipun hanya langkah-langkah kecil setapak demi setapak, kalau terus bergerak akan menciptakan kemajuan. Ingatlah bahwa emas tidak mungkin jatuh dari langit dengan tiba-tiba. Semuanya membutuhkan usaha, tindakan, ketekunan, proses dan kesabaran.
Lakukanlah amaliyah kebaikan dengan senantiasa berbagi memberikan manfaat kepada sesama kehidupan. Sekecil apapun kebaikan yang Anda lakukan, kalau dilakukan terus menerus, akan menghasilkan investasi yang tidak akan pernah merugi. Yakinlah bahwa Allah, rasul dan orang-orang beriman akan melihat perbuatan kita dan hasilnya serahkan pada Allah swt.
Salam Mulia,
Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku The Wisdom of Business, Elex Media Komputindo
“Kehidupan dunia adalah sebuah permainan. Maka pahami aturan mainnya, jadilah pemain terbaik dan menangkan permainannya.”
Banyak orang begitu sibuknya mengejar kehidupan dunia ini. Mereka rela mengorbankan semua waktunya, bahkan kehormatan dirinya untuk mengejar kesuksesan kehidupan dunia ini, seolah-olah kehidupan dunia adalah segala-galanya. Padahal kehidupan dunia sesungguhnya hanyalah sebuah permainan dan sendau gurau semata. Layaknya dalam sebuah permainan, maka selalu ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan agar seseorang dapat menikmati permainan dan memenangkan permainnya. Beberapa unsur penting sebuah permainan diantaranya adalah:
Pemain:
Dalam setiap permainan tentu ada para pemain. Lantas siapa pemain dalam kehidupan ini ? Tentu saja kita semua adalah pemainnya. Kita semua telah dibekali anugerah potensi kekuatan hati dan pikiran agar dapat menjadi pemain dalam kehidupan. Maka berusahalah menjadi pemain terbaik dan jangan hanya menjadi penonton saja dalam kehidupan ini. Memenangkan permainan apapun diperlukan ilmu permainan dan menguasai ketrampilan memainkannya. Demikian juga dalam kehidupan, agar menjadi pemain terbaik teruslah meningkatkan ilmu pengetahuan kehidupan serta mengasah ketrampilan tentang kehidupan.
Aturan Main:
Unsur kedua dalam setiap permainan adalah adanya aturan main yang harus ditaati oleh setiap pemain. Dengan demikian setiap pemain akan memahami batas-batas yang diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan dalam permainan, bagaimana mengumpulkan nilai, serta bagaimana memenangkan permainannya. Dalam kehidupan aturan main ini sudah sangat jelas ditetapkan oleh Allah melalui kitab sucinya. Bagi setiap orang yang ingin memenangkan permainan, tentu diwajibkan mentaati aturan main yang sudah ditetapkan. Sedangkan aturan main kehidupan bagi seorang muslim ada dua yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menjadi pedoman dalam setiap langkah kehidupan.
Wasit/Juri:
Dalam permainan apapun selalu ada wasit atau juri yang menjadi pengawas permainan. Dalam kehidupan, berlaku sebagai wasit atau juri kita adalah Allah Tuhan Yang Maha Adil dan tidak mungkin melakukan kesalahan dalam penilaian. Allah adalah wasit yang akan menentukan siapa yang menang dan kalah dalam permainan kehidupan. Dan penentuan menang dan kalah dalam permainan kehidupan akan ditetapkan nanti dalam sidang pengadilan Allah di hari akhir.
Waktu/Score:
Dalam setiap permainan untuk menentukan kapan berakhirnya permainan ditentukan oleh batas waktu atau score nilai permainan. Demikian halnya dalam permainan kehidupan, setiap orang memiliki batas waktu dalam permainan kehidupan. Batas akhirnya adalah kematian yang hanya Allah yang menentukan. Maka selagi masih memiliki waktu yang cukup, sebaiknya gunakan waktu itu sebaik-baiknya agar dapat memenangkan kehidupan ini. Lebih baik tidak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, karena kita tidak mengetahui kapan waktu permainan kita berakhir. Lebih baik manfaatkan waktu untuk hal-hal penting yang bernilai tinggi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan kita.
Rewards/Hadiah:
Layaknya sebuah permainan siapa yang memenangkan permainan nantinya akan menerima hadiah, bisa berupa medali, uang ataupun piala. Demikian halnya dalam permainan kehidupan, Allah telah menjanjikan rewards atau hadiah bagi siapapun yang memenangkan permainan kehidupan dunia, demikian halnya bagi mereka yang kalah. Tuhan telah menyediakan tempat di kampung akherat syurga bagi yang menang dan neraka bagi yang kalah dalam kehidupan ini.
Kalau kehidupan dunia ini hanyalah sebuah permainan, maka ada yang lebih utama dan lebih penting dari kehidupan dunia, yakni kampung akherat yang akan menjadi kehidupan kita yang kekal abadi nantinya. Sebagaimana disampaikan dalam firman Allah, ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya.”
Kalau demikian, maka bermainlah sesukamu, nikmatilah permainan kehidupan ini, tetapi sadarilah suatu saat nanti permainan akan berakhir kalau waktunya sudah tiba. Tidak ada yang dapat memperpanjang, menunda atau memajukan kalau waktu kita sudah tiba. SEMOGA BERMANFAAT.
Salam Mulia (Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku Heart Revolution diterbitkan Elex Media Komputindo.)
Mudah-mudahan tulisan saya ini menjumpai sahabat semuanya dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap semangat melakukan berbagai aktivitas dengan penuh kegembiraan untuk menjadikan kehidupan Anda lebih indah dan lebih bermakna.
Motivasi Hari Ini:
“Seseorang bisa menjadi lebih sukses dibandingkan lainnya, hanya karena ia lebih bersungguh-sungguh dengan sepenuh hati, jiwa dan segenap potensi kemampuan yang dimilikinya pada bidang yang digelutinya. Berikanlah hati, pikiran, jiwa dan seluruh potensi kemampuan luar biasa kita pada apa yang kita lakukan saat ini.”
Kualitas karya yang kita hasilkan dapat diukur dari sejauh mana kita memberikan kesungguhan hati, jiwa dan segenap potensi kemampuan menggeluti bidang yang kita lakukan. Demikian juga kualitas pribadi dan kualitas hidup kita dapat diukur dari sejauh mana pendalaman dan penjiwaan kita terhadap pekerjaan dan aktivitas yang kita lakukan dan karya yang kita hasilkan.
Tidak ada karya yang sempurna yang dikerjakan dengan serampangan atau tidak bersungguh-sungguh. Setiap karya yang terbaik selalu dihasilkan oleh orang-orang yang melakukannya dengan kesungguhan hati, pikiran dan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Ingatlah pendalaman atau penjiwaan kita terhadap apa-apa yang kita lakukan, akan menjadi tolok ukur kualitas kerja kita. Karenanya berikanlah hati, pikiran, jiwa dan segenap potensi kemampuan luar biasa yang ada dalam diri kita pada setiap bidang yang kita geluti saat ini. Inilah kunci kesuksesan seseorang.
Tidak terasa kita sudah berada di penghujung akhir minggu ini dan besok sudah akan berlibur berakhir pekan bersama keluarga. Semoga sahabat semuanya selalu dalam kesehatan yang prima dan tetap semangat mengisi kesibukan dengan berbagai aktivitas yang dapat membahagiakan hati dan meninggikan kualitas hidup Anda.
Wisdom & Motivation-02
“Hidup adalah kesempatan dan pengabdian. Hiduplah di masa sekarang dan nikmati setiap tahapan prosesnya. Jadikan setiap waktu dan setiap aktivitas adalah kesempatan terbaik untuk pengabdian kepada-Nya.”
Cobalah kita renungkan secara mendalam pertanyaan ini, “mengapa saya ada di dunia ini ?” “Untuk apa saya hadir di dunia ini ?” Mungkin sebagian orang akan menjawab, “ saya tidak tahu, pokoknya saya hidup, bekerja, berkeluarga dan sebagainya….” Namun tidak demikian bagi orang yang beriman. Hidup adalah kesempatan dan pengabdian kepada-Nya. Karena ia menyadari dirinya adalah “hamba” dari Allah Sang Pencipta. Sebagai “hamba” atau “abdi” Allah, tugas kita adalah mengabdi kepada Allah SWT.
Dengan demikian setiap waktu adalah kesempatan terbaik dan setiap aktivitas adalah kesempatan terbaik untuk pengabdian kepada-Nya. Kalau kita meletakan landasan seperti ini, maka dalam bekerja dan berbisnis tujuan utamanya bukan sekedar keuntungan materialisme semeta. Lebih dari pada itu adalah untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Dalam bekerja dan berbisnis kita memang harus memperoleh keuntungan uang, tetapi ketika landasan kita adalah pengabdian kepada Allah, maka semua itu dijalankan dengan nilai-nilai etika dan norma sesuai syariat yang ditetapkan Allah SWT.
Bersyukurlah atas kesempatan luar biasa yang masih kita miliki dan beruntunglah bagi pribadi yang memaksimalkan setiap kesempatan dan usahanya untuk tujuan pengabdian kepada-Nya.
Salam Mulia,
Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia| Majelis Al-Ihsan Indonesia
Penulis Buku “Heart Revolution” dan “The Wisdom of Business”, Elex Media Komputindo
BISAKAH menjalankan bisnis secara jujur ? Jika pertanyaan ini ditujukan kepada para pengusaha atau marketer yang langsung berhubungan dengan klien, mereka pasti akan berpikir tidak hanya sekali untuk menjawab “bisa”. Pasalnya untuk menjalankan bisnis dengan tingkat kejujuran 100% ternyata tidak semudah seperti yang ditekadkan. “Kalau kita jujur seratus persen, mana ada klien yang mau bermitra dengan kami,” kata seorang pemasar produk komunikasi.
Persoalannya bisakah kita meraih keuntungan dengan menjunjung kejujuran dan etika ? Kalau pertanyaan itu kita tujukan kepada Eko Jalu Santoso, penulis buku The Wisdom of Business, jawabnya pasti bisa. Pasalnya menurut Eko, Tuhan adalah pemilik utama setiap pekerjaan dan organisasi perusahaan atau Bisnis yang sedang kita jalankan. Kalau kita sebagai pengusaha, pemilik perusahaan, atau pemegang saham, maka kita adalah pengelola lapis pertama yang diberi amanah oleh Tuhan (halaman 201).
Kalau kita adalah karyawan, pegawai, professional, kita adalah pengelola lapis kedua, ketiga dan seterusnya yang juga diserahi amanah oleh Tuhan. “Pada akhirnya semuanya akan bertanggungjawab kepada Tuhan. Kesadaran seperti ini dapat menjadi pembimbing bagi setiap pelaku dunia usaha untuk senantiasa mengambl tindakan sesuai dengan syariat yang dibernarkan oleh Tuhan,” tulisnya. Kesadaran itu akan mendorong setiap pelaku usaha dan professional untuk selalu tunduk dan mengorbit kepada pusat hati nurani yang merupakan pusat spiritual tertinggi.
Maka bisa dipahami jika pakar ekonomi syariah Muhammad Syafii Antonio berpendapat buku yang ditulis Eko Jalu Santoso itu mampu memberikan paradigma baru terhadap bisnis dan entrepreneurship. Menurut Antonio, berbisnis bukan saja bertujuan untuk mencari keuntungan semata, tapi juga dapat memberdayakan sesama, mengurangi pengangguran, memperbaiki lingkungan, memberikan pendapatan untuk negara, dan menjadikan hidup lebih bermakna. “Oleh karena itu, proses bisnis tidak boleh dilepaskan dari upaya menghadirkan keagungan Tuhan, keluhuran moralitas, dan suara hati dalam setiap tahapannya,” komentar Antonio.
Sudahkah para pelaku Bisnis dan para professional di dalamnya telah menjalankan Bisnis mereka dengan moral tinggi ? Fakta tidak bisa dimungkiri, iklim kehidupan Bisnis modern yang cenderung mementingkan keberhasilan materialisme, sebagaimana diungkap Eko Jalu Santoso dalam pengantarnya, mendorong para pelaku Bisnis dan masyarakat umum memiliki paradigma sempit tentang arti dunia Bisnis pada umumnya.
Judul Buku : The Wisdom of Business
Penulis : Eko Jalu Santoso
Penerbit : Elex Media Komputindo, 2009
Tebal : xxx + 239 halaman
Perspektif Berbeda
Buku The Wisdom of Business ini memberikan perspektif berbeda, memberikan prinsip Bisnis yang baik, meraih sukses dengan mengedepankan nilai spiritual universal berdasarkan suara nurani. Adakah pelaku Bisnis yang meraih sukses dengan mengedepankan nilai-nilai spiritual ? Jelas ada. Eko Jalu memberi contoh William Soeryadjaya, pendiri PT Astra International yang berhasil membangun dan membesarkan Astra setelah menyerahkan diri kepada Tuhan.
Begitu juga dengan Thayieb Mohammad Gobel yang menjadikan Bisnis sebagai ladang kebaikan yang bermanfaat bagi banyak orang. Prinsip serupa juga ada pada Bill Gates, Warren Buffett, dan Muhammad Yunus. Singkat cerita, lewat buku ini, penulis mengajak siapapun pebisnis untuk menghidupkan spiritualitas dalam berbisnis. (Gantyo Koespradono/M-4)
Sumber: Berbisnis Dengan Nilai Spiritual oleh Gantyo Koespradono, Media Indonesia Sabtu 22 Agustus 2009.
Renungkanlah sejenak, maka engkau akan menyadari sesungguhnya Allah telah memberikan begitu banyak nikmat dan berkahnya kepada kita sampai detik ini. Maka bersyukurlah dengan berbagi manfaat kebaikan untuk sesama.
Semakin banyak energi positif kebaikan yang kita bagikan untuk orang lain, semakin banyak kemudahan yang akan kita dapatkan, berarti semakin mulus jalan menuju keberhasilan dan kemuliaan.
Bukannya seberapa banyak yang kita kumpulkan yang bermakna, tetapi seberapa banyak yang kita bagikan untuk orang lain yang lebih bermakna. Tetap semangat berbagi dan salam mulia.
Segala sesuatu yang bernilai tinggi adalah tujuan hidup manusia yang berhati cerdas dan bersikap mulia. Karena ia memahami Allah mencintai segala sesuatu yang bernilai tinggi dan membenci segala sesuatu yang bernilai rendah. Salam Revolusi Hati Nurani.
Manusia yang gagal menempatkan pusat orientasi hidupnya pada nilai-nilai keyakinan hati nurani, mereka tidak akan menemukan makna hidup dan akhirnya menderita kekeringan jiwa. Dengarkan suara hati nuranimu dan perjuangkan dalam kehidupan. Salam Revolusi Hati Nurani.
Hidup itu serangkain proses yang penuh keajaiban-keajaiban menyenangkan. Bagi pribadi yang penuh syukur, ia akan dapat menikmati setiap rangkain proses hidup dengan menyenangkan. Selamat menikmati liburan anda.
Rasanya tak ada yang meragukan,
Kalau hati sumber inspirasi dan motivasi,
Tempat bersemayamnya iman
Sumber kekuatan tak terbatas,
Di dalamnya sudah “built in” sifat-sifat Illahiah
Yang menjadi sumber kearifan dan kebijaksanaan
Siapa yang memperjuangkan suara hatinya dalam kehidupan,
Ia dijamin meraih sukses dan kemuliaan.
Rasanya tak ada yang meragukan,
Kalau akal pikiran adalah anugerah tak ternilai dari Tuhan,
Akal pikiran memiliki kemampuan yang luar biasa,
Dengan pikiran mampu menjelajahi kedalaman Samudra,
Menembus ruang angkasa dan memahami kebesaran Tuhan
Menciptakan peralatan yang memudahkan kehidupan,
Rasanya tidak ada yang meragukan,
Kalau ilmu itu sumber kebijaksanaan
Ilmu itu meninggikan derajat kemuliaan
Ilmu itu sebagai perisai dari kerendahan dan kehinaan
Ilmu itu sebagai cahaya menerangi hati kita
Dengan ilmu manusia memahami tujuan hidupnya
Rasanya tak ada yang meragukan lagi,
Kalau memberi adalah menciptakan imbalan bagi diri sendiri
Berbagi memberikan kebahagiaan hidup
Berbagi menciptakan keberlimpahan dalam hidup
Kalau demikian,
Mengapa ada yang tidak memercayai suara hati,
Lebih mengedepankan ego dan nafsu duniawi,
Mengapa ada yang tidak memberdayakan akal pikirannya,
Untuk memberikan kontribusi kebaikan bagi sesama,
Mengapa ada yang enggan memberi dan berbagi,
Padahal memberi adalah sumber keberlimpahan….
Hidup adalah panggilan agung dan mulia,
Maksimalkan kekuatan hati, pikiran dan tubuh kita,
Segera bangkit mengambil peran dan tangungjawab mulia,
Berkarya memberikan nilai kebaikan bagi sesama
Menyibukkan diri untuk meraih keberhasilan dunia,
Dengan tetap menyibukkan hati hanya untuk Allah semata.
Salam Revolusi Hati Nurani,
Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia
Penulis Buku HEART REVOLUTION: Revolusi Hati Nurani, Elex Media Komputindo.
Sahabat, ketika kita berbicara tentang kekayaan manusia, setidaknya ada dua macam kekayaan dalam diri kita. Pertama adalah kekayaan materiil bisa berupa harta benda dan lainnya (tangible) dan kekayaan ilmu atau kekayaan intelektual (intangible). Bagaimana kita mensyukuri kedua anugerah kekayaan dari Allah yang ada dalam diri kita ini agar keduanya memberikan keberkahan dalam hidup kita ?
Dalam hal kekayaan materiil atau harta, sudah jelas bahwa di dalam harta kekayaan yang kita miliki sesungguhnya ada hak orang lain yang harus dibagikan. Dalam mensyukuri anugerah harta kekayaan yang kita peroleh secara tegas sudah diwajibkan oleh Allah agar kita berzakat dan dianjurkan untuk berinfak, bersedekah serta membelanjakan harta kekayaan yang diperoleh dijalan kebaikan yang di diridhai Allah.
Mohon diingat bahwa bersedekah dan berinfak tidak akan mengurangi harta kita, karena sesungguhnya Allah akan melipatgandakannya, bahkan termasuk dengan pahala yang diterimanya. Kedahsyatan dan kekuatan bersedekah dan berinfak sudah dijamin oleh Allah SWT secara tegas dalam kitab sucinya,
”Dan, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hartamu yang Dia telah jadikan kamu penguasanya (amanah). Maka, orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.’
Lantas bagaimana dalam mensyukuri anugerah kekayaan intelektual atau kekayaan ilmu pengetahuan yang kita miliki dalam diri kita agar memberikan ebrkah bagi kehidupan kita ? Ingatlah bahwa sesungguhnya memiliki kekayaan ilmu pengetahuan itu jauh lebih berharga dibandingkan kekayaan harta atau materialisme. Sebagaimana disampaikan oleh orang bijak berikut ini,
“Kekayaan harta membuat kita harus menjaganya, sedangkan kekayaan ilmu membuat ia akan menjaga kita.”
Kekayaan ilmu disini sebenarnya mencakup seluruh ilmu pengetahuan, artinya bukan hanya ilmu agama yang mengatur cara-cara penghambaan manusia kepada Allah swt atau ilmu syariat semata. Melainkan juga ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan hidup di dunia dan memberikan kemaslahatan di dunia maupun akherat.
Mensyukuri anugerah kekayaan ilmu dapat dilakukan dengan banyak berbagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada sesamanya. Baik itu berbagi ilmu untuk kehidupan dunia, maupun ilmu agama yang mengatur penghambaan manusia kepada Tuhannya. Baik itu berbagi melalui nasehat perkataan, maupun melalui tulisan-tulisan, seperti tulisan-tulisan Face book seperti ini. Kita dapat membagikan ilmu dan pengalaman melalui berbagai cara dan kesempatan.
Mohon diingat bahwa:
“Setinggi apapun ilmu yang Anda miliki, seluas apapun pengalaman yang Anda dapatkan, hanya akan hilang ditelan waktu dan umur kehidupan, kecuali Anda mau menuliskannya dan membagikannya untuk sesama kehidupan.”
Berbagi ilmu akan melipatgandakan kekayaan ilmu kita dan InsyaAllah demikian juga dengan pahalanya. Setidaknya sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits, bahwa seorang penulis yang selalu memberi penawar adalah salah satu yang akan selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT.
“Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya” ~~ Al-Hadits ~~
Selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam kehidupan merupakan anugerah yang tiada bandingannya, karena tidak ada kekuasaan tertinggi selain kekuasaan-Nya. Hidup yang senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT adalah hidup yang penuh berkah, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan.
Kalau demikian mengapa tidak kita mulai membagikan ilmu pengetahuan kita melalui tulisan ? Menjadi penulis yang memberikan penawar dan memberikan inspirasi bagi bagi sesama sungguh sebuah tugas mulia. Inilah saatnya untuk mensyukuri atas anugerah ilmu pengetahuan kita dengan menuliskan dan membagikannya untuk sesama. Sesungguhnya berbagi ilmu pengetahuan melalui tulisan adalah bagian dari bersyukur atas anugerahnya dan sekaligus menjemput pertolongan Allah dalam kehidupan kita. SEMOGA BERMANFAAT.
Salam Sukses dan Mulia.
*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo. Weblog: www.ekojalusantoso.com
Improved confidence in ability to achieve ciprofloxacin side effects on birth control maintain an erection Improved satisfaction with the hardness of erections Improved ability to maintain erections for successful sexual intercourse Improved satisfaction with sexual intercourse What Cialis Does Not Do, Its Risks and Side Effects According to the FDA, following are what Cialis does NOT do, and its major possible risks and side effects.
Other drugs such as alprostadil also are successfully used to treat ED. Vacuum pumps produce erections that last for up to an estimated 30 minutes. Penile implants allow men to get thyroxine free levels maintain erections at any time and for as long as they want. And psychological and sex-therapy counseling can be effective where non-physical causes of ED are present.
Pharmaceuticals licensed apomorphine for the treatment of erectile dysfunction in 1996 and the medication has been reformulated so that it can levitra vs viagra comes a time in a mans life where he must face up to the fact that
wounds, skin rashes, low energy There has not yet been kamagra soft and sexual disinterest. In fact, kamagra soft tablets famous "G-spot", or Grafenberg spot, a heightened female sensory area, is located only about three inches into the vagina, on the inner front wall.
They have been shown in animal studies to produce an erection. Initial studies in humans suggest that the drug PT-141 can be effective if administered intra-nasally through the nose in men with mental rather than physical causes amoxil 500 mg ED and mild to moderate ED.
Larger studies will be necessary to demonstrate the safety and overall effectiveness of these drugs. 97 Gene therapy This novel therapy would deliver genes that produce products or proteins that may not "500" functioning properly in the penile tissue of men with ED. Replacement of these proteins may result in improvement in erectile function.