Mudah-mudahan tulisan saya ini menjumpai sahabat semuanya dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap semangat melakukan berbagai aktivitas dengan penuh kegembiraan untuk menjadikan kehidupan Anda lebih indah dan lebih bermakna.
Motivasi Hari Ini:
“Seseorang bisa menjadi lebih sukses dibandingkan lainnya, hanya karena ia lebih bersungguh-sungguh dengan sepenuh hati, jiwa dan segenap potensi kemampuan yang dimilikinya pada bidang yang digelutinya. Berikanlah hati, pikiran, jiwa dan seluruh potensi kemampuan luar biasa kita pada apa yang kita lakukan saat ini.”
Kualitas karya yang kita hasilkan dapat diukur dari sejauh mana kita memberikan kesungguhan hati, jiwa dan segenap potensi kemampuan menggeluti bidang yang kita lakukan. Demikian juga kualitas pribadi dan kualitas hidup kita dapat diukur dari sejauh mana pendalaman dan penjiwaan kita terhadap pekerjaan dan aktivitas yang kita lakukan dan karya yang kita hasilkan.
Tidak ada karya yang sempurna yang dikerjakan dengan serampangan atau tidak bersungguh-sungguh. Setiap karya yang terbaik selalu dihasilkan oleh orang-orang yang melakukannya dengan kesungguhan hati, pikiran dan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Ingatlah pendalaman atau penjiwaan kita terhadap apa-apa yang kita lakukan, akan menjadi tolok ukur kualitas kerja kita. Karenanya berikanlah hati, pikiran, jiwa dan segenap potensi kemampuan luar biasa yang ada dalam diri kita pada setiap bidang yang kita geluti saat ini. Inilah kunci kesuksesan seseorang.
Tidak terasa kita sudah berada di penghujung akhir minggu ini dan besok sudah akan berlibur berakhir pekan bersama keluarga. Semoga sahabat semuanya selalu dalam kesehatan yang prima dan tetap semangat mengisi kesibukan dengan berbagai aktivitas yang dapat membahagiakan hati dan meninggikan kualitas hidup Anda.
Wisdom & Motivation-02
“Hidup adalah kesempatan dan pengabdian. Hiduplah di masa sekarang dan nikmati setiap tahapan prosesnya. Jadikan setiap waktu dan setiap aktivitas adalah kesempatan terbaik untuk pengabdian kepada-Nya.”
Cobalah kita renungkan secara mendalam pertanyaan ini, “mengapa saya ada di dunia ini ?” “Untuk apa saya hadir di dunia ini ?” Mungkin sebagian orang akan menjawab, “ saya tidak tahu, pokoknya saya hidup, bekerja, berkeluarga dan sebagainya….” Namun tidak demikian bagi orang yang beriman. Hidup adalah kesempatan dan pengabdian kepada-Nya. Karena ia menyadari dirinya adalah “hamba” dari Allah Sang Pencipta. Sebagai “hamba” atau “abdi” Allah, tugas kita adalah mengabdi kepada Allah SWT.
Dengan demikian setiap waktu adalah kesempatan terbaik dan setiap aktivitas adalah kesempatan terbaik untuk pengabdian kepada-Nya. Kalau kita meletakan landasan seperti ini, maka dalam bekerja dan berbisnis tujuan utamanya bukan sekedar keuntungan materialisme semeta. Lebih dari pada itu adalah untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Dalam bekerja dan berbisnis kita memang harus memperoleh keuntungan uang, tetapi ketika landasan kita adalah pengabdian kepada Allah, maka semua itu dijalankan dengan nilai-nilai etika dan norma sesuai syariat yang ditetapkan Allah SWT.
Bersyukurlah atas kesempatan luar biasa yang masih kita miliki dan beruntunglah bagi pribadi yang memaksimalkan setiap kesempatan dan usahanya untuk tujuan pengabdian kepada-Nya.
Salam Mulia,
Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia| Majelis Al-Ihsan Indonesia
Penulis Buku “Heart Revolution” dan “The Wisdom of Business”, Elex Media Komputindo
BISAKAH menjalankan bisnis secara jujur ? Jika pertanyaan ini ditujukan kepada para pengusaha atau marketer yang langsung berhubungan dengan klien, mereka pasti akan berpikir tidak hanya sekali untuk menjawab “bisa”. Pasalnya untuk menjalankan bisnis dengan tingkat kejujuran 100% ternyata tidak semudah seperti yang ditekadkan. “Kalau kita jujur seratus persen, mana ada klien yang mau bermitra dengan kami,” kata seorang pemasar produk komunikasi.
Persoalannya bisakah kita meraih keuntungan dengan menjunjung kejujuran dan etika ? Kalau pertanyaan itu kita tujukan kepada Eko Jalu Santoso, penulis buku The Wisdom of Business, jawabnya pasti bisa. Pasalnya menurut Eko, Tuhan adalah pemilik utama setiap pekerjaan dan organisasi perusahaan atau Bisnis yang sedang kita jalankan. Kalau kita sebagai pengusaha, pemilik perusahaan, atau pemegang saham, maka kita adalah pengelola lapis pertama yang diberi amanah oleh Tuhan (halaman 201).
Kalau kita adalah karyawan, pegawai, professional, kita adalah pengelola lapis kedua, ketiga dan seterusnya yang juga diserahi amanah oleh Tuhan. “Pada akhirnya semuanya akan bertanggungjawab kepada Tuhan. Kesadaran seperti ini dapat menjadi pembimbing bagi setiap pelaku dunia usaha untuk senantiasa mengambl tindakan sesuai dengan syariat yang dibernarkan oleh Tuhan,” tulisnya. Kesadaran itu akan mendorong setiap pelaku usaha dan professional untuk selalu tunduk dan mengorbit kepada pusat hati nurani yang merupakan pusat spiritual tertinggi.
Maka bisa dipahami jika pakar ekonomi syariah Muhammad Syafii Antonio berpendapat buku yang ditulis Eko Jalu Santoso itu mampu memberikan paradigma baru terhadap bisnis dan entrepreneurship. Menurut Antonio, berbisnis bukan saja bertujuan untuk mencari keuntungan semata, tapi juga dapat memberdayakan sesama, mengurangi pengangguran, memperbaiki lingkungan, memberikan pendapatan untuk negara, dan menjadikan hidup lebih bermakna. “Oleh karena itu, proses bisnis tidak boleh dilepaskan dari upaya menghadirkan keagungan Tuhan, keluhuran moralitas, dan suara hati dalam setiap tahapannya,” komentar Antonio.
Sudahkah para pelaku Bisnis dan para professional di dalamnya telah menjalankan Bisnis mereka dengan moral tinggi ? Fakta tidak bisa dimungkiri, iklim kehidupan Bisnis modern yang cenderung mementingkan keberhasilan materialisme, sebagaimana diungkap Eko Jalu Santoso dalam pengantarnya, mendorong para pelaku Bisnis dan masyarakat umum memiliki paradigma sempit tentang arti dunia Bisnis pada umumnya.
Judul Buku : The Wisdom of Business
Penulis : Eko Jalu Santoso
Penerbit : Elex Media Komputindo, 2009
Tebal : xxx + 239 halaman
Perspektif Berbeda
Buku The Wisdom of Business ini memberikan perspektif berbeda, memberikan prinsip Bisnis yang baik, meraih sukses dengan mengedepankan nilai spiritual universal berdasarkan suara nurani. Adakah pelaku Bisnis yang meraih sukses dengan mengedepankan nilai-nilai spiritual ? Jelas ada. Eko Jalu memberi contoh William Soeryadjaya, pendiri PT Astra International yang berhasil membangun dan membesarkan Astra setelah menyerahkan diri kepada Tuhan.
Begitu juga dengan Thayieb Mohammad Gobel yang menjadikan Bisnis sebagai ladang kebaikan yang bermanfaat bagi banyak orang. Prinsip serupa juga ada pada Bill Gates, Warren Buffett, dan Muhammad Yunus. Singkat cerita, lewat buku ini, penulis mengajak siapapun pebisnis untuk menghidupkan spiritualitas dalam berbisnis. (Gantyo Koespradono/M-4)
Sumber: Berbisnis Dengan Nilai Spiritual oleh Gantyo Koespradono, Media Indonesia Sabtu 22 Agustus 2009.
Renungkanlah sejenak, maka engkau akan menyadari sesungguhnya Allah telah memberikan begitu banyak nikmat dan berkahnya kepada kita sampai detik ini. Maka bersyukurlah dengan berbagi manfaat kebaikan untuk sesama.
Semakin banyak energi positif kebaikan yang kita bagikan untuk orang lain, semakin banyak kemudahan yang akan kita dapatkan, berarti semakin mulus jalan menuju keberhasilan dan kemuliaan.
Bukannya seberapa banyak yang kita kumpulkan yang bermakna, tetapi seberapa banyak yang kita bagikan untuk orang lain yang lebih bermakna. Tetap semangat berbagi dan salam mulia.
Segala sesuatu yang bernilai tinggi adalah tujuan hidup manusia yang berhati cerdas dan bersikap mulia. Karena ia memahami Allah mencintai segala sesuatu yang bernilai tinggi dan membenci segala sesuatu yang bernilai rendah. Salam Revolusi Hati Nurani.
Manusia yang gagal menempatkan pusat orientasi hidupnya pada nilai-nilai keyakinan hati nurani, mereka tidak akan menemukan makna hidup dan akhirnya menderita kekeringan jiwa. Dengarkan suara hati nuranimu dan perjuangkan dalam kehidupan. Salam Revolusi Hati Nurani.
Hidup itu serangkain proses yang penuh keajaiban-keajaiban menyenangkan. Bagi pribadi yang penuh syukur, ia akan dapat menikmati setiap rangkain proses hidup dengan menyenangkan. Selamat menikmati liburan anda.
Rasanya tak ada yang meragukan,
Kalau hati sumber inspirasi dan motivasi,
Tempat bersemayamnya iman
Sumber kekuatan tak terbatas,
Di dalamnya sudah “built in” sifat-sifat Illahiah
Yang menjadi sumber kearifan dan kebijaksanaan
Siapa yang memperjuangkan suara hatinya dalam kehidupan,
Ia dijamin meraih sukses dan kemuliaan.
Rasanya tak ada yang meragukan,
Kalau akal pikiran adalah anugerah tak ternilai dari Tuhan,
Akal pikiran memiliki kemampuan yang luar biasa,
Dengan pikiran mampu menjelajahi kedalaman Samudra,
Menembus ruang angkasa dan memahami kebesaran Tuhan
Menciptakan peralatan yang memudahkan kehidupan,
Rasanya tidak ada yang meragukan,
Kalau ilmu itu sumber kebijaksanaan
Ilmu itu meninggikan derajat kemuliaan
Ilmu itu sebagai perisai dari kerendahan dan kehinaan
Ilmu itu sebagai cahaya menerangi hati kita
Dengan ilmu manusia memahami tujuan hidupnya
Rasanya tak ada yang meragukan lagi,
Kalau memberi adalah menciptakan imbalan bagi diri sendiri
Berbagi memberikan kebahagiaan hidup
Berbagi menciptakan keberlimpahan dalam hidup
Kalau demikian,
Mengapa ada yang tidak memercayai suara hati,
Lebih mengedepankan ego dan nafsu duniawi,
Mengapa ada yang tidak memberdayakan akal pikirannya,
Untuk memberikan kontribusi kebaikan bagi sesama,
Mengapa ada yang enggan memberi dan berbagi,
Padahal memberi adalah sumber keberlimpahan….
Hidup adalah panggilan agung dan mulia,
Maksimalkan kekuatan hati, pikiran dan tubuh kita,
Segera bangkit mengambil peran dan tangungjawab mulia,
Berkarya memberikan nilai kebaikan bagi sesama
Menyibukkan diri untuk meraih keberhasilan dunia,
Dengan tetap menyibukkan hati hanya untuk Allah semata.
Salam Revolusi Hati Nurani,
Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia
Penulis Buku HEART REVOLUTION: Revolusi Hati Nurani, Elex Media Komputindo.
Sahabat, ketika kita berbicara tentang kekayaan manusia, setidaknya ada dua macam kekayaan dalam diri kita. Pertama adalah kekayaan materiil bisa berupa harta benda dan lainnya (tangible) dan kekayaan ilmu atau kekayaan intelektual (intangible). Bagaimana kita mensyukuri kedua anugerah kekayaan dari Allah yang ada dalam diri kita ini agar keduanya memberikan keberkahan dalam hidup kita ?
Dalam hal kekayaan materiil atau harta, sudah jelas bahwa di dalam harta kekayaan yang kita miliki sesungguhnya ada hak orang lain yang harus dibagikan. Dalam mensyukuri anugerah harta kekayaan yang kita peroleh secara tegas sudah diwajibkan oleh Allah agar kita berzakat dan dianjurkan untuk berinfak, bersedekah serta membelanjakan harta kekayaan yang diperoleh dijalan kebaikan yang di diridhai Allah.
Mohon diingat bahwa bersedekah dan berinfak tidak akan mengurangi harta kita, karena sesungguhnya Allah akan melipatgandakannya, bahkan termasuk dengan pahala yang diterimanya. Kedahsyatan dan kekuatan bersedekah dan berinfak sudah dijamin oleh Allah SWT secara tegas dalam kitab sucinya,
”Dan, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hartamu yang Dia telah jadikan kamu penguasanya (amanah). Maka, orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.’
Lantas bagaimana dalam mensyukuri anugerah kekayaan intelektual atau kekayaan ilmu pengetahuan yang kita miliki dalam diri kita agar memberikan ebrkah bagi kehidupan kita ? Ingatlah bahwa sesungguhnya memiliki kekayaan ilmu pengetahuan itu jauh lebih berharga dibandingkan kekayaan harta atau materialisme. Sebagaimana disampaikan oleh orang bijak berikut ini,
“Kekayaan harta membuat kita harus menjaganya, sedangkan kekayaan ilmu membuat ia akan menjaga kita.”
Kekayaan ilmu disini sebenarnya mencakup seluruh ilmu pengetahuan, artinya bukan hanya ilmu agama yang mengatur cara-cara penghambaan manusia kepada Allah swt atau ilmu syariat semata. Melainkan juga ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan hidup di dunia dan memberikan kemaslahatan di dunia maupun akherat.
Mensyukuri anugerah kekayaan ilmu dapat dilakukan dengan banyak berbagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada sesamanya. Baik itu berbagi ilmu untuk kehidupan dunia, maupun ilmu agama yang mengatur penghambaan manusia kepada Tuhannya. Baik itu berbagi melalui nasehat perkataan, maupun melalui tulisan-tulisan, seperti tulisan-tulisan Face book seperti ini. Kita dapat membagikan ilmu dan pengalaman melalui berbagai cara dan kesempatan.
Mohon diingat bahwa:
“Setinggi apapun ilmu yang Anda miliki, seluas apapun pengalaman yang Anda dapatkan, hanya akan hilang ditelan waktu dan umur kehidupan, kecuali Anda mau menuliskannya dan membagikannya untuk sesama kehidupan.”
Berbagi ilmu akan melipatgandakan kekayaan ilmu kita dan InsyaAllah demikian juga dengan pahalanya. Setidaknya sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits, bahwa seorang penulis yang selalu memberi penawar adalah salah satu yang akan selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT.
“Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya” ~~ Al-Hadits ~~
Selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam kehidupan merupakan anugerah yang tiada bandingannya, karena tidak ada kekuasaan tertinggi selain kekuasaan-Nya. Hidup yang senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT adalah hidup yang penuh berkah, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan.
Kalau demikian mengapa tidak kita mulai membagikan ilmu pengetahuan kita melalui tulisan ? Menjadi penulis yang memberikan penawar dan memberikan inspirasi bagi bagi sesama sungguh sebuah tugas mulia. Inilah saatnya untuk mensyukuri atas anugerah ilmu pengetahuan kita dengan menuliskan dan membagikannya untuk sesama. Sesungguhnya berbagi ilmu pengetahuan melalui tulisan adalah bagian dari bersyukur atas anugerahnya dan sekaligus menjemput pertolongan Allah dalam kehidupan kita. SEMOGA BERMANFAAT.
Salam Sukses dan Mulia.
*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo. Weblog: www.ekojalusantoso.com
“Kerugian terbesar dalam hidup bukanlah kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan, melainkan terbuangnya waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Jadikan setiap waktu adalah berharga dan memberikan manfaat kebaikan.”
“Kedamaian sejati hadir ketika kita dapat hidup di luar keinginan ego pribadi dan dapat menjalani kehidupan dengan ikhlas dan penuh rasa syukur kepada-Nya.”
“Hal indah yang paling dikenang dalam kehidupan seseorang adalah tindakan-tindakan kebaikan yang dilakukannya dan cinta kasihnya kepada sesama kehidupan. Selamat berbagi kebaikan dan cinta kasih untuk sesama.”
“Engkau punya tugas yang harus dilakukan di dunia, maka lakukan hal apapun yang harus dilakukan, sibukkan waktumu untuk mengejar harapanmu di dunia, tetapi tetaplah menyibukkan hatimu hanya dengan Tuhan.”
Setiap kebaikan yang Anda berikan untuk sesama akan menjadi pupuk bagi tumbuh suburnya pohon kebaikan yang Anda tanam dalam kehidupan. Semakin banyak melakukan kebaikan berarti akan semakin menyuburkan pohon kebaikan yang Anda tanam dan pada saatnya …Anda akan menuai buahnya dalam kehidupan.
“Apa yang kita harapkan adalah apa yang kita undang hadir dalam kehidupan kita. Tetapkan harapan-harapan positif Anda dan hidupkanlah selalu dalam pikiran Anda.”
“Kenali bahwa diri Anda sesungguhnya adalah makhluk spiritual murni sepanjang masa yang memiliki pengalaman hidup sebagai seorang manusia. Selaraskanlah hidup Anda dengan tetap selalu mengasah kualitas ketinggian spiritualitas Anda.”
“Kebahagiaan jiwa hadir ketika kita mampu berfokus menciptakan keharmonisan dalam beberapa aspek penting kehidupan, sehingga mampu untuk merasakan, menikmati, mencintai, memaknai dan mensyukuri setiap hal yang datang dalam kehidupan.”
“Ketika seseorang dapat merasakan kebahagiaan pada saat orang lain mendapatkan kebahagiaan, merasakan kesedihan pada saat orang lain mendapat kesusahan dan tidak pernah merasa iri hati pada kebahagiaan orang lain, itulah sebagian dari ciri pribadi mulia yang memiliki kesucian hati dalam keikhlasan.”
“DOA adalah sumber KEKUATAN bagi yg lemah, DOA memberikan HARAPAN bagi yang kesulitan, DOA menguatkan KEYAKINAN bagi yg kurang percaya, DOA sumber KEBERANIAN bagi yang ketakutan, DOA adalah fitrah dalam diri manusia. Mulailah setiap aktivitas dengan DOA. Maha Suci Allah yang Maha Agung, yang melimpahkan karunia dan anugerah tak terhingga.”
“Mantapkan NIAT dan kuatkanlah KEYAKINAN untuk tetap FOKUS pada prioritas utama sesuai tujuan yang ingin Anda raih, agar semakin mendekatkan Anda pada tujuan Anda.”
“Kepercayaan Anda pada diri sendiri akan menentukan seberapa besar kesempatan Anda untuk mencapai sukses dalam bidang yang Anda tekuni. Ketika Anda memiliki rasa percaya diri yang tinggi, Anda telah memiliki kunci rahasia kesuksesan.”
“Mencapai kesuksesan membutuhkan TALENTA yang kuat, mencapai kemuliaan membutuhkan KARAKTER pribadi yang baik. Mencapai Sukses dan Mulia memerlukan Talenta yang kuat dan Karakter pribadi yang baik.”
“Keyakinan kita hari ini dapat menjadi pendorong bagi terwujudnya realisasi mimpi kita di hari esok. Tetaplah semangat dengan keyakinan hati yang kuat dan teruslah maju mewujudkan mimpi hari esok melalui tindakan aktif dan positif.”
“Kebijaksanaan seseorang bukan ditentukan oleh seberapa usianya, melainkan ditentukan oleh kemampuannya mengendalikan emosi dalam menghadapi masalah kehidupan dan menyelesaikannya dengan kesabaran. Karena sesungguhnya inti rahasia kebijaksanaan ada dalam kemampuan mengendalikan emosi dengan kesabaran. ”
” Kemenangan sejati bukan diukur dengan kemampuan mengalahkan orang lain, melainkan dinilai dari bagaimana kita mampu memberdayakan potensi yang kita miliki, untuk mencapai prestasi terbaik melampaui standar yang kita tetapkan.”
Kisah tentang seekor belalang dan seekor anjing dibawah ini adalah awal yang tepat untuk menjadi kendaraan pemahaman kita dalam memulai tulisan ini. Dikisahkan dalam sebuah perjalanan, seekor belalang bertemu dengan seekor anjing yang sombong. Anjing ini menyombongkan diri kepada belalang kecil dengan mengatakan bahwa tidak ada satupun binatang yang mampu mengalahkan lompatannya di wilayah ini. Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati si belalang kecil ini. Kemudian belalang kecil ini berani menantang si anjing, bahwa dia bisa mengalahkan lompatan si anjing dengan syarat standar ukuran kemenangannya sesuai dengan standar yang ditetapkannya.
“Apakah kamu berani melayani tantangan saya ?”, demikian kata si belalang. “Kita berlomba melompat di tempat setinggi-tingginya dan pemenangnya diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, melainkan dinilai dari berapa kali tinggi lompatan yang dilakukan dibanding tinggi tubuhnya”.
Anjing menerima tantangan belalang ini. Kemudian Anjing mendapatkan kesempatan mencoba melompat yang pertama. Hasilnya, ia ternyata berhasil melompat setinggi 2 meter atau sekitar sepuluh kali tinggi tubuhnya. Berikutnya giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi seperempat dari lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Siapakah pemenangnya dalam perlombaan ini ? Tentu saja pemenangnya adalah si belalang kecil. Ia mampu melompat setinggi 40 kali dari tinggi tubuhnya dibandingkan si anjing yang hanya 10 kali dari tinggi tubuhnya.
Sahabat, pada dasarnya dalam kehidupan ini setiap orang bisa menjadi pemenang, kalau ukuran kemenangannya dinilai berdasarkan standar potensi yang dimilikinya. Kemenangan sejati sesungguhnya dinilai dari seberapa besar usaha yang telah kita lakukan berdasarkan potensi yang kita miliki untuk mencapai prestasi yang terbaik. Demikian juga dalam pekerjaan, hidup dan bisnis, Anda dan saya memiliki potensi masing-masing yang dapat ditingkatkan untuk mencapai prestasi kemenangan tertinggi sesuai standar yang kita tetapkan. Ukuran keberhasilan tidak selalu membandingkan dengan orang lain, melainkan dapat dinilai dari seberapa besar potensi yang telah kita miliki untuk mencapai prestasi terbaik kita. Maka membandingkan ukuran keberhasilan diri kita dengan pencapain kesuksesan orang lain adalah tidak bijaksana.
Kemenangan sejati sesungguhnya adalah bagaimana kita telah memberdayakan potensi kemampuan kita untuk meraih prestasi yang lebih baik dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dalam kesehatan, kekayaan hati, kekayaan spiritual, kekayaan materi, keberhasilan prestasi kerja dan prestasi bisnis, dalam hal kemajuan dalam kehidupan keluarga, maupun memberikan konstribusi kebaikan bagi sesama dan kehidupan.
Marilah kita bertanya kedalam diri kita sendiri:
- Apakah hari ini saya sudah melakukan sesuatu yang lebih baik dibandingkan hari kemarin ?
- Apakah bulan ini saya sudah meraih prestasi lebih baik dibandingkan bulan lalu ?
- Apakah tahun ini sudah meraih prestasi lebih meningkat dibandingkan tahun lalu ?
Tentu saja ukurannya jangan hanya dinilai dari pencapain materi dunaiwi semata, melainkan dapat dinilai dari peningkatan kekayaan spiritual dalam diri kita. Ukurannya bisa, Apakah sudah lebih bijaksana, apakah sudah lebih meningkat dalam kehidupan spiritual, dalam kehidupan karier dan pekerjaan, dalam kehidupan bisnis, dalam pergaulan dan kemasyarakatan ? Apakah sudah meningkat dalam memberikan konstribusi dan manfaat kepada orang lain, dalam memberikan bantuan dan manfaat kebaikan bagi orang lain ? Dan tentu saja masih banyak lagi standar ukuran sesuai dengan potensi yang kita miliki.
Dalam pandangan Anthony Robbins seringkali diosebutkan dengan “Constant Action Never Ending Improvement”, sedangkan saya pribadi lebih senang menyebutkannya dengan “continues learning and never ending improvement.” Itulah prinsip memberdayakan potensi untuk meraih keberhasilan sejati.
Dari pada membanding-bandingkan dengan pencapaian orang lain, lebih baik memulai melakukan evaluasi kedalam diri, kemudian melakukan perubahan-perubahan dari dalam diri kita sendiri. Menyusun kembali langkah-langkah pengembangan diri kita kedepan dengan prinsip “ continues learning and never ending improvement.” Bagaimana agar kedepan kita menjadi lebih bijaksana, menjadi lebih kaya hati, memiliki sikap empti, lebih banyak memberikan kontribusi kebaikan, mampu lebih meningkatkan prestasi kerja, meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dalam diri dan lain sebagainya. SEMOGA BERMANFAAT.
Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | Penulis Buku “HEART REVOLUTION: REVOLUSI HATI NURANI” dan “THE WISDOM OF BUSINESS”, Elex Media Komputindo.