Feb 8

Tebarkanlah manfaat kebaikan bagi sesama kehidupan, maka engkau akan mendapatkan kebaikan. Berikanlah pertolongan kepada orang lain, maka engkau akan mendapatkan kemudahan dan pertolongan. Tebarkanlah kasih sayang bagi sesama kehidupan, maka engkau akan mendapatkan kasih sayang. Berikanlah senyuman dan perhatian kepada orang lain, maka engkau akan mendapatkan senyuman dan perhatian. Cintailah orang lain dengan ketulusan, maka orang akan mencintaimu dengan ketulusan. Berikanlah dukungan kepada orang lain, maka orang akan mendukungmu.

Sebaliknya, jika engkau menebarkan kebencian kepada orang lain, maka engkau akan menuai kebencian. Jika engkau menebarkan hinaan dan cacian pada orang lain, maka engkau akan menuai kehinaan.

Begitulah seterusnya dan seperti itulah hukum alam  berbicara.  Maka lebih baik belajar dan berusaha memperbanyak manfaat kebaikan bagi sesama kehidupan, karena itulah yang akan kita dapatkan. Dan manusia terbaik adalah yang paling banyak memberikan manfaat kebaikan bagi sesama kehidupan. (Eko Jalu Santoso| Inspirator Etos Mulia)

Jan 20

Pribadi yang memiliki Mindset Pemenang bukanlah mereka yang selalu ingin dimenangkan dan tidak siap menerima kekalahan, melainkan mereka yang memiliki  semangat berjuang menjadi pemenang yang sekaligus siap menerima kekalahan dengan lapang dada.

Pribadi yang memiliki Mindset Pemenang sejati sebenarnya adalah mereka yang memiliki komitmen, integritas, kebesaran jiwa, dan penghargaan yang tinggi terhadap aturan, etika dan moral yang berlaku dalam kompetisi di berbagai bidang kehidupan.

Pada intinya seorang yang memiliki mindset pemenang adalah ia yang bangga dengan hasil pencapain positifnya, hasil karyanya dan kemajuan kinerjanya, yang dilakukan dengan penuh komitmen, integritas, kejujuran dan penghargaan yang tinggi pada aturan, etika dan moral.

Mereka yang berhasil menjadi pemenang dalam pertandingan, pada umumnya telah memiliki mindset pemenang dalam diri sebelum turun ke arena pertandingan. Karenanya hidupkanlah selalu mindset pemenang dalam diri kita.

Salam Mulia, Eko Jalu Santoso

Nov 17

Keserakahan itu adalah…..
selalu mengambil lebih dan berusaha mengambil lebih banyak lagi dari yang dibutuhkannya,
karena selalu ada kurang dan merasa tidak cukup bagi pribadi yang serakah.

Sedangkan syukur itu adalah…
selalu memberi lebih dan berusaha memberi lebih banyak lagi dari yang diperolehnya,
karena selalu ada cukup dan merasa berkecukupan bagi pribadi yang bersyukur.

Selamat pagi sahabat dan tetap awali pagi ini dengan rasa syukur.

Oct 20
Hukum alam itu sederhana,
Siapa menabur akan menuai,
Siapa lebih tekun dan gigih berusaha,
mereka yang akan meraih keberhasilan.
Siapa yang lebih cerdas dan berani bertanding,
mereka yang akan meraih kemenangan.

Sayangnya,
Banyak orang mengingkari hukum ini.
Mereka berharap emas jatuh ke pangkuan begitu saja.
Padahal tiada imbalan yang dapat diraih tanpa usaha.

Tetap lakukan usaha dengan ketekunan,
Perkuat dengan keyakinan keimanan dan doa,
Karena keyakinan memperkaya batin kita (ikhtiar batin)
Sedangkan usaha memperkaya tangan kita (ikhtiar lahiriah).
Selamat berkarya.

Oct 7

Selamat pagi sahabat yang berhati mulia,

Salah satu cara hidup sepenuhnya adalah,
menjalani hidup di masa sekarang sebaik-baiknya,

Salah satu cara termudah untuk bahagia adalah,
dengan mensyukuri nikmat hidup masa sekarang

Masa sekarang adalah masa paling sempurna,
Masa lalu tinggalkan saja sebagai kenangan,
Sedangkan masa depan masih dalam benak pikiran

Yang pasti kita miliki adalah masa sekarang,
Lakukan yang terbaik di masa sekarang,
agar menuai hasil terbaik di masa depan,
Sebagaimana pesan Khalil Gibran:
“memberilah selagi musimnya memberi ada disini,
sehingga pundi-pundimu tidak kosong ketika kau meninggal.”

Salam Mulia,
Eko Jalu Santoso| Penulis Buku Life Balance Ways
Follow my twitter: @ekojalusantoso

Oct 6

Dalam perjalanan keseharian, akhirnya saya belajar bahwa:

Kedamaian itu bukan ditentukan oleh keadaan,
Kedamaian itu tidak bergantung pada sesuatu,
(seperti kekayaan, kekuasaan, popularitas dan materialisme lainnya…),
Kedamaian itu tidak ditemukan di luar diri kita,
(seperti yang telah dicari oleh banyak orang di luar sana…),

MELAINKAN,

Kedamaian itu ada di dalam hati kita sendiri,
Kedamaian itu ditentukan oleh keputusan hati kita sendiri,
Kedamaian itu perjalanan ke dalam diri,

Sebagaimana yang ditulis oleh Gede Prama:
“Daun rimbun kedamaian muncul ketika perjalanan ke dalam mulai menyatu dengan keseharian.”

Kedamaian itu ada dalam keyakinan keimanan kita,
Sebagaimana disampaikan oleh Patrick Glynn:
“Penelitian ilmiah di bidang psikologi selama lebih dari 24 tahun silam telah menunjukkan bahwa, …
keyakinan agama adalah satu di antara sejumlah kaitan paling serasi dari keseluruhan kesehatan jiwa dan kebahagiaan.”
Atau yang disampaikan pakar kesehatan Dr. Herbert Benson:
“tidak ada keimanan yang dapat memberikan banyak kedamaian jiwa sebagaimana keimanan kepada Allah.”

Kedamaian itu adalah kemampuan hati,
Kemampuan melatih hati senantiasa mengingat Allah..
Karena,
“Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram…!!!

Salam Damai di hati,

Oct 5

Dalam banyak hal saya akhirnya belajar,
bahwa KESABARAN pada akhirnya membawa pada hasil yang lebih baik,
bahwa KESABARAN pada akhirnya menghasilkan sesuatu keputusan lebih baik,
bahwa KESABARAN pada akhirnya menghasilkan kebaikan,

Karenanya,
Dalam mengambil keputusan-keputusan penting dalam kehidupan,
lebih baik gunakan KESABARAN,..
Ketika menghadapi berbagai masalah dan kesulitan (dalam pekerjaan, bisnis dan kehidupan),
belajarlah menghadapinya dengan KESABARAN….

Karena KESABARAN dapat menuntun kita pada kebijaksanaan,

Salam Mulia|Eko Jalu Santoso |Follow twitter: @ekojalusantoso

Sep 5

Assalamu’alaikum wr.wb.

“Memohon maaf dengan ketulusan hati adalah sifat pribadi mulia yang memiliki kerendahan hati. Sedangkan memberi maaf dengan keikhlasan hati adalah sifat pribadi mulia yang memiliki kebesaran hati.”

SELAMAT IDUL FITRI 1432 H, MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Ramadhan kita dan mengampuni dosa-dosa kita, sehingga kembali menjadi insan yang fitri. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan ramadhan lagi.

Wassalamu’alaikum wr. wb. |Follow my twitter: @ekojalusantoso

Jul 17

Sahabat yang menjadi ayah,

Sediakan cukup waktu untuk anak-anak dan keluarga Anda,
Jangan habiskan energi dan pikiran Anda di tempat kerja,
Kehadiran Anda sangat berarti bagi mereka,
Kasih sayang Anda sangat dirindukan oleh anak-anak anda,

Hangatkan ruang keluarga Anda dengan kasih sayang,
Ajarkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran melalui keteladanan,
Agar mereka hidup di jalan kebaikan dan kasih sayang yang Anda ajarkan,
Ingatlah..,
Yang dikenang dari seorang ayah adalah kasih sayang dan nilai-nilai keteladanannya.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga Anda.

Apr 20

Kebesaran jiwa seseorang dapat dilihat dari keberaniannya mengakui kesalahan (ketika ia melakukan kekhilafan), kesediaan untuk meminta maaf dan kemampuannya memaafkan kesalahan orang lain. Pribadi yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikendalikan kesombongan, ego pribadi, rasa benci ataupun kemarahan terhadap orang lain. Inilah salah satu ciri kepribadian mulia.” ~ Eko Jalu Santoso, Penulis Buku Life Balance Ways ~

 

« Previous Entries